Unforgiven Autumn Chapter 1


UNFORGIVEN AUTUMN

Apakah aku tetap menjadi Autumn-mu, Spring?

 

.

A FanFiction

By

Heena Park

.

Poster

by 

leensArt

.

Samantha Shin [Shin Hee Ra]Kim Jong In [Kai]Justin Bieber

.

Romance-Drama-Idol Life-PG15-Multichapter

.

♣Follow my WATTPAD

♣Find me on FACEBOOK

.

 

.

 

UNFORGIVEN AUTUMN

 

Wanita biasanya menghabiskan waktu untuk memperbaiki diri dan berubah menjadi lebih baik lagi setelah putus dengan pasangannya. Namun kali ini kisahnya berbeda, mereka bahkan belum mengatakan putus, hanya menghilang begitu saja tanpa pamit dan membuat salah satunya frustasi akan rasa sakit hati.

Jadi dalam hal ini mereka bisa dikatakan putus atau hanya sekedar menggantungkan rasa?

Sayangnya, Shin Hee Ra—atau yang saat ini lebih dikenal dengan nama Samantha memilih untuk meyakinkan diri bahwa harapan dan waktu yang ia gunakan untuk menunggu pria itu sia-sia.

Putus.

Setidaknya itu yang ada dalam benak Hee Ra.

Berpisah selama kurang lebih lima tahun membuat Hee Ra benar-benar berubah. Tidak, sebelumnya Hee Ra bukanlah gadis cupu seperti yang ada di film-film, ia adalah gadis cantik dan lebih mengarah ke anggun, sangat feminim, gampang menangis, lemah, dan suka menari.

Tapi itu adalah dirinya di masa lalu, sementara sekarang?

Kalau dulu ia selalu menggunakan rok, sekarang ia merasa lebih nyaman dengan celana. Kalau dulu ia gampang menangis, sekarang hatinya menjadi lebih datar dan tidak gampang tergetarkan oleh sesuatu. Kalau dulu ia lemah, sekarang? Oh ya ampun, Hee Ra bahkan mengantongi medali emas juara dua Taekwondo tingkat nasional di Amerika. Dan satu lagi, kalau dulu ia suka menari, sekarang sebisa mungkin ia menjauhi kegiatan itu. Bukan berarti ia tidak mau menari, ia hanya mengurangi.

Dan semua itu terjadi hanya karena si pria dengan julukan Autumn. Orang yang membuatnya merasa istimewa lalu pergi begitu saja, dan hebatnya, pria itu telah menjadi idol, bukan hanya di negaranya, tapi juga di kancah internasional.

Oh, satu lagi, terakhir kali Hee Ra mendengar kabar tentang Autumn di media sosial, ternyata pria itu sudah memiliki kekasih baru. Hahaha, Hee Ra ingin sekali datang dan memukul tepat di wajah pria itu sambil mengatakan betapa jahatnya dia, tapi tidak apa-apa, toh sebentar lagi mereka akan bertemu.

Jujur saja, kekasih Hee Ra yang sekarang akan melakukan duet dengan grup mantan kekasihnya yang brengsek itu, dan Hee Ra? Ia akan datang ke Korea lalu memberi kejutan paling menghebohkan sepanjang hidupnya.

“Oh, hai, bagaimana kabarmu? Apa kau mengingatku? Hahahaha.”

Stacie menggeleng dan memutar bola matanya, apa temannya sedang berusaha membuang harga diri sebagai seorang perempuan dengan kalimat itu?

“Shin Hee—tidak, Sam, kau bahkan kedengaran seperti mantan yang masih berharap dengan kalimat itu,” Protesnya.

Hee Ra mengerutkan kening dan memandangi dirinya di depan cermin, “Benarkah? Aku berpikir ia mungkin tidak ingat padaku karena aku sedikit-banyak berubah, jadi kutambahkan kalimat seperti tadi.”

No,” Stacie bangkit dan berdiri di belakang Hee Ra, menuntun agar gadis itu benar-benar tegak di depan kaca. “Kau harus bersikap sedingin mungkin, kalau bisa kau tidak usah melihatnya kalau kalian bertemu, tapi dia harus melihatmu. Biarkan dia yang menegurmu lebih dulu.”

“Apa? Ku pikir dia tidak mungkin menegurku, maksudku setelah apa yang terjadi diantara kami.”

