[ BTD – Baekhyun Vers ] Unforgiving Love [1/2]


unforgiving love

 

 

 

Title : Back To December; Baekhyun Version – Unforgiving Love

Author : Heena Park [@arumnarundana]

Lenght : Twoshoot [1/2]

Ratting : PG

Genre : Romance

Main Cast :

-Byun Baekhyun

-Samantha Hailey

-Ahn Jaehyun

Author Notes :

Ya Hallu! Akhirnya aku balik bawa Back To December The Series. Nah yang special, kali ini di versi Baekhyun aku bikin Twoshoot karena terlalu panjang kalo dijadiin oneshoot hehe._.V . Oh iya, sebenarnya awalnya judul FF ini bukan Unforgiving Love tapi Wrecking Ball, eh tiba-tiba ngerasa kalo judulnya gak cocok, padahal udah request cover blablabla, dan malah diganti jadi judul yang sekarang ini hehe, akhirnya covernya bikin sendiri deh._. Last, enjoy dear~

 

 

 

https://soundcloud.com/arumnarundana/suzy-of-miss-a-dont-forget-me

 

 

 

 

 

 

Baekhyun menyesap secangkir moccacino panas beraroma daun mint. Matanya sibuk membaca sebuah buku berukuran besar yang mungkin hanya sanggup dibaca oleh orang-orang rajin saja.

Perhatiannya pada buku tersebut terhenti ketika seorang gadis berambut ikal dan panjang duduk tepat di depannya. Tidak, gadis itu bukanlah kekasih Baekhyun. Ia adalah sahabat Baekhyun yang berusia dua tahun lebih muda darinya.

“Jadi apa lagi?” Baekhyun menutup bukunya dan menyilangkan kedua lengannya di atas meja.

Sena mengambil moccacino Baekhyun dan menyesapnya sedikit. Tentu saja hal itu membuat Baekhyun geram. Gadis ini selalu bersikap semaunya sendiri.

“Ya! Kwon Sena,” Geram Baekhyun. Ia kembali menarik moccacino-nya dari tangan Sena, “Kau pesanlah sendiri jika ingin minum, biar aku yang bayar,” Tambahnya.

Sena menyungginkan senyum khasnya namun sedetik kemudian ia menggeleng dan kembali memasang wajah cemberut, “I’m not important for him anymore.”

“Tao?”

“Hmm..”

Baekhyun menggaruk kepalanya dan membasahi bibirnya, “Jadi, apa yang membuatmu berpikir seperti itu?”

“Dia tidak menghubungiku selama tiga hari, dan aku yakin dia pasti bersama dengan gadis lain.”

Mendengar jawaban Sena, Baekhyun jadi teringat pada salah satu sifat gadis di depannya tersebut, yaitu gadis ini selalu memutuskan sesuatu yang belum tentu benar. Dan sekarang hal itu terulang lagi.

“Cobalah menghubunginya terlebih dahulu dan tanyakan apa yang terjadi.”

“Aku yakin dia tidak akan membalas pesanku ataupun mengangkat telfonku.”

Baekhyun mendesah berat dan mengacak-acak poni Sena yang sudah mulai panjang, “We will never know the real answer, before you try.”

“Ah..”

“Ayolah Kwon Sena, kau harus mencoba.”

“Tapi dia—“

Perhatian Baekhyun tiba-tiba teralihkan pada seorang gadis yang baru saja masuk ke cafe bersama dengan dua orang pria. Seorang gadis yang sepertinya bukan berasal dari Korea dan dua orang pria berwaja mirip. Mungkinkah dua orang pria itu kembar? Mungkin saja—

Gadis itu nampak tidak senang, wajahnya sayu dan selalu menunduk. Mereka duduk di bangku paling ujung yang tidak terlalu jauh dari tempat duduk Baekhyun sekarang. Mungkin jika di lihat dari wajahnya, wanita itu berusia sama dengan Baekhyun, tapi entahlah. Wajah bisa berbohong bukan?

“Ya! Byun Baekhyun kau tidak mendengarkanku?” Omel Sena. Sepertinya gadis itu sadar jika Baekhyun tidak mendengarkannya dan malah memperhatikan orang lain.

Baekhyun menutup kedua daun telinganya, “Kau ini bisakah bersifat lebih lembut? Panggil aku oppa, aku kan lebih tua darimu,” Ujarnya kemudian mengusap-usap daun telinganya, “aku mendengarkanmu, hanya saja tiba-tiba apa yang kau ceritakan menghilang begitu saja karena kau berteriak barusan.”

