Forbidden Love Part XXIII [END]


forbidden love

“Apa yang akan terjadi jika seorang wanita yang sedang patah hati memutuskan untuk menikahi pria dengan kelainan homoseksual?”

.

FORBIDDEN LOVE

.

A FanFiction

by

Heena Park

.

Genre: Romance–Sad–Marriage Life//Ratting: PG-15//Lenght: Multichapter

.

Starring: Shin Hee Ra-Kim Jong In–Park Chan Yeol–Choi Ha Neul–Do Kyung Soo

.

Follow my WATTPAD

Find me on FACEBOOK

.

.

FORBIDDEN LOVE

 

 

Ketakutan..

Kekhawatiran…

Hee Ra duduk cemas di atas kursi roda, beberapa kali sempat meremas-remas tangannya sendiri. Sementara Shin Min Young dan Kwon So Ra fokus pada layar televisi.

Hari ini Jong In akan mengakui segalanya. Pria itu sudah bersiap sejak tadi pagi. Hee Ra yakin seratus persen bahwa dalam diri suaminya terdapat ketakutan yang begitu dalam, tapi ia tak berani menyinggung, Hee Ra takut Jong In akan semakin goyah.

Kedatangan kedua orang tuanya juga cukup mengagetkan, terlebih saat sang ayah berkata bahwa ia telah mengetahui tentang keadaan Jong In. Anehnya, kedua orang tua Hee Ra tidak marah, mereka malah mendukung Jong In dan bangga pada menantunya.

Begitupula So Ra. Hee Ra bersyukur bahwa So Ra yang awalnya sempat kaget dan berpikir kalau Jong In hanya memperalatnyapun sadar jika cinta mereka bukanlah kebohongan.

Matanya membulat begitu wajah Jong In nampak di layar kaca, tidak jauh dari sana berdiri Shin Jae Woo—ayah Hee Ra. Pria itu memaksa untuk menemani Jong In. Ia bilang tidak ingin meninggalkan menantunya dikala susah.

Jong In tersenyum ke arah kamera, seolah ia tahu Hee Ra sedang menonton. Ia layaknya sedang berkata ‘aku baik-baik saja’.

“Senang akhirnya saya bisa berdiri di sini..”

Hee Ra melihatnya, ia tahu Jong In gemetar.

“Saya mendengar banyak berita yang melibatkan keluarga saya akhir-akhir ini..”

Hee Ra terpaku sejenak, menarik napas sedalam mungkin dan menengok ke arah So Ra. “Bantu aku, Kwon So Ra..”

 

 

Jong In tidak begitu menyukai keramaian dan pers. Ia menatap layar ponselnya yang menampilkan gambar Hee Ra tengah tersenyum lebar, membuat Jong In ikut tersenyum melihatnya.

Kedua kakinya terasa kaku ketika menginjak lantai, blitz-blitz kamera bergantian mengambil gambarnya ketika ia berdiri tepat di depan mereka. Ini tak mudah bagi Jong In, ia tak tahu apakah sanggup mengatakan segalanya atau tidak. Tapi mau bagaimana lagi? Jong In harus meluruskan berita yang tersebar, berita yang memang merupakan fakta dalam hidupnya.

“Senang akhirnya saya bisa berdiri di sini..,” Jong In mulai berucap, ia memandang dari ujung kanan sampai ujung kiri, yakin bahwa pers sudah tak sabar mendengar klarifikasi dari mulutnya.

“Saya mendengar banyak berita yang melibatkan keluarga saya akhir-akhir ini,” ia berhenti sebentar, menarik napas se dalam mungkin sebelum akhirnya mengeluarkannya dengan pelan. “Dan saya tidak ingin bersikap munafik, walaupun sesungguhnya ini adalah hal pribadi yang seharusnya tidak untuk dipublikasikan, tapi mau bagaimana lagi? Seseorang sudah terlanjur menyebarkannya.”

Jong In tersenyum simpul, “Benar, saya dan istri saya memang menikah dengan ikatan kontrak, kami memang membuat perjanjian hitam di atas putih seperti yang telah tersebar.”

