UNWANTED MARRIAGE [EP 1 – IMAGINATION]


unwanted-marriage

Heena Park Present

.

UNWANTED MARRIAGE”

.

Park Chan-Yeol & Choi Ha-Neul

Others.

.

Romance-Drama-Multichapter-PG15

.

Author Notes : Sebelum membaca FF ini, disarankan untuk membaca Forbidden Love terlebih dahulu karena saling berhubungan.

.

Follow me on WATTPAD

Add me on FACEBOOK

.

Poster by Alkindi @Poster Channel

.

.

In my dreams you’re with me

We’ll be everything I want us to be

And from there—who knows?

Maybe this will be the night that we kiss for the first time.

Or is that just me and my imagination?

 

Tiga tahun berlalu agaknya belum mampu membuat Ha-Neul mengatasi ketakutannya akan cinta. Ia memang cantik, pintar, kaya, hampir sempurna, tapi siapa sangka kalau kebanyakan mantan pacarnya hanya menggunakan Ha-Neul sebagai tameng belaka? Bahkan yang terakhir, si brengsek Myung-Soo, yang kala itu sedang dalam keadaan mabuk, mengatakan maksud dan tujuannya memacari Ha-Neul. Pria itu bahkan mengatakan kalau ia sama sekali tak tertarik pada Ha-Neul karena saking naifnya, dan hanya memanfaatkan ‘kesempurnaan’ gadis itu sebagai kebanggaan di depan teman-temannya.

Oh, lebih parahnya lagi, Myung-Soo ternyata memiliki kekasih lain tanpa sepengetahuan Ha-Neul, dan mereka akan menikah Minggu depan.

Semenjak kejadian itu, Ha-Neul berubah menjadi sosok yang berbeda. Seorang gadis berkepribadian keras, sering dibilang sombong dan selalu meremehkan orang lain. Ia hanya berusaha menutupi perasaan sakit hatinya.

“Kau harus melakukannya Choi Ha-Neul, berapa usiamu sekarang? Kau mau menjadi perawan tua? Lagipula menikah dengan putra kenalan ibu juga akan menguntungkan perusahaan kita,” celetuk ibunya memaksa.

Ha-Neul menggertakkan gigi. Ibunya terlalu berlebihan, usia Ha-Neul baru dua puluh empat tahun. Masih terlalu muda untuk dibayangkan menjadi perawan tua.

“Aku tidak mau, kenapa ibu tidak menjodohkan Si-Won oppa saja? Usianya sudah lebih dari cukup untuk menikah. Ibu mau dia menjadi bujangan lapuk?”

Kesal namanya disangkut-pautkan, Si-Won melontarkan protes, “Kenapa namaku dibawa-bawa? Aku bahkan tidak ikut campur dalam perjodohanmu.”

“Oh ayolah.” Ha-Neul melempar tas lengannya ke sofa, ia baru sampai dan langsung diserang dengan rencana pernikahan konyol oleh sang ibu. “Aku masih sangat muda untuk menikah, toh aku yakin suatu hari nanti bisa menemukan pria yang tepat,” gumamnya membela diri.

Ahn Ji-Hyun mendesis, “Dengan sifatmu yang keras kepala, ibu tidak yakin kau bisa mendapatkan pria yang cocok dengan mudah.”

“Serius, aku tidak tahu jalan pikiran ibu,” pekik Ha-Neul.

“Lagipula dengan begini kau bisa lebih fokus memperbaiki kepribadianmu yang menyebalkan itu,” oceh Si-Won tiba-tiba.

Mendengar sindiran sang kakak,  Ha-Neul memicingkan matanya, tak terima dibilang memiliki kepribadian yang menyebalkan. “Dan kau seharusnya lebih fokus mencari calon istri sebelum menjadi bujangan lapuk.”

Si-Won tertawa keras, meskipun sebenarnya terdengar hampa. “ Sombong sekali kau, mentang-mentang akan segera menikah,” cetusnya sembarangan. Berhasil membuat Ha-Neul makin kesal.

