REMORSE


lh

 

 

 

REMORSE

by

Heena Park

PG. Romance-Hurt. Ficlet.

Starring by

Kim Jong In-Shin Hee Ra

Summary ;

‘Jong In seharusnya tidak menerima tawaran itu dan semuanya pasti akan baik-baik saja.’

O-O-O

 

 

Terlambat.

Kata yang paling akrab dalam hidup Hee Ra beberapa tahun ini. Tidak, ia bukannya terlambat melakukan suatu hal, namun seseorang terlambat untuk menemuinya. Selalu terlambat datang pada apa yang telah orang itu janjikan.

Lantas, kenapa ia masih menunggu?

Sudah tahu kalau menunggu itu menyebalkan. Sudah paham kalau menunggu itu memuakkan. Sudah mengerti kalau menunggu itu menghabiskan kesabaran. Tapi rupanya perasaannya masih berusaha dan tetap berusaha untuk mengerti akan keadaan yang sedang terjadi.

Kalau saja ia bisa melepaskan diri dan berlari, maka Hee Ra pasti telah melakukannya sejak dulu. Namun, sayang sekali keberuntungan tak berpihak padanya, dan terus saja mendorong perasaannya untuk bertahan tanpa langkah maju sedikitpun dengan pria itu.

‘Kai EXO—Kim Jong In—Salah satu pria yang akhir-akhir ini di elu-elukan banyak wanita dari berbagai macam kalangan karena pesonanya.’

Dan bodohnya, pria itu dengan polosnya menerima perintah dari Agency untuk melakukan sebuah hubungan dengan salah satu idol mereka yang telah di setting sedemikian rupa, sehingga tak jarang Hee Ra harus menarik napas dalam-dalam dan berpikir positif bahwa apa yang ia lihat di layar televisi memang hanya settingan belaka.

Tentu saja kalau tidak ada benih-benih cinta yang muncul di antara mereka.

Tentu saja kalau Jong In masih menjaga hatinya untuk Hee Ra.

Tentu saja kalau Jong In mampu menutup matanya dari godaan gadis secantik Krystal Jung.

Tentu saja…..Itu adalah hal yang sangat susah dilakukan.

Bagaimanapun, jauh dalam hati Hee Ra tersimpan ketakutan yang begitu besar jika pada akhirnya hubungan mereka akan berakhir hanya karena settingan antara dua idol yang sedang naik daun itu menjadi kenyataan.

Ugh, maaf aku terlambat.”

Seorang pria berperawakkan tinggi-tegap merebahkan punggungnya pada badan kursi dan melepas topi yang membantunya untuk berkamuflase, oh tentu saja ia masih menggunakan masker yang menutupi setengah wajahnya.

“This always happens, babe.” Jawaban yang sama untuk pernyataan maaf yang selalu terulang.

Raut wajah Jong In berubah sendu. Kedua bola matanya menyiratkan penyesalan yang mendalam. “Aku sudah berusaha untuk tepat waktu….hanya saja keadaan tidak mengijinkanku untuk bisa datang sesuai rencana.”

Tidak ada respon dari Hee Ra ketika Jong In selesai mengucapkan alasannya, hingga sepuluh detik berlalu, ia membuka daftar menu yang berderet rapi dan menggiurkan walau hanya membaca nama makanannya saja. Hanya saja, perasaannya saat ini sedang tidak mendukung sehingga perutnya tidak tergoda sama sekali.

“Mau pesan sesuatu?” Hee Ra menggerakkan daftar menu ke arah Jong In, berniat untuk mencairkan suasana antara keduanya yang terasa canggung.

“Shin Hee Ra,” Jong In menarik napasnya dalam-dalam dan menutup daftar menu. “Kau selalu menyuruhku untuk memesan sesuatu dan memakannya, sementara kau sendiri nantinya hanya akan memesan secangkir kopi atau segelas air putih sambil mengamatiku—“

“Karena hanya itu yang bisa ku lakukan agar bisa memandangi wajahmu!” Hee Ra menaikkan volume suaranya dan berhasil membuat Jong In terdiam. “Karena hanya itu yang bisa ku lakukan untuk benar-benar melihatmu sebagai kekasihku! Karena hanya itu yang membuatmu nampak utuh di hadapanku! Bukan kekasih virtual dari orang lain yang ku sadari seribu kali jauh lebih cantik dariku! Karena hanya itu yang membuatku bisa memandangmu sebagai Kim Jong In yang ku kenal dan bukan sebagai Kai, si pria idaman ribuan wanita!’