Sontak para wartawanpun heboh, puluhan pertanyaan kembali muncul bersautan, membuat suasana semakin ramai. Ini harus menjadi headline! Kim Jong In benar-benar menikah kontrak, mereka bersandiwara.

Jong In berusaha tidak mendengarkan pertanyaan yang keluar dari mulut para wartawan dan tetap tersenyum, ia kembali berbicara, “Mungkin terdengar klise, tapi inilah kenyataannya. Saya menyadari bahwa perasaan tidak bisa dibuat-buat, saya menyadari bahwa ikatan pernikahan itu suci. Dan mungkin karena kesucian itulah, saya lama-kelamaan merasakan sesuatu yang sempat tak saya sadari. Ternyata saya jatuh cinta dengan istri kontrak saya sendiri, saya kalah pada perjanjian yang tertulis, namun menang pada perasaan.”

Para wartawan terdiam, Jong In tahu beberapa dari mereka tak percaya pada ucapannya barusan, namun Jong In juga tahu bahwa tak sedikit dari mereka yang bisa merasakan ketulusan dari kalimat Jong In.

“Saya punya alasan kuat untuk melakukan pernikahan kontrak, tapi perasaan saya padanya ternyata lebih kuat untuk menjalankan pernikahan dalam arti yang sebenarnya.”

Jong In menutup matanya sebentar, rangkaian potongan dari kisah-kisahnya bersama Hee Ra seolah terputar begitu saja, membuat mulutnya kembali terbuka tanpa perlu berpikir, “Ini terasa menyenangkan. Saat aku tiba-tiba merasa hangat kala bersamanya, saat aku marah karena ia tak memperhatikanku, saat jantungnya berdebar lebih cepat dan selalu ingin melindunginya, lalu aku dengan egoisnya berkata bahwa aku menginginkannya, aku ingin agar dia benar-benar menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku, menemani masa tuaku.”

Ucapan Jong In barusan kembali membuat dada para wartawan menghangat, mereka bisa merasakan kejujuran yang keluar dari mulut Jong In. Entah kenapa…tapi Jong In berkata sebenarnya, pria itu tidak berbohong, ia benar-benar mencintai istrinya.

Sebenarnya Jong In sempat berniat untuk mengatakan tentang kondisinya yang pernah menyukai sesama jenis, tapi sepertinya tak perlu, ia sudah cukup puas dengan apa yang dikatakannya barusan.

“Maafkan aku karena telah membawamu dalam situasi seperti ini, tapi aku hanya ingin agar kau tahu bahwa aku tak pernah berpura-pura pada perasaanku sendiri. Aku mencintaimu Shin Hee Ra, aku mencintaimu.”

Kalimat barusan mengakhiri klarifikasi Jong In, kembali mengukir senyum indah dan hendak berbalik untuk pergi. Mengesampingkan pertanyaan-pertanyaan yang kembali muncul dari mulut wartawan karena Jong In merasa bahwa klarifikasinya sudah cukup.

Baru sempat berjalan beberapa langkah, Jong In kembali mendengar teriakan terkejut dari para wartawan. Ia menengok dan terpekik ketika mendapati Kyung Soo berdiri di tempatnya tadi, pria itu memegang remote control di tangannya.

“Halo sayang, kau tidak melupakanku, bukan?”

Jong In tak habis pikir, apa yang dilakukan Kyung Soo? Kenapa dia membawa remote control dan berbicara menggunakan microphone?

Sedikit terlambat, tapi Kyung Soo menggerakkan kepalanya ke samping, menyuruh Jong In melihat layar di dinding, dan betapa terkejutnya Jong In begitu mendapati Kyung Soo tengah menampilkan gambar-gambar lama mereka berdua.

Tidak, tidak boleh!

“Kenapa? Kau terkejut karena aku datang? Kau terkejut karena aku menampilkan kemesraan kita?” Kyung Soo tertawa, ia mengalihkan pandangannya dari Jong In dan kembali fokus pada para wartawan yang masih tak habis pikir dengan semua foto di depan mereka, “Setelah melihat ini apakah kalian masih percaya pada omong kosong tadi? Nyatanya Kim Jong In adalah seorang gay, dan dia kekasihku.”