Sena merajuk dan menggertakkan giginya, “Alasan, dasar menyebalkan.”

 

 

*****

 

Hujan turun terus-menerus selama beberapa hari ini. Baekhyun memandang dari balik jendela kaca kampus sambil sesekali melirik dosennya yang sedang mengajar. Dari atas terlihat sebuah mobil sedan hitam masuk ke area kampus dan berhenti tepat di depan pintu masuk. Tidak lama kemudian keluar seorang gadis bermantel hitam bersama dengan dua orang pria di belakangnya. Baekhyun menyipitkan matanya, ia seperti pernah melihat gadis itu sebelumnya namun entah dimana.

Mr. Ahn tiba-tiba menghentikan pelajarannya dan segera keluar dari kelas, membuat beberapa mahasiswa bingung. Begitupula Baekhyun. Ia tak mengerti apa yang sedang terjadi di sini. Namun pertanyaan itu terjawab ketika sepuluh menit kemudian Mr. Ahn kembali masuk bersama dengan gadis di belakangnya.

“Dia adalah mahasiswi baru di sini.” Ujar Mr. Ahn sambil menunjuk gadis di sampingnya, “Can you introduce your self?” Tambahnya.

Gadis itu mengangguk dan maju satu langkah, “Hai.. My name is Samantha Hailey. You can call me Sam or anything you want. I’m from California.”

“Can you speak Korean?” Ujar seorang mahasiswa laki-laki yang tiba-tiba mengajukan pertanyaan.

Sam menghela napas, “Sedikit.” Jawabnya pendek.

“Baiklah, perkenalannya sampai di sini saja. Samantha kau bisa duduk bersama dengan pria berkaca mata pada bangku paling belakang.” Ujar Mr. Ahn dan menyunggingkan sebuah senyum manis pada Samantha, namun gadis itu tidak membalasnya. Ia hanya memasang raut wajah kesal dan pergi menjauh dari Mr. Ahn kemudian duduk di samping Baekhyun.

Menyadari anak baru itu duduk di sampingnya, Baekhyun segera mencoba memperkenalkan diri sebagai teman baru yang baik, “Hai..”

Sam menengok tanpa ekspresi.

Mendapati Sa seperti itu, Baekhyun meringis, “Aku Baekhyun, kau Samantha?”

“Kau sudah mengetahui namaku tadi bukan.”

“Ah, baiklah, lupakan. Ku harap kita bisa berteman baik.”

“I’m not a good friend.” Sam mengalihkan pandangannya ke depan namun tertunduk.

“Maksudmu?” Baekhyun bertanya tak mengerti.

“Ya! Byun Baekhyun, berhenti mengganggu Sam dan perhatikan mata kuliah saya!” Mr. Ahn tiba-tiba berteriak dan memarahi Baekhyun. Ah, kenapa orang itu hari ini sensi sekali? Batin Baekhyun dalam hati.

 

 

*****

 

Respon pertama Sam pada Baekhyun memang tidak terlalu bagus. Dia kelihatan seperti gadis yang dingin dan pemarah. Namun siapa yang tidak tahu akan sifat Baekhyun yang selalu berusaha untuk dekat dengan orang walaupun orang itu selalu bersifat buruk padanya. Baekhyun bukanlah tipe orang yang hanya karena mendapat sekali penolakkan langsung mundur begitu saja, apalagi Sam adalah teman duduknya sekarang. Maka dari itu ia harus selalu mencoba untuk mengerti Sam dan mencari celah untuk bisa akrab dengan wanita itu.

Sam bukanlah gadis yang gampang berinteraksi dengan orang asing, sudah Seminggu sejak kepindahannya dan Baekhyun masih tetap mendapatkan perlakuan yang sama seperti saat pertama kali mereka berbicara. Wajah yang datar, jawaban yang singkat, dan hal lainnya yang lebih menyebalkan lagi.

Namun ada satu hal yang membuat Baekhyun begitu terpesona pada Sam. Gadis itu sangat pintar menggambar dan bermain biola. Sam sering menggambar beberapa obyek ketika ia sedang bosan dan tidak memperhatikan dosen. Baekhyun juga pernah memergoki Sam tengah asik bermain biola ketika semua mata kuliah telah usai. Ia duduk pada pinggiran meja serta menghadap ke jendela dan memainkan biolanya dengan begitu indah. Tapi Baekhyun tidak pernah menyinggung soal itu di hadapan Sam. Ia hanya cukup diam dan menikmatinya saja.