“Diamlah Choi Si-Won, aku bisa saja menyumpahimu menjadi bujangan lapuk. Kau tahu? Doa orang tersakiti biasanya dikabulkan.”

“Aku takut sekali.” Si-Won menyilangkan kedua lengannya di dada. “Kenapa para calon pengantin selalu berubah sensitif saat akan menikah? Benar-benar seram.”

Sialan, kakaknya yang satu ini memang sangat suka menggoda Ha-Neul. Ia kelihatan senang sekali melihat Ha-Neul akan dijodohkan. Entah dengan pria seperti apa. Tunggu, bagaimana kalau pria yang dijodohkan dengannya adalah sosok pria berusia akhir tiga puluhan, berbadan subur, perut buncit, dan suka bermain wanita?

Ha-Neul tidak bisa membayangkan menikahi pria seperti itu.

Kali ini Ha-Neul berkacak pinggang. “Tentu, aku akan menikah dengan Sam Claflin. Jadi diamlah.”

“Bodoh, Sam Claflin sudah menikah. Kupikir kau akan menikah dengan pria tua bau tanah, HAHAHAHA.”

Ya! Choi Si-Won, diamlah!”

 

 

••

 

haneul

 

Instagram

@choihnl : I don’t need a man.

1.495 likes

———

@siwon1987: Tentu! Kau tidak butuh lelaki, tapi butuh lelaki tua ^_^ @choihnl

@kangji.eun: Kuharap kau tidak menyukai sesama jenis T_T @choihnl

@yerin_1990: Kukira kau membutuhkan Sam Claflin dan bersedia menjadi istri keduanya @choihnl

@joonmyeonkim: But, I need y @choihnl

@siwon1987: Kusarankan kau melupakan @choihnl karena dia akan segera menikahi pria tua ^^ @joonmyeonkim

@joonmyeonkim: TIDAK MUNGKIN! @siwon1987

@taeminlee: Kau tak membalas pesanku! -_-

@siwon1987: @taeminlee dia sibuk pacaran dengan pria tua, makanya tidak membalas pesanmu.

@choihnl: DIAM KALIAN SEMUA! @siwon1987 @kangji.eun @yerin_1990 @joonmyeonkim @taeminlee

 

 

Ha-Neul melempar ponselnya ke meja dengan keras. Sungguh, kenapa kakaknya sebegitu menyebalkan, sih? Sebenarnya bukan hanya sang kakak, tapi hampir semua orang memang menyebalkan baginya.

Ia memang cukup populer dikalangan pria. Banyak yang mengejar-ngejar Ha-Neul, tapi mau bagaimana lagi? Hatinya sudah terlanjur terluka gara-gara kejadian tiga tahun lalu yang sesungguhnya tak berhenti sampai di situ.

Tiba-tiba knop pintu berputar, seorang pria masuk ke ruangan Ha-Neul, agak ketakutan karena mendapati mood atasannya kemungkinan sedang tidak baik.

“Nyonya memanggil saya?” Bibir pria itu bergetar, padahal badannya cukup besar. Sungguh berbanding terbalik dengan nyalinya, kan?

Ha-Neul menggerutu, “Kenapa laporannya seperti ini? Sudah kukatakan padamu agar diperiksa dulu Sebelum memberikannya padaku, kan? Berkali-kali kau melakukan kesalahan seperti ini. Apa kau sudah tak mau bekerja di sini, Tuan Lee?”

Pria yang dipanggil Tuan Lee barusan langsung bergidik ngeri. Ia kehabisan kata-kata karena memang beberapa Minggu terakhir sering melakukan kesalahan. Sungguh, ia tak bermaksud melakukuannya, tapi sebagai manusia biasa yang tak luput dari salah, bukan hal yang aneh kan kalau itu terjadi?

