WOLF Part VI


wolf

 

 

 

 

Title :

WOLF

Author :

Heena Park

Ratting :

PG-15

Genre :

Fantasy,Action,Romance,Thriller

Lenght :

Multichapter

Main Cast :

  • Shin Heera
  • Kim Jong In
  • Kris Wu [Wu Yi Fan]
  • Han Sooji

Sunmary :

“Kami mungkin satu klan,tapi ketahuilah bahwa dia lebih berbahaya dan licik”

Recommended Song :

  • Jay Chou [Ye Qu and 夜的第七章]
  • Spica [Painkiller]

Poster :

AudiaJulia @HSG

Author Notes:

Yeay! Part VI gak molor-molor banget kan u.u Selamat menikmati ya ~ Jangan lupa comment xixi

 https://soundcloud.com/arumnarundana/spica-painkiller

WOLF ©2014

 

 

 

Kematian Lucy Kim membuat hampir semua crew menjadi cemas tentang kelanjutan film ini. Apakah bisa diselesaikan atau tidak? Apakah ada orang yang mau menggantikan posisinya atau tidak?

“Apakah ada hal lain yang anda lihat?”

Seorang polisi nampak serius bertanya kepada salah satu crew yang berada di dekat tempat kejadian. Sementara itu Heera berdiri menyandar pada dinding dan mendengarkan pembicaraan mereka sembari menyilangkan kedua lengannya.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Jongin yang tiba-tiba datang berhasil membuat Heera terkejut. Namun untung saja wanita itu cepat mengontrol dirinya sehingga tidak terjadi sesuatu yang memalukan.

“Kau, ku kira siapa. Aku hanya sedang mendengarkan pembicaraan mereka,” Jawabnya lalu menyandarkan kepalanya pada pundak Jongin dan menatap pria itu lemas. Ia berpikiran bahwa hewan yang memangsa Lucy Kim sama dengan hewan yang hampir saja menghabisi nyawanya dan Jongin. Tapi mengapa? Mengapa Jongin berhasil mengalahkan hewan itu sementara Lucy Kim tidak?

“Ada beberapa hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika, Shin Heera,” Jongin bergumam. Ia menunjuk sang polisi dengan jari telunjuknya dan kemudian menyipitkan matanya, “Mereka hanya berpikir sesuai dengan logika. Namun pada kenyataannya di dunia ini bukan hanya memiliki sesuatu yang nyata, namun juga sang legenda yang dikatakan hanyalah mitos ternyata memang benar adanya.”

Heera tidak mengerti akan perkataan Jongin. Ia menggeleng, “Aku tidak mengerti maksudmu,” Selanya.

Jongin meraih tangan kiri Heera dan menggenggamnya erat, “Kau tidak perlu tahu. Yang kau perlukan adalah selalu disisiku dan aku berjanji tidak akan ada hal buruk yang terjadi padamu.”

Legenda? Mitos? Kenyataan? Selalu berada di sisi Jongin dan dia akan selamat? Lelucon macam apa ini? Ia benar-benar tidak mengerti. Jongin berkata seolah-olah dia berasal dari dunia yang sulit diterjemahkan oleh Heera. Sebenarnya makhluk seperti apa Jongin ini? Kenapa ia selalu berkata bahwa Heera akan selamat jika berada di sampingnya? Apa ia terlibat dalam kejadian Lucy Kim?

“Sudah malam, lebih baik kau tidur saja, atau mau tidur denganku?” Jongin menyipitkan matanya dan tersenyum licik.

Buru-buru Heera menggeleng. Sekali saja melakukan hal itu bersama Jongin sudah membuatnya hampir tidak bisa bernapas, apalagi jika harus melakukannya sekali lagi, mungkin ia bisa mati dalam kenikmatan.

“Kalau begitu tidurlah, jangan sampai sakit.”

“Aku ingin pergi ke dapur dulu, aku haus,” Begitu selesai mengucapkan kalimatnya, Heera langsung melepaskan tangannya dari genggaman Jongin dan menepuk lengan pria itu pelan kemudian berjalan ke dapur.

