The Time Part XIV ( Now, I Know )


the-time2

 

Title :  The Time Part XIV ( Now, I Know )

 

Author : Heena Park

 

Length : Multichapter

 

Ratting : PG

 

Genre : Romance,Action,Fantasy,Family

 

Poster By Art Factory|| QuinAegyoMin89

 

 

 

Main Cast :

 

-Shin Heera /Kim Heera

 -Kim Jong In (Kai)

 -Oh Sehun

 -Seo Yu Na

 

 

 

Backsong :

 

 -EXO *Let Out The Beast*

 

-SPICA *Painkiller*

 

-EXO *Black Pearl*

 

 -Christina Perri *A Thousand Year*

 

Disclaimer : FF ini adalah milik ‘SAYA’.Semua Main Cast di FF ini adalah ciptaan Tuhan.Cerita ini hanya karangan belaka,jika ada kesamaan nama Tokoh dan kejadian,harap dimaklumi ^^. Selain itu , FF ini juga terinspirasi dari Film The Twilight Saga Breaking Dawn ^^.

 

© The Time ©

 

Kai sedang sibuk memotong rumput halaman rumah kedua orang tua Heera yang sudah memanjang—Sedangkan tak jauh darinya, Aleyna sedang duduk bersama Baekhyun tepat di bawah pohon yang cukup besar, mereka sepertinya sedang bermain… piknik bersama?

Baiklah, itu bukan hal yang aneh untuk Aleyna, namun bagi Baekhyun? Ayolah, usia pria itu sudah menginjak kepala dua dan bisa dikatakan sangat tidak pantas untuk bermain seperti itu, kecuali kalau Aleyna adalah anaknya—Namun di sini kasusnya lain, Baekhyun menyukai Aleyna dan Aleyna tumbuh dengan cepat sehingga mungkin sekitar 6 tahun lagi Kai dan Heera harus bersiap untuk menjadi seorang mertua, setua itukah?

Kai berdiri dan melepas sarung tangannya lalu berjalan menghampiri Baekhyun dan Aleyna. Melihat Kai mendekat, Aleyna langsung bangkit dan meminta gendong pada ayahnya. Well, walaupun fisik Aleyna terlihat seperti anak berusia 7 tahun, namun ia tetaplah seorang anak kecil yang suka di gendong, apalagi oleh ayahnya.

“Princess, apa yang sedang kau lakukan bersama ahjussi ini hmm?” Tanya Kai sembari menatap lembut Aleyna

Mendengar Kai menyebutnya dengan ‘ahjussi’ Baekhyun segera memelototkan matanya dan menyeringai pada Kai, ia benar-benar tidak ingin jika nantinya Aleyna akan memanggilnya ahjussi, tidak akan pernah ia biarkan

“Baekhyun oppa Kai, bukan ahjussi” Lempar Baekhyun yang senewen

Kai tertawa melihat tingkah Baekhyun barusan namun ia segera mengembalikan perhatiannya pada Aleyna. Anak kecil itu menggeleng pelan, entah ia tahu atau tidak bahwa Baekhyun tertarik padanya, namun yang pasti Aleyna merasa nyaman berada di dekat Baekhyun

“Hanya bermain rekreasi bersama, aku menjadi istrinya dan Baekhyun menjadi suamiku” Jawab Aleyna, jari telunjuknya menunjuk Baekhyun

“Ya benar, suami” Baekhyun menambahi sambil tersenyum

Kai tidak habis pikir, hyung-nya akan semudah itu jatuh cinta pada anaknya. Lucu sekali kalau di pikir-pikir. Setiap kali membayangkan Aleyna akan menikah dengan Baekhyun nantinya, Kai pasti tersenyum geli, ia bahkan bisa tertawa terbahak-bahak. Benarkah ia harus menjadi mertua dari hyungnya? Dan harus dipanggil ayah mertua? Oh itu mimpi buruk—

Tidak terlalu lama, Aleyna meminta Kai untuk menurunkannya, ternyata wanita kecil itu melihat Heera sedang mondar-mandir di depan pintu dan hal tersebut cukup menarik perhatiannya, ia berlari ke arah Heera dan kemudian disusul Kai bersama Baekhyun di belakangnya, namun Kai tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia mendekati Baekhyun dan berbisik di telinganya “Sebaiknya hyung mulai memanggilku ayah mertua hahaha” Gelak tawanya menggema

Baekhyun hanya mendengus pelan, ia berpikir sebentar dan membayangkan jika suatu hari nanti Kai harus menjadi mertuanya, apakah itu tidak lucu?