Sia-sialah semua klarifikasi Jong In. Para wartawan pasti lebih percaya pada Kyung Soo karena pria itu membawa bukti kuat, dan bahkan ia menampilkan bukti tersebut menggunakan LCD.

Lalu sekarang Jong In harus bagaimana? Kakinya terasa kaku.

Jong In takut.

Ia hanya mampu berdiri dan tak bisa bergerak, ia tidak tahu harus mengatakan apalagi. Sementara Kyung Soo tengah berjalan ke arahnya, dengan senyum kemenangan yang mengembang begitu lebar.

Memang kesalahannya dari awal, seharusnya Jong In tidak pernah berhubungan dengan Kyung Soo. Kemarahan seorang wanita tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kemarahan pria yang bersikap seperti wanita.

“Kalian semua lihat? Mulut pria ini sudah terlalu banyak berbohong, bahkan yang diucapkannya barusan pasti sebuah kebohongan karena ia tak ingin kedoknya sebagai penyuka sesama jenis tersebar,” Kyung Soo berhenti sebentar, ia mengusap lengan Jong In yang sudah tegang dari tadi, “kau seharusnya mengakui aku sebagai kekasihmu sayang, jadi aku tak perlu berbuat seperti ini.”

Jong In menggeleng, “Kau..bukan kekasihku,” bisiknya kesal.

Tunggu dulu, di mana para bodyguardnya sehingga pria ini bisa masuk begitu saja? Apa yang mereka lakukan?

Kyung Soo terkikik, “Bukan kekasihmu? Benarkah?” ia kemudian mengangkat remote controlnya dan menekan salah satu tombol, lalu wartawan kembali heboh, bahkan ada yang sampai berteriak sangat keras.

Jong In menengok, tak menyangka kalau video liburan mereka tahun lalu diputar oleh Kyung Soo. Kala itu mereka di pantai pribadi Jong In, dan ada satu hal yang membuat Jong In semakin ketakutan, ia ingat bahwa pada saat itu mereka berciuman.

“Sialan!” Jong In berusaha merebut remote control tersebut dari tangan Kyung Soo, namun pria itu menepisnya dengan keras.

“Kenapa? Kau malu? Kau malu karena kedokmu telah terbuka?” Kyung Soo semakin senang mendapati kemarahan Jong In, “Kau seharusnya berpikir ulang sebelum melakukan sesuatu Kim Jong In. Aku hanya ingin mereka tahu bahwa kita adalah pasangan kekasih yang saling mencintai sebelum wanita itu datang! Aku jauh lebih baik daripada dia!”

Jong In kebingungan setengah mati. Ia tak bisa lagi mengelak tentang hubungannya dengan Kyung Soo, ditambah lagi kejadian ini disiarkan secara langsung di beberapa stasiun televisi.

Inikah akhir hidup Jong In?

Inikah akhir karir Jong In?

Menyerang Kyung Soo sama saja dengan bunuh diri, tapi diam saja seperti ini akan membuat Kyung Soo semakin membuka lembaran lama mereka, dan itu artinya masyarakat akan semakin tahu tentang hubungannya bersama Kyung Soo.

Belum sampai pada menit di mana Jong In mencium Kyung Soo, tiba-tiba terdengar suara pecahan dan video yang tadi sempat terputar hilang begitu saja membuat orang-orang terkejut. Dari balik keramaian, muncul dua orang wanita, yang satu duduk di kursi roda, dan yang lainnya di belakang untuk mendorong kursi roda itu.

Jong In membulatkan mulutnya, tak percaya pada apa yang dilihatnya sekarang.

“Shin Hee Ra?”

 

 

Hee Ra tak bisa menahan lagi, hatinya sakit melihat Jong In tengah kebingungan setengah mati karena perilaku Kyung Soo. Dengan marah, Hee Ra melemparkan ponselnya ke arah mesin LCD yang berada tak jauh darinya hingga terdengar suara pecahan, lalu tidak lama kemudian video yang tadi sempat terputar akhirnya mati.