Heera mengambil segelas air dingin dan menyesapnya dengan pelan. Ia mencoba untuk menghilangkan segala perasaan resah dan takut yang menghampirinya. Kematian Lucky Kim benar-benar membuatnya tidak bisa berkutik lagi. Sesungguhnya ada rasa menyesal yang menghampirinya karena telah menerima tawaran bermain dalam film ini.

Matanya yang semula memandang ke arah lorong menuju ke kamar kini beralih ke luar jendela. Tidak sengaja ia melihat bayangan sesosok pria sedang berdiri di balik gelapnya malam dan bermandikan cahaya bulan.

Pria itu tidak memakai atasan, ia hanya memakai celana panjang dan nampak kesakitan. Heera buru-buru menaruh gelasnya dan mengendap di balik pintu keluar. Ia bersembunyi dan mencoba melihat siapa orang bodoh yang malam-malam begini malah bertelanjang dada.

“Arghh!”

Heera bisa merasakan rintihan pria itu. Kedua tangannya mengepal dan Ya Tuhan! Heera tahu siapa pemiliki suara tersebut. Mulutnya ternganga begitu menyadari bahwa Kris-lah yang sedang melakukan hal aneh itu.

Ia melolong dan kemudian terjongkok di tanah. Tangannya menggaruk bumi lalu bangkit sambil berteriak dengan keras. Cahaya bulan yang terang membuat Heera bisa melihat wajah Kris dari samping yang perlahan-lahan berubah. Mulutnya memanjang dan muncul gigi-gigi tajam, telinganya berubah seperti kucing, tangan dan kakinya-pun menjadi berotot dan berkuku tajam, dan yang lebih membuat Heera terkejut adalah seluruh tubuh Kris menjadi berbulu dengan sebuah ekor layaknya srigala.

Setelah tubuhnya berubah seperti itu, Kris berlari dan Heera berusaha untuk mengikutinya dengan hati-hati supaya pria itu tidak menyadari keberadaannya. Ia mengamati Kris yang kebingungan mencari jalan dan sepertinya ia ingin masuk ke hutan. Dan sekarang yang menjadi pertanyaan Heera adalah, makhluk apa Kris itu? Kenapa dia berwujud seperti itu? Apa dia yang menyebabkan kematian Lucy Kim? Apa nanti Kris akan membunuhnya?

Ia berhasil mengikuti Kris sampai di pinggir hutan, namun tiba-tiba Kris melompat ke dalam hutan dan menghilang begitu saja. Heera ingin mengikutinya, namun jika ia tetap berjalan maka bahaya pasti akan datang menerpanya. Terlebih lagi sekarang ia hanya sendirian. Ia tidak ingin besok pagi ada berita ‘Shin Heera Meninggal Dimangsa Binatang Buas’ dan membuat Sooji shock.

Heera hampir berbalik ketika tiba-tiba dua orang pria berdiri tepat di belakangnya. Pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah sang Kepala Desa dan penjaga villa. Mereka menatap Heera cemas.

“Nona, kau tidak apa-apa?” Ujar penjaga villa.

Heera menatap kakinya, “Tidak, aku baik-baik saja ahjussi.”

“Ada yang ingin kami bicarakan denganmu nona,” Sekarang giliran sang Kepala Desa berbicara. Heera mengkerutkan keningnya. Apa yang ingin kedua orang itu bicarakan padanya? Apa ada sesuatu yang sangat penting? Kenapa tidak berbicara dengan Sutradara Baek saja?

 

*****

 

 

Heera terduduk tegang di dalam rumah sang Kepala Desa. Ia bisa melihat ekspresi cemas yang ditunjukkan oleh istri sang Kepala Desa ketika mereka mendengarkan cerita dari penjaga villa tentang apa yang terjadi sebenarnya.

“Legenda mengatakan bahwa suatu hari nanti Ratu kegelapan akan keluar dan dibunuh oleh seorang wanita yang membuatnya bebas,” Ujar sang penjaga villa, “Legenda juga mengatakan bahwa wanita itu akan dikelilingi oleh dua orang penjaga yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.”

Ratu kegelapan? Penjaga? Apa-apaan ini?

“Nona Shin Heera, kami memiliki harapan yang besar padamu. Kaulah yang membuka pintu itu, maka kaulah yang akan mengakhiri semuanya,” Gumam Sang Kepala Desa.

