Forbidden Love Part XXI


forbidden love

“Apa yang akan terjadi jika seorang wanita yang sedang patah hati memutuskan untuk menikahi pria dengan kelainan homoseksual?”

.

FORBIDDEN LOVE

.

A FanFiction

by

Heena Park

.

Genre: Romance–Sad–Marriage Life//Ratting: PG-15//Lenght: Multichapter

.

Starring: Shin Hee Ra-Kim Jong In–Park Chan Yeol–Choi Ha Neul–Do Kyung Soo

.

♣Follow my WATTPAD

♣Find me on FACEBOOK

.

.

FORBIDDEN LOVE

Alat indranya berfungsi walaupun tidak seratus persen. Terkadang ia bisa mendengar suara dan merasakan sentuhan ketika masih terlelap. Membuat hatinya bergejolak dan memaksa tubuhnya untuk segera pulih.

Matanya berhasil terbuka, samar-samar sosok Jong In terlihat dan ekspresinya kelihatan begitu khawatir. Namun ada yang aneh, Chan Yeol berdiri di samping Jong In, membuat Hee Ra bertanya-tanya kenapa pria itu ada di sana.

Walaupun tenggorokannya hampir kering dan serak, Hee Ra tetap berusaha mengeluarkan suara, “Chan Yeol?”

Begitu mendengar Hee Ra memanggil namanya, Chan Yeol berubah sumringah dan langsung menggenggam tangan kiri Hee Ra tanpa permisi. Cukup membuat gadis itu risih, terlebih lagi Jong In juga ada di antara mereka

Apa Chan Yeol lupa kalau mereka sama-sama sudah menikah?

“Ya, ini aku.” Chan Yeol menunduk tepat di depan wajah Hee Ra dan mengusap keningnnya, “Jangan terlalu banyak bergerak, kau masih lemah. Aku akan segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaanmu,” gumamnya kemudian memencet tombol di atas ranjang Hee Ra.

Hee Ra tak mengerti apa yang telah terjadi selama ia tak sadarkan diri. Apa Jong In benar-benar serius pada ucapannya untuk segera menceraikan Hee Ra? Makannya Chan Yeol bisa sedekat itu dengannya.

“Apa yang terjadi?” Kali ini Hee Ra memusatkan pandangannya pada Jong In, sehingga cukup membuat pria itu terkejut. “Jong In?”

Jong In membulatkan mulutnya. Telinganya tidak salah dengar-kan? Hee Ra barusan memanggil namanya-kan?

“Kau..kau mengingatku?” Jong In menunjuk dirinya sendiri, seolah masih tak percaya pada apa yang terjadi.

Namun belum sempat Hee Ra menjawab, seorang dokter bersama dua suster telah datang dan meminta ke-empat orang tersebut keluar ruangan karena Hee Ra harus segera diperiksa.

Mereka semua menunggu di luar, tak terkecuali Kyung Soo dan So Ra. Seolah melupakan kedua orang tersebut, Jong In menghampiri Chan Yeol yang terdiam kaku.

“Kau lihatkan? Dia tidak melupakanku.” Jong In tersenyum licik, “Kau terlalu percaya diri bahwa dia akan melupakanku dan lebih memilihmu, tapi kenyataannya, seorang suami tidak mungkin dilupakan oleh istrinya sendiri.”

Chan Yeol mendecak pelan, ia menatap muak ekspresi menang Jong In, “Baiklah, kuakui kali ini kau memang benar. Aku hanya tidak bisa berjanji akan menolak ketika suatu hari nanti dia akan berubah dan kembali padaku.” Chan Yeol menepuk pundak Jong In beberapa kali kemudian pergi.

Setelah Chan Yeol menghilang dari pandangan, tidak lama kemudian keluarlah dokter Ahn bersama kedua susternya. Kalau dilihat dari wajahnya, sepertinya akan ada kabar baik.