Kai mengamati Heera, hanya sendiri—Lalu dimana Aleyna?

“Heera..” Kai memanggil—Saat itulah Heera berbalik dan menatap Kai bingung

“Ya?”

“Dimana Aleyna?”

“Apa?” Heera melinguk kesana-kemari, tidak ada tanda-tanda kehadiran Aleyna di sini, ia sadar betul jika sedari tadi hanya sendiri dan bahkan ia tidak mendengar derap langkah Aleyna, Kai pasti mengada-ada “Tidak ada siapapun, aku hanya sendiri sedari tadi” Sambungnya

Kai mengkerutkan keningnya “Tapi tadi..” Ia berhenti dan memandang Baekhyun “Bukankah kau tadi juga melihat Aleyna berjalan ke arah Heera?” Tanyanya pada Baekhyun

Baekhyun mengangguk setuju, ia yakin betul bahwa tadi Aleyna berlari ke sini.Tapi kenapa ia tidak ada? Apa mata kedua orang itu sudah mulai gangguan? Atau ada hal janggal yang lain? Aneh sekali

Tiba-tiba terdengar suara wanita kecil sedang menangis, beberapa saat mereka bertiga saling berhadapan sampai akhirnya tersadar dan langsung menghambur ke ruang tengah. Aleyna sedang menangis, wanita kecil itu memegangi lututnya yang berdarah

Heera menggendong Aleyna dan mendudukkan anaknya di kursi kemudian mengambil kotak P3K lalu membersihkan lukanya dengan alkohol dan memberinya sedikit obat merah “Sudah jangan menangis sebentar lagi luka ini akan sembuh” Hibur Heera sambil membelai rambut panjang Aleyna

Heera menarik nafas panjang, ia melihat Aleyna yang sudah berhenti menangis dan memilih untuk melanjutkan bermain dengan Baekhyun, ada sesuatu yang membuatnya tak nyaman—Sesuatu yang belum terungkap dan ia merasa seperti ingin segera mengetahui hal itu

“Kau baik-baik saja?” Kai yang semula memandang Baekhyun dan Aleyna kini sudah merangkul Heera, ia curiga telah terjadi sesuatu pada Heera

Heera mengerjap, ia menggeleng dengan cepat dan memasang seulas senyum yang dipaksakan “Tidak, tidak apa-apa” Matanya menatap lantai “Aku…ingin menemui eomma” Lanjutnya yang sedetik kemudian sudah memunggungi Kai dan berjalan ke arah dapur untuk menemui ibu-nya

 

*****

 

Sudah pukul 11 malam dan Heera masih belum bisa tidur, ia menatap kosong jendela kaca yang ternyata belum tertutup gorden, segera ia bangkit dan berniat menutupnya, namun tiba-tiba ia terperanjat begitu mengetahui tulisan tangan bewarna merah yang sepertinya…terbuat dari darah atau..

Heera memicingkan matanya dan membaca tulisan tersebut, “Tolong Dia”

Apa maksudnya?

Di samping tulisan tersebut terdapat sebuah panah yang mengarah ke halaman, Heera berbalik dan menatap Kai juga Aleyna yang masih tertidur pulas. Ia menghela nafas berat dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti panah tersebut.

Ia berjalan keluar dari rumah, menginjakkan kaki ke rumput-rumput hijau di halaman rumahnya dan menemukan panah itu kembali, kali ini panahnya menuju ke sebuah pohon besar yang dimana pada pohon tersebut terdapat tanda silang, apa maksudnya?

Heera mendekati pohon tersebut, matanya masih menatap tak mengerti, siapa yang menuntunnya ke sini dan apa maksudnya? Kenapa harus di pohon? Apa ada yang salah dengan pohon ini? Ini hanyalah pohon tua yang sudah di tanam oleh nenek Heera sejak ia muda dan masih tetap bertahan sampai sekarang.