“Kedatanganmu telah menjadi direncakan. Kami lelah hidup dalam teror seperti ini. Semenjak kejadian di Jerman tahun 1812 dimana pertama kali terjadi penyerangan Manusia Srigala terjadi, hampir seluruh warga Greiswalf pindah ke Korea dan menikah dengan orang-orang di sini,” Ia menunjuk bulan purnama, “Mereka selalu muncul dan mencari mangsa ketika bulan purnama. Dan hari ini? Lucy Kim lah yang menjadi korbannya. Namun setelah nona membuka pintu itu, maka korban yang berjatuhan akan semakin banyak. Saya mohon nona, selamatkan kami. Teror ini telah berlangsung selama ratusan tahun. Bukan hanya manusia, namun juga hewan ternak dan bahkan orang yang sedang singgah sebentar di sini-pun menjadi korbannya.”

Heera tidak mengerti. Ia hanya manusia biasa dan tidak memiliki kekuatan sedikitpun, bagaimana mungkin ia bisa melawan makhluk tersebut?

“Aku.. kalian pasti salah, aku tidak mungkin bisa melawan Ratu Kegelapan atau apapun itu,” Bantah Heera.

Sang penjaga villa menggeleng, “Tidak nona, ini adalah takdir. Kaulah yang nantinya akan menyelamatkan kami.”

“Tapi..”

“Nona kami mohon, hanya kau yang bisa melakukannya!”

Hening. Heera menundukkan kepalanya. Ia tidak tahu harus menjawab seperti apalagi. Menolak sepertinya hanya akan menghasilkan sesuatu yang sia-sia. Kedua orang ini sangat yakin bahwa Heera-lah yang akan menyelamatkan mereka. Sedangkan wanita di dekat Kepala Desa. Heera bisa melihat mata wanita itu sangat penuh dengan harapan bahwa Heera akan berjuang.

“Baiklah.. aku akan melakukannya, jika bisa.”

Heera tak percaya mengatakan kalimat barusan. Ada dorongan dalam hatinya yang berkata bahwa ia harus mengatakannya. Ia tidak tahu dorongan macam apa itu. Namun Heera benar-benar yakin bahwa ia tidak salah mengucapkannya.

“Terima kasih nona, terima kasih!” Ketiga orang itu memegang tangan Heera dan menciumnya. Mereka nampak begitu bahagia dan dipenuhi harapan sekarang. Namun Heera? Dia tidak tahu apakah sekarang ia harus berharap atau pasrah terhadap keadaan.

“Tapi… sebenarnya makhluk apa Yifan itu?” Heera bergumam kecil. Ia seperti bertanya pada dirinya sendiri.

“Maaf?”

Ia menatap penjaga villa dengan lekat, “Apa… apa ahjussi tahu siapa Yi-bukan maksudku Kris Wu. Siapa dia sebenarnya?”

Sang penjaga villa mendecakkan lidahnya dan menatap sebentar Kepala Desa lalu kembali memandang ke arah Heera, “Awalnya ku kira dia manusia biasa,” Ia berhenti sebentar, “namun setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Bapak Kepala Desa tentang kejadian tadi sore. Saya baru tersadar bahwa Mr. Wu adalah werewolf.”

“Werewolf?”

“Werewolf adalah bentuk Manusia Srigala yang jahat dan biasanya merupakan kutukkan. Seperti yang saya katakan tadi, teror Manusia Srigala di Jerman dimulai pada tahun 1812 dan diperkirakan teror tersebut dilakukan oleh suami dari Ratu Kegelapan. Werewolf ini akan berubah wujud pada malam bulan purnama dan mencari mangsa. Namun kejadian tadi sore, sepertinya adalah perbuatan dari Ratu Kegelapan. Sedangkan Mr. Wu masih berada pada taraf paling bawah dari klan Werewolf. Ia masih bisa mengontrol diri, namun bagi werewolf yang sudah berada pada tingkatan paling atas, mereka bisa hampir setiap hari membutuhkan darah untuk hidup. Werewolf ini bisa berwujud Srigala berbadan tegak, bisa juga bertubuh srigala penuh. Mereka biasanya berubah menjadi srigala penuh ketika sedang bertarung atau dalam keadaan yang menyudutkan mereka.”