Jong In tidak percaya telah mendengar kalimat paling menyesakkan yang pernah keluar dari mulut Hee Ra selama ini. Ia yang terlalu polos atau memang tidak peka sehingga ekspresi kesedihan yang terpancar jelas dari mata kekasihnya sama sekali tidak terbaca olehnya.

Suara Hee Ra yang awalnya tegas kini berubah bergetar, “Apakah kau pernah memikirkan bagaimana perasaanku ketika melihatmu tampil di media sebagai kekasih orang lain? Apakah kau pernah mendengarkan komentar masyarakat yang menilai kalian sangat serasi? Katakan padaku Kim Jong In.”

Hee Ra memijat pelipisnya dan berusaha untuk menenangkan diri di depan Jong In yang kini sedang berusaha mencerna kata-katanya sambil berdiam diri dan menundukkan kepala. Apakah pria itu sudah benar-benar tidak perduli lagi padanya? Kenapa ia tidak merespon sama sekali?

Dimana Jong In yang selama ini ia kenal? Apakah Jong In yang sekarang memang telah berhati batu? Tidak sadarkah Jong In kalau Hee Ra ingin menangis sekarang? Seharusnya sejak awal Hee Ra telah mengira bahwa hal ini akan terjadi dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka sejak Jong In mengatakan bahwa ia akan debut.

‘Seharusnya’

“Maafkan aku….aku tidak berniat—“

“Tidak berniat untuk menyakitiku? Tapi kau telah melakukannya, Kim. Hatiku sudah terlanjur sakit.”

Jong In menggeleng, hatinya belum siap jika Hee Ra meninggalkannya. Ia bisa menerima semua perkataan Hee Ra dengan lapang dada karena pada kenyataannya gadis itu mengatakan kebenaran.

Sekarang ia benar-benar menyesal. Seharusnya Jong In tidak pernah menyetujui settingan gila yang dibuat oleh CEO-nya untuk menaikkan pamor dan mengalihkan masalah lain. Kenapa otaknya begitu bodoh hingga ia rela mengorbankan perasaan gadis yang sangat ia cintai selama lebih dari 3 tahun ini.

“Tapi aku mencintaimu…”

Hee Ra tak menjawab.

“Beri aku kesempatan sekali lagi, aku berjanji akan segera mengakhiri hubungan settinganku dengan Krystal, Shin Hee Ra, kau mau kan?”

Tidak. Hee Ra tidak tahu harus menjawab apa.

Jong In bangkit dari kursinya dan berjongkok di depan Hee Ra. Ia tidak perduli pada puluhan pasang mata yang kini sedang menatap dirinya. “Shin Hee Ra, kau mau kan melakukannya untukku? Kau juga mencintaiku kan? Ku mohon, hanya satu kali saja dan semua pasti akan kembali seperti semula.”

Hee Ra menggeleng dan memegang pipi Jong In yang tertutup oleh masker. “Kau bahkan meminta kesempatan padaku dengan keadaan masih menggunakan masker,” Jari lentiknya bergerak untuk menghapus air mata yang tiba-tiba meluncur begitu saja melalui pipi lembutnya. “Aku tidak bisa mengenalimu sebagai kekasihku Kim, kita sudah berjalan ke arah yang berbeda.”

“Tidak Shin Hee Ra! Ku mohon, percayalah padaku.”

Shit!

Keparat kau Kim Jong In!

Kenapa hatimu terbelah menjadi dua dan dengan bodohnya kau menyakiti gadis yang sebenarnya sangat kau cintai?

Persetan dengan settingan dari agency-nya, ia tidak ingin kehilangan Hee Ra. Ia tidak sanggup jika suatu hari nanti melihat Hee Ra telah melupakannya.

“Kita akhiri saja sampai di sini.”

Sial.

Hatinya sakit.

Kalimat yang keluar dari mulut Hee Ra barusan telah membuat perasaannya hancur. Jong In tidak tahu kalau akhirnya akan sesakit ini. Ia bahkan kesulitan untuk bernapas dan mengontrol air mata yang sudah terlanjur menjatuhi pipinya.

Hee Ra mendorong Jong In agar sedikit menjauh darinya, ia bangkit dan terdiam tepat di samping Jong In yang masih berjongkok. “I’m still in love with you even though we’re not together anymore, Kim Jong In.”

Setelah menyelesaikan kata-katanya, Hee Ra melangkah meninggalkan Jong In. Ia tidak boleh berbalik karena jika hal itu terjadi, maka Hee Ra akan berlari kembali ke arah Jong In dan memeluk pria itu.

Tidak bisa hanya terdiam. Jong In bangkit dan melepas maskernya, wajahnya kini terekspose begitu jelas oleh mata setiap orang yang ada di dalam cafe. Ia harus berhenti untuk menutupi kenyataan bahwa Kim Jong In—Kai—Adalah kekasih Shin Hee Ra—Dan bukan kekasih Krystal Jung.