 

 

*****

 

 

Baekhyun berjalan lemas melewati koridor kampus yang sepi. Ia benar-benar tidak enak badan hari ini, ditambah lagi ia harus mengerjakan tugas yang sudah menggunung sehingga ia baru pulang sekitar jam 10 malam. Matanya sayu dan ingin sekali menutup kemudian tidur dengan nyenyak di kasur yang empuk.

Namun jalannya tiba-tiba terhenti ketika melihat bayangan seorang pria dan wanita sedang mengobrol di dalam ruangan dosen. Baekhyun mengendap dan terkejap begitu mengetahui siapa yang ada di dalam sana.

“Kau tidak bisa terus menjauh dariku dan bersikap seperti itu pada teman-temanmu,” Ujar seorang pria yang kini sedang menggenggam tangan kanan gadis di depannya.

“Aku hanya belum terbiasa,” Jawab gadis itu murung.

Pria itu menarik sang gadis dalam pelukkannya dan menepuk-nepuk punggungnya, “Kau harus mulai membiasakannya baby, di sinilah kita akan hidup nanti,” Pria itu melonggarkan pelukkannya dan menatap gadisnya lekat-lekat, “Aku percaya kau bisa memperbaiki sikapmu,” Sambungnya sambil tersenyum.

Mendengar perkataan pria di depannya, sang gadis hanya menunduk dan membentuk bibirnya menjadi layaknya bulan sabit, namun terlihat masam. Ia tidak senang dengan apa yang baru di dengarnya tadi.

“Aku mengambil tas dulu di locker dan setelah ini aku akan mengantarmu pulang, mengerti?”

Gadis itu mengangguk dan membiarkan pria tadi berjalan melewatinya untuk mengambil tas. Tanpa sengaja ia menengok ke kanan dan betapa terkejutnya ia mendapati Baekhyun sedang berdiri di dekat pintu sambil memasang tampang curiga. Mengetahui gadis itu memergokkinya sedang menguping, Baekhyun buru-buru berlari dengan kencang sebelum gadis itu mengejarnya.

Dan benar, ketika ia sampai di parkiran, terlihat gadis itu telah sampai di lobi kampus dan sedang melihat ke sana – ke mari mencari keberadaan Baekhyun. Untung saja ia cepat pergi tadi. Jika tidak maka keadaan akan menjadi berbahaya.

 

 

*****

 

 

Baekhyun tidak tahu apa yang akan terjadi padanya sebentar lagi. Apakah Sam akan menjadi semakin benci padanya atau Mr. Ahn akan mengancamnya karena kejadian kemarin. Dengan perasaan yang campur aduk, Baekhyun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kelas dan tiba-tiba saja jantungnya berdebar kencang ketika melihat Sam telah duduk di bangku dengan memasang tampang dingin seperti biasanya.

Baekhyun mencoba untuk bersikap sewajar mungkin dan seolah tidak terjadi apa-apa. Ia duduk begitu saja di samping Sam dan mengeluarkan bukunya.

Sesekali Baekhyun melirik Sam. Gadis itu tidak memberikan tanda-tanda bahwa ia ingin menginterogasi Baekhyun ataupun semacamnya. Sebenarnya gadis macam apa dia ini? Aneh sekali.

Namun ketika Baekhyun mengembalikan pandangannya pada buku yang kini terbuka di mejanya, tiba-tiba Sam berdehem dan mengeluarkan suaranya, “Ternyata kau selain banyak bicara juga suka mencampuri urusan orang lain ya,” Ujar Sam. Ia memasang senyum dingin di wajahnya.

Baekhyun menatap Sam kembali, “Apa maksudmu?”

“Aku tahu kau mengerti.”

Baekhyun mendesah berat dan menutup bukunya, “Kejadian kemarin?” Ia menatap Sam lekat-lekat dan berkata dengan tegas, “Aku bersumpah bahwa kemarin aku tidak sengaja mendengarkan percakapan kalian. Lagipula siapapun pasti akan melakukan hal yang sama denganku jika melihat seorang dosen dan mahasiswi sedang berada di dalam ruangan dosen ketika malam hari. Bahkan mungkin jika orang lain yang melihat kalian, bisa saja mereka berpikir sesuatu yang tidak-tidak.”