“Syukurlah keadaan Nyonya Shin semakin membaik,” ia menepuk pundak kanan Jong In. “Setelah ini saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, terutama pada kepalanya. Namun sejauh ini keadaannya jauh lebih stabil daripada sebelumnya.”

Jong In mengangguk senang, ia menjabat tangan sang dokter sebelum akhirnya pamit untuk memeriksa pasien lain. Penantiannya seolah terbayar lunas, ketakutannya akan terlupakan oleh Hee Ra menghilang begitu saja.

Ketika ia hendak masuk ke kamar Hee Ra, seseorang mencengkeram erat lengan kanannya. Ah, rupanya Kyung Soo.

“Kau mau ke mana?”

Mendengar pertanyaan retorik dari mulut Kyung Soo, Jong In segera melepaskan lengannya dari genggaman pria itu.

“Menemani istriku, apalagi?”

Kyung Soo berusaha menahan emosinya. Bagaimana mungkin seseorang bisa berubah secepat itu?

Suaranya bergetar, “Jadi..kau serius soal tadi?”

“Apa aku kedengaran sedang bercanda?” Jong In mengerutkan keningnya. “Dari awal hubungan kita memang salah, manusia diciptakan berpasangan antara wanita dan pria. Aku yakin kau tahu itu.”

“Omong kosong!” kali ini suaranya membesar, pipinya memerah penuh amarah, “Cinta itu buta, Kim Jong In! Cinta tidak mengenal jenis kelamin! Memang apa yang salah dengan dua orang pria saling mencintai?”

Jong In tersenyum samar, “Jika cinta tidak mengenal jenis kelamin, lalu kenapa Adam diciptakan untuk Hawa?” ia berhenti sebentar dan menatap Kyung Soo lembut, “Mungkin aku terdengar seperti pembohong jika berkata bahwa tak tertarik lagi pada dunia sesama jenis kita, tapi inilah faktanya. Rupanya hatiku lebih memilih gadis yang sedang terbaring di sana daripada apa yang telah kumiliki selama ini. Maafkan aku Do Kyung Soo, jika kau menginginkan untuk terus hidup seperti ini, maka aku bukanlah orang yang pantas bagimu, karena aku sangat mencintai Hee Ra.”

Setelah menyelesaikan kalimatnya, Jong In bergegas masuk ke kamar rawat Hee Ra, membiarkan Kyung Soo memikirkan apa yang barusan keluar dari mulutnya. Sementara So Ra hanya terdiam, otaknya berusaha mencerna perkataan Jong In dan elakan Kyung Soo di depan kedua matanya tadi. Ia tidak cepat-cepat mengikuti Jong In masuk ke kamar Hee Ra karena hatinya berkata bahwa kedua orang itu membutuhkan waktu untuk berdua.

Entah kenapa ia merasa bahwa Jong In benar-benar tulus, ia tidak seratus persen yakin karena telah mengetahui bahwa Jong In seorang gay, tapi jujur, So Ra benar-benar merasa kalau Jong In jatuh cinta pada Hee Ra, persis seperti apa yang dikatakan pria itu.

Menyenangkan ketika mendapati Hee Ra menatapnya seperti sekarang, gadis itu tidak melepaskan pandangannya sedikitpun sejak Jong In muncul dari ambang pintu.

“Apa kau akan terus-terusan menatapku seperti itu?” Jong In menarik kursi agar bisa duduk lebih dekat dengan Hee Ra.

Oksigen yang dikenakan Hee Ra telah diganti sehingga gadis itu bisa mengeluarkan suaranya dengan lebih baik, “Kenapa kau ada di sini?” tanyanya lemah.

Jong In meraih tangan kiri Hee Ra dan menggenggamnya erat, “Menunggu istriku, memang apalagi?”

Hee Ra menggeleng sebisanya, “Kau tidak perlu melakukan semua ini.” Ia mendorong tangan Jong In untuk menjauh. “Apa aku harus menandatangani surat cerai kita sekarang? Tadi aku sempat melihat Kyung-”

Ssstt,” belum sempat Hee Ra menyelesaikan kalimatnya, Jong In sudah lebih dulu memotong dengan menempatkan jari telunjuknya di atas bibir dingin Hee Ra. “Apa kau benar-benar ingin membicarakan soal surat cerai kita?”

