WOLF Part V


wolf

 

 

 

Title :

WOLF

Author :

Heena Park

Ratting :

PG-17

Genre :

Fantasy,Action,Romance,Thriller

Lenght :

Multichapter

Main Cast :

  • Shin Heera
  • Kim Jong In
  • Kris Wu [Wu Yi Fan]
  • Han Sooji
  • Oh Sehun

Sunmary :

“Kami mungkin satu klan,tapi ketahuilah bahwa dia lebih berbahaya dan licik”

Recommended Song :

  • Jay Chou [Ye Qu and 夜的第七章]
  • Spica [Painkiller]

Poster :

AudiaJulia @HSG

Author Notes:

Ya! Maaf ya aku nge-postnya telat banget-_- Soalnya gara-gara K13 jadi sibuk banget banget banget. Hampir setiap hari selalu Kerja Kelompok dan bahkan hari Minggu-pun juga tugas numpuk banyak banget-_-

WOLF ©2014

 

 

 

Heera mengunci pintu kamar Kris dan berbalik sambil menyandarkan badannya pada pintu tersebut, kedua lengannya saling menyilang dan wajahnya memanas. Ia tidak habis pikir bahwa Kris akan melakukan hal itu pada Jongin. Sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi.

“Aku tidak mengerti tentang jalan pikiranmu.” Heera menggeleng pelan

“Kau tidak tahu bahayanya.” Sanggah Kris

“Dia baru saja menyelamatkanku, Wu Yi Fan.”

Kris menggaruk kepalanya frustasi, ia tidak tahu bagaimana caranya untuk menjelaskan ini semua pada Heera.

Sementara Heera yang makin bingung dengan kelakuan Kris hanya bisa mendesah berat dan memilih untuk mengakhiri percakapannya dengan pria di depannya tersebut.

“Sudahlah, tak ada untungnya berbicara denganmu, kau terus saja memikirkan egomu..” Heera berhenti sebentar dan membuka pintu kamar Kris lalu berjalan keluar, namun sebelum tubuhnya benar-benar menghilang dari kamar Kris, ia berhenti sebentar dan menatap pria itu, “berhenti mengakui bahwa aku adalah kekasihmu karena kita tidak memiliki hubungan sama sekali… semua sudah berubah, aku adalah aku dan kau adalah kau Yifan-ssi.” Ujarnya yang sedetik kemudian telah menghilang dari balik pintu kayu dan meninggalkan Kris sendirian.

Heera berjalan pelan menuju ke kamar Jongin, tidak enak rasanya jika ia tidak meminta maaf pada pria itu karena kejadian tadi. Entah respon apa yang akan Jongin berikan kepadanya, apalagi jika mengingat kejadian sore tadi di atas tebing. Ketika Jongin dengan tiba-tiba mencium bibir Heera untuk pertama kalinya dan tanpa permisi. Saat dimana Heera benar-benar merasa nyaman bersama dengan orang asing yang entah bagaimana bisa perasaan itu timbul.

Heera mengetuk pintu kamar Jongin dengan pelan dan tidak lama kemudian pintu tersebut terbuka. Terlihat Sutradara Baek sedang berada di dalam, sepertinya ia baru saja selesai mengobati Jongin. Sedangkan Jongin sendiri sedang duduk menyandar pada headboard kasur sambil sesekali meringis merasakan sakitnya pukulan Kris.

“Boleh aku masuk?” Ujar Heera pada Sutradara Baek

Sutradara Baek mendecakkan lidahnya sambil membawa sebuah mangkuk besar berisi air hangat dan sapu tangan, “Tentu saja, lagipula aku ingin segera tidur, kau temanilah Jongin. Jika bukan karena kekasihmu maka ia tidak akan seperti ini.” Gumamnya dengan nada tidak suka.