“Bawa aku ke sana, Kwon So Ra,” ujarnya yang langsung ditanggapi dengan anggukkan oleh So Ra.

Mereka menembus keramaian, seolah tahu bahwa yang sedang berada diantara mereka adalah istri Jong In, para wartawan mulai mundur dan memberikan jalan. Membiarkan kedua wanita itu maju.

Hee Ra bisa melihat Jong In yang terngah terkejut akan kehadirannya, ia juga bisa melihat kemarahan Kyung Soo karena menghancurkan rencananya.

“Shin Hee Ra?”

Panggilan penuh tanya Jong In merasuki telinga Hee Ra, pria itu pasti bingung kenapa Hee Ra berada di sini. Yah, tapi mau bagaimana lagi? Hee Ra tak bisa diam saja menyaksikan suaminya menghadapi banyak orang sendirian dari televisi. Ia sebagai istri harus menemani Jong In, bukankah itu tugas utamanya?

So Ra membawa Hee Ra ke dekat Jong In, pria itu berjongkok dan menatap Hee Ra dalam, “Kenapa kau kemari? Aku sudah bilangkan kalau kau harus istirahat,” tanyanya lembut.

Hee Ra menggeleng, ia menggenggam tangan kanan Jong In, “Kau pikir aku bisa istirahat saat suamiku harus menghadapi masalah seperti ini?” Hee Ra berhenti sebentar, dan menatap microphone yang ada di tangan Jong In, “Bisa aku meminjamnya?”

Jong In mengangguk ragu, ia memberikan microphone tersebut pada Hee Ra dan kembali bertanya, “Apa yang akan kau lakukan?”

Hee Ra tersenyum simpul, “Meluruskan segalanya. Segalanya Kim Jong In.”

Segalanya?

Jong In tak begitu mengerti pada ucapan Hee Ra, dan gadis itu juga tak berniat menjelaskannya. Hee Ra menggerakkan kursi rodanya agar lebih dekat dengan Kyung Soo yang saat ini tengah menahan emosinya.

Ia mendekatkan microphone ke bibirnya dan mulai berucap, “Aku tahu bahwa kau sangat mencintai Jong In dan akan melakukan apapun untuk mendapatkannya, Do Kyung Soo,” senyuman itu tak pernah pudar dari wajah Hee Ra, “begitupula aku. Aku akan melakukan apapun untuk menjaga suamiku. Ya, walaupun aku tahu kalau memang dulunya ia adalah seorang gay.”

Klarifikasi mengenai keadaan Jong In membuat para wartawan semakin terkejut, bagaimana tidak? Ternyata Jong In memang benar-benar gay!

“Aku tidak malu mengatakannya, dan kuharap Jong In juga tidak keberatan karena aku telah mengatakan bahwa ia memang menyukai sesama jenis. Dan ya, Kyung Soo adalah kekasih Jong In saat kami masih melakukan pernikahan kontrak, aku tak mau menyembunyikannya.”

Seolah menang, Kyung Soo menautkan bibirnya, tersenyum puas karena Hee Ra bicara fakta, membuat Jong In tak bisa berkata-kata.

“Lalu aku…dengan tanpa bisa diatur memiliki perasaan khusus pada orang yang notabenenya menyukai sesama jenis. Bahkan saat itu aku merasa layaknya gadis paling bodoh di dunia karena berharap pria itu bisa sembuh,” ia terdiam, menengok ke arah Jong In, “namun inilah yang disebut takdir. Aku yang saat itu menerima tawaran Jong In untuk menikah kontrak dengannya hanya gara-gara sedang patah hati akibat kekasihku akan menikah dengan orang lain, aku yang kemudian mulai jatuh cinta padanya, aku yang kemudian berdoa kalau Jong In akan membuka hatinya untukku..”

Hening, para wartawan beserta Kyung Soo tak mengeluarkan sepatah katapun, menunggu Hee Ra melanjutkan kalimatnya.

