[ BTD – Baekhyun Vers ] Unforgiving Love [2/2]


btd-2

 

 

Title : Back To December; Baekhyun Version – Unforgiving Love

Author : Heena Park [@arumnarundana]

Lenght : Twoshoot [2/2]

Ratting : PG

Genre : Romance

Poster by Imjustagirl @poster channel 

Main Cast :

-Byun Baekhyun

-Samantha Hailey

-Ahn Jaehyun

-Baek Geumhe

Author Notes :

Ya Hallu! Akhirnya aku balik bawa Back To December The Series. Nah yang special, kali ini di versi Baekhyun aku bikin Twoshoot karena terlalu panjang kalo dijadiin oneshoot hehe._.V . Oh iya, sebenarnya awalnya judul FF ini bukan Unforgiving Love tapi Wrecking Ball, eh tiba-tiba ngerasa kalo judulnya gak cocok, padahal udah request cover blablabla, dan malah diganti jadi judul yang sekarang ini hehe, akhirnya covernya bikin sendiri deh._. Last, enjoy dear~

 

https://soundcloud.com/arumnarundana/suzy-of-miss-a-dont-forget-me

Unforgiving Love

 

Sam sedang sibuk di dapur, sementara Baekhyun mengamatinya dari meja makan. Pria itu nampak menikmati setiap gerakkan yang dibuat Sam.

Sam berbalik dan menyilangkan kedua lengannya, “Kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanyanya.

Baekhyun tersenyum dan menundukkan kepalanya sebentar kemudian kembali menatap Sam, “Aku hanya tidak menyangka bahwa si gadis dingin dan menyebalkan akhirnya bisa berbicara dengan santai bersamaku.”

Mendengar jawaban Baekhyun yang sedikit konyol dan banyak benarnya, membuat Sam tertawa lebar dan hampir lupa pada masalahnya, “Kau menggambarkanku sebagai wanita yang kejam Byun Baekhyun,” Gumamnya lalu tertawa lagi.

“Hey, ku pikir kau dulu memang kejam dan bahkan aku pernah berpikir bahwa kau akan membunuhku karena melihat kalian waktu itu,” Ucap Baekhyun blak-blakkan.

Sam mengangkat kedua bahunya bersamaan, “Sebenarnya yang harus di bunuh itu Ahn Jaehyun, bukan kau,” Timpalnya sambil melepas celemek yang sedari tadi menutupi sebagian badannya, “Oh iya, terima kasih atas semua pertolonganmu hari ini. Aku akan segera pergi dan mencari apartement,” Lanjut Sam.

Ekspresi Baekhyun berubah. Sesungguhnya ia tidak rela jika Sam keluar dari rumahnya. Lagipula ini sudah mulai malam dan tidak baik bagi seorang wanita untuk keluar sendirian bukan?

“Kau bisa menginap di rumahku satu malam lagi Sam.”

“Apa?”

Baekhyun berdiri dan mendekat ke arah Sam, “Ini sudah malam. Lagipula kau kan wanita. Kita tidak tahu bahaya seperti apa yang mengancammu di luar sana,” Jelas Baekhyun.

“Tapi bagaimana jika tetangga tahu bahwa aku menginap di rumahmu?”

“Mereka tidak akan perduli pada tentangganya sampai seperti itu Sam.”

“Tapi..”

“Aku berjanji besok akan mengantarmu mencari apartement Sam.”

Sam menggeleng dan mengibaskan tangan kanannya, “Kau tidak perlu melakukan itu. Semua yang kau berikan padaku ini sudah lebih dari cukup Baekhyun-ssi,” Ia menghentikan kalimatnya sebentar dan membasahi bibirnya yang mulai kering sambil berpikir sejenak lalu kembali berucap, “Baiklah. Aku akan menginap di sini satu malam lagi.”

Baekhyun menarik kedua ujung bibirnya. Demi apapun ia sangat bahagia mendengar jawaban Sam barusan.

 

*****

 

Sepanjang malam Sam menghabiskan waktu dengan hanya memandangi langit-langit kamar tidur dan sesekali menengok ponselnya yang ia biarkan tergeletak begitu saja.  Mr. Ahn berkali-kali menghubungi wanita itu, namun ia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menjawabnya. Ia terlalu lelah untuk berhubungan dengan pria itu.