Sam mendengus. Ia baru saja ingin membuka mulutnya, ketika tiba-tiba pintu terbuka dan tak lama kemudian masuklah Mr. Ahn, “Kalau saja dia tidak datang saat ini,” Gumam Sam lalu sedetik kemudian memalingkan pandangannya dari Baekhyun yang dibalas dengan gelengan tidak mengerti oleh pria di sampingnya tersebut.

Sepanjang pelajaran berlangsung tidak ada interaksi apapun antara Sam dan Baekhyun. Dari pagi hingga sore mereka hanya duduk dalam bangku yang sama dan mengikuti pelajaran sebagaimana semestinya dan tanpa memperdulikan satu sama lain. Tidak, sebenarnya Sam yang tidak memperdulikan Baekhyun, namun Baekhyun? Ia adalah orang yang selalu perduli terhadap orang lain entah bagaimana sikap orang tersebut padanya.

Ketika jam pelajaran telah usai dan Baekhyun hendak berjalan menuju mobilnya, tiba-tiba lengan kanannya ditarik dan seolah menyuruhnya untuk berhenti saat itu juga. Baehyun berbalik dan melihat Sam dengan napas terengah-engah tengah mencengkeram lengannya dengan erat.

“What?” Baekhyun menarik tangannya dari Sam

“Tentang hal kemarin, ku harap kau tidak memberitahukannya pada siapapun,” Pinta Sam. Ia menengok ke belakang dengan pandangan ke atas dan terlihat Mr. Ahn sedang berdiri di balik jendela sambil mengamati mereka berdua, “Aku hanya meminta ini padamu,”

Baekhyun menggeleng tak mengerti, “Kenapa aku harus menyembunyikannya?”

Sam menggigit bibir bawahnya kasar, “You don’t know what I feel, Byun Baekhyun.”

“I’ll understand if you tell me, Samantha Hailey.”

“But I can’t..”

“Why?”

“I just can’t.”

Baekhyun hendak menjawab perkataan Sam, namun sepertinya wanita itu ingin segera mengakhiri pembicaraan. Ia memalingkan wajahnya dari Baekhyun dan berbalik membelakangi pria itu, “Ku harap kau bisa mengabulkan permintaanku, Byun Baekhyun,” Ujarnya kemudian berjalan meninggalkan Baekhyun.

 

*****

 

Semenjak kejadian Sam memohon kepada Baekhyun agar ia tak memberitahukan kepada siapapun soal malam itu, entah kenapa Sam menjadi jarang masuk kuliah dan semakin sering menghembuskan napas berat. Sebenarnya Baekhyun juga tidak berniat menyebarkan tentang kejadian dimana Sam berada dalam satu ruangan bersama dengan Mr. Ahn dan melakukan beberapa gerakkan mesra layaknya pasangan kekasih. Oh tidak, jika dipikir-pikir lagi sepertinya mereka memang pasangan kekasih atau entahlah—

Perubahan sikap Sam yang menjadi semakin pendiam dan tidak bersahabat membuat Baekhyun semakin gemas untuk mengetahui sebenarnya ada apa antara Sam dan Mr. Ahn. Ia bukannya ingin mencampuri urusan orang lain, namun ada suatu hal yang benar-benar membuat Baekhyun tertarik pada persoalan ini.

 

*****

 

Baekhyun baru saja memakai jam tangannya dan hendak pergi ke Supermarket untuk membeli beberapa makanan kecil, namun matanya menangkap sang kakak sedang duduk lemas di sofa sambil memegangi pelipisnya.

“What’s wrong?” Baekhyun duduk di samping kakaknya dan menatapnya penuh perhatian

“I just tired..,” Ia menggeram dan membalas tatapan Baekhyun, “Aku harus terbang ke Cina nanti malam. Kau tidak apa-apa kan kalau sendirian di rumah?” Tanya kakaknya.

Baekhyun tertawa hambar. Ia bukan anak kecil yang harus di khawatirkan jika tinggal di rumah sendiri. Lagipula usianya sudah menginjak 22 tahun—Suatu hal yang lucu jika ia takut untuk tinggal di rumah sendirian.

“Ayolah nuna, aku ini sudah berusia hampir 22 tahun. Kau bisa percaya padaku,” Jawabnya meyakinkan.

Byun Geumhe menepuk pundak Baekhyun, “Sebenarnya aku tidak pergi nanti malam. Ya, maksudku aku akan pergi 30 menit lagi ke kantor dan kemudian menyiapkan semua data untuk terbang ke Cina dan bertemu Mr. Wu,”

“Mr. Wu?”

