The Time Part XV (Destiny—END )


the-time2

 

 

 

Title : 

The Time Part XV (Destiny—END )

Author :

Heena Park

Length :

Multichapter

Ratting :

PG

Genre :

Romance,Action,Fantasy,Family

Poster By:

Art Factory|| QuinAegyoMin89

Main Cast :

-Shin Heera /Kim Heera

 -Kim Jong In (Kai)

 -Oh Sehun

 -Seo Yu Na

Backsong :

 -Let Out The Beast, Black Pearl, Baby Don’t Cry [EXO]

-Jaejoong [Mine]

 -A Thousand Years [Christina Perri]

Disclaimer :

FF ini adalah milik ‘SAYA’.Semua Main Cast di FF ini adalah ciptaan Tuhan.Cerita ini hanya karangan belaka,jika ada kesamaan nama Tokoh dan kejadian,harap dimaklumi . Selain itu , FF ini juga terinspirasi dari Film The Twilight Saga Breaking Dawn .

Author Notes :

Wah maaf sekali ya part terakhirnya molor banget/? Soalnya aku juga lagi sibuk banget hehe. Tapi Alhamdullillah setelah memaksa otak bekerja, akhirnya part final dari FF ini selesai juga =) Selamat menikmati FF ini dan jangan lupa comment ya! =))

© The Time ©

 

 

“Akulah lawanmu!”

Suara itu terngiang dengan keras di telinga semua orang yang berada di dalam ruangan dimana Sehun disekap. Seorang wanita berdiri di ambang pintu dan mengangkat jari telunjuknya ke arah Raja Seo dan putrinya

Mendapati wanita yang sedang berdiri dengan tatapan penuh dendam kepadanya, Raja Seo menarik kedua ujung bibirnya dan bertepuk tangan, ia bertemu dengan teman lama “Emily..” Matanya menatap Emily dari atas ke bawah “sudah sangat lama kita tidak bertemu teman..teman penghianat.”

Emily menghela napas, was-was jika tiba-tiba Raja Seo menyerangnya. Ia tahu bahwa dibalik ketenangan pria itu tersimpan kejahatan yang begitu besar seperti apa yang telah ia lakukan kepada Raja Aiden dan saudaranya.

“Aku tidak ingat jika memiliki teman sepertimu.”

Raja Seo terkekeh “Ah..ya, tak masalah kau tak mengingatku, asal kau selalu ingat pada pengkhianatanmu saja.”

“Aku tidak pernah berkhianat! Kau yang berkhianat pada Raja Aiden!”

“Raja Aiden? Orang itu sudah mati dan kau masih menyebutnya Raja? Bodoh sekali kau Emily, akulah Raja yang sebenarnya.”

“Seorang Raja tidak mungkin mendapatkan tahtanya dengan cara membohongi dan membunuh sepertimu, kau hanyalah seorang Raja yang semu.”

Nyatanya Emily berniat membuat emosi Raja Seo memuncak, wanita itu bertubi-tubi mengatai orang yang ada di depannya. Tidak, sebenarnya ini adalah fakta. Semua yang dikatakan oleh Emily merupakan kenyataan yang memang terjadi.

Raja Seo mengangkat tangannya lalu menggerakkannya dua kali “Tidak ada untungnya mendengar ocehanmu, lebih baik kau hadapi prajuritku.”

Begitu selesai mengucapkan kalimat barusan, dua orang prajurit Raja Seo maju sambil menodongkan sebuah tombak ke leher Emily, namun dengan cepat Emily melompat melewati kepala dua orang prajurit tersebut.

Tak berhenti sampai disana, Emily langsung memecahkan jendela kaca dengan tubuhnya untuk keluar dari ruangan tersebut. Ia berhenti di halaman istana dan telah di tunggu oleh prajurit yang berada di luar sana.

“Sial!” Ujarnya menyesal, seharusnya ia tadi tidak keluar dan sekarang musuhnya bertambah banyak.

Para prajurit itu tidak tinggal diam dan mulai menyerang Emily, bertubi-tubi serangan tombak menghampiri tubuhnya. Ia berlari ke arah dinding dengan cepat lalu melompat ke atas dan mendorong kedua telapak tangannya hingga muncul putaran angin begitu besar yang kemudian mendorong para prajurit itu menghantam dinding-dinding berduri disekitar istana.

Beberapa diantaranya terlihat mengeluarkan darah dan bahkan tidak sadarkan diri. Namun baru beberapa saat hal tersebut terjadi, tubuh Emily terasa panas. Ia seperti dibakar, terutama pada bagian kepalanya. Hal itu mendorongnya untuk naik kembali pada ruangan tempat Sehun disekap.

Di samping jendela terlihat Yuna tersenyum puas melihatnya seperti itu. Ia tahu ini adalah perbuatan Yuna, wanita ini memiliki kekuatan yang begitu dahsat. Ia bisa membuat orang mengikuti apa kemauannya dan mematahkan tulang-tulangnya hanya dengan menatapnya saja. Ia gadis yang sangat berbahaya.

“Persetan dengan kalian, lepaskan aku!” Emily mencoba memberonta dalam kesakitan yang menerjang tubuhnya akibat kelakuan Seo Yuna.

Seorang prajurit Raja Seo menghampirinya dan menarik tubuhnya untuk masuk ke dalam ruangan kemudian memborgol kedua tangannya dan menutupnya dengan kain hitam agar wanita itu tidak bisa mengeluarkan angin dan memporak-porangakan seisi ruangan.

Ia menengok pada Heera, wanita itu hanya terdiam dan pasrah pada keadaan. Kedua tangannya juga diborgol layaknya tahanan. Emily tidak mengerti apa yang ada di dalam otak Heera sehingga ia tidak melawan sama sekali.

Apa ia sudah menyerah? Kenapa menyerah secepat ini? Bagaimana mungkin?

Setelah merasa bahwa ketiga tahanan itu sudah cukup aman dan tidak akan bisa menyerang, mereka dibawa ke sebuah ruangan bawah tanah yang gelap dan sembab. Dengan tinggal di tempat seperti ini, ketiga orang yang menjadi tahanan seperti Sehun, Heera, dan Emily bisa saja mati berlahan tanpa disiksa sedikitpun.

“Aku yakin setelah penahanan kalian bertiga akan banyak hal menarik terjadi..” Raja Seo memicingkan matanya dan menatap Heera puas “Kai pasti akan sangat marah denganku.” Lanjutnya kemudian membalikkan badan dan meninggalkan ketiganya.