Hee Ra terdiam, ia juga tak mengerti kenapa otaknya langsung berpusat pada surat cerai yang selama ini terus berputar di pikirannya.

Tidak mendapat jawaban dari Hee Ra, Jong In membuka laci meja kecil di samping ranjang Hee Ra dan mengeluarkan dua lembar kertas dari sana. Tapi kertas tersebut tidak berisi perihal gugatan cerai, melainkan perjanjian pernikahan mereka.

Tanpa meminta izin dari Hee Ra, Jong In langsung menyobek kedua kertas itu dalam sekali gerakan, membuat Hee Ra membulatkan mulutnya dan dipenuhi puluhan pertanyaan.

“Apa yang kau lakukan?” protes Hee Ra.

Bukannya menjelaskan, Jong In malah kembali meraih telapak tangan kiri Hee Ra dan menggenggamnya penuh harap, “Shin Hee Ra, dengarkan aku. Kau harus benar-benar mendengarkannya karena mungkin aku tidak akan mengucapkan untuk yang kedua kali.”

Apa Jong In salah minum selama di Amerika?

Hee Ra mengerutkan keningnya penuh tanda tanya. Ia tak menolak ketika tangannya berada dalam genggaman Jong In. Yah, ia hanya merasa bahwa tangannya sangat pas berada di sana.

“Terserah kau mau menganggapku gila atau apapun itu, dan aku tahu bahwa sekarang bukanlah saat yang tepat untuk mengatakan ini. Tapi kumohon, kau hanya perlu mendengarkan dan tidak harus menjawabnya.”

Mengatakan apa?

Menjawab apa?

Kenapa Hee Ra merasa linglung? Apa ia melupakan sesuatu yang penting?

Jong In semakin mempererat genggamannya, “Aku memang seorang gay, dan kau mungkin akan merasa jijik padaku setelah mendengarnya. Tapi aku benar-benar serius, aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini muncul, tapi hatiku selalu mengatakan bahwa kaulah orangnya dan bukan Kyung Soo…kau yang kuinginkan selama ini.”

Sungguh, Jong In akan mengutuk dirinya sendiri karena memilih untuk mengungkapkan perasaannya di saat seperti ini. Ia akan memukuli dirinya sendiri kalau Hee Ra mengeluarkan ekspresi jijik.

“Tidak apa-apa kalau setelah pengakuan ini kau memilih untuk menjauh dariku, tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu, aku menginginkanmu untuk benar-benar menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku, dan menjadi teman sampai akhir hayatku.” Air matanya mendesak untuk keluar, tapi Jong In berusaha menahannya, ia tidak ingin kelihatan lemah di depan Hee Ra.

“Aku mencintaimu Shin Hee Ra, aku sangat mencintaimu sebagai istriku.”

Hening sesaat, Hee Ra membutuhkan waktu untuk mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Jong In sebelum ia benar-benar menyadari bahwa pria itu sedang mengungkapkan cinta padanya.

Dunianya seolah terbalik, tubuhnya serasa melayang begitu saja. Ia tidak bisa mempercayai kalau ternyata Jong In juga memiliki perasaan yang sama dengannya.

“Kau tidak perlu menganggap perasaanku sebagai beban, aku tidak akan menuntut balas da-”

“Aku juga mencintaimu.”

“Eh?” Jong In meminta pengulangan kata dari Hee Ra, ia hanya ingin memastikan apa telinganya salah dengar atau tidak.

Hee Ra tersenyum tipis, ia mengusap tangan Jong In yang sedang menggenggam telapak tangan kirinya, “Kubilang, aku juga mencintaimu, suamiku.”