“Ya, seorang pria muda yang sukses dan ah, dia adalah seorang single parent,”

“Kau berniat untuk menarik perhatiannya?”

Geumhe tertawa tanpa ekspresi lucu sedikitpun, “Kau bercanda? Aku tidak akan menghabiskan waktu mudaku untuk mengurus anak Byun Baekhyun.”

“Kau sudah tidak muda nuna.”

Ekspresi wajah Geumhee berubah begitu mendengar perkataan Baekhyun bahwa ia sudah tidak muda lagi. Baiklah, Geumhe sudah berusia 28 tahun. Namun siapa yang bisa menebak usianya setua itu jika dandanannya masih seperti seorang remaja yang baru saja memasuki Universitas? Rambutnya di cat coklat, wajah yang kelihatan seperti anak berusia awal 20 tahunan, suara yang imut, dia benar-benar seperti anak kecil.

“Ah sudahlah, kau merusak moodku saja, sana pergilah. Sepertinya kau ingin keluar,” Gumam Geumhe menyuruh Baekhyun untuk menjauh darinya.

Baekhyun meringis dan teringat pada niatnya untuk membeli beberapa makanan kecil di Supermarket. Ia bangkit dari sofa dan melambaikan tangan pada kakaknya kemudian melajukan mobilnya ke Supermarket yang berjarak cukup jauh dari rumahnya.

Begitu sampai di Supermarket, Baekhyun langsung memakirkan mobilnya dan berjalan masuk. Tapi seseorang menarik perhatiannya. Di meja bulat dengan payung dan dua buah meja yang terletak di depan Supermarket, seorang gadis sedang tertidur di sana dengan sebuah cup ramen di sampingnya.

Baekhyun mendekati gadis itu dan mencoba mengamati wajahnya yang tertutup poni. Matanya menyipit. Ia seperti pernah melihat gadis ini sebelumnya karena posturnya tidak asing baginya.

Tiba-tiba gadis itu mengangkat wajahnya dan mengigau sehingga Baekhyun bisa melihat wajah dari gadis tersebut.

“Ya Tuhan!”

Baekhyun menaikkan alisnya begitu menyadari bahwa gadis yang sedar tertidur itu adalah Sam. Balutan jaket hitam, celana jeans, rambut yang acak-acakkan membuat Baekhyun sulit mengenali gadis itu. Tapi, sedang apa gadis ini? Kenapa ia bisa tertidur di tempat seperti ini?

Baekhyun mencoba untuk menghilangkan semua persepsi negatif yang muncul begitu saja dalam benaknya. Demi apapun, Sam adalah orang baik, dan tidak mungkin ia melakukan tindak kejahatan atau apapun.

Akhirnya Baekhyun memilih untuk duduk di kursi yang berseberangan dengan Sam dan memandangi gadis tersebut. Ia bisa melihat garis lelah yang begitu tergambar jelas di wajahnya. Sam, si mahasiswi baru dengan seribu hal misterius yang membuat Baekhyun sangat tertarik untuk mengetahuinya lebih dalam, kini sedang tertidur pulas di depan matanya dan sungguh, Baekhyun memiliki penglihatan yang baik, ia pasti tidak salah jika mengatakan bahwa Sam… cantik.

Hampir tiga puluh menit Baekhyun tetap duduk mendampingi gadis di depannya tersebut. Namun dengan mengejutkan, Sam tiba-tiba berdiri dengan mata yang masih setengah menutup dan berjalan sendirian entah kemana. Baekhyun yang terkejut langsung mengikuti arah Sam berjalan dari belakang. Gadis itu terus berjalan tanpa henti sampai akhirnya ia terjatuh begitu saja di tanah tanpa sebab apapun.

 

*****

 

 

Sinar matahari yang menyilaukan berhasil membuat Sam menggeliat dan membuka matanya secara perlahan. Ia mencoba duduk dan menatap sekelilingnya—Ini bukan rumahnya, ini tempat asing.

Wajahnya berubah kebingungan, ia melihat pakaiannya dan masih utuh, seluruh tubuhnya masih utuh, ia masih sehat. Lalu bagaimana bisa ia di rumah ini? Ini rumah siapa? Ia tidak pernah ke sini sebelumnya? Apa yang diinginkan orang itu hingga membawanya kemari? Demi apapun Sam akan memukul orang itu jika ia telah melakukan atau akan melakukan hal yang tidak-tidak padanya. Ia bersumpah.