Sekarang otak Heera dipenuhi pertanyaan. Penjelasan dari penjaga villa membuatnya menjadi semakin penasaran pada apa yang sebenarnya diinginkan Kris, dan apakah ia memiliki modus lain dalam pembuatan film ini? Dan apa yang sebenarnya terjadi pada Jongin dan Kris? Mereka terlihat sama-sama dingin, namun bermusuhan.

Heera yakin, pasti ada sesuatu yang tidak beres antara mereka berdua. Ia bisa melihat kilatan benci yang selalu muncul ketika keduanya sedang bersama. Namun kenapa mereka bekerja sama dalam satu film?

 

 

*****

 

 

Kris masuk ke hutan dengan keadaannya yang sudah menyerupai werewolf. Ia berlari kencang ke arah selatan dan menyeberang sungai yang dikatakan sebagai batas antara manusia dan dunia srigala. Matanya tersilaukan oleh sebuah cahaya merah yang sepertinya terdapat tidak jauh dari tempatnya sekarang. Ia menghampiri cahaya itu dan melihat sesosok wanita bergaun hitam dengan warna mata yang menyala.

“Oh Kris, akhirnya kau datang juga,” Wanita itu menepuk-nepukkan kedua tangannya. Senyumannya melebar, “Jae, redupkan cahaya yang kau keluarkan, dia sudah datang,” Lanjutnya. Ia memandang seekor srigala yang berdiri di atas batu.

Tidak. Mereka tidaklah sama dengan Kris. Ada dua jenis manusia srigala di sini. Yang pertama adalah werewolf, dimana ia bisa menjadi srigala penuh ataupun tetap berbadan tegak namun rupanya menyerupai srigala. Sedangkan yang kedua adalah wolf, ia hanya bisa berubah wujud menjadi srigala penuh. Klan mereka berada di bawah werewolf.

“Apa yang kau mau? Kenapa kau membunuhnya?” Kris mengeluarkan amarahnya. Ia tidak mengira bahwa sang Ratu Kegelapan akan mengambil korban secepat itu.

“Karena kau tidak memperbolehkanku untuk mengambil nyawa Heera, jadi aku akan mengambil nyawa satu persatu crew-mu.”

“Kau sudah gila! Aku tidak akan pernah membiarkanmu mengambil nyawa Heera atau bahkan hanya mendekatinya! Kau takut bukan jika dia benar-benar mengalahkanmu dan kutukanku ini akan berakhir?”

Ratu Kegelapan menarik salah satu ujung bibirnya, “Aku sang Ratu Kegelapan tidak akan pernah takut pada manusia lemah seperti dia. Sebuah legenda bodoh yang hanya dikarang oleh orang-orang bodoh itu tidak akan pernah bisa terwujud, yang ada nantinya akulah yang membunuh Heera dan menyempurnakan keabadianku.”

Wanita itu terlalu yakin. Kris benar-benar tidak habis pikir bahwa ia harus mendapat kutukan dari wanita srigala yang berpredikat sebagai Ratu Kegelapan tersebut.

“Aku bersumpah bahwa kau tidak akan pernah bisa mendapatkannya, karena dia berada dalam lindungan dua srigala!”

Dua srigala? Kris dan… Baiklah. Sesungguhnya Kris tidak ingin mengucapkan kalimat tersebut. Ia tidak ingin berkompromi dengan pria yang telah merebut Heera darinya sekarang.

“Dua srigala bodoh yang berusaha melindungi mangsanya. Benar-benar menyedihkan.”

“Mangsa bukanlah mangsa, jika pada kenyataannya sang srigala telah dikalahkan hatinya oleh orang yang dikatakan mangsa tersebut.”

“Apa maksudmu Kris Wu?!”

 

 

*****

 

 

Heera memijit pelan pelipisnya. Kepalanya benar-benar pusing sekarang. Semua berita yang ia dapat kemarin membuat hatinya tiba-tiba memiliki rasa takut. Jika benar ia adalah orang yang akan mengakhiri keliaran dari manusia srigala tersebut, seharusnya ia memiliki kekuatan atau apapun itu yang bisa membuatnya menang melawan hewan jadi-jadian itu.

