UNWANTED MARRIAGE [EP 6 – SELFISH]


unwantedmarriage

Heena Park Present

.

UNWANTED MARRIAGE”

.

Park Chan-Yeol, Choi Ha-Neul & Kim Myung-Soo of INFINITE

Others.

.

Romance-Drama-Multichapter-PG15

.

Author Notes : Sebelum membaca FF ini, disarankan untuk membaca Forbidden Love terlebih dahulu karena saling berhubungan.

.

Follow me on WATTPAD

Add me on FACEBOOK

Follow me on INSTAGRAM

.

Poster by ByunHyunji @ Poster Channel

.

.

Sepanjang perjalanan menuju rumah Ha-Neul, tidak ada sedikitpun percakapan yang terjadi. Keduanya terlalu sibuk pada pikiran masing-masing. Chan-Yeol yang masih terbayangi oleh Hee-Ra, sedangkan Ha-Neul yang merasa sakit hati setelah mendengar ucapan pria itu mengenai kekasihnya.

Baiklah, kurasa apa yang dirasakan Ha-Neul tidaklah berlebihan. Wajar saja seorang calon istri merasa cemburu pada calon suaminya yang ternyata masih begitu mencintai orang lain. Hey! Tidak bisakah Chan-Yeol menjaga perasaan Ha-Neul? Haruskah dia sebegitu jujur tentang kekasihnya tersebut?

Oh serius, hati dan pikirannya panas hanya gara-gara sosok pria di sampingnya ini. Ha-Neul meremas kencang tas lengannya, berusaha sekuat mungkin untuk tidak menengok dan mengeluarkan sumpah serapah pada Chan-Yeol.

It’s okay..

Relax..

Kau hanya perlu bertahan beberapa menit lagi dan silahkan marah sepuasmu di dalam kamar nanti.

Setiap menit berlalu lambat, helaan napas penuh kesabaran yang terus dihirup-keluarkan Ha-Neul benar-benar menyesakkan. Hingga akhirnya Chan-Yeol menghentikan laju mobilnya tepat di depan gerbang rumah Ha-Neul, tanpa permisi atau sekedar izin, gadis itu langsung melesat keluar. Ia sudah tak sanggup menahannya lagi, membiarkan Chan-Yeol kebingungan di belakangnya.

Tentu saja Chan-Yeol tidak tinggal diam. Ia berlari mengejar Ha-Neul, namun gagal kala gadis itu sudah lebih dulu masuk dan segera menutup gerbang rumahnya.

“Sudah malam, kau langsung pulang saja!” teriak Ha-Neul dari balik gerbang, menyembunyikan kesedihannya dari kedua mata Chan-Yeol.

Siapa yang tidak bingung kalau mendapat perlakuan demikian? Chan-Yeol ingin melontarkan protes perihal sikap Ha-Neul yang dirasa mengesalkan tersebut, tapi tidak jadi karena setelah dipikir-piki, perkataan Ha-Neul benar juga.

Bukan, bukan tentang waktu yang menginjak malam, karena sesungguhnya sekarang baru pukul tujuh, tapi lebih ke kalimat ‘kau langsung pulang saja’. Dengan begitu Chan-Yeol serasa diberi kebebasan untuk melakukan apapun, ia bisa berusaha menghubungi Hee-Ra di rumah, ia butuh kejelasan soal undangan tadi.

Sementara Ha-Neul menyandarkan punggungnya di balik gerbang, diam-diam mengintip Chan-Yeol yang telah berlalu tanpa menengok sedikitpun ke rumahnya. Hatinya sakit, ini lucu ketika Ha-Neul menyadari bahwa ucapan Chan-Yeol mengenai Shin Hee-Ra berhasil mengacak-acak perasaannya.

Ia berusaha keras untuk tidak menangis dan menumpu kedua tangannya di lutut. Ha-Neul menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan.

Tenang Choi Ha-Neul, kau hanya harus bersabar dan membuat Chan-Yeol melupakan gadis itu. Kau harus bersabar.

Rupanya harapan berbanding terbalik dengan kenyataan. Air mata sialan itu jatuh begitu saja membasahi pipi Ha-Neul. Walau tak terdengar isakan keluar dari mulutnya, namun setetes tangisan yang langsung dihapus tersebut sudah cukup menggambarkan betapa kecewanya Ha-Neul saat ini.

Yah, siapa yang tidak sakit hati saat calon suaminya malah mementingkan gadis lain?

“Ha-Neul? Kau sudah pulang?”

Bayangan Si-Won terlihat samar dari balik pintu, cepat-cepat Ha-Neul berdiri tegak dan menutupi kesedihannya dengan untaian senyum penuh kepalsuan yang tergambar di bibirnya.