Heera membungkukkan tubuhnya sembilan puluh derajat sambil meminta maaf atas apa yang telah terjadi barusan, dan kemudian minggir beberapa langkah untuk memberikan jalan pada Sutradara Baek.

Setelah Sutradara Baek benar-benar pergi, barulah Heera memberanikan diri untuk mendekat pada Jongin. Ia bisa merasakan tatapan sayu Jongin yang mengarah kepadanya ditambah lagi wajah Jongin yang membiru akibat pukulan Kris yang bisa dibilang sangat keras tadi semakin membuat dada Heera terasa sesak, entah kenapa ia benar-benar merasa sangat bersalah dan sedih.

Ia berhenti tepat di depan Jongin dan memasukkan kedua tangannya pada saku celana jeans biru yang melekat pada kaki jenjangnya, “Aku benar-benar meminta maaf akan apa yang terjadi tadi, maksudku.. ini diluar kendaliku, aku tidak tahu jika Yifan akan berlaku sejauh itu.” Sesal Heera

Jongin tersenyum tipis dan tak lama kemudian senyuman itupun sirna karena tergantikan oleh rasa nyeri di wajahnya, “Tidak masalah..” ia berhenti sebentar dan membenarkan duduknya, “lagipula ini sudah menjadi resiko ku bukan?”

“Resiko?”

“Aku yakin kau mengerti Heera.”

Otaknya berputar untuk mencerna kata-kata Jongin barusan, dan betapa bodohnya dia karena baru menyadari bahwa Kris pernah berkata bahwa ia akan menghancurkan hidup orang yang berani mengganggunya.

“Apa yang harus ku lakukan untuk menebus kesalahan ini?” Heera duduk di pinggir kasur Jongin dan menatap pria itu lekat-lekat

Mendengar pertanyaan Heera barusan, Jongin terkekeh dan menggeleng, “Tidak ada.”

“Ah..”

“Kembalilah ke kamarmu, aku yakin kau pasti lelah.” Saran Jongin

Heera tidak bergerak, ia tetap pada tempatnya dan menundukkan kepala. Sungguh melihat Jongin terbaring seperti ini karena perbuatan Kris membuatnya merasa semakin benci kepada pria itu. Ia tidak mengerti sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran Kris sehingga ia bisa memukul Jongin yang menolongnya tadi.

“Masih tidak ingin pergi hmm?” Jongin kembali mengeluarkan suaranya sehingga membuat Heera menaikkan kepalanya dan menatap Jongin sayu. Jongin tersenyum kecil dan menghembuskan napas berat kemudian berkata lagi, “Kalau begitu, temanilah aku tidur.”

Heera terperanjat, matanya membulat dan menatap Jongin tak mengerti. Menemani tidur? Apakah yang ia maksud adalah tetap berada di samping Jongin sampai pagi menjelang atau…?

Otaknya tidak bisa berpikir dengan jernih. Entah kenapa yang melintas dalam benaknya adalah kemungkinan kedua yang mungkin bisa membuatnya tidak akan pernah terlepas dari Jongin setelah melakukan hal tersebut.

Mencoba menghilangkan pikiran buruk yang ada di otaknya, Heera menggeleng dan bangkit dari ranjang Jongin, “Aku akan pergi tidur.” Ujarnya yang sedetik kemudian telah berjalan meninggalkan Jongin.

Namun tanpa di duga, Jongin bangkit dari ranjangnya dan meraih lengan kanan Heera kemudian menghimpitnya di dinding dengan kedua lengannya menghalangi tubuh Heera untuk pergi ke kanan ataupun ke kiri.

Jongin menatap jauh ke dalam manik mata Heera seolah berkata bahwa ia sangat menginginkan gadis tersebut bersamanya malam ini. Ia bisa melihat jakun Jongin bergerak dengan pelan saat menelan ludahnya.

“Apa yang ingin kau lakukan….” Suara Heera tergagap.