“Tidak perlu kebingungan seperti itu Samantha Hailey,”

Suara seorang pria membuat Sam membeku dan memaksa kepalanya untuk berputar. Baekhyun sedang berdiri di dekat pintu sambil membawa sepiring makanan dan segelas susu dengan senyumnya yang khas.

“Aku melihatmu tertidur di depan Supermarket kemarin, kemudian kau berjalan dengan mata terpejam dan jatuh ke tanah begitu saja. Aku tidak mungkin meninggalkanmu sendiri bukan?” Baekhyun mendekat pada Sam dan menaruh makanan serta minuman yang ia bawa di meja, “Aku berani bersumpah bahwa yang kau pikirkan itu salah. Aku tidak melakukan apapun kepadamu. Kau tidur di kamar nuna-ku yang sekarang sedang berada di Cina. Oh ya, ini sarapan untukmu. Aku tidak memasukkan apapun di sana, kau bisa menggantung leherku jika aku mencelakaimu,” Lanjut Baekhyun.

Sam tersenyum tipis. Untuk petama kalinya Baekhyun melihat gadis itu tersenyum. Ya, walaupun tidak begitu jelas, namun Baekhyun bisa melihat rasa lega dalam diri Sam. Apakah Sam lega karena orang yang menolongnya adalah Baekhyun? Atau lega karena hal lainnya?

Sam menggigit bibir bawahnya, “Maafkan aku…,” Ia berhenti sebentar dan menundukkan kepalanya, “Seharusnya aku tidak bersikap buruk padamu. Aku benar-benar minta maaf karena hal itu dan kau… kenapa kau menolongku padahal sikapku padamu selama ini tidaklah baik?”

Menanggapi pertanyaan Sam, Baekhyun menaikkan kedua bahunya, “Entahlah, aku hanya tidak bisa benci padamu,” Baekhyun mengambil kembali sepiring nasi yang ia letakkan di meja kemudian memberikannya pada Sam, “Makanlah, aku akan bersiap untuk ke kampus. Kau mau berangkat bersamaku?”

Sam menerima piring yang diberikan oleh Baekhyun dan tidak lama kemudian menggeleng, “Aku tidak ingin pergi ke kampus,” Jawab Sam.

Baekhyun mengkerutkan keningnya, “Kenapa?”

Sam terdiam sejenak, ia sepertinya sedang berpikir apakah harus menjawab pertanyaan Baekhyun atau tidak. Namun ia mencoba untuk membuka mulut, setidaknya ia harus menjawab pertanyaan Baekhyun karena pria ini telah menolongnya. Lagipula Baekhyun sepertinya adalah orang yang baik, “Aku tidak ingin bertemu dengan pria itu,” Lanjutnya.

“Mr. Ahn?”

Sam mengangguk. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa lelahnya jika seseorang mengucapkan nama pria itu. Ia merasa terjebak dan tidak memiliki jalan keluar. Andai saja waktu bisa kembali di putar ke masa lalu, maka Sam pasti akan mengambil jalan lain.

“Apa ada yang salah dengannya?” Baekhyun kembali bertanya.

Mendapati pertanyaan Baekhyun yang sekarang, Sam merasa terlalu banyak pria itu mengetahui tentang dirinya dan masalahnya.

“Jika kau tidak ingin menceritakannya, aku tidak akan memaksamu Sam,” Baekhyun menambahi. Ia mengukir senyum dan menepuk pundak Sam pelan, “Ku harap kau tidak kemanapun ketika aku pergi ke kampus. Aku tidak mau kau kembali tertidur di depan Supermarket dan membiarkan orang jahat memiliki banyak kesempatan untuk melukaimu.”

Sam mengkerutkan keningnya. Ia baru menyadari bahwa Baekhyun adalah pribadi yang perhatian serta sangat baik hati. Sekarang ia benar-benar menyesal karena pernah menyakiti Baekhyun dengan segala ucapan dan tingkah lakunya.

“B-baiklah…” Sam mengangguk. Ia tidak bisa menolak kemauan Baekhyun karena itu menyangkut keselamatannya. Lagipula ia tidak memiliki tempat tinggal sekarang, dan singgah sebentar di rumah Baekhyun bukanlah hal yang buruk bukan? Entahlah—

 

 

*****

 

 

Sepanjang kelas berlangsung, Baekhyun tidak pernah benar-benar bisa fokus pada pelajarannya. Ia terlalu sibuk memikirkan keadaan Sam di rumahnya. Apakah gadis itu butuh sesuatu? Apakah gadis itu kesusahan? Apa yang sedang dia lakukan sekarang? Apakah ia bisa memasak? Apakah ia kelaparan? Argh.. Semua pikiran ini benar-benar membuat Baekhyun merasa gila

Delapan jam berlalu dan betapa bersyukurnya Baekhyun karena sekarang ia bisa pulang dan melihat keadaan Sam. Ia berjalan cepat melewati halaman kampus, namun tiba-tiba langkahnya terhenti oleh seseorang yang berdiri tepat di depannya.