“Kenapa tidak langsung masuk?” tanya Si-Won lagi, namun kali ini tubuhnya benar-benar terlihat jelas, dan pria itu tengah menatap Ha-Neul bingung.

Ah..” Ha-Neul salah tingkah, ia menelan ludah untuk menghilangkan rasa gugupnya sebelum Si-Won sadar. “Aku baru mau masuk,” katanya, “kalau begitu, aku duluan.”

Ia melangkah begitu saja, melewati Si-Won yang masih menatap curiga. Adiknya baru pulang dengan sang calon suami, tapi kenapa si brengsek itu tidak ikut masuk untuk sekedar menyapa calon saudara iparnya? Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Well, sebenarnya sejak awal hubungan mereka memang sudah tidak beres.

Setelah mengunci pintu kamar rapat-rapat, Ha-Neul menghempaskan tubuhnya ke ranjang dengan keras. Tubuhnya terlalu lelah untuk sekedar melepas heels sialan yang melekat di kakinya. Dalam pikirannya berkecamuk apakah Chan-Yeol sudah menemui gadis itu saat ini? Lalu, apakah mereka memutuskan untuk kembali bersama dan sekali lagi membatalkan pernikahan ini?

Kepalanya pusing memikirkan kemungkinan-kemungkinan negatif barusan. Selalu saja ada penghalang bila kebahagiaan berniat menghampirinya. Ha-Neul sendiri tidak tahu dosa besar apa yang telah ia perbuat hingga Tuhan seolah tidak mengizinkan gadis itu untuk bagia.

Tring…

Dering ponsel berhasil membebaskan sejenak Ha-Neul dari rasa frustasinya. Tangan gemetarnya merogoh tas di samping tubuh dan melihat siapakah yang mengiriminya pesan.

“Myung-Soo?” ucapnya pada diri sendiri, kemudian duduk di pinggir kasur.

whatsapp1

Tanpa sadar Ha-Neul tersenyum setelah membaca pesan terakhir Myung-Soo. Sifatnya tidak banyak berubah ternyata, masih tetap suka mengeluarkan berbagai kalimat manis untuk membuat seorang gadis tersipu malu.

Setidaknya untuk sekarang Myung-Soo jauh lebih baik daripada calon suaminya yang sibuk dengan gadis lain itu. Ah, lagi-lagi hatinya memanas jika mengingat soal Chan-Yeol.

whatsapp2

whatsapp3

 

 

Ha-Neul merutuki kebodohannya akhir-akhir ini. Kesialan tak berujung seolah datang silih berganti. Karena kemarin malam ia tidak bisa tidur sampai tadi pagi, terpaksa Ha-Neul mendapati dirinya kesiangan untuk pergi ke rapat penting dengan salah satu klien, untungnya Si-Won yang kala itu menyadari sang adik tak juga keluar dari kamar segera bergerak untuk menggantikan peran Ha-Neul pada rapat tersebut.

Kekesalannya pada Park Chan-Yeol benar-benar berakibat fatal pada karir dan kehidupannya. Oh, Ha-Neul tak bisa membayangkan akan seperti apa hidupnya setelah menikah dengan pria itu, bukan tidak mungkin setiap hari ia harus bersabat untuk makan hati, kan?

Dengan langkah lebar-lebar, Ha-Neul berjalan menyusuri lorong perusahaan setelah kelur dari lift. Samar-samar dari sisi kanan—di balik pintu kamar kecil tepatnya—Ha-Neul mendengar ocehan dua atau lebih gadis yang kelihatannya tengah asik bergosip.

“Kalau aku jadi dia, aku mungkin tidak memiliki wajah lagi untuk keluar rumah.”

“Benar, bahkan mungkin aku dan keluargaku akan pindah ke tempat lain. Bukankah sangat memalukan saat pernikahan yang sudah digembor-gemborkan malah batal karena pengantin prianya kabur?”

“Kudengar calon pengantin pria dipaksa menikah dengan bos kita.”

Seketika Ha-Neul benar-benar menghentikan langkahnya. Pendengarannya tak sengaja menajam ketika orang-orang di dalam sana tengah mengucapkan ‘bos’. Hell, satu-satunya bos di perusahaan ini adalah Ha-Neul. Jadi mereka berani membicarakan atasannya sendiri?

“Aku juga mendengar seperti itu. Lagipula siapa yang mau menikah dengan bos kita? Aku bahkan masih kesal karena sikapnya beberapa minggu lalu. Gajiku dipotong sepuluh persen hanya karena telat beberapa menit.”

Mulut wanita-wanita itu tidak di sekolahkan, ya?

Ha-Neul tidak akan tinggal diam.

“Min-Ji juga pernah mengalaminya, dia sendiri yang bercerita padaku, bukan gaji sih, tapi kekasihnya.”