Begitu yakin bahwa Raja Seo telah meninggalkan ruangan. Emily yang semula diam kini mendekat pada Heera dan bertanya, ada apa sebenarnya dengan pikirannya. Kenapa tak melawan sama sekali?

“Heera, ada apa denganmu? Kau memiliki kekuatan yang dahsyat, kau bisa membunuh Raja Seo.” Gumam Emily pelan

Heera menggeleng, ia menatap Sehun sekilas kemudian berbalik memandang Emily “Jika aku menggunakan kekuatanku saat itu juga, maka Sehun akan menjadi taruhannya..” Heera berhenti sejenak dan menarik napas lalu menghembuskannya pelan “apakah perisaiku bisa dihilangkan sebentar saja? Aku harus berinteraksi dengan Luhan.”

Emily tak mengerti “Apa maksudmu berinteraksi dengan Luhan?”

“Katakan saja padaku, apakah perisai ini bisa dihilangkan sebentar saja?”

Emily memutar otaknya dan mengangguk “Bisa, jika kau menghendaki untuk berinteraksi dengan orang kau bisa menghilangkannya sebentar. Tapi, kau tidak memiliki kekuatan telepati bukan?”

Heera menarik tubuhnya mundur dan menempel pada dinding, ia mengangkat tangannya yang terborgol tepat di depan dadanya “Aku memang tidak memiliki kekuatan telepati, tapi Luhan pasti akan mendengar panggilanku.” Gumamnya kemudian menutup mata.

Emily hanya memandangi apa yang sedang dilakukan oleh Heera. Setiap tarikkan napasnya terlihat berat. Sesekali tangannya bergetar dan perlahan tapi pasti, borgol yang semula sangat kencang itu mulai meleleh.

Tepat sekali, Heera memiliki api dalam tubuhnya, sehingga ia bisa melelehkan borgol tersebut. Sedangkan disisi lain ia juga memiliki es yang bisa membuatnya tetap dingin. Ini begitu hebat, Emily tidak pernah memikirkan ini sebelumnya.

“Shin Heera, kau?” Emily menatap Heera takjub.

“Aku memikirkannya ketika kau sedang sibuk berperang dengan prajurit Raja Seo tadi..” Heera berhenti sejenak, ia beralih ke dekat Sehun dan menggunakan tangan kanannya untuk memelehkan borgol, sedangkan tangan kirinya untuk mendinginkan tangan Sehun “kemarilah, aku akan melepaskan borgol-mu” Lanjut Heera sambil mengangkat tangannya ke arah Emily.

Wanita itu mendekat sehingga tak perlu waktu lama bagi Heera untuk membebaskannya dari borgol tersebut.

Setelah selesai menyelamatkan kedua temannya, Heera langsung bergeser ke pojok dinding dan berkata pada Emily “Ku mohon, jagalah Sehun selama aku mencoba berinteraksi dengan Luhan.” Ujarnya yang langsung dibalas anggukkan oleh Emily.

Heera yakin Emily pasti bisa melakukannya, ia menatap Sehun yang masih pingsan kemudian memejamkan kedua matanya dan mencoba menghilangkan perisainya agar Luhan bisa mendengar setiap perkataannya.

“Xi Luhan, kau mendengarku? Ini Heera”

 

 

*****

 

 

Kai baru saja menginjakkan kaki di rumahnya bersama teman-temannya yang berada di EXO Planet dengan wajah cemas. Kris dan lainnya yang melihat Kai seperti itu langsung menyuruhnya duduk dan bercerita. Pasti ada hal yang tidak beres.

“Ada apa?” Kris bertanya pada Kai dan nampak ingin tahu.

Kai mendengus frustasi “Heera menghilang saat kalian mengatakan bahwa Sehun akan menemui Raja Seo..” Ujar Kai cemas, ia menatap satu persatu hyungnya “Apa tidak ada salah satu dari kalian yang berusaha menemukan Sehun?!” Tiba-tiba emosinya memuncak, wajahnya memerah dan suaranya terdengar sangat lantang. Ia tidak habis pikir, bagaimana mungkin hyung-nya sama sekali tidak mencari Sehun.

Kris berdiri “Kami sudah mencari Sehun!” Ia menunjuk wajah Kai “tapi keadaan istana Raja Seo saat ini sedang dijaga ketat, D.O dan Chen sudah kesana, dan kami sedang membuat rencana untuk menyerang.”

Kai terduduk dan mengacak rambutnya frustasi. Ia tahu betul bahwa Heera pasti menyelamatkan Sehun “Ku mohon, kita harus pergi sekarang, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Heera. Aku yakin dia sedang menyelamatkan Sehun” Kai putus asa, ia hanya bisa membayangkan betapa Heera dalam bahaya.

Kris berjalan ke arah Kai dan menepuk pelan pundaknya “Kita akan berangkat Kai, tapi tidak sekarang, kita harus mempersiapkan semuanya.” Ujar Kris menenangkan.

“Lalu kapan? Apa harus menunggu sampai salah satu diantara mereka mati? Kita sudah tidak punya waktu lagi!” Kai semakin emosi.

“Xi Luhan, kau mendengarku? Ini Heera”

“Tunggu!” Luhan yang semula diam kini telah berdiri dan menyuruh agar Kai dan Kris menghentikan perdebatan mereka. Semua orang menatap Luhan bingung.

“Aku mendengarnya, Heera sedang berusaha menghubungiku.” Ujarnya pelan yang di balas tatapan tidak percaya oleh orang-orang disana. Namun Luhan mencoba meyakinkan “Ku mohon, percaya padaku. Sekarang tenanglah dan aku akan berusaha menghubunginya kembali.” Ujar Luhan yang kemudian duduk sambil menutup matanya.

“Shin Heera, aku mendengarmu! Shin Heera!”

“Luhan? Ya Tuhan, syukurlah. Aku telah mencoba menghilangkan perisaiku untuk menghubungimu, ku mohon sampaikan pesanku pada yang lainnya dan bantulah aku.”

Luhan membuka bibirnya, namun matanya tetap terpejam “Heera meminta bantuan kita, dia telah menghilangkan perisainya untuk menghubungiku”

“Aku berada di dalam istana Raja Seo bersama Sehun dan Emily. Kami sedang di tahan, namun tenanglah, aku sudah melepaskan borgol sialan itu dari tangan kami semua. Setelah ini aku dan Emily akan berusaha keluar dan memancing Raja Seo untuk pergi ke Gunung pembatas Kerajaan EXO Selatan dan Utara, ku mohon kalian bergegaslah ke sana.”

“Heera, Sehun, dan Emily sedang di tahan. Tapi ia sudah bisa melepaskan diri dan akan menuju ke gunung pembatas antara kedua kerajaan, ia meminta kita untuk ke sana.”