Heera merasa bodoh, ia akhirnya memutuskan untuk berbalik dan kembali ke kamar, namun tepat ketika bahunya berbalik seseorang telah berdiri di hadapannya

Heera terbelalak kaget, ia hampir saja melompat dan berlari meninggalkan orang itu, namun tubuhnya terasa berat untuk bergerak, ia seperti di aliri sebuah sihir dimana tubuhnya terasa kaku dan mematung

Orang itu berjubah dann memiliki sayap di kedua punggungnya—Matanya tajam namun lembut—Heera bisa melihat sisi baik orang ini, dia orang baik, mungkin—

“Siapa kau?” Tanya Heera

“Terimalah hormatku Ratu” Orang itu membungkuk sekali dan kembali berdiri “Bukankah Emily sudah mengatakannya pada-mu Ratu?” Lanjutnya

Ratu?

Siapa Ratu?

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti, siapa Ratu? Dan siapa kau?” Heera balik bertanya

Orang itu memicingkan matanya, ia diam sejenak lalu mulutnya kembali terbuka “Perkenalkan, saya adalah Jack, Ratu Shin Heera”

Jack tiba-tiba meraih tangan Heera dengan paksa, ia menarik Heera dalam pelukkannya tanpa permisi dan setelah itu mereka menghilang tanpa meninggalkan bekas sedikitpun

Yang ia tahu sekarang adalah mereka sudah tiba di sebuah kastil yang sangat besar, Heera bisa melihat seorang wanita berdiri di depan singgasana, dan ia adalah Emily

“Emily..” Heera memanggilnya, tidak sebenarnya itu tidak terdengar seperti panggilan, melainkan lebih seperti berkata pada diri sendiri

Emily tersenyum, ia menghampiri Heera dan memberi hormat. Baiklah, lelucon apalagi ini? Tapi melihat wajah Emily sepertinya ini memang bukan lelucon atau sebagainya, pasti ada sesuatu—sesuatu yang membuat Heera akhir-akhir ini merasa tidak tenang, dan sepertinya ia akan mengetahui itu sekarang

“Selamat datang Ratu” Ujar Emily

Heera mengerutkan keningnya, kenapa semua orang memanggilnya Ratu? Sebenarnya ada apa ini?

“Ratu apa?”

Emily mendekat pada Heera dan  meraih tangannya lalu membelai lembut telapak tangan perempuan itu sambil memejamkan matanya “Sebelum kematian Raja Aiden, ia sudah merencanakan ini, dan kau Shin Heera, kau adalah Ratu Kerajaan Selatan, semua rakyat telah menunggu kehadiranmu” Jelas Emily

Heera melepaskan tangannya dan membanting pegangan Emily dengan keras lalu berbalik “Aku bukan Ratu dan tidak akan pernah menjadi Ratu!” Gumamnya tegas lalu berjalan menjauhi Emily dan berharap bisa menemukan jalan keluar dari tempat ini

“Tapi Sehun sedang dalam bahaya dan hanya kau yang bisa menolongnya!” Teriak Emily yang tiba-tiba saja berhasil membuat langkah Heera terhenti

Sehun sedang dalam bahaya..

Tidak mungkin..

“Kau boleh tidak percaya! Tapi jangan salahkan aku jika nantinya akan ada kabar bahwa Sehun telah mati di tangan Raja Seo!” Teriaknya lagi

Heera sudah tidak tahan, ia berbalik dan melompat dengan cepat ke hadapan Emily “Apa maksudmu? Ada apa dengan Sehun?” 

Emily terlihat senang, ia memutar tangannya dan tiba-tiba muncul asap, di dalam asap itu terlihat Sehun sedang membawa selembar kertas dan wajahnya memerah padam. Heera tak mengerti akan apa yang sedang ia lihat sekarang ini, ada apa dengan Sehun sebenarnya?

“Hari ini dia akan menemui Raja Seo, surat itu berisi tentang ancaman bahwa Raja Seo akan membunuh Aleyna jika Sehun tidak menghadapnya” Emily berjalan memutari tubuh Heera yang sedang mematung “Kau harus menyelamatkannya” Sambungnya sambil memegang kedua bahu Heera

“Apa maksudnya? Kenapa Raja Seo harus memberikan surat itu pada Sehun?” Heera berkata lirih

Emily tertawa mendengar bisikkan Heera yang tidak sengaja terdengar oleh telinganya, ia menggoncang tubuh Heera “Bodoh!” Kedua matanya membulat “Demi Tuhan, setumpul apa otakmu sehingga tidak sadar jika Sehun adalah ayah Aleyna?”

Sehun..