Jong In membuang maskernya dan mengejar Hee Ra yang kini sudah mulai melangkah ke arah pintu keluar. Tanpa memperdulikan pandangan terkejut dari hampir seisi manusia yang berada di dalam cafe, Jong In berhasil meraih lengan Hee Ra dan menarik gadis itu untuk berbalik menatapnya yang sudah benar-benar melepas semua penyamaran untuk menyembunyikan identitasnya sebagai seorang idol.

“Give me one more chance, Shin Hee Ra.”

 

O-O-O

 

3 Years Ago

 

“Kau serius? Kau akan debut?!” Hee Ra menutup mulutnya yang hampir saja berteriak karena saking senangnya menerima telfon dari Jong In yang mengatakan bahwa ia akan segera debut.

“Kau tidak percaya? Aku juga awalnya tidak percaya dan hampir pingsan karena senang.”

Hee Ra menggigit bibir bawahnya, menahan senyum yang berusaha merekah. “Aku bangga padamu, Kim. Sangat bangga.” Gumamnya

“I know, aku memang hebat, makanya kau mencintaiku, hahaha.” Jong In menghentikan kalimatnya sebentar dan beberapa detik kemudian kembali melanjutkan perkataannya, “Aku berjanji padamu, jika aku sudah debut dan sukses nanti, kau adalah orang yang ingin ku nikahi, Shin Hee Ra.”

 

-FIN-

Iklan

41 pemikiran pada “REMORSE

  1. Kak Heenaaaa gamau tau ini endingnya gantung abis sueeeeer aku nangis kak waktu Heera mutusin Jongin sampe Jongin nangis-nangis gitu TT__TT Malangnya nasib suamiku lagi mau-maunya aja dia nerima settingan jadi fake couplenya Krystal gak mikirin perasaan Heera banget sih Joong. Jonginnya disini emang salah, tapi entah kenapa kok disini dia juga keliatan polos ya -_- /apa.

    Pokoknya ini harus di sequel karena omg ini ganteng banget eh maksudnya ini gantung banget. Semoga aja Heera ngasih kesempatan buat Kai. Dan kalau perlu ini ff lanjutin aja sampe mereka berdua nikah #plak (mauan)

    Akhir kalimat aku mau bilang ff nya keren banget entah karena pembawaan kakak atau karena bahasa ff kakak yang waw banget bikin aku nangis gini. Karena feelnya dapet banget. Aku baca ini berasa jadi Heeranya. Aku baca ini jadi baper :”

    So so so ditunggu sequel dari ff ini yaaa ditunggu ff yang lainnya juga hahaha keep writing and fighting kak Heena ❤

    • ya ampuunnnn aku spechless baca komentar kamu nih wkwkwk._. gatau mau bales apa lagi wkwkwk. dan soal sekuel sih tergantung otak aku jalan apa enggak, soalnya ini otak kadang mampet /? wkwkw. btw makasi udah baca sayang~ ❤

  2. Yaa… Jadi gimana kelanjutannya thor??
    Kok malah ngegantung gitu??
    Tapi, ceritanya keren, aku suka. Jongin yang rela membuka masker penyamarannya demi gadis yang ia cintai, bener2 so sweet!!

    #JJ

  3. aduh, dasar Jongin!! -__-” huhu..Heera kasihan 😦
    ini agak menggantung ya X”’D tapi sebenernya gak apa-apa sih kalo akhirnya menggantung, jadi imajinasi liar pembaca bisa bergerak XD *eh//ditampol* aku juga suka sama yang akhirnya ngegantung, feelnya gimana gitu walau greget. haha~ 😀
    bagus~ aku suka! :3

  4. bagus jongin buktikkan pada dunia kalo hee ra lah cinta dan kekasih sejati kamu bukan settingan
    jalani dan terima resikonya demi kebahagiaan dirimu dan hee ra

    keren keren
    butuh sequel nich saengi

  5. Annyong thor, i’m a new reader:) omg, pas ngebaca ff ini langsung gemesss bgt thor sama endingnyaT.T
    Btw alurnya bagus, terus feelnya yaaaampun dapet banget walaupun endingnya agak ngegantung thor:(
    Tetapi tetep keren kok^.^
    Ditunggu deh sekuel nya kalo ada ya thor hihi hwaitingg^^

  6. Hiyaaa…pas baca awalnya rada nyesek sih klo aku diposisi heera😢tp wktu kai ngekepas masker trus lari nyusul heera so sweetnyaa…tp itu heera nrima kai lgi apa gak??
    kak arum kasih squelnya yaaa…pliisss

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s