“Dan satu lagi… Aleyna…Aleyna adalah putriku dan Sehun. Ia lahir dari penyatuan Black Pearl kami berdua, sehingga ku mohon amankan dia. Sampai jumpa di gunung”

“Apa?” Luhan berteriak

“Kenapa?” Xiumin yang kaget langsung bertanya pada Luhan

“Apa ada sesuatu yang salah?” Tanya Chanyeol penasaran.

Luhan membuka matanya dan menatap Kai nanar. Ia tidak tahu bagaimana caranya untuk mengatakan ini semua. Hal ini bisa menyakiti perasaan Kai. Kenapa bisa terjadi? Bagaimana mungkin Aleyna adalah putri Sehun?

Tapi, memang benar. Sehun selalu peduli pada Aleyna. Ia menyayangi Aleyna layaknya putrinya sendiri. Ternyata ini alasannya mengapa hal itu bisa terjadi, dan kenapa Sehun selalu terlibat dalam keluarga mereka.

“Heera berkata bahwa…” Ia menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan “dia berkata bahwa Aleyna… Aleyna adalah putri Sehun sehingga inilah alasan mengapa Sehun selalu terlibat.. Aleyna putri Sehun”

Semua orang terkejut, terutama Kai. Wajahnya seolah tak percaya pada apa yang dikatakan oleh Luhan barusan. Bagaimana mungkin Heera dan Sehun bisa melakukan ini? Anak yang selama ini selalu ia rindukan, selalu ia sayangi, dan ia anggap sebagai anaknya sendiri pada faktanya bukanlah anaknya melainkan anak dari Sehun.

Lalu setelah ini apa? Apa Kai masih bisa menyayangi Aleyna seperti biasanya ? Apa Kai masih bisa memeluk Aleyna dengan penuh kasih sayang? Apa Kai masih bisa memberikan namanya pada Aleyna? Dan apakah Kai bisa menerima kenyataan bahwa Aleyna bukanlah putrinya?

“Kai, ku mohon. Heera berkata bahwa Aleyna terlahir karena Black Pearl yang mereka miliki, bukan karena hubungan badan atau apapun itu yang mungkin terlintas dalam benakmu. Aleyna adalah anak yang terlahir tanpa kesalahan. Jangan pernah berpikir untuk berhenti menyayanginya, karena Aleyna sangat menyayangimu Kai”

Sial. Luhan membaca pikiran Kai, dan ia tahu semua yang ada dipikiran pria itu. Kai tidak bisa bergeming, otaknya masih mencoba mencerna setiap perkataan yang masuk ke dalam telinganya. Ia butuh waktu untuk menerima semuanya, namun keadaan tidak akan memberikannya waktu seperti yang dibutuhkannya sekarang. Ia harus bergerak dan menolong Heera, kemudian berusaha untuk menganggap bahwa hal tadi tidaklah terjadi.

 

*****

 

 

Heera memberi aba-aba pada Emily yang sedang membantu Sehun untuk berjalan. Mereka baru saja melewati penjaga yang tadi berada tepat di depan tempat tahanan dengan api yang keluar dari tangan Heera.

“Kita lewat jendela saja.” Ujar Heera

“Lalu bagaimana dengan Sehun?”

Ia menarik Sehun dalam pelukkannya dan kemudian memegang erat pinggang pria itu dengan satu tangannya “Aku akan terbang bersama Sehun, dan gunakan anginmu untuk terbang.”

Emily mengangguk setuju. Tak lama kemudian ia mengayunkan kedua lengannya dan terbentuklah tornado kecil yang membuat kaca jendela pecah. Segera Heera melompat dari jendela dan mengepakkan sayapnya meninggalkan istana.

Beberapa prajurit sempat hampir menyerang Heera, namun dengan cepat ia mengepakkan sayapnya lagi sehingga orang-orang itu membeku dan tak bergerak. Sebenarnya Heera sangat sadar bahwa Raja Seo pasti sangat marah karena hal ini. Namun itulah yang diinginkan Heera.

Pada akhirnya mereka akan berperang dan sebisa mungkin mengalahkan Raja Seo. Karena itulah satu-satunya cara agar tidak ada lagi kubu Selatan dan Utara di EXO Planet.

 

 

*****

 

 

Kai berdiri lemas di tengah hamparan salju yang berada di gunung pembatas antara Kerajaan Utara dan Selatan. Terlihat teman-temannya juga berada di sana, namun tidak dengan Chang Hun begitu juga Tuan dan Nyonya Byun. Mereka harus mengurus Kerajaan EXO Selatan dan mencoba menenangkan warga yang mulai geger karena kemarahan Raja Seo yang bisa saja berakibat bukan hanya di Utara, namun juga Selatan.

Samar-samar ia melihat beberapa orang di udara, sepertinya itu Heera dan yang lainnya. Kai menyipitkan matanya, rasa sakit tiba-tiba saja menerpa hatinya karena mendapati Heera sedang merangkul tubuh Sehun untuk terbang bersamanya. Ia tahu seharusnya tidak seperti ini, namun semua kejutan dari Heera membuatnya benar-benar hancur.

Luhan yang tidak sengaja melihat ekspresi Kai langsung berjalan pelan ke arahnya dan merangkul pria tersebut “Semua orang tahu bahwa Heera mencintaimu. Tak perlu takut kehilangannya Kai” Ujar Luhan berusaha menghibur Kai

Kai hanya mengangguk, ia mengerti dan sangat tahu tentang perasaan Heera padanya yang begitu besar, tapi kenyataan tentang Black Pearl yang ada dalam diri Sehun dan Heera-lah yang membuat Kai goyah. Perasaannya selalu diambang kehancuran ketika mendapati ikatan kuat diantara keduanya. Ia selalu merasa bahwa Sehunlah yang sebenarnya diciptakan untuk bersama Heera, bukan dirinya.

Tidak lama kemudian Heera telah mendarat dengan selamat, buru-buru Kris dan Tao menolong Sehun yang babak belur. Ia membaringkan Sehun di tanah dan meminta Lay untuk menyembuhkan pria itu. Sementara Heera berdiri terpaku melihat Kai yang sedang menatapnya nanar, ia berjalan pelan ke arah Kai dan berhenti tepat di depan suaminya tersebut.

“Maafkan aku..”

Kai menggeleng, jarinya bergerak menelusuri pipi Heera yang sedikit bewarna kebiruan “Wajahmu lebam, apa yang telah ia lakukan kepadamu…?”