Ayah Aleyna…

Heera menggeleng, ia tidak percaya pada perkataan Emily barusan. Mana mungkin Sehun adalah ayah Aleyna? Mereka bahkan tidak pernah melakukan hal itu sama sekali

“Tidak Emily, Aleyna adalah anakku dan Kai, bukan Sehun”

“Atas dasar apa kau bisa yakin bahwa Aleyna adalah putri Kai? Buka mata hatimu Shin Heera!” Gertak Emily. Ia berusaha menenangkan diri dan kembali berpikir jernih “Apakah hatimu tidak pernah terbuka pada Sehun? Kau seolah-olah memojokkannya. Terimalah bahwa dia adalah ayah Aleyna”

“Tapi Emily!”

“Aku tahu kau hanya melakukan hal itu dengan Kai, tapi percayalah Heera, Black Pearl yang ada di tubuh kalian-lah yang telah membuat Aleyna terlahir” Ia berhanti sebentar “Sekarang coba cerna dengan logika-mu, jika Aleyna adalah anak Kai, maka ia tidak akan tumbuh secepat itu. Bahkan Sehun, ia tidak akan perduli dengan Aleyna, kau tahu itu?”

Heera terdiam, di dalam otaknya masih mencoba untuk mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Emily barusan. Ini bukan hal mudah, bagaimana mungkin Aleyna bisa menjadi putri Sehun ? Ini mustahil

“Shin Heera, berhenti berpikir bahwa hal ini mustahil. Kau saja yang dahulu dikira manusia biasa ternyata memiliki kekuatan sehebat itu, lalu kenapa kau tidak percaya pada kenyataan bahwa Aleyna adalah putri Sehun ?”

Emily benar. Tidak ada yang mustahil di dunia ini, terutama dunia-nya yang sekarang. Sebuah dunia yang berbeda 180 derajat dari kehidupannya dahulu. Sebuah dunia yang membuatnya seolah-olah menjadi tersangka yang selalu dikejar kesana-kemari

Raja Seo dan Yuna bukanlah orang bodoh, mereka telah mengetahui hal ini terlebih dahulu. Lalu kenapa Heera baru menyadarinya sekarang? Kenapa ia tidak peka terhadap sikap Sehun yang selalu melindungi Aleyna layaknya putrinya sendiri

Dan bagaimana mungkin ia tidak menyadarinya? Bahkan Aleyna-pun telah merasa bahwa Sehun adalah ayahnya. Kenapa dia begitu bodoh seperti ini? Ia sekarang benar-benar merasa gagal menjadi seorang ibu, ia gagal—

“Jangan menyalahkan dirimu sendiri” Emily kembali bergumam. Ia merasa lega karena pada akhirnya Heera telah menyadari hal yang memang seharusnya dari dulu ia ketahui, ya, walaupun sebenarnya jika Heera baru mengetahui saat ini, bisa dibilang waktunya sudah hampir terlambat

“Lebih baik sekarang kita selamatkan Sehun, jangan biarkan Raja Seo berkuasa” Sambung Emily

Mendengar perkataan Emily, kepala Heera yang semula menunduk mulai naik. Kedua matanya menampilkan sinar kegigihan. Dalam hatinya bergejolak sebuah keinginan yang begitu besar agar ia bisa menyelamatkan Sehun dan menyatukannya dengan Aleyna. Ia tahu itu adalah hal yang terbaik

Mulutnya perlahan terbuka, kepalanya mengangguk “Aku akan menyelamatkannya” Ujarnya tegas

 

*****

 

“Apa?!” Kai memandang lemas Baekhyun yang tiba-tiba membawa berita bahwa Sehun akan menemui Raja Seo, pria itu baru saja dihubungi oleh Xiumin yang notabendnya berada di EXO Planet

“Dan sepertinya Heera akan terlibat dalam hal ini” Ujar Baekhyun lagi, ia memegang kepalanya pusing

“Heera… sejak tadi pagi Heera tidak ada, apa mungkin”

“Coba kau tanya pada ibu mertua-mu, siapa tahu Heera sedang bersamanya” Sergah Baekhyun

Kai mengangguk, ia mengambil ponsel dan menelfon ibu mertua-nya yang sedang pergi ke Mini Market bersama dengan suaminya, tiba-tiba saja matanya membulat begitu mendengar bahwa Heera tidak sedang bersama mereka

“Bagaimana?”

Kai menutup ponselnya, menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa dan memegang pelipisnya “Dia tidak ada” Ia kemudian bangkit “Aku akan pergi ke EXO Planet dan mencari Heera” Sambung Kai

“Tapi Kai!”

