Daddy’s First Love


daddy

Title : Daddy’s First Love

Author : Heena Park [@arumnarundana]

Ratting : G

Lenght : Ficlet

Genre : Family,Romance

Cast :

-Kris Wu [Wu Yi Fan]

-Sora Wu

 

 

*****

 

Daddy, beritahu aku tentang cinta pertamamu..

Daddy, apakah dia secantik Mom?

Daddy, ceritakan sedikit saja

Kalau daddy tidak mau cerita, aku tidak akan makan siang

 

 

 

*****

 

Sora turun dari bus sekolah. Hari ini Yifan terlalu sibuk untuk mengantar anaknya, sehingga gadis kecil tersebut terpaksa harus pulang dan pergi menggunakan bus sekolah. Ia berjalan sambil melompat-lompat menghampiri Yifan yang baru saja pulang dari kantor, ia pulang lebih awal karena rapat berjalan dengan lancar dan hasilnya memuaskan

 

“Daddy!” Sora menghambur dalam pelukkan Yifan. Pria itu berjongkok dan membalas pelukkan putri semata wayangnya

 

“Hai princess, bagaimana sekolahmu hm?” Tanya Yifan seperti biasa sambil membelai rambut Sora

 

Sepertinya ada sesuatu yang membuat Sora bahagia, daritadi anak ini selalu tersenyum dan wajahnya begitu cerah. Ah, benar saja. Sora membuka ransel kecil bewarna pink miliknya dan mengeluarkan sebuah lembar kertas yang lumayan besar

 

“Lihat dad, gambar buatanku mendapat nilai A” Ujar Sora senang sambil menyodorkan gambar miliknya pada Yifan

 

Yifan meraihnya dengan senang dan mengangkat gambar tersebut “Jadi, bagaimana kalau gambar ini kita beri pigura dan kita pajang di ruang tamu?”

 

Sora mendesah pelan “Tidak dad” Ia menyuruh Yifan menurunkan gambar miliknya dan kembali mengambilnya “aku ingin gambar ini ditempel di kamarku” Lanjutnya sambil memeluk kertas tersebut

 

Yifan mengangguk, ia menggendong Sora lalu menurunkannya di kasur dan mengambil sebuah pigura bekas yang kebetulan ukurannya pas dengan gambaran Sora lalu memakunya di dinding kamar Sora

 

“Lihat ini princess, kau akan langsung melihatnya begitu bangun pagi” Ujar Yifan senang. Ia menepuk-nepukkan kedua tangannya.

 

Sora tersenyum puas “Dad, beri aku hadiah!” Pintanya

 

Yifan membelalakkan mata, hadiah ? Hadiah seperti apa yang seorang anak perempuan kecil inginkan? Boneka?

 

“Kau ingin apa hm? Biar daddy belikan” Sahut Yifan yang kini sudah duduk di samping Sora

 

Gadis kecil itu menggeleng dan mencubit hidung ayah-nya “Aku tidak ingin apapun yang bisa di beli dad, aku ingin daddy bercerita untukku” Pintanya

 

“Cerita? Cerita apa?”

 

“Tentang cinta pertama daddy” Sora menyunggingkan senyum. Bibirnya berbentuk seperti bulan sabit, bahkan matanya yang sipit terlihat seperti sedang tertutup

 

Yifan terperanjat mendengar permintaan Sora. Seorang gadis kecil yang masih duduk di TK meminta ayahnya untuk menceritakan tentang cinta pertama-nya, apakah ini masuk akal?

 

“Ah, bagaimana kalau daddy ceritakan dongeng saja?” Saran Yifan untuk mengalihkan pembicaraan. Namun Sora menggeleng, gadis kecil itu tetap saja bersikeras pada pilihannya, ia memang keras kepala

 

“Ayolah dad, ceritakan sedikit saja. Kalau daddy tidak mau cerita, aku tidak akan makan malam!” Ancam Sora yang sedang belagak menyilangkan kedua lengannya dan memajukan bibirnya layaknya orang ngambek

 

“Ah, baiklah-baiklah, tapi sekali saja”

 

“Yeay” Sora berteriak senang, dia semakin mendekat pada Yifan dan tampak antusias untuk mendengar seperti apa cerita Yifan. Melihat Sora yang berekspresi seperti itu, Yifan hanya menghela nafas dan mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk menggambarkan cinta pertamanya. Lagipula bagaimana bisa anak TK ini tahu tentang cinta. Ah—

 

 

*****

 

 

South Korea, 19 Januari 2000

 

Yifan kecil sedang berjalan menyusuri halaman rumah barunya, ia sekeluarga baru saja pindah ke Korea hari ini dan tentu saja ini merupakan hal yang sangat asing baginya. Ia tidak terlalu pintar bahasa Korea, namun jika di ajak mengobrol kecil mungkin ia akan sedikit mengerti. Yah, sedikit

 

“Kau manis sekali hari ini teddy”

 

Samar-samar Yifan mendengar suara seseorang dari balik dinding. Ia mencari akal dan menarik sebuah kursi lalu naik. Untung saja ia termasuk tinggi jika dilihat dari usianya yang baru 10 tahun. Kepalanya mampu melihat ada apa dibalik dinding tersebut. Ternyata seorang gadis manis berambut ikal bergaun pink dengan riasan bunga di kepalanya. Gadis kecil itu sedang asik bermain piknik-piknik-an dengan bonekanya dan sepertinya ia lebih muda dari Yifan

 

Gadis itu cantik, wajahnya bulat dan pipinya merah seperti cerry. Hidungnya mancung dan dia terlihat seperti..princess

 

 

*****

“Yifan, bawa bekalmu!” Teriak seorang wanita berusia awal tiga puluhan. Wanita itu berlari dan memasukkan bekal ke dalam tas Yifan

 

“Ah mom, aku tidak mau membawa bekal, ini seperti anak perempuan” Protes Yifan

 

“Sudah jangan banyak bicara, cepat naik ke mobil, dad sudah mendaftarkanmu di sekolah terlebih dahulu” Gumam ibunya, kemudian mendorong punggung Yifan untuk masuk ke mobil dan melambaikan tangannya

 

Yifan hanya menghela napas. Ibunya terlalu over padanya, ia bersikap seolah-olah Yifan masih kecil, dan bukankah memang nyatanya ia masih kecil?