“Mr. Ahn..”

Baekhyun mengerjap. Mr. Ahn kini berdiri di depannya dengan kedua tangan yang di masukkan ke saku. Ia menatap Baekhyun dingin dan penuh arti dan itu membuat perasaan Baekhyun menjadi tidak enak.

“Aku ingin bertanya padamu..”

Baekhyun menelan ludahnya. Ia harus menjawab apa jika Mr. Ahn bertanya tentang Sam? Ia tidak bisa berpikir dengan jernih sekarang. Ia harus segera pergi dan meninggalkan semua hal bodoh dan menyiksa ini.

“Maaf?”

“Apa kau tahu dimana Sam sekarang?” Tepat. Apa yang di pikirkan Baekhyun benar-benar terjadi sekarang. Ia mencoba bersikap sewajar mungkin ketika Mr. Ahn menanyakan hal tadi.

“Karena setauku hanya kau yang tahu tentang hubungan kami berdua,” Mr. Ahn berhenti sejenak, “Sejak kemarin dia belum pulang ke rumah kami,” Lanjutnya.

Baekhyun hampir saja menggigit lidahnya sendiri begitu Mr. Ahn berkata bahwa Sam belum pulang ke rumah mereka. Apa ini? Apakah yang dimaksud adalah Sam sudah menikah dengan Mr. Ahn?

“Ah, tidak. Sam sangat susah berinteraksi dengan orang di sini. Jadi mana mungkin dia menemuimu bukan? Hahaha,” Mr. Ahn mengeluarkan tawa hampanya dan dibalas oleh Baekhyun, “Ya, bisa jadi seperti itu,” Jawab Baekhyun sambil menggaruk rambutnya.

Mr. Ahn menghembuskan napas berat, “Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Jika kau bertemu Sam, katakan bahwa ia harus segera pulang,” Pesan Mr. Ahn pada Baekhyun.

Sungguh, Baekhyun tidak akan pernah memaksa Sam untuk kembali ke rumah Mr. Ahn. Mengingat bagaimana tadi pagi Sam nampak sangat risih ketika ia mengucapkan soal kampus, dan bahkan gadis itu berkata bahwa ia tidak ingin bertemu dengan Mr. Ahn.

 

 

*****

 

 

Baekhyun menutup pintu rumahnya dengan rapat. Ia langsung mencari dimana Sam berada, dan sungguh, apakah ia tidak salah liat sekarang? Sam berada di dapur dan sedang memasak sesuatu yang menimbulkan aroma harum langsung menyeruak dalam hidung Baekhyun.

“Ah, kau sudah pulang?” Sam yang menyadari kedatangan Baekhyun itupun langsung menyuruh Baekhyun untuk mendekat padanya.

“Ya?”

“Kau mau mencoba sup buatanku?” Tanya Sam berseri.

Baekhyun mengangguk dan membiarkan Sam menyuapkan sesendok kecil kuah sup padanya. Ternyata, Sam benar-benar gadis yang baik. Ia enak di ajak bicara dan jauh dari kata menyebalkan. Ia hanya sedang bersembunyi dalam topeng yang membuatnya nampak seperti orang berdarah dingin.

“Wow, aku tidak menyangka kau bisa memasak seenak ini!” Baekhyun memuji masakkan Sam.

“Kalau begitu cepatlah mandi lalu kita makan bersama,” Ujar Sam berseri-seri. Entah ini hanya perasaan Baekhyun atau bukan, tapi Sam terlihat senang bersamanya. Sangat berbeda jika ia sedang dekat dengan Mr. Ahn. Sifat dingin Sam muncul dan membuat orang yang berada di dekatnya menjadi tidak terlalu nyaman.

“Byun Baekhyun?”

Suara Sam menyadarkan Baekhyun dari lamunannya. Ia tertawa renyah dan menggaruk kepala belakangnya kemudian segera pergi mandi. Baekhyun tentu tidak akan melewatkan saat-saat hebat seperti in. Seorang Sam memasak untuknya, dan bahkan mereka akan makan bersama. Bukankah ini sangat hebat?