Heera menggenggam telapak tangan Kai yang masih berada di pipinya “Ku mohon.. jangan mengalihkan pembicaraan Kai..” Ia menarik tangan Kai tepat di depan dadanya “Aku tahu kau kecewa soal Aleyna tapi… aku benar-benar mencintaimu.”

Kai tersenyum tipis “Aku tahu…” Ujarnya yang sedetik kemudian sudah menenggelamkan Heera dalam pelukkannya dengan begitu erat, sesekali bibirnya mencium kepala Heera dan menghisap aroma perempuannya yang sangat ia cintai.

Heera menyandarkan kepalanya di dada Kai “Sekarang saatnya kita mengalahkan Raja Seo..” Ia berhenti sebentar dan menatap kedua mata Kai “dan kemudian hidup bahagia.” Lanjutnya

Kai mengangguk setuju, tak lama kemudian ia melepaskan pelukkannya dari tubuh langsing Heera. Sepertinya Sehun juga sudah mulai pulih, namun Lay bilang bahwa Sehun tidak bisa langsung menggunakan kekuatannya secara berlebihan karena masih lemas.

Sekarang mereka semua telah berkumpul, bersiap untuk melawan prajurit Raja Seo yang diyakini akan tiba sebentar lagi.

 

*****

 

Kai, Heera dan Kris berdiri pada baris paling depan. Matanya menatap tajam pada hamparan pohon pinus yang tertutup salju tak jauh dari tempat mereka berdiri. Samar-samar terdengar suara kereta kuda, benar, prajurit Raja Seo telah mendekat.

Perlahan wajah para prajurit Raja Seo terlihat dari balik batang pinus yang menjulang tinggi. Para prajurit tersebut berhenti dengan jarak sekitar 50 meter dari kumpulan Heera.

Kereta kuda besar yang berada di tengah mereka dengan perlahan terbuka. Terlihat Raja Seo dan anaknya sedang berdiri di atasnya sambil menyilangkan tangan. Wajah mereka nampak marah, lagipula mereka telah membawa prajurit sebanyak ini untuk berperang.

Heera menaikkan alisnya “Mereka terlalu banyak, kita tidak akan menang” Gumamnya

Kris menggeleng “Tidak, mereka memang banyak, tapi semua prajurit ini tidak memiliki kekuatan. Kecuali sepuluh orang yang berada tepat di samping kanan dan kiri kereta Raja Seo. Kekuatan para prajurit telah diambil dan di pindahkan kepada pengawal khusus Raja Seo, begitu juga di pindahkan pada dia dan anaknya.”

Heera menggigit bibir bawahnya dan kemudian memandang Kai. Namun tak perlu waktu lama, ia telah berjalan ke depan. Semua orang menatap Heera tidak mengerti. Apa wanita ini mencari mati? Namun Heera tak perduli, ia tetap melanjutkan langkahnya dan berhenti tidak jauh dari prajurit Raja Seo.

Matanya menatap tajam Raja Seo dan Yuna “Aku tidak tahu salah kami sehingga kalian terus saja mengganggu hidup kami..” Ia berhenti sebentar dan menarik napas begitu dalam lalu menghembuskannya kembali “Jika kau menginginkan Kai, maka itu tidak akan pernah bisa terpenuhi karena perjanjian antara kalian dengan tuan dan nyonya Byun adalah sebuah paksaan. Dan jika kau menginginkan tahta Kerajaan, maka langkahilah nyawaku terlebih dahulu.”

Kata-kata Heera barusan membuat Kai dan yang lainnya tercengang, apa maksud dari ‘langkahilah nyawaku’ Ini sangat tidak masuk akal. Namun cepat-cepat Emily menghampiri Kai dan berbisik pelan di telinga pria itu “Semenjak Heera dilahirkan, ia sudah menjadi Ratu di Kerajaan Selatan, dan saat ini Black Pearl dalam tubuhnya bereaksi, membuatnya ingin melindungi Kerajaan Selatan.”

Kai mendecakkan lidah “Tapi..”

“Heera sudah di takdirkan untuk melalui ini semua Kai.” Sergah Kris secara tiba-tiba. Ia menepuk pundak Kai pelan “Kita ikuti apapun yang diinginkan Heera, dan percaya padanya” Ujar Kris lagi lalu kembali menggerakkan matanya untuk melihat apa yang akan terjadi.

Raja Seo terlihat menyunggingkan senyum liciknya, walaupun tak terlihat dengan jelas namun Heera bisa melihatnya.

“Wanita muda yang tangguh..” Raja Seo berhenti sebentar “namun sayang ketangguhanmu akan segera berakhir.”

Setelah Raja Seo mengucapkan kalimat barusan beberapa prajurit yang berada pada baris paling depan langsung berlari menyerbu Heera sambil mengacungkan pedangnya. Heera yang terkaget sontak berjalan mundur ke belakang, wajahnya nampak sedikit pucat, namun cepat-cepat otaknya berfikir. Segera ia menutup matanya dan mengayunkan tangannya hingga keluar kobaran api yang langsung menerpa para prajurit itu hingga yang tertinggal hanyalah debu.

Namun alih-alih hancur, serpihan debu tersebut kembali bangkit menjadi manusia. Sial! Prajurit Raja Seo telah meminum ramuan pengembali bentuk, apapun yang terjadi mereka akan kembali dalam bentuk semula. Kecuali jika mereka dibunuh dengan cara memotong salah satu bagian tubuh mereka.

Heera menggertakkan giginya dan berlari cepat mendekat ke arah Kai, Kris dan Emily “Tidak ada cara lain, kita harus membunuh mereka dengan memotong salah satu bagian tubuhnya, bukan hanya dengan mengeluarkan kekuatan saja” Ia memandang ke belakang dan melihat yang lainnya, sepertinya yang lain telah bersiap-siap, bahkan Sehun juga berdiri pada barisan ke-tiga. Pria ini benar-benar hebat.

Heera kembali memfokuskan pandangannya pada prajurit Raja Seo dan tak lama kemudian Heera dan yang lainnya telah berlari—bertempur dengan prajurit Raja Seo. Berkali-kali Heera mengayunkan lengannya untuk mengeluarkan percikkan api yang panas sehingga bagian tubuh prajurit tersebut terputus dari badannya.

Chen yang mengeluarkan petir kecil untuk membelah tubuh mereka, Xiumin yang menggunakan pecahan es untuk melukai dan kemudian memotong tubuh mereka, Kai yang menggunakan tangan kosong untuk mematahkan setiap bagian tubuh prajurit Raja Seo. Entah, namun kemarahan Kai membuatnya memiliki kekuatan yang besar dan bisa menghancurkan tubuh siapapun.