 

“Dad yakin kau akan suka pada sekolah barumu” Ujar Michael Wu yang sedang menyetir mobil tersebut. Ia menatap Yifan yang terlihat tampan dengan seragam sekolah barunya, sebenarnya jika dilihat-lihat seragam sekolah Yifan sekarang jauh lebih bagus daripada seragam sekolahnya sebelum pindah.

 

Sekitar tiga puluh menit berlalu, mereka sampai di sebuah sekolah dengan bangunan yang cukup besar. Murid-murid yang bersekolah disana kelihatan layaknya putra-putri dari orang yang elit dan berpangkat tinggi. Bagaimana tidak, mereka semua datang dengan diantar mobil kelas atas yang tentu harganya tidaklah murah.

 

“Ayo turun” Michael Wu keluar dari mobil lalu menghampiri Yifan dan membukakan pintu untuk putranya tersebut “Ayolah boy, dad yakin disini lebih baik daripada disana” Michael Wu meyakinkan.

 

Yifan menyerah, ia meraih ranselnya dan mengikuti ayahnya untuk masuk ke ruang kepala sekolah. Baiklah, jadi sekarang ia sudah resmi menjadi murid di sini. Namun bukan Yifan namanya jika ia bisa diam dalam suatu tempat cukup lama. Ia merasa bosan berada di ruang Kepala Sekolah dan beralasan untuk ke kamar kecil.

 

Ia tidak benar-benar ke kamar kecil. Yifan berjalan menyusuri lingkungan sekolah barunya. Beberapa siswa nampak memandanginya. Ia memang tidak sama dengan mereka, wajahnya merupakan percampuran Canada-Cina.

 

Tiba-tiba sebuah ransel melayang ke arahnya, dengan tanggap Yifan menangkap ransel tersebut dan melihat seorang gadis kecil sedang menangis sambil berlari ke arahnya. Ia yakin benar bahwa ransel ini adalah milik gadis kecil tersebut.

 

“Ranselku!” Ujar gadis itu dengan isak tangisan yang mulai mereda dan menunjuk ransel yang ada di tangan Yifan. Ngomong-ngomong, bukankah gadis kecil ini adalah tetangga Yifan?

 

Buru-buru Yifan memberikan ransel itu padanya “Kau tidak apa-apa?” Tanya-nya khawatir.

 

Gadis kecil itu menggeleng, ia sepertinya berusia tiga tahun lebih muda dari Yifan “Tidak, anak-anak gendut itu menggangguku” Ujarnya mengadu.

 

Yifan menaikkan alisnya dan menatap sekumpulan bocah laki-laki yang sepertinya seumuran dengan gadis kecil di depannya. Sepertinya ia harus memberi pelajaran pada anak-anak itu, semoga saja ia tidak mendapat masalah yang besar gara-gara kelakuannya.

 

 

 

*****

 

 

South Korea, 20 Maret 2013

“Lalu apa yang daddy lakukan pada anak-anak itu?” Sora bertanya ingin tahu. Wajahnya nampak serius mendengarkan cerita Yifan barusan.

Namun bukannya melanjutkan, Yifan malah berdiri sambil berkacak pinggang menghadap ke Sora “Daddy akan melanjutkannya, kalau kau sudah menghabiskan makan siangmu” Ujarnya sambil mengedipkan sebelah mata dan memasang senyum yang sangat lebar

 

Sora mengerucutkan bibirnya lalu beranjak dari tempat tidur, mau tak mau ia harus makan siang agar Yifan mau melanjutkan ceritanya. Tapi tunggu dulu, sepertinya Yifan harus membuat alasan setelah ini. Ia hanya tidak ingin menceritakan pada Sora bahwa pada akhirnya ibu dari anak-anak gendut itu memarahi Yifan dan menjewer telinga Yifan hingga ia sendiri yang menangis. Ini sangat memalukan.

 

 

 

 

END

 

Iklan

66 pemikiran pada “Daddy’s First Love

  1. hahahaahaa,,,kris jadi pahlawan kesiangan gadis kecil itu,,,
    tapi udah ngebelain si cewek,,malah dia yang kenak imbasnya…

  2. Waduh. Kok END? dilanjutin dong thor 🙂

    ngakak aku bacanya 😀

    dilanjut ya thor.
    keep writing, semangat thor :-);-)

  3. Hahaha, kenapa Sora tiba-tiba nanyain cinta pertama nya Yifan?
    Terus itu Ibu nya Sora siapa? Dan dia kemana?
    Cinta pertama nya Yifan siapa? Ngegantung thor:(

  4. wah ini udahan ya ?
    critanya bkal dilanjut kn ?
    okeh dc aq mkan dlu, biar daddy (Yi Fan) lanjut crta cinta pertamanya… hehe

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s