Everything Has Changed


ehs

 

 

Title :

Everything Has Changed

Author :

Heena Park

Lenght :

Oneshoot, Songfict

Ratting :

 PG

Genre :

Romance, Hurt

 

Main Cast :

-Xi Luhan

-Park Jihyun

Author Notes :

FF ini terinspirasi dari lagu Taylor Swift yang ‘Everything Has Changed’ . Jadi disarankan ketika membaca FF ini sambil mendengarkan lagu tersebut ^^

©Everything Has Changed©

 

 

All I knew this morning when I woke,

Is I know something now

I didn’t before

 

And all I’ve seen,

Since 18 hours ago

Is green eyes and freckles and your smile

In the back of my mind making me feel like

 

Aku tidak tahu sejak kapan kebiasaan ini dimulai—Ya—Sepertinya setelah aku berpisah dengannya, namun entahlah, intinya sejak saat itu setiap hari Minggu aku selalu bangun lebih pagi dan bahkan bisa dibilang sangat pagi. Aku menjadi pribadi yang rela membuka kedua mata ketika rasa kantuk masih menerpa hanya untuk ‘jogging’ di Taman dengan satu alasan.

Aku ingin melihatnya.

Semua tentangnya menjadi sangat menarik ketika kami telah berpisah. Entah mengapa aku baru menyadari hal itu sekarang. Ia sering menggunakan softlens bewarna hijau yang sebelumnya tidak pernah ku perhatikan sama sekali karena dahulu aku jarang menatap matanya. Aku terlalu sibuk pada diriku sendiri dan bisa dikatakan sebagai wanita egois sehingga ia menjadi geram dan memilih untuk mengakhiri semua ini.

 

I just want to know you better

Know you better, know you better now

Selesai menali pita kedua sepatu olahraga putih milikku. Aku segera keluar rumah dan berlari kecil dari komplek ke Taman yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sesekali mataku melirik ke sana – ke mari untuk mencari tahu apakah dia sedang berada di dekatku atau tidak.

Sebenarnya biasanya aku melakukan ini bersama dengan adik sepupuku yang bernama Park In Jung, namun karena hari ini ia merasa tidak enak badan akhirnya aku terpaksa lari pagi sendirian, dan ini terasa aneh.

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman ini, ku putar lagu di ponsel menggunakan earphone sehingga aku tidak harus mendengar suara-suara yang tidak terlalu ingin ku dengar.

 

Cause all I know is we said hello

And your eyes look like coming home

All I know is a simple name

Everything has changed

 

Sekitar 10 menit berlalu dan aku telah sampai di Taman. Aku berlari kecil sambil tetap memasang mata dan sesekali me-lap keringat yang bercucuran dari tubuhku. Tiba-tiba aku tersentak. Seorang pria berambut ‘blonde’ dan berkaos biru tua sedang duduk di bangku taman sendirian sambil menengguk air dari botol minumnya.

Segera aku berpikir bagaimana caranya untuk lewat di depannya, dan ya, benar. Aku harus berbalik arah dan berlari lebih pelan sambil memasang wajah seolah tidak tahu bahwa dia ada di sana. Benar sekali.

Akhirnya ku lakukan hal tadi. Kaki-ku terasa agak berat untuk berlari dan entah kenapa tiba-tiba pikiranku terasa kacau. Aku lewat di depannya dengan agak goyah dan terlihat seperti orang bodoh yang sengaja lewat di depan mantan kekasihnya untuk mencari perhatian.

Aku bisa melihat bahwa Luhan sedang memperhatikanku yang bersikap aneh sampai akhirnya aku menghilang di balik belokkan. Rasanya lega sekali karena bisa memandangnya sebentar dan mendapati bahwa ia sedang memperhatikanku. Entah apa yang di pikirkan pria itu ketika aku lewat tadi, namun yang penting aku sudah melihatnya, hanya itu saja.

“Hai..”

Seseorang tiba-tiba menepuk punggungku yang sedang menumpukan kedua tangan pada lutut. Aku berbalik dengan pelan dan betapa terkejutnya aku begitu mengetahui bahwa Luhan sedang berada di depanku. Matanya memandangku ramah dan penuh kasih, sama seperti dulu. Hanya saja, Luhan tidak menggunakan softlens hijau itu hari ini, dan satu hal lagi, perasaan rinduku padanya terasa bergemuruh kembali.

“Kau sendirian?” Ujar Luhan lagi, ia memiringkan kepalanya untuk melihatku secara lebih jelas.

Cepat-cepat aku mengangguk tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, lagipula jika aku mengeluarkan suara saat ini maka tenggorokkankku akan terasa kaku dan malah terlihat aneh. Aku terlalu takjub ketika melihat dirinya.