Ia melihat jam kecil yang berada di samping tempat tidur. Sudah pukul 1 malam dan dia belum bisa tertidur. Dengan perasaan yang tak karuan, Sam bangkit dan berjalan mengendap ke kamar Baekhyun.

Tubuhnya terasa kaku begitu berdiri di depan pintu kamar pria itu. Dengan amat pelan, kedua tangannya mencoba untuk membuka sedikit pintu kamar Baekhyun dan melihat apakah pria itu sudah terlelap. Ternyata benar. Baekhyun telah tertidur dibalik selimut yang hangat. Ekspresinya terlihat damai dan garis wajahnya yang begitu nampak nyata membuat Sam menautkan kedua ujung bibirnya.

Baekhyun terlihat manis ketika sedang tertidur, Baekhyun terlihat manis ketika sedang tersenyum, Baekhyun terlihat manis ketika sedang tertawa. Bodoh. Pada kenyataannya Baekhyun selalu terlihat manis ketika melakukan apapun.

Entah bagaimana hal itu bisa terlintas di pikiran Sam. Apa ia tertarik pada Baekhyun hanya gara-gara pria itu menolongnya? Ayolah Sam, dunia tidak seindah itu. Ia tidak boleh tertarik pada Baekhyun.

 

*****

 

“Byun Baekhyun buka matamu!”

Baekhyun mengerjap-kerjapkan matanya. Kepalanya pusing karena tidurnya yang nyenyak harus terganggu oleh teriakkan seorang wanita yang terdengar seperti nenek sihir. Dan hanya satu orang yang memiliki suara seperti itu, Byun Geumhe.

“Kenapa sih, nuna?” Baekhyun menggosok-gosok matanya untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran yang mungkin masih bersarang pada ujung matanya tersebut.

Geumhe menarik lengan Baekhyun  kasar ke ruang tamu. Ia menunjuk seorang wanita yang sedang duduk di sana sambil meringis, “Ya, siapa dia? Kenapa kau membawa perempuan di rumah ini? Kau mau cari mati ya dengan bermain perempuan?”

Terlihat Sam sedang mengkerutkan keningnya sembari meringis di atas sofa. Tangannya berada di atas kedua paha dan tampak kebingungan.

Baekhyun menghela napas panjang, “Ugh!” Ia menghampiri Sam dan menariknya untuk berdiri, “Ini Sam, dia adalah temanku. Aku yang memaksanya menginap di sini karena ia belum mendapatkan apartement untuk tinggal. Lagipula Sam sudah memiliki kekasih,” Gumam Baekhyun.

Mendengar penjelasan Baekhyun, Geumhe sedikit lega, namun masih ada rasa was-was yang menyelimuti hati gadis tersebut karena tidak biasanya Baekhyun membawa gadis ke rumah ini.

“Kau tidak bohong kan?” Tanya Geumhe untuk memastikan sekali lagi

“Come on nuna, aku tidak punya alasan untuk berbohong padamu bukan?”

Geumhe tidak bisa mengelak perkataan Baekhyun. Selama ini pria itu memang bisa dikatakan selalu berkata apa adanya.

“Baiklah,” Ia berhenti sebentar dan menatap kedua anak muda tersebut lekat-lekat, “jika aku mendapati kalian melakukan hal yang mencurigakan, maka aku tidak akan segan-segan untuk melaporkanmu kepada dad agar di pindah ke Itali,” Ancamnya.

 

*****

 

Mereka duduk bersampingan—Hanya terdiam—Mobilnya berhenti di pinggir jalan dekat pantai. Mencoba menikmati  tenggelamnya matahari musim dingin. Tidak ada percakapan antara keduanya. Sepertinya mereka sudah lelah karena seharian mencari apartement yang cocok untuk Sam.

Sulit memang mencari apartement dengan fasilitas yang bagus dan harga miring di Kota besar seperti Seoul ini, namun tidak menutup kemungkinan bahwa tempat seperti itu ada.

Baekhyun membenci keadaan ini. Ia tidak suka merasakan sepi. Ia harus bisa mengajak Sam berbicara setidaknya untuk beberapa detik.

“Kau menyukai tempat ini?” Baekhyun menatap Sam samar.

Gadis itu mengangguk, “Of course, aku harus sering-sering pergi ke sini, jika memungkinkan.”