“Kau…serius?” Jong In bertanya lagi, tapi kali ini ia tidak menunggu jawaban dari Hee Ra karena terlalu takut kalau gadis itu tiba-tiba berubah pikiran. Ia langsung bangkit dari kursi dan menunduk di depan wajah Hee Ra, mendekatkan bibirnya pada bibir gadis itu sembari menutup kedua matanya.

Ia tidak butuh izin atau apapun dari Hee Ra, yang ia andalkan hanya keberanian sampai akhirnya kedua bibir tersebut bertemu dan menempel satu sama lain, beberapa kecupan kecil sempat diberikan Jong In sebelum akhirnya kembali menjauhkan kepalanya.

Senyumnya mengembang begitu saja, ia meremas telapak tangan Hee Ra beberapa kali dan mendaratkan kecupan manis nan lama di kening gadis itu.

“Aku mencintaimu Shin Hee Ra, aku berjanji akan selalu menjagamu, aku berjanji.”

 

Chan Yeol mengendarai mobilnya lebih cepat, ia baru saja mendapat pesan bahwa keadaan ayahnya semakin memburuk. Akhir-akhir ini Chan Yeol memang jarang mengunjungi sang ayah yang di rawat dalam mansion keluarga oleh dokter dan perawat khusus yang sengaja di datangkan untuk mengobati dan mengawasi ayahnya.

Sudah ada dua mobil yang ter-parkir di sana, itu berarti Ha Neul, ibu, dan adiknya sudah lebih dulu datang.

“Kau darimana saja?” Ha Neul sudah menunggu di depan pintu mansion, matanya merah.

“Maafkan aku, bagaimana keadaan daddy?”

“Dokter masih berusaha, yang lainnya sudah berada di dalam,” Ha Neul kembali menimpali. Suaranya bergetar, ia benar-benar ketakutan, dan Chan Yeol tahu itu.

Entah atas dasar apa, Chan Yeol akhirnya memutuskan untuk meraih tangan Ha Neul dan menggenggamnya, menatap mata gadis itu sebentar dan mengajaknya masuk ke mansion.

Ia baru sadar kalau Ha Neul perduli, ia tidak pernah melihat Ha Neul setakut ini sebelumnya.

Apakah ini berarti Ha Neul benar-benar mencintai Chan Yeol dan juga keluarganya dengan tulus?

Apakah Ha Neul adalah orang yang seperti itu?

Chan Yeol bisa melihat dengan jelas kalau ibu dan adiknya sedang menangis, sementara dokter sedang mengatakan sesuatu dan kemudian mengusap lembut punggung ibunya beberapa kali.

Mungkinkah?

Chan Yeol segera melepaskan tangan Ha Neul dan berlari ke arah ibunya, kemudian tanpa permisi langsung menenggelamkan wanita setengah baya itu dalam pelukkannya. Untuk sebentar saja, biarkan Chan Yeol menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya.

Sungguh, ia tak pernah bermaksud bersikap kurang ajar pada ibunya, karena bagaimanapun Chan Yeol sangat menyayangi kedua orang tuanya.

“Kita terlambat….daddy-mu sudah pergi, bahkan sebelum mom sempat mengucapkan betapa mom sangat mencintainya,” ibunya terisak, tangisnya tak terbendung lagi.

Apa semua ini adalah balasan Tuhan akan apa yang telah Chan Yeol lakukan? Apa ini adalah hukuman baginya?

Chan Yeol ikut terisak, ia merasa sangat bersalah pada ibunya, “Maafkan aku mom, maafkan aku..”

Chan Yeol tidak menyangka kalau hidupnya akan menjadi semenyedihkan ini. Tidak, ia tidak mau terus-terusan seperti ini, ia harus meluruskan segalanya, ia harus bangkit dan menerima kenyataan.

Ia tidak ingin semakin membuat ibunya sedih.

Ia harus mulai membuka hatinya untuk Ha Neul.

Sedari tadi Hee Ra hanya mengamati Jong In yang mondar-mandir dalam ruangannya, ia sibuk menelpon dengan anak buahnya yang berada di Amerika.