Jongin semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Heera dan memberikan penekanan pada setiap kata yang keluar dari mulutnya, “Aku tidak suka kau bersama Kris..” Jongin meniup pelan bibir Heera, “jadilah milikku dan aku akan melindungimu…karena aku mencintaimu, Shin Heera..” Ujarnya terpatah-patah dan sedetik kemudian telah menempelkan bibirnya pada bibir Heera.

Awalnya tidak ada yang mereka lakukan sampai akhirnya Jongin mulai melumat bibir mungil gadis itu sembali menjilatnya pelan. Kedua tangannya yang semula diam kini telah memeluk tubuh sexy Heera dan turun ke pada kemudian membelainya lembut.

Heera mendesah merasakan perlakuan Jongin padanya. Bibirnya kini telah mencoba untuk mengimbangi permainan Jongin dan tangan nakalnya mulai bergerak untuk melepas kaos Jongin. Tanpa penolakkan, Jongin mengangkat kedua tangannya dan membiarkan Heera untuk melepas kaosnya tersebut.

Ciuman halus Jongin yang semula hanya di bibir kini mulai turun ke leher dengan beberapa gigitan kecil yang membuat leher Heera memiliki bekas kissmark yang cukup mencolok.

“Nghh..”

Desah Heera ketika tangan kiri Jongin meremas buah dadanya yang terasa nikmat dan menggairahkan. Tanpa perlu izin, Heera langsung menjambak pelan rambut Jongin dan mengigit bibir bawahnya sendiri. Ia begitu menikmati permainan Jongin yang penuh gairah.

Jongin berhenti, ia berdiri tegak dan mengecup kening Heera sebentar lalu, “You’re mine tonight, Heera-ssi..” Tanpa permisi Jongin mengangkat tubuh Heera dan menggendong gadis itu selayaknya pengantin baru.

Heera terperanjat kaget, namun cepat-cepat ia sadar dan mengalungkan kedua lengannya pada leher Jongin, “Tapi ini adalah pertama kalinya bagiku..” Gumam Heera dengan wajah memelas. Ia takut jika Jongin akan bersifat kasar padanya.

Jongin tersenyum kecil, “Aku berjanji tidak akan menyakitimu..”

Setelah mengucapkan kalimat barusan, Jongin dengan sigap membawa Heera ke kasur dan mulai membuat sebuah cerita indah malam ini bersama dengan gadis itu.

 

*****

 

Heera bisa merasakan sentuhan lembut Jongin di pipinya. Matanya terbuka pelan dan mendapati Jongin sedang memandangnya yang sedari tadi terlelap. Begitu mengetahui Heera telah bangun dan kini sedang berbalik menatapnya, Jongin menyunggingkan senyum manis dan sedetik kemudian mendaratkan sebuah ciuman di kening Heera.

“Tidurmu nyenyak?” Tanya Jongin

Heera hanya meringis, sesungguhnya ia tidak benar-benar tidur dengan nyenyak tadi malam. Setelah melakukan hal tersebut dengan Jongin, bayang-bayang akan setiap sentuhan Jongin padanya selalu melintas dengan manis dan teratur bak rentetan memori.

“Aku ingin mandi, kau mau ikut denganku?” Tawar Jongin diselingi tawa renyah.

Heera menggeleng dan menggigiti bibir bawahnya, “Ah? Tidak, aku.. aku akan mandi di kamarku sendiri.” Ujarnya kemudian langsung bangkit dari ranjang Jongin dan bergerak untuk membuka pintu.

Baru saja ia keluar satu langkah dari kamar Jongin, matanya mendapati sebuah pemandangan menyeramkan yang berada tepat di depan pintu kamarnya yang tidak jauh dari tempatnya sekarang.

Heera terbelalak kaget dan segera mengembalikan langkahnya ke belakang takut jika makhluk itu mengetahui keberadaannya.