Baekhyun tersenyum tipis, “Aku akan selalu siap sedia untuk menemanimu ke tempat ini.”

Mendengar jawaban Baekhyun, Sam menengok dan mendapati pria itu sedang mengamatinya, “Kau terlalu baik padaku, Baekhyun-ssi.”

“Bukankah memang kita harus baik kepada sesama manusia?” Baekhyun mengkerutkan keningnya dan menyalakan mesin mobil, “sepertinya kita harus pulang jika tidak ingin nuna berpikir sesuatu yang tidak-tidak tentang kita.”

Sam mengangguk, ia memandang boneka micky mouse yang menggantung pada kaca kecil di dalam mobil Baekhyun. “Jika aku masih memiliki waktu, aku berjanji akan membalas kebaikkanmu Baekhyun-ssi.”

“Apa maksudmu? Waktumu masih sangat banyak Sam.”

Sam menggeleng, “Tidak Baek. Jaehyun sangat pintar mencariku. Cepat atau lambat ia pasti akan menemukanku dan memaksaku untuk menikah dengannya.”

Baekhyun menengok dan meraih tangan Sam, “Aku berjanji akan melindungimu Sam. Percayalah pada kata-kataku.”

Sam hanya membalas perkataan Baekhyun dengan sedikit senyuman kecil lalu kembali memandang ke depan. Begitu pula Baekhyun, ia menekan gas dan menjalankan mobilnya kembali ke rumah.

Sibuk dengan pikiran masing-masing, tidak ada perbincangan lagi antara keduanya. Jauh dalam pikiran Baekhyun, ia membayangkan jika Sam harus pergi. Ia mulai nyaman dengan gadis yang kini duduk di sampingnya tersebut. Ia takut jika setelah hari ini tidak akan ada lagi wajah Sam. Ia takut gadis itu benar-benar menghilang.

Mereka sampai di rumah bewarna abu-abu. Baekhyun segera memarkir mobilnya dan membukakan pintu untuk Sam. Ia tahu ini terlalu berlebihan, namun keberadaan Sam disampingnya membuat Baekhyun ingin berbuat yang lebih pada gadis itu. Ia sangat istimewa di mata Baekhyun.

“Ah, itu dia!”

Baekhyun menengok ke belakang dan mendapati kakaknya sedang berdiri dengan seorang pria.

Dia?

Kedua mata Baekhyun melebar begitu menyadari bahwa Mr. Ahn-lah yang kini sedang bersama dengan kakaknya.

“Oh God..” Baekhyun membatin dan menatap Sam yang masih berada di dalam mobil.

“Ada apa Baek?” Sam berusaha melihat apa yang terjadi, namun Baekhyun menutupi dengan badannya.

“Jangan melihat ke sana, ku mohon.” Ujar Baekhyun yang masih berusaha menyembunyikan Sam.

Namun tiba-tiba seseorang menarik pundak Baekhyun hingga ia terdorong ke dinding dan tersungkur. Baekhyun bisa mendengar teriakkan Geumhe ketika melihatnya diperlakukan seperti itu. Di sisi lain Baekhyun melihat dua orang berbadan besar sedang berusaha untuk menarik Sam dari dalam mobil.

“Baekhyun-ssi tolong ak—“

Baekhyun berusaha berdiri, ia mencoba untuk melepaskan Sam dari genggaman dua orang tersebut. Namun kakakknya kini juga sedang berada dalam ancaman. Tepat di depan leher Geumhe, Jaehyun menodongkan pisau dan siap untuk menggoresnya jika Baekhyun mendekati Sam.

“Aku akan memutus nadi kakakmu jika kau terus berusaha mendekati Sam!” Jaehyun tertawa sinis.

Sam yang terlihat sangat ketakutan dengan perlahan dibawa ke mobil hitam yang baru saja datang, kemudian di susul oleh Jaehyun setelah ia mendorong Geumhe tepat pada pelukkan Baekhyun.

Mobil tersebut langsung melaju kencang, dan itu berarti Baekhyun gagal menolong Sam. Ia telah kehilangan Sam sekarang. Seharusnya ia tidak mengajak Sam kembali tadi. Seharusnya mereka tetap berada di pantai dan tidak pulang.