“Maafkan saya nyonya.” Lee Jae-Rim meraih map di atas meja dan memeluknya di dada. “Saya akan segera memperbaikinya, nyonya. Saya mohon jangan pecat saya..Sungguh, saya masih—“

“Keluarlah, aku tidak akan memecatmu sekarang. Cepat perbaiki laporannya dan segera berikan padaku.”

Begitu mendapat ampun dari sang atasan, Lee Jae-Rim buru-buru mengucapkan terima kasih dan segera berlalu. Ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Laporannya harus segera diperbaiki supaya pekerjaannya tidak hilang.

Sementara Ha-Neul masih kesal pada keluarganya. Ia memijit pelan pelipis kepala sembari bergumam tak jelas. Kenapa di usianya yang masih muda harus menerima perjodohan dengan seorang pria antah-berantah yang tak jelas siapakah gerangan.

Ponselnya berdering, sebuah pesan masuk dari ibunya. Ha-Neul segera meraih ponselnya, melebarkan mata setelah membaca pesan dari sang ibu.

Beliau ingin Ha-Neul segera pergi ke salah satu restoran untuk menemui calon suaminya? Yang benar saja! Ha-Neul tidak mau menikah dengan pria tua berperut buncit yang suka bermain wanita!

Ia tidak akan datang. Tidak akan pernah.

Bukan Ahn Ji-Hyun namanya kalau kehabisan akal. Wanita baya itu sudah lebih dulu memikirkan cara agar putrinya tak menghindar dengan mengirimkan Si-Won ke kantor Ha-Neul dan menarik sang adik—bagaimanapun caranya—agar gadis itu mau ikut.

Ha-Neul yang kala itu tidak memiliki persiapan apapun, begitu Si-Won masuk ke ruangannya dan menarik tangannya begitu saja tanpa izin atau sekedar permisi, hanya bisa membulatkan mulut sambil mengimbangi langkah cepat sang kakak.

Setelah keduanya duduk di dalam mobil, barulah Ha-Neul memiliki celah. “Kenapa kau kemari dan menarikku begitu saja? Apa ada masalah?” tanyanya penasaran.

Si-Won mengangguk mantap. “Ya, dan masalahnya ada pada dirimu.”

“Apa?” Lelucon apa yang barusan ia dengar? Ha-Neul? Masalah? Oh, ia yakin otak kakaknya  agak rusak. Kenyataannya adalah pria itu melebihi Ha-Neul untuk menjadi sosok trouble maker.

“Karena sifat keras kepalamu, aku harus jauh-jauh datang kemari dan memaksamu ikut untuk menemui calon suamimu,” ia berhenti sebentar. “Si kakek tua, HAHAHA.”

Sialan! Ia telah terjebak. Siapa saja tolong keluarkan Ha-Neul dari mobil Si-Won. Kenapa kakaknya tidak pernah berpihak padanya, sih? Ha-Neul yakin seratus persen kalau Si-Won sangat senang melihatnya menderita.

“Kau benar-benar ingin kusumpahi menjadi bujangan lapuk ya?!”

Slow..slow..” Si-Won menengok sebentar dan menahan gelak tawanya. “Aku berbohong soal kakek-kakek. Aku sudah melihat calonmu dan dia masih muda juga tampan.”

Ha-Neul mendecih, “Kau bilang dia tampan? Kau bisa mengambilnya kalau mau.”

Si-Won menyibir. “Kau pikir aku penyuka sesama jenis?”

Tidak lama kemudian Si-Won menghentikan mobilnya. Ia turun lebih dulu dan menarik lengan Ha-Neul sekali lagi agar mau bergerak mengikutinya.

Restoran yang mereka tuju memang tak begitu jauh dari kantor Ha-Neul. Mereka segera masuk dan setelah Si-Won berbicara sebentar dengan pelayan, mereka diantar ke sebuah ruangan tertutup. Mungkin ruang VVIP.

Baru saja keduanya memasuki ruangan, suara merdu seorang pria menelusuk ke telinga Ha-Neul. Gadis itu segera mencari siapa sosok di balik suara indah barusan.