Namun dirinya hanyalah seorang manusia biasa yang bahkan tidak tahu apa kelebihannya. Ia hanya bisa bergantung pada Sooji dan Jongin. Tanpa kedua orang tersebut Heera tidak mungkin bisa melewati hari-hari yang susah ini. Tapi tunggu, sebenarnya bukan hanya Sooji dan Jongin yang membantunya, namun juga Kris. Ia tidak ingin mengakui hal itu karena pada kenyataannya dalam hati yang paling dalam Heera masih menyimpan banyak kebencian pada apa yang dilakukan oleh Kris.

“Heera kau baik-baik saja?”

Sooji yang muncul dari balik pintu kamar mandi sembari mencoba untuk mengeringkan rambutnya itupun menghampiri Heera dengan wajah khawatir.

“Apa terjadi sesuatu?” Tanya Sooji lagi. Ia menempelkan telapak tangannya pada kening Heera dan benar, gadis itu memiliki suhu tubuh yang tinggi, sepertinya ia demam.

“Oh God, kau kenapa Heera? Cepat berbaringlah aku akan mencarikan obat untukmu,” Sooji menuntun tubuh Heera untuk tidur di ranjang dan kemudian mengambil air dingin beserta sebuah sapu tangan untuk dikompreskan pada kening sahabatnya.

“Kau tidak perlu membeli obat, aku hanya sedikit demam,” Sergah Heera. Ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Sooji jika ia tetap pergi meninggalkan villa. Ia takut akan ada manusia srigala yang menyerang Sooji ketika berada di jalan.

“Kau tidak perlu mengkhawatirkanku Shin Heera, kau lah yang seharusnya di khawatirkan.”

“Tapi Sooji kejadian Lucy kemarin..”

Sooji membelai lembut lengan Heera, “Baiklah, aku akan pergi dengan seseorang sehingga kau tidak perlu khawatir. Aku akan panggilkan Jongin untuk menemanimu di sini,” Sooji bangkit dari duduknya kemudian pergi memanggil Jongin yang entah sekarang dimana.

Sementara Sooji baru saja keluar dari kamarnya, seseorang masuk dengan masih memakai baju sehabis mandi.

Jantungnya berdebar cepat sekarang. Pria yang dibencinya dan tidak pernah membuatnya takut kini telah berubah menjadi bayang-bayang mimpi buruk bagi Heera. Suatu kenyataan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. Kris adalah werewolf dan itu berarti Kris bisa memangsanya kapan saja.

“Apa yang kau inginkan?” Suaranya gemetar. Heera berpindah sedikit dari tempatnya sekarang.

Melihat ekspresi Heera yang nampak ketakutan, Kris mengkerutkan keningnya. Tidak biasanya Heera bersikap seperti itu padanya, “Ada apa denganmu? Aku tidak pernah melihatmu begitu ketakutan.”

“Aku tidak ketakutan.”

Heera mencoba menelan ludah karena kerongkongannya kini benar-benar terasa kering. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ia memang sedang ketakutan sekarang.

“Ah, apa kau sudah bertemu dengan penjaga villa? Apa yang dia katakan padamu?” Suara Kris berubah meninggi, ia seperti sedang menahan emosi sekarang.

Heera menggeleng, “Kau tidak perlu tahu akan apa yang telah mereka katakan.”

“Aku tidak perlu tahu? Tapi kau sudah tahu semuanya?” Kris naik ke ranjang Heera dan menarik tubuh gadis itu sambil menjambak rambutnya, “Katakan, siapa diriku sebenarnya?”

Perlakuan Kris sekarang benar-benar membuat Heera takut. Monster itu berjarak tidak jauh darinya dan pasti dengan mudah ia bisa membunuh Heera.

“Katakan Shin Heera! Siapa aku sebenarnya?”

Mulutnya gemetar. Heera bisa merasakan keringatnya menetes ketika Kris semakin mendekatkan mulutnya pada kulit Heera. Ia tidak bisa membuat Kris semakin marah dan mengorbankan nyawanya sia-sia, “Kau…. werewolf..”