“Hyung, ini sudah keterlaluan, aku akan membawa Heera dan Sehun kembali. Kau harus tetap di sini bersama Aleyna, jaga dia baik-baik” Sahut Kai kemudian bersiap untuk pergi ke EXO Planet

 

*****

 

“Kau yakin kita bisa melakukannya?” Heera menatap Emily getir, kakinya kini telah dilapisi oleh celana panjang dan sebuah sepatu bot tinggi hitam, sedangkan tubuh bagian atasnya menggunakan jaket kulit hitam yang membuatnya tampak seperti orang yang telah siap bertemput

“Kalau kita tidak mencoba maka kita tidak akan tahu bagaimana hasilnya” Jawab Emily yakin

Heera menengok ke kanan dan ke kiri, lalu kembali menatap Emily “Tapi kita hanya berdua” Suaranya melirih

“Hey, ayolah Shin Heera, dimana dirimu yang selalu percaya diri? Percayalah padaku bahwa sebentar lagi pasukkan kita akan datang” Gumam Emily meyakinkan Heera sambil mengedipkan sebelah matanya

“Pasukkan apa?” Heera tak mengerti

“Kau akan tahu nanti” Jawabnya misterius

Perlahan-lahan, Emily menarik tangan Heera untuk keluar dari balik semak di halaman istana Raja Seo. Mereka mengendap pelan dan beberapa kali sempat menyemprotkan serbuk untuk membuat pengawal kerajaan hilang kesadaran. Sehalus mungkin mereka mencoba masuk ke istana

Heera memegang kedua tangan Emily dan ia mulai menggunakan sayapnya untuk terbang dan masuk ke istana melalui jendela yang sepertinya berada di lantai tiga. Begitu sampai dengan mulus, mereka langsung berjalan sambil berjinjit pelan untuk menuruni tangga serta beberapa kali bersembunyi karena takut akan ketahuan

Namun di persimpangan istana, Emily mengajak Heera untuk berpisah dan mencari keberadaan Sehun sebelum semuanya terlambat. Heera setuju, ia berjalan ke arah kanan dan Emily ke arah kiri

Sekarang ia benar-benar sendiri. Berjalan menelusuri istana dimana para musuhnya berada dan kemungkinan untuk diserang begitu tinggi. Untuk itu ia harus berhati-hati agar kedatangannya tidak diketahui oleh pengawal istana dalam, atau ia akan diseret lalu disiksa oleh mereka

Matanya melihat sebuah tangga menuju ke atas. Ia tidak tahu ini pilihan yang benar atau tidak, namun sepertinya berjalan menyusuri tangga itu tidaklah salah. Sepanjang tangga tidaka da pegang-ngan sehingga ia harus berhati-hati jika tidak ingin terpeleset dan jatuh begitu saja

Mungkin ada lebih dari 100 anak tangga yang ia naiki sampai ia melihat sebuah pintu di ujung sana, tangannya bergerak untuk memutar knop pintu dan masuk. Namun baru tiga langkah ia berjalan, lantai yang ia pijak runtuh dan tubuhnya terjatuh menimpa kardus yang begitu banyak. Setidaknya kardus tersebut membuat rasa sakit yang terasa di tubuhnya tidak begitu parah

Heera mencoba bangkit, beberapa bagian tubuhnya terluka kecil, tapi tidak apa-apa, ia masih sanggup untuk bangun. Sekarang, sekali lagi ia melihat sebuah pintu. Semoga saja pintu ini bukanlah jebakkan, ia membuka pintu tersebut dan… gelap?

Baiklah, ini tidak lucu. Ruang apa ini? Kenapa semuanya gelap? Tidak ada sedikitpun cahaya di sini, bahkan udara terasa lebih sesak disini

Heera memutuskan untuk kembali, namun ketika ia hendak menyentuk knop pintu, tiba-tiba pintu tertutup dan lampu menyala. Ia membalikkan tubuh dan melihat Raja Seo dan Yuna sedang bertepuk tangan. Di sisi kanan mereka terdapat sebuah jeruji besi yang dimana ada Sehun di dalamnya. Pria itu di borgol kaki dan tangannya, bahkan di depan jeruji besi tersebut ada dua orang pengawal berbadan besar yang siap menghancurkan tubuh orang yang mengganggunya

Heera terperanjat kaget, ia tidak menyangka jika dirinya sendirilah yang mendatangi Raja Seo, ini sama saja dengan bunuh diri!