Samar-samar terlihat seorang pria di bawah sinar lampu temaram. Pria itu tengah memainkan gitar, sementara mulutnya sibuk bernyanyi salah satu lagu kesukaan Ha-Neul. Imagination milik Shawn Mendes.

 

I wanna tell you how beautiful you are from where I’m standing

You got me thinking what we could be ’cause…

 

I keep craving, craving,

You don’t know it but it’s true

Can’t get my mouth to say the words they wanna say to you

This is typical of love

Can’t wait anymore, I won’t wait,

I need to tell you how I feel when I see us together forever

 

In my dreams you’re with me

We’ll be everything I want us to be

And from there—who knows?

Maybe this will be the night that we kiss for the first time.

Or is that just me and my imagination?

 

We walk, we laugh, we spend our time

Walking by the ocean side

Our hands are gently intertwined

A feeling I just can’t describe

All this time we spent alone,

Thinking we could not belong

To something so damn beautiful

So damn beautiful

 

I keep craving, craving, you don’t know it, but it’s true

Can’t get my mouth to say the words they wanna say to you

This is typical of love

Can’t wait anymore, I won’t wait,

I need to tell you how I feel when I see us together forever

 

In my dreams, you’re with me

We’ll be everything I want us to be

And from there—who knows?

Maybe this will be the night that we kiss for the first time..

Or is that just me and my imagination?

 

Hatinya yang semula mengganjal dan selalu memaksa ingin pulang, tiba-tiba saja luluh. Ha-Neul terpaku, tak mempedulikan Si-Won yang telah lebih dulu duduk di samping ibunya.

Kakinya tak bisa diajak bekerja sama. Matanya hanya tertuju pada pria itu, walau tidak kelihatan seperti apa wajahnya, tapi Ha-Neul dengan bodohnya menyimpulkan bahwa ia telah jatuh cinta pada orang itu hanya karena suaranya.

Kenyataan bodoh yang lagi-lagi mendatanginya. Sesuatu yang berusaha ia jauhi sejak lama, tapi kembali terasa saat ini.

Pria itu…

Kalau dialah yang dijodohkan dengan Ha-Neul…

Ia mau menerimanya.

 

 

TO BE CONTINUED

Iklan

30 pemikiran pada “UNWANTED MARRIAGE [EP 1 – IMAGINATION]

  1. Ping balik: UNWANTED MARRIAGE [EP 1 – IMAGINATION] | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ini baru perkenalan dengan sifat haneul dan awal bertemu nya chanyeol dan haneul. Aku kira eps.1 langsung menceritakan kehidupan pernikahan mereka ternyata perkenalan dulu. Suka sama cerita nya

  3. Wkwkwkwk,, haneul lucu ya,, siwon juga usil buanget jadi kakak hhhheee,, seru kak,, pgn lihat cerita setelah mereka ktemu nanti pa lgi pas ntar udah nikah pnasaran banget lanjut y,,
    oh yg uncontrollably kiss d.o kyungsoo kok udh gk ada ya?

  4. Chanyeol yach…ternyata luluh bru denger suara y adja…pantesaan dia mau nikah sama chanyeol..dia udh love at first hear hehehehe..maksa…

  5. Waaa. Ini kyk side storynya forbidden love ya kak, tp dr sudut pandangnya haneul sm chan. Pdhl kmrn di forbiden love udh benci bgt sm haneul. Wkw. Keren ceritanya, dtgg next chaptnya kak. Smgt^^

  6. Kl gak salah baru dijelasin tentang ha neul disini kan? Aku lupa tentang chanyeol sama haneul yg di FL hehehe yg teringat hanya jongin san heera.. aduhh jadi makin kepoo deh sama keseharian mereka nanti di tunggu kelanjutannya jangan lama2 ok
    Keep writing

  7. Baru juga bbrp hari gak buka internet udah ada cerita baru ajaaa :’) lanjut aaah untung blm ketinggalan jauh
    Belum juga liat orangnya neul…

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s