“Hingga sampai saat ini, aku dan Jong In tak pernah memaksa kalian untuk percaya, tapi kenyataan berkata lain, Jong In yang sekarang bukanlah yang kalian lihat di video dan foto tadi, Jong In yang sekarang adalah lelaki hebat, suami yang hebat, dan aku..aku mencintainya tanpa perduli pada masa lalunya.”

Tanpa terasa setetes air mata mengalir begitu saja di pipinya. Hee Ra berusaha menahan isakannya dengan mendunduk, ia tidak ingin menangis di saat seperti ini. Namun, tiba-tiba seseorang berjongkok di depannya, mendongakkan wajah Hee Ra dan mengecup lembut bibir wanita itu.

Riuh heboh para wartawan yang seolah tak ingin mengabaikan kejadian ini langsung menyerbu telinga Hee Ra, namun ia tak peduli. Jong In menciumnya, pria itu menutup kedua matanya dan membiarkan bibir dingin Hee Ra menempel dengan bibirnya.

Sesaat setelah Jong In melepaskan tautan bibir mereka, pria itu mengusap kedua pipi Hee Ra, “Maafkan aku, maafkan aku karena telah membuatmu berada dalam posisi sulit seperti ini, maafkan aku Shin Hee Ra..”

Hee Ra menggeleng, “Tidak Kim Jong In, aku tidak pernah menyalahkanmu sedikitpun, terima kasih karena telah menyadarkanku, terima kasih karena telah mencintai dan melindungiku.”

Jong In mengangguk terharu, ia tak peduli lagi pada Kyung Soo dan para wartawan. Baginya, hidup bahagia dan memiliki Hee Ra saja sudah cukup, terserah masyarakat mau memandangnya seperti apa.

Dalam sekali tarikan, Jong In menenggelamkan Hee Ra dalam pelukannya, “Aku mencintaimu Shin Hee Ra, aku sangat mencintaimu.”

Aura cinta yang begitu kuat dari keduanya membuat semua yang ada di dalam ruangan terharu. Ini bukan drama, ini bukan sandiwara, mereka benar-benar jatuh cinta. Mereka adalah dua anak manusia yang akhirnya saling melabuhkan hati kepada satu sama lain, cinta mereka suci, cinta mereka tulus, semua orang bisa merasakannya.

 

 

Hee Ra melambaikan tangannya pada So Ra sebagai tanda perpisahan, gadis itu berlari kecil menuju mobil bewarna hitam yang terparkir tak jauh dari gerbang kampus.

Seseorang nampak bersandar pada badan mobil itu, ia melepaskan kaca mata hitamnya begitu menyadari Hee Ra sudah berada dekat dengannya.

“Sepertinya kau senang sekali?” tanya pria itu.

Hee Ra tak bisa menembunyikan senyumannya, “Tentu saja, aku bahagia bisa masuk kuliah lagi,” jawabnya.

Jong In mengerutkan keningnya, “Kau bahagia karena bisa kuliah lagi atau karena banyak orang yang menyebut kita sebagai pasangan dari surga?”

Pipinya memerah, memang setelah kejadian saat itu ia dan Jong In sering disebut sebagai pasangan yang romantis dan cocok. Bahkan tak jarang teman-teman Hee Ra mengucapkan selamat juga rasa irinya karena bisa menikah dengan Jong In.

Jong In tertawa renyah, “Ternyata benar dugaanku,” gumamnya sambil mengacak-acak rambut Hee Ra gemas.

Hee Ra mengerucutkan bibirnya dan menjauhkan tangan Jong In dari rambutnya, “Kau benar-benar menyebalkan.”

Jong In kembali tertawa, namun kali ini lebih keras, “Baiklah-baiklah,” ia berusaha menghentikan tawanya, “jangan marah begitu dong. Bagaimana kalau kita makan ice cream? Aku dengar ada kedai baru di sekitar sini.”

Matanya berbinar, mana mungkin Hee Ra bisa menolak ice cream, “Kau yang bayar?”

“Iya-iya,” Jong In membuka pintu mobil dan mendorong punggung Hee Ra agar segera masuk. “Aku akan menraktir ice cream sampai kau puas, tuan puteri.”