Terdengar teriakkan kesakitan yang keluar dari mulut prajurit Raja Seo, tubuh mereka terpotong, darah dimana-mana, kepala yang putus dari lehernya, tangan yang tergeletak dimana-mana tanpa badan, kaki putus yang bergerak layaknya ikan yang keluar dari kolam. Ini terlalu menyedihkan untuk dilihat.

Tak terima melihat prajuritnya mati, Raja Seo mengerahkan prajurit kedua yang dimana kekuatan mereka terletak pada pedang yang dibawa. Tergores sedikit saja maka kulit akan melepuh, dan jika dibiarkan maka lama kelamaan kulit akan mengelupas dari dagingnya.

“Heera kita tidak akan bisa melawan prajurit yang seperti ini!” Ujar Luhan yang tiba-tiba sudah berada di samping Heera.

Namun Heera tak tergoyahkan, ia menatap Luhan dalam-dalam dan sedetik kemudian membuka mulutnya “Kita akan buat ruang perlindungan dengan saling menghubungkan kekuatan satu sama lain, gunakan telepatimu untuk menyuruh semua berkumpul dan membentuk lingkaran.” Ujar Heera

Luhan sedikit terkejut akan perkataan Heera. Ia tidak pernah mendengar tentang ruang perlindungan dan cara membuatnya. Lalu bagaimana bisa Heera tahu hal seperti ini? Apa ini adalah kelakuan dari Black Pearl yang ada dalam tubuh gadis itu? Entahlah. Yang penting sekarang ia harus mengumpulkan kawan-kawannya untuk membentuk sebuah lingkaran.

“Berkumpul, bentuk sebuah lingkaran dan saling berpegang tangan.” Luhan memegang kepalanya dan tak lama kemudian teman-temannya datang. Mereka saling berpegangan dengan erat. Heera yang berada pada lingkaran paling depan menutup matanya sambil mendongak ke atas. Perlahan sebuah asap putih menyelimuti sekeliling mereka dan membentuk setengah bundar.

Prajurit Raja Seo yang mendekat langsung terhempas jauh menabrak pohon-pohon pinus sehingga badan mereka remuk bahkan sobek karena terkena sayatan dari tumbuhan liar lain.

Melihat prajuritnya mati satu persatu, Raja Seo semakin marah. Ia turun dari kereta bersama Yuna dan melepas sarung tangannya. Di sisi lain, Heera melepaskan untaian tangannya dari yang lain sehingga ruang perlindungan itu-pun menghilang. Ia tahu betul bahwa ruang perlindungan tidak akan mempan bagi Raja Seo.

Jika Heera memang di takdirkan untuk ini. Jika ia memang harus kehilangan nyawa untuk perang ini, maka tiada hal lain yang bisa ia lakukan selain menerima. Setidaknya jiwanya harus benar-benar siap untuk menerima segala kenyataan. Bagaimanapun caranya, ia akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Demi dirinya, demi Kai, demi Sehun, demi Aleyna, demi EXO Planet, dan demi Bumi.

“Sial!” Umpan Raja Seo, kelima jarinya berada di bawah dagu dan tersenyum licik “Ternyata wanita ini bisa membunuh prajuritku.. kau tentu harus membayar apa yang telah kau lakukan, Shin Heera.”

Setelah mengucapkan kalimat barusan, kedua lengan Raja Seo terangkat dan ‘drasss!’ dua orang prajurit Raja Seo berlari sambil mengeluarkan putaran angin yang begitu besar sehingga Heera terpental ke belakang lalu menabrak tubuh Tao sehingga pria itu terkejut dan terjatuh ke tanah bersama Heera. Namun cepat-cepat Tao bangkit dan menolong Heera yang terbaring dengan kening berdarah.

Kai yang tidak terima melihat istrinya kesakitan langsung menggunakan teleportasinya untuk pergi ke samping prajurit Raja Seo dan memutar kepala keduanya sehingga saling berhadapan dan membenterukan kepala mereka masing-masing hingga pecah, lalu membuang jasat keduanya ke wajah Raja Seo.

Emosi Raja Seo semakin memuncak, ia menyuruh dua orang berkekuatan petir untuk menyambarkan petirnya pada Kai. Dengan cepat Kai berusaha menyelamatkan diri namun petir dari dua prajurit tersebut menyambarnya dengan sangat cepat. Tao yang berusaha menghentikan waktu tiba-tiba saja berteriak kesakitan. Ya Tuhan! Ternyata Yuna berusaha untuk mengendalikan pikiran pria tersebut hingga merasa kesakitan. Melihat Tao dan Kai seperti itu, yang lain segera berlari menyerang.

Heera mencoba berdiri dan menyelamatkan Kai, ia tidak bisa diam saja, tubuh Kai sudah mulai berasap dan dia bisa saja mati karena petir tersebut. Dengan sekuat tenaga Heera mengeluarkan sayapnya lalu mengibaskan sayap tersebut ke arah dua orang prajurit Raja Seo sehingga mereka membeku. Tak lama kemudian Heera mengangkat kedua tangannya dan membantingnya ke kanan dan kiri sehingga tubuh kedua prajurit Raja Seo yang sedang mencoba membunuh Kai langsung terpisah menjadi beberapa bagian.

Begitu sambaran petir menghilang, Heera langsung menaikkan tubuh Kai dalam pangkuannya, beberapa kali Heera menepuk pipi Kai dan berharap agar pria itu bisa sadar, namun nihil. Kai masih tetap menutup matanya. Sedangkan teman-temannya sedang berperang dengan prajurit Raja Seo yang lain. Mereka sama-sama sedang mempertaruhkan nyawa. Namun Kai? Ia sudah tergeletak tak berdaya seperti ini. Heera masih bisa merasakan denyut jantung Kai, namun semakin melemah.

Oh God, apa yang harus ia lakukan sekarang? Heera benar-benar belum siap jika harus kehilangan Kai saat ini. Heera mengangkat wajahnya, memperlihatkan air mata yang mengalir bening di wajahnya. Ia bisa melihat Raja Seo tersenyum puas, begitupun Yuna yang berdiri di sampingnya. Namun ini belum berakhir, Heera tidak akan membiarkan Kai mati dengan sia-sia. Ia pasti akan membalas apa yang telah dilakukan oleh Raja Seo.

“Shin Heera!” Sehun berjongkok di samping Heera dan memindahkan kepala Kai di pangkuannya “Pergilah! Aku akan menjaga Kai, aku berjanji Kai tidak akan mati. Aku berjanji” Ujar Sehun, ia mencoba mendengarkan denyut nadi Kai di tangan dan leher “Dia masih hidup, aku akan menariknya ke belakang dan menyuruh Lay untuk menyembuhkannya.” Sahutnya lagi.