Lagi-lagi Stacie mendengus, “Ayolah, kau harus mengangkat harga dirimu di depannya, dan lagi kau telah memiliki Bieber.”

Kalau dipikir-pikir benar juga apa yang dikatakan Stacie, ia sudah memiliki kekasih dan sedang ingin membalas dendam—lebih tepatnya menunjukkan kepada mantan kekasihnya kalau hidupnya yang sekarang lebih bahagia.

Tapi benarkah bahwa hidupnya saat ini lebih bahagia dari dulu? Entahlah, Hee Ra masih sering mempertanyakannya.

“Apa menyusul Bieber ke Korea dan menempel padanya dikala kerja tidak masalah? Kau bahkan belum dikenalkan kepada publik oleh Bieber sebagai kekasihnya.” Stacie tidak bermaksud menyinggung, ia hanya ingin melindungi sahabatnya.

Hee Ra terdiam sebentar dan mengangguk beberapa kali, “Ya, aku sudah bilang padanya kemarin dan dia sangat senang. Dan kupikir inilah saatnya untuk muncul di hadapan publik sebagai kekasihnya, itu pasti membuat mantanku terpukul hahahaha.”

Stacie memiringkan kepalanya dengan pandangan sedikit melotot, “Sam…”

“Apa?” Hee Ra mengangkat kedua telapak tangannya tak mengerti, “Ayolah, aku hanya ingin menunjukkan pada mantan kekasihku bahwa sekarang hidupku sangat bahagia, aku bahkan memiliki kekasih yang seribu kali lebih hebat darinya.”

“Baiklah, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, jadi kubiarkan kau pergi.”

Hee Ra tersenyum puas dan memeluk leher Stacie. Jujur saja, Stacie-lah yang selalu mendukungnya dikala senang maupun sedih, gadis itu selalu ada untuk Hee Ra kapanpun, dan begitu juga sebaliknya, mereka keliahtan seperti saudara kandung.

“Kalau begitu aku akan berkemas untuk besok, kau akan mengantarku ke bandara atau tidak?”

Stacie mengangguk, “Yap, karena jadwalku sedang kosong, kenapa tidak?”

 

 

“Kalian sudah mulai rekaman?”

Justin menyandar pada dinding kamar yang berada tepat di samping jendela, ia berpikir sepertinya Hee Ra begitu perduli dengan duetnya bersama salah satu anggota grup Korea ini.

“Belum, mungkin dalam beberapa hari ke depan. Kau jadi berangkat besok-kan?” Tanyanya balik.

“Iya,” Hee Ra mengangguk-anggukan kepalanya walaupun Justin tidak bisa melihat hal tersebut. Biasanya mereka akan melakukan video call, tapi kali ini Hee Ra menolak dengan alasan ia terlalu lelah untuk membuka mata, alasan yang konyol bukan?

Safe flight, shawty,” Ujarnya lembut.

Keduanya telah menjalin hubungan selama enam bulan, kepribadian Justin yang badboy perlahan berubah menjadi lebih baik. Pria itu tidak lagi menjadi playboy yang suka tebar pesona dan juga yang paling penting ia tidak berontak seperti dulu.

Datangnya Hee Ra dalam hidup Justin benar-benar menjadi titik terang, mereka lebih sering menghabiskan waktu dengan berada di tempat gym atau sekedar pergi ke cafe dengan catatan keduanya harus menggunakan masker. Sejauh ini Hee Ra belum mau dikenalkan kepada publik sebagai kekasih Justin.

Bukannya apa, ia hanya belum siap ketika orang-orang selalu tertuju padanya ketika ia hadir di suatu tempat, itu pasti sangat menyusahkan. Hanya saja, kepulangannya ke Korea menjadi titik balik dari ketertutupannya selama ini, ia berniat meminta Justin untuk mengenalkannya pada publik.

“Bieber..”

Tidak biasanya Hee Ra memaggil selembut ini, Justin tahu pasti gadis itu sedang merencanakan sesuatu, “Hm?”

“Aku..sudah siap.”

Justin mengerutkan keningnya, otaknya berpikir selama beberapa saat sebelum benar-benar mengerti akan apa yang dimaksud Hee Ra barusan. Benarkah dia sudah siap?

“Kau serius? Maksudku, kau benar-benar mau muncul kehadapan publik?”