 

 

END

.

Notes : HUAAAAA akhirnya selesai juga FanFic ini hwahahaha ;-; . Terima kasih buat semua readers yang udah dengan sabar nunggu aku update walaupun sering banget molor sampai berbulan-bulan. Terima kasih untuk semua dukungan kalian ❤ tanpa kalian FF ini nggak akan pernah selesai wkwkwk. Aku bakal bikin Epilog buat FF ini, semoga aja dalam waktu dekat udah jadi hehe. Dan yang terakhir, jangan lupa baca FF aku yang lain ya ❤

.

RECOMMENDATION FANFICTION

[Klik gambarnya]

 

flame-korea

show-you

twomoon3

Iklan

80 pemikiran pada “Forbidden Love Part XXIII [END]

  1. Ping balik: Forbidden Love Part XXIII [END] by Heena Park | EXO FanFiction Indonesia

  2. Akhirnya setelah sekian lama jatuh bangun pasangan ini, dari yg tadinya mereka gk karuan sampai jadi bersama kya gini. Rasanya kya udh nuntun mreka jauuh bangt dan akhirnya mereka sampe d tempat yg pling indah. 😊😱
    D tunggu epilognyaa..
    Sma d tungguin bgt twomoons 😂

  3. Cinta membuat mereka bisa kuat walau badai yang dibawa kyungsoo menerjang sekuat tornado
    So sweet nya
    Tapi aku masih penasaran ama kelanjutannya but udah ending aja

  4. Hwaaa. Ikut terharu. Akhirnya mereka bisa bahagia. Kyungsoo bnr2 deh, sampe ikut emosi bacanya-_- tdny brharap END nya smpe Jongin-Heera pny anak:( tp gpp, dtgg epilognya kak *kl dbikin sih, please dbikin* wkw. Btw nasib kyungsoo gmn tuh, chanyeol jg. Penasaran kak:( mksh ya kak, ceritanya keren. Dtgg karya2 slnjutnya. Flame chapt 2 sm lnjutannya Show You:D fighting!^^

  5. Akhirnyaa bisa berakhir bahagia. Tapi kurang momen romantisnya. Hahahaha tapi mereka keliatan romantis gitu,ahh gemes liatnya. Hehehehe. Good job kak!!! Ditunggu epilognya semoga engga lama2!!hehe

  6. akhirnya penantian akhir dari cerita ini tayang juga….hiksss sedih dan senang sih
    tapi banyak senangnya karena akhirnya heera dan jongin dapat berbahagia selamanya tanpa ada gangguan dari kyungsoo lagi…hihihihi
    jadi ga sabar kalo heera hamil nanti bagaimana tapi sayang cuma epilog aja dan ga ada sequelnya….hiksss tapi ga pa” sih
    pokoknya makasih banget karena udah buat cerita ini end walau lama nunggunya

  7. akhirnya mereka jongin n heera hidup bahagia tanpa gangguan orang” asing hahaha…
    terima kasih sudah mau nerusin ff ini walau harus nunggu lama update.na sampai end pula hahaha
    next ff.na semangat….

  8. Happy ending yeayy ^0^9
    Ketulusan cinta jong-heera bener2 bikin harubiru :’)
    Semua udah clear, untungnya orang2 ga ada yg ngerendahin masalalu jong :’D
    Harusnya juga kyungsoo bisa relain jong bahagia sm heera, kan kyung jg perlu sembuh jd normal kaya namja lain…

    Epilogue nya ditunggu banget eonn XD keep writing~

  9. Akhirnya setelah melewati banyak rintangan(?) mereka akhirnya bahagia juga

    Mmm kapan nih ada little Jong In ahahah
    Uhhh Jong In emang cowo yg romantis wkwkwk

  10. Yahhhhhh udhan hahahahaha sedihhhh tp aq suka tuh pas Heera dtng d saat wktu mepet wkwkwkwk
    Epiloge nya kakkkkk bneran yhh hrus addd aq mau liatkemesraan mrka hehheheheh boleh tmbah baby jg gpp y penting manis2 soalnya smuanya udh sedih skrng tnggal y manis2 hhahahhaahah semangat kakkkk

  11. Yey akhirnya update tapi sedih udah end 😢😢 tapi ga apa apa masih ada epilognya wkwkwk
    Seneng liat mereka happy ending suka bnget sama mereka berdua..