Luhan menarik kedua ujung bibirnya hingga membentuk bulan sabit dan berkata lagi, “Boleh aku menemanimu Jihyun-ssi?” Tanyanya sopan.

Aku tidak tahu harus menjawab seperti apa, tapi hatiku sangat-sangat-sangat-dan sangat memperbolehkan jika ia ingin menemaniku. Bahkan aku bisa berteriak karena saking senangnya. Namun aku tidak bisa melakukan itu, aku tetaplah wanita yang harus menjaga imej di depan sang mantan kekasih.

Ku gigit bibir bawahku seolah-olah sedang mempertimbangkan permintaannya dan tidak lama kemudian membuka mulut, “Ya, ide yang lumayan bagus.” Gumamku kemudian berbalik dan bersiap untuk melanjutkan kegiatan.

 

Come back and tell me why

I’m feeling like I’ve missed you all this time

And meet me there tonight

And let me know that it’s not all in my mind

 

 

Sepanjang perjalanan kami memang tidak terlalu banyak bicara, namun ada beberapa bagian dimana Luhan seolah-olah memberi isyarat bahwa ia senang bersamaku atau aku yang hanya merasa percaya diri—Entahlah.

Luhan berlari menyeimbangiku, ia sesekali menatapku dan tersenyum kemudian kembali fokus terhada jalan, dan percayalah bahwa sekarang aku benar-benar merasa seperti seorang gadis remaja yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Semua terasa indah dan entah, aku tidak bisa menggambarkannya. Namun hatiku terus bergejolak dan mulai berpikir, bagaimana mungkin dulu aku menyia-nyiakan pria sebaik ini? Pria yang pada kenyataannya sangat ku cintai dan pria yang membuatku hampir tidak bisa bernapas karena kelakuannya?

Kalau saja Luhan bersedia memberikan hatinya padaku lagi, maka aku akan berusaha dengan sebaik mungkin untuk mengubah sifatku yang egois. Namun selama perjalanan aku tidak menemukan sedikitpun sinyal bahwa ia ingin kembali padaku, ia hanya nyaman bersamaku. Bukan ingin kembali.

 

All I know is you held the door

You’ll be mine and I’ll be yours

All I know since yesterday

Is Everything has changed

 

Sampai akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena nyatanya jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Sebenarnya aku masih ingin menghabiskan waktu bersamanya, bahkan jika diperbolehkan aku ingin selamanya bersama dengan Luhan, tapi kenyataan berkata lain.

Kami telah berdiri sendiri-sendiri tanpa pundak satu sama lain untuk saling bersandar. Kami menjadi dua sisi berbeda yang memiliki masa lalu bersama dan mungkin hanya dapat dikenang tanpa bisa di ulang sekali lagi.

Kami berhenti di depan rumah ber-cat krem. Luhan melambaikan tangannya padaku sambil mengucapkan ‘Have a nice day’ dengan intonasi yang ceria. Namun tanpa menungguku membalas lambaiannya ia langsung berbalik dan membuka pintu kemudian masuk ke rumahnya.

Dan satu hal yang ku sadari hari ini dari sifat Luhan ketika bersamaku tadi. Ia seperti sudah tidak membutuhkanku lagi dan bersikap bahwa perpisahan kami adalah yang terbaik, dan karena itu aku harus mulai belajar untuk merelakannya pergi karena pada kenyataanya memang semua telah berubah.

 

 

THE END

Iklan

34 pemikiran pada “Everything Has Changed

  1. Baguss thor ……
    Sedikit nyesekk baca kata” nya ….
    Bisa dijadiin pelajaran nih thorr 😀

    nicee thoorrr … keep writing 😊😉😄

  2. Sequel thor sequel TT
    Gantungg nih masih penasarannn, seru thor ffnyaa :”)
    jihyun nyesel deh sekarangg, masaa namja kaya luhan disia2in TT
    Luhan balikan dong sma jihyunn 😀
    Bacanyaa kebawa perasaan TT
    Ditunggu yaa thor :p
    Next2:D

  3. next, kata2nya tuduh point, aku suka… Sequel ya 🙂 cerita tentang si Jihyunnya.
    Ohiya itu yg menali maksudnya mengikat ya?

  4. huwaaa….
    sedihnya ih…
    hmmm…mungkin luhan bukan yang terbaik bagi Jihyun tapi mungkin yang terbaik bagiku? wkwkwkwk…
    banyak yang bisa diambil dari ceritanya nih… 🙂
    gomawoyo…

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s