Dengan cepat Baekhyun membersihkan badannya dan kemudian langsung duduk di meja makan dengan rapi, layaknya seorang anak TK yang menanti ibunya untuk menghidangkan makan malam.

Baekhyun memandangi Sam yang sedang menata piring, gelas, nasi, sayur, lauk pauk dan minuman di atas meja makan berbentuk bulat tersebut. Ia bisa melihat kesan keibuan Sam yang begitu kental. Apakah ini tandanya bahwa Sam memang sudah menikah dengan Mr. Ahn?

Sam mengambilkan sepiring nasi dan lauk pauk untuk Baekhyun, kemudian menuangkan sirup cocopandan dalam gelas pria tersebut.

“Kau benar-benar tidak perlu melakukan hal yang sehebat ini Sam,” Gumam Baekhyun.

Sam memiringkan kepalanya, “Ini bukan hal hebat, ini hanya hal yang sering aku lakukan Baekhyun-ssi,” Jawabnya.

“Kau sudah menikah?”

Pertanyaan itu tiba-tiba saja keluar dari mulut Baekhyun. Sam sempat terkejut dan menundukkan kepalanya. Namun tidak lama kemudian ia mengangkat kepalanya kembali dan menatap Baekhyun, “Belum. Namun sepertinya tidak lama lagi aku akan menikah,” Jawabnya gusar.

“Kau tidak menginginkannya?”

Sam menggeleng dan membasahi bibirnya, “Aku hanya merasa bahwa dia bukan untukku.”

“Maksudmu?”

Sam menatap Baekhyun lekat-lekat dan menjawab dengan terpatah-patah, “Semua kedekatan kami… Hal yang kau lihat saat itu… Aku tidak benar-benar melakukannya dengan sepenuh hati… Aku… Aku hanya tidak ingin mengecewakannya, itu saja.”

Baekhyun mencoba mencerna perkataan Sam, namun otaknya berpikir lebih lama sekarang, “Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu Sam,”

“Kau, aku tahu semua orang pasti sulit untuk mengerti,” Sam menghentikan perkataannya sejenak, “Mr. Ahn, dia sakit. Tidak ada yang tahu sampai kapan ia akan hidup, sedangkan ia memiliki tingkat egois tinggi dan seorang yang tempramental. Ia akan marah jika tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, dan itu membuat kesehatannya semakin buruk.. Dan sekarang, ia menginginkan aku. Ayahku adalah rekan bisnis perusahaan kakek Mr. Ahn. Ia memohon padaku agar aku mau untuk menjadi miliki Mr. Ahn, dan aku tidak mungkin menolak karena bagaimanapun jika tidak ada kakek itu maka keluargaku tidak akan seperti ini, namun sekarang aku menyesal. Seharusnya aku tidak pernah menerimanya, aku terlalu lelah untuk menghadapi sifat Mr. Ahn yang terlalu egois dan seenaknya sendiri.”

Baekhyun mengangguk-anggukkan kepalanya, ia sekarang mengerti tentang apa yang dirasakan oleh Sam dan kenapa ia bersifat dingin. Keadaan yang memaksanya untuk seperti itu, dan dia harus bebas dari keadaan tidak nyaman tersebut.

“Sam..”

“Ya?”

“Apa kau tdak nyaman bersamanya?”

“Entahlah…”

Baekhyun  menatap jauh ke dalam mata Sam, “Kau harus membebaskan dirimu Sam.”

“Tapi aku tidak bisa, itu terlalu sulit..”

“Aku akan membantumu.”

“Apa?”

“Aku berjanji akan melindungimu.”

“Tapi…”

“Percayalah padaku.”

Sam merasa tidak percaya pada perkataan Baekhyun barusan. Ternyata dibalik hatinya yang baik dan lembut, Baekhyun menyimpan sebuah keberanian besar seperti itu, dan Sam baru pertama kali mendengar bahwa akan ada seorang pria yang melindunginya, dan dia adalah Byun Baekhyun.

 

 

 

To Be Continued

Iklan

12 pemikiran pada “[ BTD – Baekhyun Vers ] Unforgiving Love [1/2]

  1. baekhyun dengan sifat angel nya,,,howaa…
    hehehehe…
    hmmm…maybe like love at the first sight…ceritanya menghibur,,,\mau lanjut ke chap selanjutnya ya ^_^
    gomawoyo…

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s