 

*****

 

Salju turun dan hampir menutupi seluruh tumbuhan yang berada di sekitar halaman  rumah Baekhyun. Ia memandang setiap butiran salju bersama dengan pikirannya yang melayang entah kemana. Rasanya hampa sekali begitu ia harus mengingat bahwa Sam telah pergi.

Sudah seminggu semenjak kejadian pemaksaan yang dilakukan oleh Mr. Ahn pada Sam. Apakah gadis itu sehat? Apakah ia sudah makan? Apakah ia bahagia? Tidak, tentu pertanyaan terakhir itu akan dijawab tidak oleh Sam.

“Maafkan aku..”

Sebuah suara membuat Baekhyun terkesiap. Ia menengok dan mendapati Geumhe sedang duduk lemas di sampingnya.

“Seharusnya aku tidak mengatakan bahwa Sam tinggal bersama kita. Aku benar-benar menyesal Baek.”

Geumhe menundukkan kepalanya menyesal. Ia benar-benar tidak sadar jika saat itu telah terbodohi oleh pria yang datang dengan baik-baik padanya dan mengatakan bahwa Sam adalah keluarganya. Namun ternyata pada kenyataannya, pria itulah yang telah menyakiti Sam.

Baekhyun menaikkan kepala Geumhe dan mengelus wajah kakaknya, “It’s okay..  I’m fine nuna,” Gumamnya pelan kemudian kembali menatap butiran salju dan asik pada pikirannya sendiri.

Geumhe tidak bisa tinggal diam. Ia mencoba mencari cara agar Baekhyun bisa kembali seperti dulu. Agar ia tidak terus-terusan menyesali apa yang telah terjadi, dan kemudian Geumhe teringat pada Kwon Sena—Teman baik Baekhyun.

Ia baru saja akan menghubungi gadis itu ketika tiba-tiba bel pintu berbunyi. Seorang pengantar pos sedang berdiri di sana.

Geumhe segera membukakan pintu dan melihat apakah yang akan diberikan oleh pengantar pos tersebut.

“Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Geumhe

Pengantar Pos tersebut tersenyum dan mengambil sebuah amplop kecil dan memberikannya kepada Geumhe, “Sebuah surat untuk orang bernama Byun Baekhyun nona,” Gumamnya.

Geumhe menerima surat tersebut, “Ah, terima kasih,” Jawabnya lalu menandatangani kertas yang menunjukkan bahwa ia telah menerima surat tersebut.

Tertera nama Baekhyun di sana, sebenarnya Geumhe sangat penasaran apakah isi dari surat tersebut, namun ia harus bisa menahan diri. Geumhe berjalan ke arah Baekhyun dan memberikan surat itu pada adik semata wayangnya.

Nampak wajah Baekhyun berubah seolah-olah ia hapal tulisan yang ada pada surat tersebu.

“Nuna mendapatkan ini dari mana?” Baekhyun menyipitkan matanya penuh tanya

Geumhe menaikkan kedua pundaknya, “Pak Pos yang mengantarkannya. Kenapa?”

“Tidak apa-apa,” Baekhyun menggeleng dan berdiri. Ia menatap kedua mata kakaknya sebentar lalu berjalan ke arah kamarnya dan menutup pintu rapat-rapat. Ia yakin betul bahwa surat ini berasal dari Sam, karena Baekhyun hapal bentuk tulisan tangan Sam.

Ia membuka perlahan amplop yang membungkus surat tersebut. Matanya membulat ketika pandangannya langsung mengarah pada pojok kanan bawah kertas. Ia melihat nama Sam disana. Oh God—

 

SURAT

 

 

THE END

Iklan

17 pemikiran pada “[ BTD – Baekhyun Vers ] Unforgiving Love [2/2]

  1. huwaaa…sedihhhh…
    (nangis guling2) hehehehe…
    ceritanya bikin nyesek deh chingu…
    tapi emang BTD ceritanya sengaja sedih kan ya? 🙂
    btw..thanks 4 the story…

  2. hallow thor kenalin, aku reader baru. oh ya maaf baru bisa komen di part 2. coz aq penasaran sama lanjutanny hehehe. Tp endingnya kok malah bikin nyesek ya?? kasian si baekie nya huhuhu. 😥 yang jelas ff nya kerennn daebakk thor. Oh ya aq mau izin baca ff yg ada di sini ya?! jebal 🙂 hehehe gomawo~~

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s