“Kekasihnya?”

“Hmm..gara-gara tak sengaja melihat bos waktu mengantar Min-Ji, Dong-Wook beberapa hari kemudian meminta putus dan berusaha mendapatkan nomor bos kita. Pantas saja beberapa hari lalu aku melihat Dong-Wook berkeliaran di dekat perusahaan.”

Tunggu dulu, kalau soal ini bukan salah Ha-Neul, kan? Lagipula ia memang jauh lebih cantik daripada Min-Ji, jadi wajar kalau kekasih wanita itu jatuh hati padanya!

Ingin rasanya Ha-Neul masuk dan menampar wajah biang gosib itu, namun jika Ha-Neul melakukannya sekarang, mereka pasti tak akan mendapat tekanan dan kejutan yang mengejutkan. Jadi ia memutuskan untuk menunggu kerumunan orang itu keluar dari kamar kecil.

“Heol~ Kurasa kita sudah terlalu lama di sini, ayo keluar sebelum bos galak mencari kita. Kalian tidak ingin dipecat, kan?”

Ini dia!

Ha-Neul bersiap, kedua lengannya menyilang di depan dada, sementara dagunya didongakkan. Yeah, kita lihat bagaimana ekspresi biang gosib tadi setelah mengetahui bahwa orang yang mereka gosibkan ternyata mendengar segalanya.

Satu..

Dua..

Krekk..

Wow, kurasa kalian benar-benar menikmatinya, menggosibkan atasan sendiri di dalam kamar kecil.”

Bak tersambar petir, ketiga wanita yang barusan keluar langsung membulatkan mulut, tak percaya jika atasannya benar-benar mendengar apa yang mereka ucapkan. Sial! Nyawa mereka berasa di ujung tanduk sekarang.

“Mati kita..” gumam salah satu dari mereka, sepertinya ia tak sadar berucap seperti itu.

Jujur, Ha-Neul kesal pada mereka, tapi ia benar-benar harus berusaha keras untuk tidak tertawa karena ekspresi ketakutan pegawainya ini. Sepertinya bermain-main dengan mereka tidak masalah.

“Bos, kami..kami tidak bermaksud—“

“Aku tunggu kalian di ruanganku untuk membicarakan tentang pesangon kalian,” gumamnya cepat lalu berlalu begitu saja.

Sementara sang atasan sudah mendahului, ketiga wanita tadi masih membeku di tempatnya, mimpi buruk akan kehilangan pekerjaan langsung menghantui dan dipastikan segera menjadi kenyataan.

“Ya! Semua ini salahmu! Kalau saja kau tidak mengajakku membicarakan bos tadi.”

“Apa? Kau menyalahkanku? Oh astaga, salah siapa ikut terbawa dalam pembicaraan?

 

 

whatsapp4

Chan-Yeol bisa gila!

Gadis bernama Ha-Neul yang tak tahu sikon ini dengan santainya selalu meminta agar Chan-Yeol menemaninya entah sekedar makan siang atau minum kopi santai di kafe tanpa peduli pada perasaan pria yang disebut sebagai calon suaminya ini.

Bagaimana kalau mereka bertukar tempat sekarang?

Ayolah, Chan-Yeol masih patah hati karena Hee-Ra akan menikah dengan pria lain. Tentu saja, Chan-Yeol sudah memastikannya sejak ia mendapat undangan yang sama dengan milik Ha-Neul beberapa waktu lalu

Dan sosok bernama Kim Jong-In itu…

Chan-Yeol bukanlah pria yang buta informasi mengenai pengusaha-pengusaha tersohor seantero negeri, jadi ia tahu, bahkan ia sangat tahu siapa Kim Jong-In. Calon penerus grup Zorus dengan kekayaannya yang melegenda. Perusahaannya sempat beberapa kali bekerja sama dengan perusahaan Jong-In, tapi ia tak pernah berpikir jika mitra kerjanya akan merebut kekasihnya.

Sungguh menyedihkan.

Jadi seperti ini rasanya dikhianati?

Bukan hanya sesak di dada, namun juga perih di mata. Tangisan lemah yang entah kenapa bisa keluar tanpa izin, rasa sakit yang seolah meremas jantungnya, andai Hee-Ra tahu bila Chan-Yeol menyesal.

Kalau tahu begini, lebih baik dari dulu mereka kabur bersama keluar negeri dan menikah di sana, memulai hidup baru dengan identitas yang baru pula. Tapi apa mau dikata? Nasi sudah terlanjur menjadi bubur.

“Apa yang harus kulakukan sekarang?” Chan-Yeol bergumam putus asa, tangan kanannya memegang lemas fotonya bersama Hee-Ra, “apa aku harus menculik dan membawamu kabur dari pernikahan, Shin Hee-Ra?”