“Jadi nenek akan dirawat di sini? Aku akan ke sana untuk menjemputnya,” Jong In melirik Hee Ra sebentar. “Katakan padanya kalau keadaan Hee Ra sudah semakin membaik,” lanjutnya.

“Tidak mau dijemput?” Jong In mendecakkan lidah sambil berkacak pinggang, “Ah baiklah, jaga nenekku baik-baik, mengerti?”

Jong In memutus panggilannya, ia duduk di kursi yang berada di samping ranjang Hee Ra, “Kau mengantuk?”

Hee Ra menggeleng pelan. “Apa orang tuaku tahu?”

Mengangguk beberapa kali dan mengiyakan, “Mereka bahkan sempat tidak mau pulang, akhirnya aku memaksa ayah dan ibumu, kubilang mereka bisa kembali tiga atau empat hari lagi kalau kau memang belum sembuh. Mereka bermalam di rumah kita.”

Rumah kita..

Hee Ra tersipu malu, Jong In benar-benar membuatnya tak karuan, ia seperti remaja yang baru saja jatuh cinta.

Jong In mendengus, “Lihat dirimu, kau jadi seperti ini karena menolong orang yang tidak memiliki simpati sedikitpun padamu.”

Hee Ra tertawa, “Kalau aku tidak seperti ini, mana mungkin kau mau mengungkapkan perasaanmu,” ia berhenti sebentar, mengingat-ingat kejadian menyakitkan yang telah dilaluinya, “sebenarnya aku juga tidak bermaksud seperti itu. Kalau saja aku tidak menginjak tali sepatuku sendiri, aku pasti selamat.”

“Tali sepatu?” Jong In membuang napasnya berat. “Kau memang sangat pintar mencari alasan,” timpalnya.

Hee Ra menunjukkan barisan gigi rapinya selama beberapa saat sebelum akhirnya menyerah, “Aku ingin tidur.”

Jong In buru-buru membantu Hee Ra untuk berbaring di ranjang, setelah itu ia mengecup dan mengucapkan selamat malam pada istrinya.

“Kau tidur di mana?” tanya Hee Ra ketika Jong In akan berjalan ke sofa.

Jong In menghentikan langkahnya dan berbalik, “Sofa, memang mau di mana lagi? Aku tidak akan meninggalkanmu.”

Hee Ra menggeleng, ia menggeser tubuhnya dan menyisakan tempat untuk Jong In di sampingnya, “Naiklah.”

“Tidak-tidak, aku tidak mau mengganggu pasien, kau sedang sakit sayang.”

Sayang…

Sekali lagi Hee Ra merasa pipinya memanas dan berubah merah.

“Kau tidak menggangguku sama sekali.”

“Baiklah,” Jong In menyerah, ia akhirnya menuruti perkataan Hee Ra dan berbaring di sampingnya. Ia memeluk erat Hee Ra sambil mengusap rambutnya, “Begini?”

Hee Ra mengangguk dan mulai memejamkan matanya, membiarkan Jong In memeluk erat tubuh mungilnya.

“Mimpi indah, sayang.” Jong In kembali menyium kening Hee Ra, tapi kali ini berbeda, ia tidak menjauhkan bibirnya melainkan terus seperti itu sampai matanya ikut terlelap.

Baru saja matanya sanggup terlelap, Jong In kembali terbangun karena ponselnya berbunyi. Ia mendesah kesal dan meraih ponselnya malas.

Matanya menyipit begitu menyadari bahwa Kyung Soo-lah yang mengirim pesan untuknya.

Apalagi sekarang?

From : 도경수

“Ada hadiah untukmu, kau pasti akan menyukainya. Jangan sampai bangun kesiangan dan melewatkan hadiahku, sayang.”

 

TO BE CONTINUED

 

.

Note : Bagi yang ingin membaca FF ini tanpa ribet minta password, bisa langsung ke wattpad aku ya, Heena Park.