Heera menggeleng “Tapi.. aku tidak bisa meninggalkan Kai seperti ini..”

“Kau tidak meninggalkannya!” Sehun sedikit berteriak, ia menekan bahu Heera “Kai bersamaku, aku akan menyelamatkannya, aku berjanji.”

Akhirnya Heera menyerah, ia menatap Sehun yang membawa Kai menjauh dengan perlahan, dan dengan begitu sekarang waktunya ia untuk benar-benar berperang. Dengan perlahan dan yakin, Heera berdiri tegap di balik tubuh orang-orang yang sedang beradu kekuatan satu sama lain.

Heera menutup matanya sebentar, mencoba berkonsentrasi dan ‘drass’ sayapnya terbuka dengan lebar. Tubuhnya terbang perlahan ke udara. Matanya semakin menajam dan tiba-tiba kobaran api yang begitu besar keluar dari tubuhnya sehingga membuat mereka yang sedang berperang berhenti.

Raja Seo yang tak percaya melihat hal itu langsung menyuruh prajuritnya untuk menyerang Heera, namun apadaya ketika para prajuritnya mendekat, mereka langsung terhempas jauh.

Heera menatap Raja Seo marah “Takdir, tetaplah takdir.” Ujarnya yang sedetik kemudian mengayunkan tangannya ke arah Yuna hingga mengeluarkan sinar bewarna merah.

Yuna yang tidak siap menerima serangan dari Heera, membuka mulutnya terkejut. Sinar itu datang menabrak tubuh Yuna dan melilitnya lalu mengangkatnya ke atas. Heera memutar telapak tangannya dan meremasnya hingga sinar tersebut semakin mengencang pada tubuh Yuna

“Sialan kau! Lepaskan aku arggh—“ Teriak Yuna kesakitan.

Namun Heera tak perduli, ia semakin menjadi-jadi, emosi dalam tubuhnya membuat Heera begitu ingin membunuh Yuna, hingga akhirnya dalam satu hentakkan kaki dan satu putaran tangan Heera melempar tubuh Yuna ke arah Raja Seo tanpa perlu takut lagi.

Drakk

Tubuh Yuna tergeletak lemas di atas tubuh Raja Seo. Di beberapa bagian terdapat darah, tidak. Tapi leher Yuna telah dipenuhi darah. Gadis itu sudah tidak bernapas lagi. Jantungnya sudah berhenti berdetak. Heera telah membunuh Yuna.

“Seo Yuna! Putriku!” Raja Seo mencoba meracau, ia menggoyang-goyangkan tubuh Yuna, namun tak ada yang terjadi. Malah darah yang keluar dari tubuhnya semakin banyak.

Sekarang ia benar-benar sudah tidak tahan. Pertama, Heera membunuh semua prajuritnya dan yang kedua ia telah membunuh putri satu-satunya yang sangat ia sayangi.

Merasa sudah tidak mampu menahan amarah lagi, Raja Seo segera bangkit dan menyobek bajunya. Wajahnya memerah padam dan punggungnya bergerak. Sayap bewarna hitam muncul begitu saja di punggungnya bak Raja kegelapan.

Langit tiba-tiba saja menjadi gelap, awan hitam dimana-mana, petir menyambar-nyambar seolah mengerti bahwa kemarahan Raja Seo begitu besar.

“Apakah kita akan mati sekarang?” Gumam Chanyeol pada Kris

Kris menatap Heera dan Raja Seo yang saling berhadapan “Pertarungan antara dua pemimpin..” Ia berhenti sebentar dan menatap semua teman-temannya “Chanyeol, D.O, Suho, Xiumin, Chen kita harus membantu Heera, gabungkan kekuatan kita dan berikan itu pada Heera!” Teriak Kris yang langsung di setujui oleh yang lainnya.

Sementara itu Heera dan Raja Seo masih saling berhadapan di antara ganasnya petir. Hidup dan mati sekarang berada pada tangan masing-masing. Ini sebuah pertarungan, siapapun yang bertahan. Ia-lah yang akan menang.

Dlarr

Suara petir bergemuruh bersamaan dengan gerakkan tangan Raja Seo yang memutar lalu mengarahkan ke Heera. Dengan sigap Heera mendorong kedua tangannya, menahan cahaya bewarna hitam yang menghampiri tubuhnya.

Tubuhnya bergetar hebat, kekuatan dari Raja Seo mendorongnya untuk hancur, namun tiba-tiba saja muncul dorongan dari belakang. Tubuhnya seolah-olah menjadi hidup kembali sekarang.

Tentu saja, Kris dan yang lainnya menggabungkan kekuatan mereka untuk membantu Heera. Dengan begini kekuatan Heera menjadi lebih kuat. Ia memutar kedua lengannya dan mendorong kekuatan hitam Raja Seo untuk kembali ke asalnya, namun tiba-tiba saja Raja Seo menghentakkan kakinya dan cahaya hitam itu kembali merambat ke Heera dan membuat pertahanannya goyah.

Brakk!

Ia terlempar ke pohon dan terjatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. Semua orang terkejut, terutama Sehun. Ia meninggalkan Kai bersama Lay dan menghampiri Heera kemudian meraih tangan wanita itu dan menggenggamnya.

“Shin Heera, sadarlah! Shin Heera!” Sehun menarik Heera dalam pelukkannya dan mencium kening wanita itu “Shin Heera ku mohon, kembalilah!”

Heera tetap tidak bergerak, apakah ini akhir dari semuanya? Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Sehun membuka bibir Heera lalu menempelkan bibirnya pada wanita itu. Ia bisa merasakan Black Pearl dalam tubuhnya berjalan menuju ke dalam tubuh Heera. Ia yakin dengan begitu maka Heera akan selamat.

Benar saja, tiba-tiba tubuh Heera bercahaya. Matanya masih tertutup namun tubuhnya melayang, sayap yang semula bewarna putih kini berubah menjadi merah darah. Perlahan mata Heera terbuka dan bola matanya berubah merah.

Bibir Heera yang semula pucat kini bewarna merah darah, begitu pula pakainnya. Ia menatap Raja Seo lekat-lekat dan sedetik kemudian mengayunkan tangannya ke arah pria itu hingga muncul sinar bewarna merah pula.

Kris kembali memberi aba-aba kepada teman-temannya untuk membantu Heera. Namun kali ini bukan hanya ke-enam orang tadi melainkan semua yang ada di sana, bahkan Emily dan Sehun juga ikut menyumbangkan kekuatannya.