Tidak ada lagi keraguan dalam hati Hee Ra, ia sudah membulatkan tekad untuk menunjukan pada sang mantan kekasih bahwa dirinya bukanlah yang dulu. Mungkin ia kelihatan seperti orang yang ingin balas dendam, tapi ayolah, bukankah menyenangkan membuat mantan kekasihmu menyesali perbuatannya?

“Ya, lagipula aku tidak ingin terus bersembunyi sementara kekasihku selalu digoda perempuan lain yang mengira bahwa aku tidak nyata.”

Justin tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya mendengar pernyataan Hee Ra, ia sampai berkaca-kaca dan tersenyum begitu lebar, tentu saja otaknya kesusahan untuk menyusun kalimat saking senangnya.

“Samantha, i love you, so damn much!”

Hee Ra sadar betul betapa besarnya cinta yang diberikan Justin padanya, jadi dengan pertimbangan yang sangat matang, ia tidak akan pernah memberitahu bahwa dirinya memiliki mantan kekasih yang mungkin saja akan sering bertemu dengan pria itu. Mereka akan berada dalam satu gedung, bukankah hal yang menarik sekaligus menegangkan?

Dan lagi, Hee Ra tak sabar melihat seperti apa reaksi sang mantan kekasih setelah ia datang besok.

 

 

Jong In masih tidak berpaling dari tumpukan surat lengkap dengan amplop bewarna-warni yang terletak di atas mejanya. Sementara Joon Myeon tengah terlelap tidur dan Se Hun asik bermain play station bersama Chan Yeol di ruang tengah.

Pikirannya melayang, mencoba merangkai satu-persatu ingatan tentang Autumn dan Spring. Ia kira Spring sudah membencinya ketika sadar bahwa sang Autumn pergi tanpa pamit. Tidak, sesungguhnya Jong In sempat bilang bahwa ia ingin menggapai cita-citanya lalu terjadi perselisihan antara keduanya dan Jong In memutuskan untuk langsung pergi tanpa memberi ucapan selamat tinggal.

Di semua surat tertulis bahwa Spring akan selalu menunggu balasan darinya, apakah ini berarti jika Jong In membalas sekarang maka Spring akan membalasnya juga? Tapi tunggu dulu, Jong In bahkan tidak tahu dimana alamat Spring sekarang.

Beberapa hari lalu saat masih berada di rumah orang tuanya, Jong In sempat bertanya pada orang yang kini tinggal di rumah Spring tentang dimana alamat Spring yang sekarang. Tapi sayang sekali orang itu tidak benar-benar tahu, yang ia ketahui hanya Spring dan keluarganya pindah ke Amerika.

“Masih memikirkannya?”

Joon Myeon yang tiba-tiba terbangun cukup membuat Jong In terkejut, ia mengelus dada lega begitu menyadari bahwa suara yang membuatnya hampir melompat adalah suara Joon Myeon.

“Oh, hyeong?”

Joon Myeon bangkit dari kasur dan berjalan mendekati Jong In, berdiri tepat di samping kanan pria itu, mengambil salah satu amplop bewarna hijau muda dan mengeluarkan surat di dalamnya. Terdiam sebentar, membaca apa isi surat tersebut.

 

Dear Autumn..

Sejujurnya aku sangat kecewa karena kau belum membalas suratku, tapi ku pikir, kau pasti sangat sibuk sekali, mengingat sebentar lagi kau akan debut dan menjadi seorang idol.

Oh ya ampun, aku berjanji akan menjadi fans-mu nomor satu dan membeli semua album yang dikeluarkan grup-mu!

Ku harap kau selalu menjaga kesehatanmu seperti yang kulakukan. Setiap hari aku selalu latihan menari dan berharap menjadi lebih baik daripada sebelumnya, aku yakin kau juga seperti itukan?

Baiklah, kupikir suratku sudah cukup panjang untuk dibaca bagi seseorang yang sibuk sepertimu hehehe. Hmmm…Kim Jong In, Fighting!

 

From : Your Spring

 

Joon Myeon tersenyum tipis. Jujur saja kalau ia berada di posisi Jong In saat ini, mungkin ia sudah mengobrak-abrik seisi Seoul dan menyuruh beberapa orang untuk mencari dimana keberadaan gadis itu walaupun sampai ke ujung dunia—sungguh, dunia tidak berujung.

“Masih belum mendapat informasi tentangnya?”

Jong In mengeleng pasrah, binar matanya menunjukkan rasa lelah. “Aku tidak bisa bergerak bebas karena aku memiliki kekasih.”