    Ditunggu epilognya Semangat 😁😁

  12. Uwaaaaaa, akhirnya:’)) idup kai udh tenang. Seneng gwelakkj, aku jadi terharu bacanya. Ngga sabar nunggu epilognyaa, hehehe. Semangat ya kakkk nulisnnya, makasih untuk ff yang super super seru inii🙏🙏

  13. huuaaaaaa akhirnya selesai juga, wah aku bener bener suka sama ff ini apalagi sama heera jongin.. ya walaupun menurutku ending ny kecepetan tpi tetep KEREN BANGEEETT.. :)) lope lope deh buat pasangan ini. di tunggu epilog ny thor 😀

  14. Akhirnyaaa terungkaplah rahasia terbesar jongin… heera kau sungguh wanita tanguh kekeke~~ yahhh udahan lagi,, padahal masih pingin liat jongin cemburur :'(( gpp deh yg penting happy ending ever after yahh eonie…

  15. aku kira tentang Jongin yg gay itu bakal Jongin sendiri yg ngasih tau daann ternyata Kyungsoo yg bongkar cerita itu agak greget sih dibagian itu 😁
    tapi aahh aku bahagia Jongin-Heera bisa bahagia selamanyaaa 🙆
    tapi aku sedih ini udah end huhu 😢😵

  16. senang deh happy ending, walaupun aku br bs baca chapter ini dan chapter ke berapa aku lp benerdeh kalau gak salah, aku pernah komen dan kalau blm maafkan aku, bahkan aku lp id komenku #MaafkanAkuLg
    sk ffnya…….

  17. Akhirnya bahagian juga kasian mereka menderita mulu gara hal2 yg aneh2..
    Lanjut ya buat ffnya semoga ada sedikit side story atau sequel mungkin hehe
    Keep writing

  18. fiuhhh… tiup lilinnya.. akhirnya happy ending…
    legaaaanya…
    nice story with nice cast… kekkekkeke…
    fighting buat squelnya y..

  19. Akhirnya masalah mereka terselesaikan. Hahaha Kyungsoo kalah karena Hee ra bisa mengalihkan perhatian mereka padanya dan Jongin yang memang benar-benar mencintainya. Aku sangat bersyukur akhirnya mereka bisa menikmati kehidupan mereka dengan cinta. Kutunggu sequelnya ya

  20. wah aku baru bc endx aj sweet bnget gni,maaf baru tau ff y sbgus in,ya maaf kan terlalu sibuk mkx ga tau kalo ad ff y luar….Biasa….Seperti ini 🙂
    oh iya,ga ppkn ga bc dr awal,soalx pwanjang bwanget ky gni 🙂

    so sweet bwa…..Nget…

  21. akhirnya happy ending. kaget saat kyungsoo membongkar semua tentang jongin itu gay, untung heera membantu menjelaskan semuanya…. aaaa jadi gak sabar nunggu epilognya..

  22. huwwaaa happy ending dan maaf kan aku yang gak komen disetiap chapter serius deh bacanya ngebut soalnya pas mau berhenti pasti pengen tau next next nya sampe akhirnya end huwwee senang daku

  23. di publish kapan, br sempet baca skrg. mian eon! tapi satu kata eon, DAEBAK. aseli dah seneng bgt akhirnya happy ending. ngefly gimana gitu pas scene yang heera dtg ngebela kai pas presscon. akhirnya KaiHee menang against Kyungsoo hoho proud sangat. ga kecewa dah pokonya. btw keep writing eon, FIGHTING!!!

  24. akhirnya end:( gagal move one sama fanfic ini suka banget alur sama ceritanya tapi udah end aja. sukurnya happy ending:”)) semoga ga jadi ilfil beneran ke d.o haha goodjob for the awesome fanfic thor!!!

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s