129 pemikiran pada “Forbidden Love Part XXI

  1. Akhirnya jongin menyatakan perasaanya, ahh senang rasanya 😀 aku suka melihat mereka berdua romantis gimana gitu haha
    Tapi kalo heera sama chanyeol pasti lebih lebih lagi romantisnya,
    Dan yahh ayah chan meninggal, baru juga ibunya terselamatkan dari maut dan sekarang ayahnya yang baru menghampiri maut, sungguh menyedihkan
    Yakkk kyungsoo ngapain sms jongin lagi? Pake acara ada kejutan segala !

  2. Ahhh jgn2 kyungsoo nyebarin berita y…hmmm bru adja bahagia udh d rusak adja…ehhmmmm dia bialng sayang..wahh heera bnr2 yersipu kaya y…hehehehe…wahhh jd coment ke 1 ini th..

  3. Sempet takut, kalau” Heera lupa sama Jongin T.T tapi untungnya mereka manis”an di chapter ini huuu (^O^)
    Serasa bentar lagi tamat, tapi feeling itu hancur seketika pas lihat pesan Kyung-soo :v

  4. Senenggg banget udah post lagiii aaa ini chapter paling bikin senyum ga berhentii makasiii semangat terusss udah tenang rasanya mereka saking tau aa pen teriak seneng hehe mian ditunggu ya kelanjutannya luvluv

  5. Congratulation congratulation hahahhahha akhirnyaaa hatam deh hahah engga maksudnya bisa liat Jong In Heera bner2 sling mencintai hahahha gk pusing mkirin gmn caranya biar Heera kliatan hamil kan wkwkkwkwkwk
    Tp tunggu???? Apa2n ini !!!!! Kyungsoo msh ajj bkin maslah ishhhhh bner2 mst d kubur tuh org… Jong In please jngan terbawa lg sma sikap Kyungsoo biarn dy jd Pelangi sendirian… Klo km ckup fokus sma Heera ajj yh jngan am y laen2 hehehehhe kakk seruuuuuuuuu

  6. seneng heera gak lupa ingatan,tapi pas baca terakhir sebel kenapa kyusoo kya gtu gw mah takut tar dia bilang ke wartawan gmn tar nasib jongin ,akhir nya jongin bilang cinta juga sma heera semoga hubungan mereka baik” aja

  7. Akhirnya jongin menyatakan cintanya ke heera. Ahh gak sabar nunggu sweet moment mereka ber2. Ayahnya chanyeol meninggal?semoga chanyeol mendapat kebahagian setelah merasakan keterpurukan ya. Itu kyungsoo ngirim hadiah apa,pliss jangan aneh2 biar jongin dan heera bahagia aja. Ahh aku tunggu Next chapternya. Keep writing and fighting!!

  8. AaaaaaaaHhh senangnyaaaaa
    Akhirya kkamjong ngakuin perasaannya jg ke Heera
    Aaaaaahhhhhh aq ikut melted ngliat kemesraan mereka..
    Tapi apalagi inii si kyungsoo..ampun daaaahhh,,,jangan ganggu jongin,huaaaaaaaaa tiba2 gua takut kyungsoo bicara pada publik kalo mrka pasangan gay.. huuhuhuhuh andwe

  9. Akhirnya Jongin buat pengakuan juga ke Heera!! Kyaa…senengnya!! Bener kata Heera, kalo nggak ada kecelakaan itu mungkin Jongin belum mau ngakuin perasaannya. Apalagi maunya Kyungsoo itu?

  10. Akhirnyaaaaaaaaa…..mereka brdua bersatu…huuuuffttt
    Kali ini apa yg akan dilakukan kyungsoo??
    Knp sih dia gk nyerah aja,heran!!!