Ini tidak mungkin, ia tidak tahu harus menyebutnya apa, tapi makhluk ini memiliki tubuh seperti manusia dan berkepala srigala. Seluruh tubuhnya berbulu namun ia bisa berdiri. Makhluk aneh itu mengendus-endus di depan pintu kamar Heera dan tampak sesekali mengeram.

Heera semakin takut, pikirannya mulai melayang. Jangan-jangan selama ini tanpa sepengetahuannya, makhluk tersebut sering mendatanginya di malam yang sunyi, dan oh tidak! Sekarang Sooji berada di dalam kamar sendirian.

Heera harus segera menolong Sooji sebelum makhluk itu menerkam Sooji. Dengan segala keberaniannya, Heera mencoba melangkah maju dan menunjukkan wujudnya pada makhluk tersebut.

Namun aneh, begitu makhluk tersebut melihat Heera keluar dari kamar Jongin, ia malah berlari dengan cepat dan melompat dari jendela di belakangnya. Heera mencoba mengejar makhluk tersebut dengan melihat dari balik jendela, namun nihil, makhluk itu telah menghilang entah kemana.

“Shin Heera!”

Sebuah suara tiba-tiba menghancurkan konsentrasi Heera untuk menelusuri kemana makhluk tadi pergi.

Heera berbalik dan mendapati Jongin sedang memandangnya penuh tanya, “Ya?”

“Kau tidak apa-apa kan?” Tanya Jongin penasaran. Ia mendekat pada Heera dan menyentuh kening gadis tersebut untuk memastikan bahwa Heera tidak terkena demam atau apapun.

Heera menggeleng, “Tidak, aku tidak apa-apa.”

“Kau yakin?”

“Tentu.”

Jongin menghela napas panjang dan menarik Heera dalam pelukkannya sembali membelai rambut gadis itu, “Aku tidak ingin kau menyembunyikan sesuatu dariku,” Ia melonggarkan pelukkannya dan menepuk kedua pundak Heera, “kau adalah milikku Shin Heera, aku tidak akan mengampuni diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu. Kau mengerti?”

Heera mengangguk pasrah. Ia tidak bisa menolak Jongin. Walaupun baru beberapa hari tinggal bersama dengan pria itu, ia merasa ada sesuatu yang membuat mereka memang di takdirkan untuk bersama dan saling melindungi satu sama lain.

“Ah! Kemana Heera dari kemarin belum juga, ah! Shin Heera kau?”

Sooji yang tiba-tiba keluar dari kamar sambil menggenggam ponsel di tangan kanannya dan masih memakai baju tidur itupun terkejut ketika mengetahui Heera dan Jongin sedang bersama.

Cepat-cepat Jongin melepaskan tangannya dari pundak Heera dan berdehem kecil sambil memberi jarak antara ia dan Heera.

Dan ketika Sooji berjalan ke arah Heera, Jongin beralih meninggalkan Heera dan kembali ke kamarnya.

“Jadi?” Sooji menunjuk Jongin yang sedang berjalan meninggalkan mereka.

“Jadi apa?” Heera bersikap seolah tidak mengerti akan apa yang dikatakan oleh Sooji.

Sooji menurunkan tangannya, “Kau berpacaran dengan dua orang?” Tanya Sooji hati-hati.

Heera membulatkan mulutnya dan mengibas-kibaskan tangannya sebagai tanda bahwa apa yang dikatakan oleh Sooji barusan bukanlah keadaan sebenarnya.

“Aku tidak berpacaran dengan dua orang.” Balasnya

Sooji memiringkan kepalanya, “Lalu?”

Mendengar pertanyaan Sooji yang nampak sangat ingin tahu benar-benar membuat Heera frustasi. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menarik Sooji untuk lebih dekat dengannya, “Aku… aku berpacaran dengan Jongin..”

“Apa?!”

Sooji terbelalak dan hampir saja berteriak, namun dengan cepat Heera menutup mulut Sooji dengan telapak tangannya, “Sssttt.. ku mohon rahasiakan ini untuk sekarang.” Pinta Heera.