Kris tersenyum puas. Ia melemparkan Heera begitu saja hingga tubuh gadis itu menabrak sebuah meja kecil di samping ranjang dan kesakitan.

“Benar, kau sudah tahu semuanya, kau sudah tahu apa yang akan aku lakukan padamu jika kau tidak mengikuti keinginanku bukan?”

Dakk!

Sesuatu menabrak tubuh Kris hingga pria itu terpental ke lantai. Jongin berdiri di ambang pintu sembari menahan kemarahannya. Ia melihat semua hal yang dilakukan Kris pada Heera dan ia benar-benar tidak tahan sekarang.

“Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh Heera sedikitpun,” Jongin maju dan menarik Kris dari lantai kemudian melayangkan sebuah pukulan tepat di hidung Kris hingga mengeluarkan darah.

Kris tertawa hampa, “Srigala yang sedang menyakiti srigala. Lucu sekali,” Ujarnya pelan.

Srigala?

Heera menatap Jongin yang kini sedang terpaku dengan tangan kanan mengepal dan hendak memukul Kris lagi. Apa maksud Kris barusan? Srigala yang menyakiti srigala?

“Tutup mulutmu Kris, kau lebih menjijikkan dariku keparat!”

Jongin kembali melayangkan pukulan terhadap Kris. Namun pria itu bangkit dan berganti mencekik leher Jongin lalu memojokkannya ke dinding, “Tunjukkan siapa dirimu sekarang Jongin. Tunjukkan.”

Jongin menggeleng dengan susah payah sambil berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Kris, “Tidak, aku tidak akan pernah melakukannya di depan Heera.”

Kris semakin menekan leher Jongin hingga pria itu tidak bisa bernapas. Perlahan-lahan wajahnya dan matanya memerah. Bulu-bulu tumbuh lebat dari pergelangan tangan Jongin, Kris tertawa semakin keras. Ia menengok ke arah Heera yang sekarang sedang ketakutan melihat Jongin seperti itu.

“Arghh!”

Kris melepaskan tangannya dari leher Jongin. Pria itu terjatuh ke lantai dan berubah menjad srigala. Ia mengeram dan kemudian melolong dengan keras sehingga mungkin seluruh orang yang berada di villa bisa mendengarnya.

“Dan sekarang kau tahu, kau jatuh cinta pada orang yang salah Shin Heera.”

Heera menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Ia tidak tahu harus percaya atau tidak pada apa yang baru saja ia lihat. Dua orang pria yang berada di sekelilingnya adalah monster, dan yang lebih menyedihkan adalah ia jatuh cinta pada salah satu monster tersebut.

 

 

To Be Continued

Iklan

61 pemikiran pada “WOLF Part VI

  1. iyahh ilahh kenapa harus TBC di saat seperti ini
    bener2 akhhh lagi serius2 baca eh tau nya TBC

    di tunggu yah thor kelanjutan nya

    ini bener2 seru dan bikin penasaran sama ke lanjutan nya

  2. ,, woahhhh makin keren aja chinggu, akhirnya udah mulai terkuak deh satu persatu yg bkin sya bingung, benaran nih heera jatuh cinta sama jongin?? Smpai ngelakuin itu,, ckck,, gak apa2 deh gua tetap dukung,, hoho apkh heera akan tetap cinta sma jongin stelah liat dia brubah??

  3. akhirnya terjawab sudah rasa penasaran+dugaanku, mreka berdua sama” werewolf, dan Kris yg lbh ngeri…tp skrg jd ikut bingung sm Heera, gmn caranya ngalahin itu ratu kegelapan? trus yg jaga Heera slama ini Jongin sm Kris?
    next chapter ditunggu ya~^^

  4. Ohhhh Myyy Tooo Theee GODDDDD!!!!!
    DAMN!!! sumvehhhhh certa ini mkinnnnn kerennn sangattt!!!!! Aq ska certa yg kyak giniii…

    Seruuuu abisss
    #mianalay 😀

    Qq tunggu klnjutannyaaaaa~

  5. Wah thor kalau heera ngalahin yang ratu kegelapan itu berarti kris udah gajadi serigala lagi dong?
    Yaampun-_- eh itu sooji pergi sendirian lagi jangan2-_- hati2 ya :”)
    Kai sama kris bener2 ya berantem mulu-_- gpp dah heera,kalau wolfnya baik kaya kai mah gpp/? =))
    Next2 😀

  6. Di tunggu chap selanjutnya ya~
    Berati yg bakal ngelindungin heera pas ngalahin ratu kegelapan kai sama kris dong .-.
    Lah heera nya ngalahin nya gimana dong .-.