“Ya,” Joon Myeon mengangguk mengerti, “Apa kau tidak khawatir jika Soo Jung tahu tentang hal ini?”

Jong In menggigit bibir bawahnya sebentar dan mendecakkan lidah. “Aku akan merahasiakannya.”

Tidak memiliki ide harus menjawab seperti apa, Joon Myeon hanya menepuk-nepuk pundak Jong In, memberi semangat pada pria itu.

Nampak ekspresi menyesal yang begitu mendalam pada raut wajah Jong In, ia seakan ingin memperbaiki apa yang telah menjadi kesalahannya di masa lalu dengan menemukan gadis yang biasa disebut Spring ini.

Sayangnya, Jong In tidak menceritakan keinginannya pada anggota EXO yang lain, ia hanya bercerita pada Joon Myeon karena pria itulah yang paling sabar dan mudah mengerti perasaannya.

Kalau saja Jong In tidak seperti ini, mungkin anggota EXO yang lain bisa membantunya dengan ancaman berita menyebar berkali-kali lebih besar. Ia benar-benar tidak ingin staff SM atau yang paling parah kekasihnya sampai tahu tentang keinginannya ini.

 

 

Hee Ra memilih menggunakan skinny jeans biru muda dengan kaos putih bergaris hitam dan sepatu kets hitam bertali putih. Tangan kirinya sibuk mendorong trolley, sementara tangan kanannya memegang ponsel.

“Aku akan menghubungimu kalau sudah sampai nanti. Serius, kau tidak perlu menjemputku, aku akan memberitahu hotelku padamu.” Ia menoleh ke arah Stacie yang berada di sampingnya dan kembali berkata, “Aku tutup dulu ya, aku harus segera masuk ke pesawat, see you!”

Hee Ra memasukkan kembali ponselnya ke saku celana. “Dia sangat khawatir aku akan tersesat, padahal seharusnya ia mencemaskan dirinya sendiri,” Gumamnya.

“Dia mencoba melindungimu bahkan ketika berada di tempat yang asing.”

Hee Ra tersenyum, memang benar yang dikatakan Stacie barusan. “Baiklah, aku pergi dulu. Jaga dirimu, aku akan menghubungi kalau sudah sampai.”

Tanpa ragu Stacie menarik Hee Ra dalam pelukkannya, “Kau juga. Kuharap semuanya berjalan sesuai rencana.”

“Ya, kuharap juga begitu. Aku tidak akan bisa melakuan semua ini tanpamu, thanks for always support me, Stacie.”

Mereka berpelukan selama beberapa detik sebelum akhirnya Hee Ra masuk ke terminal pemberangkatan.

 

TO BE CONTINUED

Iklan

39 pemikiran pada “Unforgiven Autumn Chapter 1

  1. si heera beruntung banget abis putus dari jongin dapet nya malah justin bieber,,cerita nya seru,pengen tahu reaksi jongin kayak gimana,ditunggu chapter selanjutnya

  2. wow, penasaran nih sama reaksinya jongin kalau ketemu heera,
    heera ati2 tuh kalau ketemu jongin, bisa bisa clbk, hihihi

  3. Wow, penasaran nih sama reaksinya jongin kalau ketemu heera,
    Heera ati2 lho, bisa2 malah jadi clbk tuh sama jongin, hihihi

  4. waahh ini ceritanya makin keren ajah thor.. gak sabar liat si spring sama autumn nya ketemu setelah sekian lama pisah huhu..

  5. kenapa harus ada soojung , kai kalo ketemu heera gimana kayaknya dia bakal narik heera atau apa terus bicara 4 mata aaaaa emang heera mau .eonni semangatt yaaa

  6. Annyeong, aku reader baru. Salam kenal author-nim. Aku baca karna ada biebernya eh tapi ada kai jg. Eh, Dapet 2 bias sekaligus. I’ll waiting for the next. Fighting..

  7. Huahhhhh knp jongin msh mw nyari trzz d rahasiain juga ma soojung..hmmm…kaya y heera y skt hati bgt yachh..g sbr nunggu mrk ktmu…

  8. SUKAAA FFNYAAA HEHEHE NYESEL JUGA BARU BACAA tapi serius keren ffnya apa lagi dua pacar ku disatuan#eh wkwkwk jarang nemuin ff Justin sama Exo disatuin soalnya pastikan agak gimana gitu keren dah ka heena 😘😘😘😘

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s