“Kau takut Kris marah?”

“A.. apa?”

“Ah, tidak lupakan,” Sooji berhenti sejenak dan memandangi tubuh Heera dari atas ke bawah, “ya! Kau dari mana saja kemarin? Aku hampir mati karena kau tidak ada di villa.” Omel Sooji

Heera meringis, setidaknya Sooji sudah mulai membicarakan hal lain.

“Maafkan aku, kemarin aku pergi ke Bank dan ya, orang tuaku membutuhkan uang.” Jawab Heera seadanya.

Sooji menghela napas lega dan meraih kedua tangan Heera, “Kau benar-benar membuatku panik, terlebih lagi tadi malam ada suara srigala. Aku takut jika kau di mangsa oleh srigala tersebut.”

Srigala?

Heera memutar otaknya dan kembali teringat pada kejadian tadi. Tiba-tiba rasa penasaran akan dimana keberadaan makhluk aneh menyerupai manusia berkepala srigala itu kembali muncul dalam benaknya.

“Shin Heera! Kau melamun lagi!” Sooji menggoyang-goyangkan tubuh Heera.

“Ah, maaf,” Heera menggigit bibir bawahnya, “aku lapar, mau kah kau menemaniku sarapan?” Sambungnya untuk mengalihkan pembicaraan.

 

 

*****

 

 

Mereka baru saja menyelesaikan syuting di dekat pasar. Heera buru-buru duduk di kursi lipat dan meminum air mineral yang telah di sediakan, sedangkan Sooji masih sibuk berbicara dengan Sutradara Baek.

“Aku tidak tahu bahwa kau seliar ini.”

Heera menengok dan mendapati Kris sedang berdiri di sampingnya sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

“Apa maksudmu?” Tanya Heera tak mengerti.

Kris mendecak, “Apa yang kau telah kau lakukan dengan pria itu? Aku tahu kau keluar dari kamar Jongin pagi tadi.”

Heera menyipitkan matanya, “Bagaimana mungkin kau bisa tahu jika aku keluar dari kamar Jongin tadi pagi? Aku bahkan tidak melihat seorang manusia-pun disana.”

“A.. apa maksudmu?”

Heera mengangguk, “Jika kau tahu aku keluar dari kamar Jongin tadi pagi, maka aku yakin kau pasti tahu pada sosok makhluk berbadan manusia dan berkepala srigala yang aku lihat.”

“Apa?” Kris tertawa hambar, “Omong kosong, tidak ada makhluk seperti itu di dunia ini Shin Heera.”

“Tapi aku melihatnya, dan aku yakin kau pasti tahu!”

“Aku tidak tahu!”

Heera memalingkan pandangannya dan menyunggingkan senyuman pahit, “Lagipula jika kau tahu, kau pasti tidak akan memberitahukan hal tersebut padaku bukan?”

Kris menggeleng frustasi. Ia merasa bahwa Heera telah meng-skak mat dirinya sehingga tidak bisa menjawab lagi.

“Lucy Kim tewas dimakan binatang buas!!!”

Teriakkan seseorang tiba-tiba membuat gempar seluruh kru dan artis yang ada di lokasi, bahkan beberapa masyarakat juga terkejut. Mereka semua berlarian mengikuti arah suara tersebut, tidak terkecuali Heera dan Kris.

Tepat di depan jalan masuk hutan yang tidak jauh dari pasar, terbaring tubuh seorang gadis dengan lengan yang sudah hilang satu dan darah dimana-mana. Terlihat Manager dari Lucy Kim menangis kebingungan melihat artisnya tewas mengenaskan.

Heera yang baru datang langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan dan hampir saja pingsan karena untuk pertama kali dalam hidupnya ia melihat kejadian se-tragis ini di depan matanya. Namun untung saja seseorang menumpu badannya dari belakang, dan orang itu adalah Kim Jong In.