  11. akhirnya lepas sudah beban beban d pikiran mereka….
    sudah mulai sadar dgn Prasaan masing”
    next chapter semangat 😀

  12. Sosweet bgt sih jong :”D

    Chan udah mau buka hati buat haneul, tinggal kyungsoo aja nih yg masih kekeuh dketin jong -_-

    Harusnya bikin heera hamil biar kyungsoo mati kutu eonn, gregett dehh

    Next chaptnya ditunggu always eonn XD
    Update di wattpadpun aku tungguin kkk~
    Keep writing

  13. akhirnyaaaaaaaaa kiw kiw ^^
    ngapain lagi tuh kyungsoo ??? hadoooh semoga ga merusak hubungan Jongin sama Heera lagi yaa
    btw Fighting Chanyeoool. kau pasti bisa !!

  14. ciee udah ngungkapin perasaan masing masing, jongin gentle bnget akhirnya heera ga sedih lagi sama perasaannya smaa jongin
    udah chanyeol sama haneul aja ….. itu apa lagi kyungsoo merusak momen aja

  15. syukurlah heera gak ilang ingatan, daaaaaan ak seneeeeeeng banget, akhirnya jongin dan heera tidak jadi pisah.
    namun masih ada kendala, kyungsoo. mau apalagi dia, hadiah??? kira2 apa ya???

  16. ya tuhan aku kita heera hilang ingatan tapi syukurlah semua yang gak diinginkan gak terjadi malah sekarang mereka udah tau perasaan masing” huwaaaaa pokoknya seneng banget deh kalo seperti ini ceritanya
    tapi kenapa sepertinya kebahagiaan mereka hanya sebentar aja sih???
    apa jangan” kyungsoo akan membocorkan berita ini ke publik demi balas dendamnya ke jongin karena gak bisa menadapatkan jongin???huwaaaa kyungsooo jahat banget kalo gitu. tapi aku harap jongin dapat menyelesaikan hal ini dan tidak mengganggu hubungannya dengan heera

    omoooo kenapa nasib chanyeol kasihan banget ya
    setelah tidak mendapatkan heera, hidup rumah tangganya gak harmonis eh sekarang chanyeol dikasih cobaan kalo daddy udah pergi. semoga aja setelah ini chanyeol dapat melewatinya dan menemukan kebahagiaannya….

  17. Yayyy akhirnyaa mereka sama sama ngungkapin perasaannya ya. Jadi ikut bahagia:”) yah semoga aja mereka bisa bertahan selamanya.

    Duh kyungsoo kenapa ya? Suka aneh aneh aja deh. Jangan deh sampe ngerusak hubungan jongin-heera.

  18. Akhirnya update juga..
    Ihh so sweet bngt jongin sama heeranya.. semoga langgeng, tapi kenapa aku ngerasa part chanyeol itu buru2 ya gak kyk jongin sama heera yg butuh waktu lama buat sama2 yakin sama perasaan mereka tapi ya udahlah ya semoga mereka semua bahagian
    Dan berharap hadian kyungsoo ku sayang gak yg aneh2
    See you next chapter keep writing

  19. akhirnya jong in menyatakan perasaannya kepada hee ra 🙂
    dan itu si kyung soo maunya apa sih? baru aja jong in sama hee ra mau bahagia, eh udah dirusuhin sama tu orang, hmm

  20. Alhamdulillah Hee Ra masih mengingat Jong In 🙂 Seneng banget akhirnya mereka bisa saling mengungkapkan perasaan masing-masing, Nah begitu dong Chan Yeol harus mulai membuka hati untuk Ha Neul. 🙂 semua sudah kembali pada pasangan masing-masing. Lah Kyungsoo kenapa masih mengusik Jong In sih, ini dia si biang masalah di kehidupan Hee Ra dan Jong In 😦
    Takut sama hadiah dari Kyungsoo 😦

  21. wohoo Hee Ra masih inget Jongin kan 🙌
    hamdalah Chanyeok mulai sadar sama kehadiran Haneul, semoga semakin baik yah hubungan mereka 🙏🙇
    jengjeng~ Kyungsoo ngasih sesuatu apa tuuu, gengges amat anak satu ini 🙅
    tolong carikan orang buat Kyungsoo author yah 😁
    ditunggu chapter selanjutnyaaa~

  22. Pas liat ff ini post aku kaget, trus pas liat tbc nya makin kaget. Soalnya penasaran banget sama hadiah nya kyungsoo.
    Btw, sweet nih yauuu jongin sama heera udah ngaku. TinTinggal chanyeol haneul doang. Semoga chanyeol jatuh cinta sama haneul.