Ya!

Chan-Yeol bisa melakukan itu. Tapi bagaimana kalau Hee-Ra tidak mau dan lebih memilih Jong-In? Bagaimana kalau Chan-Yeol hanya mendapat penolakan? Bagaimana kalau Hee-Ra ternyata memiliki perasaan yang lebih dalam pada Jong-In? Chan-Yeol takut menerima kenyataan.

Drrtt..

Ponsel sialannya kembali bergetar, membuat Chan-Yeol semakin naik pitam. Dilihatnya nama Ha-Neul tertera di sana, sekarang ia berusaha menelpon Chan-Yeol setelah pesannya ditolak berkali-kali.

Merasa sangat terganggu dengan perbuatan Ha-Neul, Chan-Yeol segera menekan tombol jawab dan mendekatkan ponsel tersebut ke mulutnya. “Tak bisakah kau berhenti menggangguku? Sudah kukatakan aku tidak ingin makan siang denganmu!” dan setelah itu panggilan terputus.

Chan-Yeol dengan kejamnya membentak Ha-Neul dan memutus panggilan begitu saja…

 

TO BE CONTINUED

Iklan

21 pemikiran pada “UNWANTED MARRIAGE [EP 6 – SELFISH]

  1. Chanyeol kejam amat bentak anak orang sembarangan
    Trus nasib tiga pegawai tu gimana na ? Ngerasa panas aja bacanya, pake jelek- jelekin haneul segala.
    Trus kapan chanyeol mulai membuka hati untuk haneul ?

  2. Ping balik: UNWANTED MARRIAGE [EP 6 – SELFISH] by Heena Park | EXO FanFiction Indonesia

  3. Siapa suruh chanyeol ninggalin heera sekarang nasi sudah menjadi bubur dan penyesalan datang belakangan. Kejam banget sih chanyeol sama haneul gak kasihan apa sama haneul. Kapan chanyeol bisa sadar sama perasaan haneul, bahkan perasaan haneul itu sangat tulus tapi chanyeol masih mikirin heera yang udah mau nikah sama jongin . Awas chanyeol nanti menyesal lagi untuk kedua kalinya.

  4. Duh chanyeok sunggub sangat kejam.. biar aja dia nyesel buat yg kedua kalinya, aduhhhh chanyeolll i hate youu
    Keep writing

  5. Egois yahh chanyeol mah..dlu dia yg ninggalin heera skrg pebgen balikan lg..kasian haneul nya coba…udh gitu myungsoo ko gencar bgt ngejar haneul..

  6. Kasian sih haneul tp disisi lain chanyeol juga kasian. Kan dia lagi patah hati jadi maklumlah. Cinta nya buat hee ra terlalu besar. Dia mungkin belum siap menerima orang lain dihatinya…..
    Makasih udah update 👍👍

  7. Plis deh chanyeol hana didepan mata juga 😑😑😑😑
    Kaaa aku tunggu chapter selanjutnya yaa, saking keponya aku follow wattpad kaka, siapa tau disana updatenya cepet wkwkwk

  8. Plis deh chanyeol, haneul depan mata, masih aja -____- ditunggu chapter berikutnya kaaaa. Aku sampe follow wattpad karna saking keponya sama ff ini 😂😂😂

  9. Pengen gua tabok tuh mulut chanyeol sama 3 serangkai td,,
    udah gitu aja cukup,,
    ikutan sakit hati saya
    hahahaha,,,

  10. kalo bandingin forbidden love sama ini berasa yang paling bahagia/? disini hee ra haha waktu baca forbidden love kesel sama haneul sumpah tapi setelah baca ini jadi kasian sama haneul 😥 endingnya gak bakal chanyeol yang baru nyadar kalo haneul tulus sama dia kaya di forbidden love kan? 😥 oke ditunggu next chapternya

  11. kalo bandingin forbidden love sama ini berasa yang paling bahagia/? disini hee ra haha waktu baca forbidden love kesel sama haneul sumpah tapi setelah baca ini jadi kasian sama haneul 😥 endingnya gak bakal chanyeol yang baru nyadar kalo haneul tulus sama dia kaya di forbidden love kan? 😥 suka waktu haneul post instagram haha lucu
    oke ditunggu next chapternya

  12. lha chanyeol egois….lha coba aja tukeran gmn dy di posisi haneul??terabaikan tak dianggap….lebih sakit kelesssss…….
    ya udah biarin itu heera bahagia sama jongin….makan ati banyak itu si haneul….
    dy bentak2 gt iya kalo yg nelpon haneul kalo yg lain gmn??atau haneul dlm keadaan darurat pye jal??sebel iihhh sama chanyeoll….

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s