“Bisakah kau menjaga keseimbanganmu?” Tanya Jongin yang masih kini membantu Heera untuk berdiri tegak.

Heera menekan kepalanya yang mulai pusing, “Aku terkejut, ini—“

Jongin buru-buru menarik tubuh Heera dan memeluknya dari belakang, “Tetaplah berada di dekatku, aku tidak ingin kau berakhir seperti Lucy.” Ujar Jongin.

Heera menengok ke arah Jongin dan menatap pria itu heran. Apa maksudnya? Apa dia tahu sesuatu tentang kejadian ini? Kenapa Kris dan Jongin bersikap aneh?

 

 

*****

 

 

beberapa kru dan artis kini hanya terdiam di ruang tamu sedangkan Lee Eun Ji selaku Manager dari Lucy Kim terus saja menangisi gadis itu di depan villa ketika jenazah Lucy akan dibawa ke Rumah Sakit Pusat untuk di otopsi.

Sutradara Baek yang baru saja masuk ke villa bersama Kris langsung terduduk lemas dan memegang kepalanya frustasi.

“Kita harus menghentikan syuting ini untuk beberapa waktu dan mengatur semuanya kembali.” Ujarnya

“Tidak!”

Suara Kris yang tegas membuat seisi ruangan terkejut, “Kita tidak akan menghentikan syuting. Kita akan melanjutkannya dan Lucy akan diganti oleh orang lain.”

“Tapi Mr..”

“Tidak ada tapi-tapian! Aku sudah menugaskan beberapa orang untuk kembali ke Seoul dan meluruskan tentang kematian Lucy Kim, jadi kita tidak perlu khawatir.”

“Lebih baik kalian pulang saja..”

Seorang pria berbaju hitam muncul dari balik ambang pintu. Semua orang memandang ke arahnya, dan setelah diamat-amati ternyata orang itu adalah sang Kepala Desa.

“Kami tidak akan pulang!” Tegas Kris lagi.

“Tapi satu per-satu dari kalian akan mati!”

Begitu mendengar perkataan sang Kepala Desa, sentak para kru dan artis bergidik takut. Tak terkecuali Heera, ia lebih mendekatkan dirinya pada Sooji dan memegang tangan gadis tersebut.

“Bagaimana kalau kau yang mati?” Sahut Kris.

Sang Kepala Desa terkejut, ia hampir melompat ketika melihat Kris barusan. Tidak, ia tidak terkejut pada perkataan Kris. Namun ia terkejut pada mata Kris yang tiba-tiba berubah menjadi merah sebentar dan kemudian kembali ke warna semula secara cepat.

“Kau?—“

“Pergilah.” Perintah Kris tanpa rasa takut.

Sontak sang Kepala Desa berbalik dan mundur. Ia tidak akan mempertaruhkan nyawanya untuk pria ini. Lebih baik ia pergi daripada harus mati sia-sia di tangan orang yang tadi berdebat dengannya.

 

To Be Continued

Iklan

83 pemikiran pada “WOLF Part V

  1. kyaa akhirnya update juga ><
    kaira akhirnya bersatu
    masi bingung sama hubungannya kris dan kai ….
    keep writing thor ^^

  2. Akhirnya.. sekian lama ku mnunggu ff ini n finally dilanjut juga.. fyuuhh… bner2 kerennn… cepet di next ne thor.. makin lama makin menegangkan.. jdi bingung sbenarnya yg jahat tu sapa.. okay.. keep writing thor!! Fighting! Cayoo!! Kekeke ^^

  3. Seneng bgt pas tau Kalo heera udah bneran punyanya jongin hehe.. mereka bner2 saling suka,semoga jongin bisa nepatin janjinya bkalan jagain heera terus,dan semoga kai nya juga jangan sampe kenapa napa. Lanjut ne,penasaran sm kelanjutannya 😀