  7. Waaa.. hee ra udah tau kalo kris sm jongin itu warewolf, nanti hee ra bakal gimna yaa? Jangan bikin dia takut sm jongin ya thor, pkoknys jongin sm hee ra nggaboleh pisah 😦 penasaran jg sm usahanya hee ra buat mslh ini.. lanjuut nee 🙂

  8. Woaaa makin seru thor ^_^

    Jadi yang di bebasin Heera itu Ratu Kegelapan toh, dan jadi Kris itu kena kutukan, Kris ga sepenuhnya Werewolf? Tapi kalo Kris kena kutukan apa Jongin juga? atau Jongin emang benar benar werewolf?

    Setelah Heera tau siapa Jongin apa dia masih mau dekat dekat sama Jongin? atau mereka putus gitu aja?

    Dan kenapa Kris bisa kena kutukan thor?
    Penasaran sama chap berikutnya. Next chapter aku tunggu thor.

    Keep writing 🙂

  9. wahhh makin seru nihh yah.. kadang suka kagak ngerti ama si Kris -_- kadang baik,kadang jahat.. trus bgmana tuhh heera setelah liat si jongin berubah?? nyesel kah ggra dia wolf?? yaelahhh penasaran banget gue :3 cepet dilanjut yahh kak 😉

  10. kurang panjanggggggg,,,, akhhhhh kris mag gtu,,,,kan heera jd takut sma jong in???? dn klo mrka sma2 werewolf knp mrka musuhan???? jd sapa dsni y jahat???? semoga jong in enga!!!! hehhehe hidup dehh buat jong in dn heera ahhahah,,,,
    akhh it tbc dr awal2 chap yakkkk najebnya pas bngettt dehhhh,,,kn jd penasaran sma hubungan klnjutan heera sma jong in!!!!! sumpahhh asikkkk bner bacanya hehehhe selain alurnya pas,,,,romansa2 mrka jg ngena q suka hehhehehe

  11. udah duga kalo jongin juga srigala jadi ga terlalu aneh bacanya. kasian heera pelindungnya malah ga akur gitu ckck kris sebenernya baik kan ya? kadang bikin bingung deh itu org ckck di tunggu next chapternya 🙂

  12. daebakkk,,,ini cerita tambah menarik aja ^_^
    sukaaaaa….
    cerita di akhirnya menegangkan chingu,,bikin nahan napas,,,,hehehe…
    ditunggu lanjutannya ya 🙂
    ini bacanya kaya nonton pelem,,,terus bersambung deh,,,,hehehe…
    gomawoyo…

  13. kurang panjanggggggggggggggggggggggggggggg 😀

    asik asik udah dimulaiiii wkwk,,,buat ke part selanjutnya siapin popcorn .g

    atuhlah jongin kasep pisan ahh,,jongin gk mau nunjukin didepan heera atulah kereennn.idaman bgt .g

  14. Well well gw udh curiga ama mereka berdua, dan lihat trnyata mereka berdua werewolf ha #smirk

    Dan heera apa dia matenya jongin? Kasian ya kris, cinta bertepuk sebelah tangan

    Kalo emg legenda itu bener, brarti heera d lindungin ama kris n jongin kan ya?
    Lagian gimana ceritanya heera bsa dilindungin sma kris n jongin?
    Apa ada kriteria tertentu yg nyebabin kenapa bsa heera yg jadi wanita trpilih itu?

    Ahhh gegana gw baca ni cerita #tepokjidat #pijetjidat

  15. Btw, kejadian 1812 itu ramon mati ya?
    -ramon bukan sih namanya? Gw lupa-

    Gw kira jongin itu sebelumnya ramon yg hidup abadi loh ahahaha #imajinasi

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s