“Hallo Shin Heera”

Heera bisa mendengar sapaan Raja Seo yang lebih terdengar seperti berkata ‘Kematianmu di depan mata’ daripada menyapa. Pria itu melambaikan tangannya, di ikuti Yuna kemudian

“Apa yang kalian inginkan? Lepaskan Sehun!”

Raja Seo tertawa, ia berhalan menghampiri Sehun dan memegang dagu pria itu “Kau menginginkan pria ini? Dia sudah sekarat Shin Heera, tidak ada gunanya kau menolongnya, dia akan segera mati” Ujar Raja Seo. Ia membanting pegangannya pada kepala Sehun dengan keras

Tiba-tiba saja amarah dalam diri Heera muncul ketika ia melihat Sehun diperlakukan seperti itu. Raja Seo benar-benar jahat, dia menyiksa orang yang bahkan sudah terlihat sangat lemas. Heera tidak tega melihat Sehun seperti itu, rasanya hatinya seperti teriris

“Jangan pernah sakiti dia! Bajingan kau!” Gertak Heera, dia berlari ke arah Raja Seo dan hampir menyerangnya namun Raja Seo bertindah cepat

“Jika kau mendekat, maka aku akan memutuskan kepalanya” Ancam Raja Seo, tangan kirinya memegang sebuah pedang yang siap memutus kepala Sehun

Sial!

Heera terkesiap, ia tidak menyangka Raja Seo bisa senekad itu “Baiklah, aku tidak akan mendekat” Ia mundur beberapa langkah “Tapi ku mohon jangan lukai Sehun, ku mohon!”

Heera benar-benar tidak ingin sehun terluka. Bagaimanapun di dalam hatinya masih tersimpan perasaan yang mendalam bagi Sehun. Pria ini memiliki tempatnya sendiri di dalam hati Heera

“Heera, Heera betapa bodohnya dirimu” Raja Seo menaruh kembali pedangnya “Kau datang jauh-jauh hanya untuk menyelamatkan pria ini? Bukankah dia hanya sampah di matamu? Bukankah yang ada di otakmu hanya Kai? Sampai-sampai kau tidak sadar jika putri kesayanganmu itu adalah anak orang ini, bukan suami tercintamu hahaha” Raja Seo tertawa hambar

“Seharusnya saat itu kau membiarkanku menikah dengan Kai” Yuna menyambar, dia menyandar pada bahu ayahnya “Dan kau akan bahagia bersama dengan Sehun juga putri kesayangmu itu hahaha”

Demi Tuhan, Heera ingin menjahit mulut kedua manusia jahat tersebut. Ia ingin membunuhnya kemudian memotongnya menjadi bagian-bagian kecil. Ia benar-benar muak kepada dua orang itu

“Jika kalian tidak tahu apapun tentang aku, maka jangan banyak bicara” Balas Heera dengan suara lebih sinis “Aku menyayangi Kai dan Sehun seperti bagaimana mereka menyayangiku, tidak seperti kalian yang hanya bisa merebut kebahagiaan orang lain. Dasar manusia berhati hewan!”

Telinga Raja Seo mulai memanas mendengar perkataan Heera barusan. Dia mengayunkan kedua lengannya dan berusaha menyerang Heera. Namun wanita itu berhasil menghindar

Raja Seo semakin marah, ia mengambil pedangnya dan melempar ke arah Heera, namun tiba-tiba saja pedang itu patah dan meledak sehingga membuat semua yang ada di sana terkejut. Seseorang muncul dari balik pintu dan berteriak

“Akulah lawanmu!”

 

 

TO BE CONTINUED

//

Iklan

98 pemikiran pada “The Time Part XIV ( Now, I Know )

  1. anyong… aku rider baru thor,, di tunggu lanjutannya yaaa,,, ^_^
    bwd part13 nya,,, q g berpengalaman bwd minta pasword ,,, pernah beberapakali minta k author tp sllu diabaikan n g dibalez,,, jd sekarang terpaksa q lewati part 13 T_T

  2. 😥 sedih harus skip part 13 nya dulu…

    Ini knp heera ny d ombang ambing thor ??? Jd bagusny heera sama siapa ?? Adoohhh galau bgt jd heera… :/

  3. akhirnya aq bisa komen .. mf yh kak , yg sbelum.a aq gak komen, komen.qu gk muncul kak , sbnernya dsetiap part aq komen kak , tpi gak prnh bisa muncul ,, Mian kak

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s