  23. Huhhh leganya Heera ga nelupain Jongin ^^
    dohhh ko Kyungsoo jadi kaya psycho gitu ya??
    khwatir nih bakal terjadi sesuatu hal

    Semoga Heera sama Jongin bisa ngadepin kyungsoo ^_^

  24. y ampun pas d awal bca na tkut. mna tw heera lupa am jong.
    ehh trnyata dy inget..
    ahhhhh…
    mlah jong ungkapin cnta na k heera..
    ud deh chan sama ha neul aj, toh dy wanita yg baik jga..
    tpi kyung soo plisss stop ganggu jongin am heera.

  25. Huaaa akhirnyaaa jongin menyatakan perasaanya sm heera…. so sweet banget mereka, lahh si kyungsoo ganggu aja. Jgn sampe dia ngerusak hubungan jongin-heera. Fix bikin penasaran sama lanjutannya.. next thor.. semangat ya💪

  26. yessss akhirnya terungkap. akhirnya gjd cerai
    tapi kenapa tbc nya disituuu ? agak dikebawahin boleh juga lho hahaha
    pokoknya semangat terus lanjutin ff keren ini

  27. Apa Yang direncanakan Kyungsoo Kejutan. Maksudnya ia bakalan mengirim foto mereka atau bakalan mengungkapkam semuanya kalau Jongin Gay. Aduh jangan sampai. Next chapternya ya

  28. Ecieee akhirnya ada yg love lovaan hahah
    Akhirnya mereka bisa bersatu juga, ehemm
    Tapiii…kyknya ada yg g beres nih sm “Hadiah” ?? yg kyungsoo bakal kasih ke jongin,,, apa yg di maksud hadiah itu ya??
    Ok d tunggu next nya

  29. Waaahhh dag dig dug seeeerrr baca ff ny, seneng banget ngebayangin jongin sma heera bahagia bahkan dgn hal yg simple aja rsa ny maaaaaniiiiisss banget 😍😍😍 semoga chanyeol sma haneul bsa bahagia juga deh 😁 btw abang kyungsoo dri pda gangguin jongin lebih baik sma aku 😆😆 wkwk
    Keep writing thor 🙌

  30. Hohohoooo heera ga amnesia, chanyeol da ngebuka hari buat haneul. Ku kira bakal happy end eh di akhir kyungsoo pke sms
    Dang it!😬😬😬
    Bisa bgt dah bikin twist nya😂😂

  31. Senangnya kalian bisa bersatu. Eh mau apa lo Kyungsoo? Eh Kyungsoo mending lu belajar cara ngelupain si abang Jong drpd berbuat yg merugikan dri lo sndri deh ah
    Apakah sudah ada lanjutan.a?
    Ahh pokokna mah yah Next waelah kkkk~

  32. yeeeee mereka bersama….akhirnya mari mengucap syukur heera gak amnesia dan dapet bonus ungkapana cinta dr jongin…bahagianya…ikut berbunga2..suka bgt bagian heera dipanggil sayang sama jongin co cweet…
    namanya awal perjuangan pasti ada aja halangannya…kyungsoo blm mau nyerah rupanya…hadiah apa??jangan2 foto2 aib mereka berdua??haruskah nenek jongin yg turun tangan??semangat jongin heera….

  33. Jangan jangan itu hadiah dari abang DO… atau jangan” DO mau bunuh neneknya jongin? Atau mau jyebarin berita mereka ber2 hmm hmm makin penasaran aja… udah bagus” heera sama jongin balik lagi, chan mulai sadar pada ha neul.. lah ini bang DO ga punya stock biar sehat lagi ckckck.. keep writing and fighting!!!

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s