Mereka membuat kuda-kuda dan menyalurkan kekuatan masing-masing kepada Heera hingga terlihat sebelas cahaya ke-emasan yang masuk ke dalam punggung Heera.

Namun tunggu, tiba-tiba cahaya itu bertambah satu lagi. Dan oh! Ternyata Baekhyun datang, ia berdiri tepat di samping Kris sambil memasang kuda-kuda yang begitu kuat. Kris tersenyum simpul dan kembali mempertahankan kekuatan mereka untuk Heera.

Tapi hal aneh kembali terjadi, Mereka merasa seolah-olah mendapat dorongan sehingga kekuatan yang mereka berikan untuk Heera bisa keluar begitu saja dan terasa sangat ringan.

Ternyata Aleyna berada di belakang mereka semua, ia duduk bersila sambil menaruh tangan kanannya di dada dan menutup matanya dengan konsentrasi yang tinggi. Nyatanya Aleyna memiliki kekuatan untuk mendorong kekuatan orang lain keluar dengan maksimal. Dan ini benar-benar terasa mudah. Aleyna masih sangat muda dan ia melakukan semua ini, benar-benar sulit dipercaya.

Sedangkan Heera mulai mendorong tangannya lebih ke depan bersamaan dengan segala kekuatan yang ia terima, hingga akhirnya tangannya benar-benar telah terdorong sempurna ke depan

Blarr!

Cahaya emas kemerahan menghambur bersamaan dengan Raja Seo kehilangan keseimbangannya, pria itu terselimuti oleh sinar dan tiba-tiba saja hancur berkeping-keping tanpa jejak.

Heera terjatuh dengan mulus di tanah, ia terbatuk-batuk dan tanpa perlu waktu lama orang-orang itu telah menghampirinya lalu membantu Heera untuk berdiri. Namun apa yang terjadi? Ketika ia berdiri, matanya mendapati Aleyna sedang berusaha untuk menahan bebannya sendiri.

Heera terkejut dan segera berlari dengan sekuat tenaga ke arah Aleyna, diikuti oleh yang lainnya di belakang. Ia meraih tubuh Aleyna dan menidurkan gadis cilik tersebut dalam pangkuannya.

“Aleyna, kau baik-baik saja? Ini eomma!” Ujar Heera khawatir. Ia menggenggam tangan Aleyna dan menatap Lay untuk memberi kode agar pria itu menyembuhkan Aleyna.

Namun Aleyna menggeleng dan tersenyum lalu membelai pipi Heera lembut “Tidak eomma, Lay ahjussi tidak perlu mengobatiku..” Ia berhenti dan menarik napas begitu dalam dan sesak “Aku sudah ditakdirkan untuk semua ini, untuk membantu eomma, dan untuk mati.”

“Aleyna apa yang kau pikirkan?!” Heera berteriak

“Eomma, pernah suatu hari seseorang datang kepadaku dan memberitahu bahwa eomma dan yang lain akan meninggal dalam suatu pertempuran, aku menangis, lalu orang itu memberitahu bahwa satu-satunya cara agar kalian tetap hidup adalah dengan cara mengorbankan kekuatanku seluruhnya…” Aleyna menggenggam tangan Heera “dan tidak lama setelah orang itu pergi, eomma, appa, dan Baekhyun datang karena mendengar tangisanku..”

Heera tak bisa menahan air matanya, ia menenggelamkan Aleyna dalam pelukkannya “Tapi Lay ahjussi bisa menyembuhkanku sayang, eomma mohon..” Pintanya.

Aleyna menggeleng “Eomma, kematian tetaplah kematian, tidak ada yang bisa melawannya..” Ia tersenyum dan menatap Sehun yang berjongkok tepat di samping Heera “Aku menyayangi eomma, dan kedua ayahku. Kai appa, ayah yang selalu menyayangiku, dan Sehun appa, ayah kandungku..”

Begitu kalimat tersebut berakhir kedua mata Aleyna tertutup perlahan, napasnya menghembus berat dengan wajah damai yang sangat cantik. Heera menatap Aleyna tak percaya dan kembali menenggelamkan putrinya dalam peluknya dengan isak tangis yang semakin keras. Ia benar-benar tak percaya bahwa Aleyna telah pergi.

Aleyna Kim, putri yang sangat ia sayangi, seorang gadis kecil dengan keberanian yang begitu besar, orang yang membuatnya sadar tentang arti pengorbanan dan kematian.

Dan bahkan sekarang ia tidak tahu harus menjawab apa jika suatu hari orang tuanya bertanya. Ia benar-benar merasa menjadi ibu yang tidak berguna. Seharusnya ia menyelamatkan Aleyna, bukan Aleyna yang menyelamatkannya.

Tiba-tiba kepala Heera terasa berputar dan semuanya menjadi gelap. Menghilang—

 

*****

 

 

Heera memejamkan matanya di atas dada bidang Kai yang nyaman. Ia menarik napas begitu dalam sambil terus mengeratkan pelukkannya pada orang yang sangat dicintainya tersebut.

“Seharusnya hari ini ia berusia empat tahun bukan?” Tanya-nya yang tidak memerlukan jawaban.

Kai tersenyum simpul dan mengangkat wajah Heera tepat di depannya “Dia gadis kecil kita yang tangguh, saat ini mungkin fisiknya akan terlihat seperti berumur tujuh belas tahun.” Gumamnya lalu mencium kening Heera sekilas dan membelai pipinya “Percayalah Aleyna akan bahagia di Surga, dan Tuhan akan mengirimkan kita penggantinya.” Sambungnya lagi

Heera mengangguk dan berdiri dari padang bunga yang sedang bermekaran lalu menarik kedua lengan Kai “Hari ini Sehun akan pergi ke Italia, kita bisa terlambat jika tidak berangkat ke Bandara sekarang.” Ujar Heera

Kai mengangguk dan berdiri tepat di samping Heera. Ketika wanita-nya telah berbalik, Kai dengan sigap menarik Heera kembali dan mendaratkan ciuman tepat di bibir manis Heera sambil melumatnya lembut serta sesekali mengeluarkan lenguhan nikmat.

Heera terpancing, ia melingkarkan kedua lengannya pada leher Kai dan membalas ciuman tersebut sambil menutup kedua matanya. Namun hal itu tidak berlangsung lama, ia tersadar dan memukul dada Kai pelan sambil berkata “Kau bisa menagihnya lagi nanti malam Tuan Kim, sekarang lebih baik kita pergi ke Bandara.”

Kai merangkul pundak Heera dan mencium pipi kanannya “Baiklah-baiklah, kita pergi sekarang Nyonya Kim.” Jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata.