  4. ahh aku mengerti .. makhluk yg Heera temui setelah melakukan “ehemm” brsama jongin itu Kris .. dan tntg yeoja yg tewas dengan lengan.a yg hilang 1 aku gatau siapa? malah awal.a aku kira itu Jongin.. tpi dy tba2 dtng trz meluk heera buat nenangin dia.. hufthh -_- bernafas lega! aku kira jongin :3 .. alhamdulillah kalau bukan.. astaga jongin ngeklaim heera miliknya dia? knpa ga ngklaim yoonra aja si jong?? *btw yoonra th namkor aku thor :-D* ahahsha.. aku pernah baca wolf chap 1,2,3,4 di blog exofanfiction sebelah dengan ID coment 최윤라 silahkan di cek .. gomawo thor!
    chap selanjut.a aku tunggu nehh 😉

  5. hhhuuaaa,kerenn bikin penasaran ,,,,aku udah baca chapter sebelumnya,,,dan maaf karna gk coment soalnya aku baca juga lgi buru2 supaya gk ketauan mamah ku,hehehehe soalnya aku udah mau UTS…….ya udah di lanjut yaa thorrrr……..

  6. Hmmm 😦 pendek.. Tpi thanks udah d publish authornim ^^
    jadi.. Apa serigala yg d liat hyera itu kris? Dan.. Dan.. Aku makin bingung sama kris n jongin!! Haaa’ aku penasaran tingkat dewa -.-
    next chapt jangan lama lgi yaaaa!!
    Oya, aku agak bingung harus gimana.. Kadang aku baca d exoffi kadang jga d wp pribadi kamu. Klo misalkan aku udah komen d exoffi n gk komen d wp kamu, gimana? Apa aku harus bikin double comment? :/
    mian
    saran juseyoooo

  7. sumpeh deh thoor, ini ff bikin deg2an aja bawaanya pas baca :3 sukaaa~

    makin kesini perhatiannya kai makin jelas deh ke heera…bikin ngiri XD

    jadinya kai yg dpet ‘first’nya heera ya thoor~ *chukkae kaii :))

    next…next thooor~

    semangat ngelanjutin ini ff yak thooor~
    kutunggu lhooo~

  8. Njirr keren banget sumvehh!!
    Aduhh kris mencurigakan.. Dan kenapa heera jadi sama jongin coba?? Rasanya gue lebih ng feel kalo heera sama kris :3
    Tapi suka² authornya juga sihh -_-
    Okehh cepet dilanjut yahh thorr~ kagk sabar nunggu kelanjutannya : )
    Keep writing~!!

  9. hiyaaaa….
    akhirnya mucul juga part ini…hehehe..
    wah,,selama ini aq salah kira,,,,kirain bakal sama kris ternyata sama jong in 🙂
    yang mana pun aq suka sih tapi deket sama jong in nya cepet banget,,,hehehe…
    but…this is a lovely story..
    ditunggu lanjutannya ya…
    gomawoyo…

  10. ffnya keren dah!! sampe terbawa suasana gue >< klo gak salah seharusnya situ Serigala bukan Srigala (menurut EYD (?) ) *maaf ^^ klo nyinggung author ^^
    Keep writing thor!^,^ FIGHTING *teriak pake Toa'

  11. Ini Kris sm Jongin siapa sih sbenernya, trus serigala yg diliat Heera td werewolf?
    Makin penasaran nih, next chapter ditunggu, fighting ya!^^

  12. jadi yang pagi pagi heera liat itu si kris?kok kris gitu:-;
    heera sama jongin makin menjadi jadi asdfghjkl /fangirlmodeon /?
    keep writing ya thor ~~ kkk /maap

  13. Makin keren, tambah seru. Sumpah ceritanya TOP. Kasihan kris cintanya tak terbalas, jd penasaran siapa kris sebenarnya? Semoga lanjutannya segera update yah😊, semangat author.