 

 

 

THE END

Iklan

73 pemikiran pada “The Time Part XV (Destiny—END )

  1. Hiksss sedih bangett,, gua jadi kepikiran baekhyun, kalo aleyna mati baekhyun gimana dong, gak di kasi pnjelasn, masih gntung 😦 .. Tapi adegan actionnya keren.. Author jjang 🙂

  2. uwaaa aleyna meninggal?
    hera tetep sama kai ya
    ending nya seru bngt thor yahh wlo aleyna nya meninggal klo aleyna nya masih hidup agak kasian gitu sama kai, secara aleyna jg penghubung sehun hera

  3. wew.. ini seru tapi kenapa aleyna mati?? ini bener bener penuh kejutan.. imajinasi aku ditantang habis habisan baca ff ini.. nice ff kak.. ditunggu karya yang cetar membahana lainnya.. 🙂

  4. Aaaah lega~ akhirnya bs ngalahin raja Seo, tp sayang bgt Aleyna berkorban sepenuhnya, kamu hebat nak :’)
    Thor, blh minta epilog gak? 😀

  5. Aleyna mati? Seriusan tapikan kasian nanti baek sama siapa? Kan cinta banget tuh baek sama aleyna. Ini keren banget di bagian heera dan exo cs ngalahin raja seo wahh keren deh
    sehun sama aku aja okeh? Kita hidup bahagia
    aku sih berharapnya ada sequel tapi klo enggak ada enggak apa” sih hehe
    tetep berkarya ya^^

  6. Endingnya keren thor.. sangat.. gimana ya nasib baekhyun dtinggal pergi aleyna.. kasian banget.. tapi bner lo ni keren.. keep writing thor! Dtunggu ff yg lainnya.. kekeke ^^

  7. wahhhh….
    ga nyangka bakalan ending seperti ini,,,hehehe…
    tapi ending nya keren,,,,
    akhirnya ending juga ya chingu 🙂
    semangat,,,keep writing…
    gomawoyo..

  8. Gak nyangka aleyna nya berkorban sebesar itu, aku kira mereka bakal hidup bahagia semuanya taunya ada yg mati T.T dan sempet mikirin nasib baek ditinggal aleyna tp untungnya happy ending^^ walaupun tanpa aleyna :))

  9. Ya! Ya! Ya! Squel eoh? ^^
    ini.. Nggantung endingnya. Satu squel untuk kehidupan mereka kedepan n end. Its really end. Aish! I dont want it. Aku selalu nunggu ff ini. Eeeh pas ending pendek. Huhuhu
    squel neeeeee.. Keep writing! D tunggu 😉

  10. Akhirnya selese juga baca ni ff un…satu kata buat unni DAEBAK

    Kasian aleyna nya..nangis bacany pas si aleyna mati buat nyelametin semuany 😥 tp akhirny heera ttp sma kai *senengnyaaa*
    Bang ttehun kaga sma sapa2 nih ,sma aku aja sini *plaaakk

    Ttp smngt ya un buat bikin karya2 baru lgi..fighting!!

  11. Ah thor sumpah akuu pernah baca ff ini dan kayaknua udh ketinggalan banyak chapter nanti dibaca deh TT
    Wah kerenn banget tp ada sedihnya jugaa
    Aleyna kenapa mati? TT janganlahh
    Kai bahagia ya sama heeraa, sehun…. sma aku aja/?
    Raja seo jahat ye, minta dilempar/?
    Beneran thor tiap kekuatannyaa kebayang di otak aku 😀 haha jadi berimajinasi/?
    Thanks thor 😀

  12. Hiaahhhhhhh…….. knp yg mti aleyna??? Jdinya gk tega…
    Yah.. walaupun mreka hdp bahagia, tpi… ama aj yg mti anknya. Bnr2 gk tega…….
    Kya…. thor udh end nih… apa author gk mau bikin lgi yg kyk gni?? Q ska fantasynya..

  13. Duhh kenapa Aleyna nya yang mati ya? Kan kasian tau thor. Nyesek banget pas tau kalau Kai udah tau kalau Aleyna bukan anaknya tapi anak sehun. Waaa endingnya anu. Kalau di tambahin sedikit bisa bisa di protec di episode. Hehehe. FF pokoknya Daebak

  14. so u’r da best fanfic writter i’ve ever read unni! always love ur fanfic dari jaman purbakala sampe yg sekarang-sekarang ini wkwk. well done un keep writing a lots of fanfic<34567890

  15. Adegan nya keren banggeetttt >< tapi kenapa aleyna meninggal T_T baekhyun gimana entar =D. Ngikutin dari awal banget sampe akhir bingung mau ngomong apa lagi ttg kerennya ini ff =)) author jjang ^o^
    Ditunggu ff lainnya yaaaa… xoxo

  16. Keren bnget thor☺.. berharap sehun bisa lebih lma mha aleyna eehh tpi aleynanya keburu pergi selamanya😔.. tpi ttep kren koq ff nya 😊👍

  17. Gk kerasa udh end.. Aleyna kasian bnget hrus meninggal .-. Sedih dengernya… pokoknya ff ini keren! Ditunggu karya2 lainnya thor

  18. Aku reader baru, baru comment dichapter ini dan Twoo Moon chap akhir.
    Aleyna keren banget, kasihan baekhyun calon istrinya meninggal,, hehehe
    Semoga Sehun mendapatkan pasangan.. Untuk Kai dan Heera semoga mendapat momongan baru,, hehehe 🙂

  19. Thorrr, setelah membaca komentar, author kebanyakan bls “hehe thanks udah baca sampe akhir ^^” tapi nggapapa dehh. Maaf ya thorr aku jdi silent reader, tapi bagus bgt thoorrr, imajainasi.a bisaan, aku aja ngga mungkin bisa ngembangin cerita smpe kya ff author, sekali lagi maaf jdi silent reader n bagus jln crta.a thorrr. Ditunggu ff action n fantasy macam ni lgi eeaaa 😃😁

  20. ikutan nyesek saat kai tau kalo aleyna bukan anaknya.
    dan tambah sedih lagi, aleyna kenapa harus meninggal.
    rasa nyesek, sedih, bahagia campur aduk..
    pokoknya ni ff jempol dah. bikin emosi naik turun, ngefeel banget…

  21. Kereeen! Ga nyangka sama endingnya. Antara happy & sad ending ya. Tp klo Aleyna msh hidup bakalan ga nyaman jg buat kai, heera & sehun ya. Okelah thor ditunggu ff lainnya. Boleh minta pw utk chap yg d protek kah?

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s