  14. thot, aku baru baca ff ini di part 1&5, tapi part satunya aku baca di wp” say korean fanfiction”, pengen baca ff 2-4 tapi di kunci, cara dapetin pwnya gimana??

  15. annyeong thor ^ ^
    q rider baru di FF wp ini,,
    salam kenal y?! ceritanya keren thor, apalagi castnya bang kai,,, hhehhe
    I like it,,
    Good job thor,,,
    Maaf, maaf, maaf bgt y thor q
    baru komen di chap ini soal q baru buka ff ini pas lgi mau lanjutin baca wolf di say korean ff,,, hhe
    *ga da hubungannya y!?
    Fighting y thor utk melanjutkannya,,, 🙂

  16. Annyeong thor^^
    aku reader baru di FF WP ini^^
    keren, suka baca ff yg temanya seperti ini..
    keep writing thor..
    ak baru bca teaser dan part V
    boleh minta pw part 1-4 gak thor?

  17. Wowww aku ga nyangka Heera dan Jongin bakal sejauh itu 😀

    Jadi Kris werewolfnya? terus Jongin juga?
    Bahkan kepala desa aja sampe takut sama Kris.
    Apa jangan jangan yang bunuh Lucy itu Kris? terus yang di bebasin sama Heera iti makhluk apaan?

    Sumpah thor ceritanya makin bikin penasaran 😀
    Keep writing author 🙂

  18. wuiiiihhhh,,,,,menakjubkan hahaha wlpun aq cma baca part II trus loncat k part V tp ini menarik lohhh,,,q penasaran sma wolf dsni??? apa kris werewolf??? trus jong in spa??? dn knp mrka mst syuting dsna,,,ichhh sumpah two q penasaran,,it TBc ya tuhannnnnn…… dtng qo tba2 hehehheh….. ini udh smpe mna yhh klo q bleh two???? dn q msh nunggu ne kbar autor ini,,,buat dpetn PW chap y dprotec hehhehe

  19. aku belom baca chapter yg ke 3 loh chingu, itu di pw , aku blm dpt pw nya, tapi sudah baca yg selanjutnya hiks hiks .. ff nya bagus sekali, bikin penasaran trus ada apa di balik ini smua .. Kris ama jongin ada konflik apaan sbnrnya ..

  20. atuhlah,jongin sm kris satu klan kan ya wkwk berarti sm2 wolf kan ya. Nahloo yg licik jongin apa kris…….
    Kok ngebayangin yg mukanya srigala tp badannya manusia/? Itu tbtb kebayang yg krystal di my lovely girl pake kepala badut/? .g
    makin kesini makin tertarik sm ceritanya wkwk

  21. Kris pasti manusia serigala yg d liat heera pagi itu
    Habisnya dia bsa tw heera keluar dri kamar jongin

    Mreka berdua mencurigakan, maksd gw wu yi fan sama jongin

    Gila ajakan, jongin ngelawan sekumpulan serigala dan selamat tanpa luka
    Takjub gw bacanya aja

    Oh iya, kabar sehun gimana? Luka d kepalanya gak parahkan? Huhuhu 😥

  22. GA kerasa udah part 5 baru nyadar blm comment dari part 1-5 wkwk terlalu asik baca sih aku. Aku merasa kok jongin ya yang jahat? Malah menurutku kris lah yang baik disini walau sikapnya sangat menyebalkan?

  23. Konflik uda mulai datang…
    Dan wolf yg di liat heera d dpan pntu kris bukan?
    Dan si kai jg wolf ya?
    Aduuh makin penasran..

  24. omg apa yang dilakukan heera ama jongin. beneran jongin mencintai heera dengan tulus?
    btw siapa manusia srigala yang dilihat heera? apa kris?
    dan siapa yang udah membunuh lucy kim???
    duh bener2 kepo karna penasaran.

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s