WOLF Part III


wolf

Title :

WOLF

 

Author :

Heena Park

 

Ratting :

PG-15

 

Genre :

Fantasy,Action,Romance,Thriller

 

Lenght :

Multichapter

 

Main Cast :

·        Shin Heera

·        Kim Jong In

·        Kris Wu [Wu Yi Fan]

·        Han Sooji

·        Oh Sehun

·        And Other,You cand find on the story

 

Sunmary :

“Kami mungkin satu klan,tapi ketahuilah bahwa dia lebih berbahaya dan licik”

 

Recommended Song :

·        Jay Chou[Ye Qu and 夜的第七]

·        Spica [Painkiller]

 

Poster :

AudiaJulia @HSG

 

Author Notes:

Ah, maaf part III keluarnya lama. Soalnya aku lagi banyak TO dan lagi bersiap menjalani UN^^

 

 

WOLF ©2014

 

 

Pagi sudah menjelang, Heera bisa merasakan silaunya sinar matahari yang menerpa kelopak matanya, rasanya malas sekali untuk bangun namun mendengar omelan Sooji yang bisa membuat gendang telinganya pecah itupun akhirnya menyerah dan terbangun dari tidur pendeknya

“Cepat mandi jangan sampai sutradara Baek memarahimu lagi” Saran Sooji, ia menarik lengan Heera dan mendorong gadis itu masuk ke dalam kamar mandi. Sooji tahu betul bahwa Heera sangat tidak suka jika tidurnya di ganggu, namun jika ia tidak melakukan itu maka Heera akan mendapatkan masalah yang lebih berat lagi

Sekitar 15 menit Sooji termenung, dan akhirnya Heera keluar juga dari dalam kamar mandi, gadis itu terlihat lebih segar sekarang dan Sooji senang melihat sahabatnya seperti itu

“Apa?” Heera menaruh handuk yang tadi ia gunakan untuk mengusap rambut kembali ke tempatnya

Sooji yang semula duduk kini sudah berdiri dan menyambar handuknya sendiri “Tidak ada, sekarang cepatlah sarapan, oh ya bawakan aku juga” Pesan Sooji sambil cengingisan, tidak lama kemudian ia sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi

Heera mendesah berat, ia mengambil ponsel dan melihat apakah ibunya menelfon, muncul rasa kecewa dalam hatinya ketika melihat ponsel itu kosong, mungkin nanti siang atau sore ia bisa menghubungi ibunya

Dan sekarang waktunya untuk sarapan, ia harus segera keluar dan mengambil dua piring nasi untuk dirinya dan Sooji. Baiklah—

Heera keluar perlahan, ia masih menggunakan tanktop hitam dan celana panjang yang membuat tubuh rampingnya terlihat dengan begitu indah. Ia melihat sekerumunan orang sudah duduk di meja makan dengan piring masing-masing, namun kali ini ia tidak tertarik untuk makan di meja makan, ia lebih suka makan di kamar dengan Sooji

“Apa kau masih lama?”

Suara seorang pria terdengar nyaring di telinga Heera, ia berbalik dan mendapati Jongin sudah berdiri di belakangnya sambil menaikkan satu alisnya. Ini hebat, ternyata Jongin bisa berbicara

Ah tidak, bukannya Jongin tidak bisa berbicara, ia hanya jarang bicara. Ya betul seperti itu

“Ah maaf” Heera minggir beberapa langkah namun ia tidak beranjak dan masih mengamati Jongin, entah kenapa ia seperti itu, namun intinya perkataan Jongin hari ini membuatnya tertarik

Jongin yang sedang mengambil nasi dan lauk-pauk itupun merasa di amati oleh Heera, ia menengok dan mengkerutkan keningnya karena mendapati Heera sedang terbengong menatapnya

“Baiklah, sekarang apa?” Tanya Jongin, ia menyandar pada meja dan balik menatap Heera

“Tidak” Heera menggeleng, ia menurunkan pandangan matanya pada dua piring nasi di kedua tangannya “Aku hanya merasa bahwa kau tidak…bukan..tapi kau jarang bicara” Sambung Heera dengan suara yang lebih pelan

Jongin tertawa kecil. Hei, sejak kapan dia bisa tertawa?

“Ada kalanya kita lebih baik diam daripada berbicara dan tidak digubris”

“Maksudmu?”

Sekarang Heera benar-benar percaya bahwa Jongin adalah seorang penulis, mengingat kata-katanya yang sedikit-banyak penuh misteri

“Aku tahu kau mengerti maksudku, Shin Heera” Jongin mengedipkan sebelah matanya. Demi apapun tolong sadarkan Heera jika ini mimpi, apakah ia tidak salah lihat barusan? Jongin mengedipkan mata? Sepertinya pria itu dimasukki oleh hantu dari desa ini, mengingat kemarin malam ia sempat lewat begitu saja ketika ia sedang dipaksa untuk berbicara dengan Kris

Namun kedua bola mata Heera yang semula hanya memandang bodoh pria di depannya ini-pun mulai bergerak fokus ke ujung bibir Jongin, ia bisa melihat bekas pukulan di sana, ada sedikit darah kering dan beberapa bagiannya membiru

Ia baru saja berpikir untuk bertanya tentang apa yang terjadi pada pria itu, namun tanpa disangka Jongin malah  melangkah untuk pergi terlebih dahulu. Apa dia sadar bahwa Heera hendak bertanya tentang hal itu sehingga ia memilih untuk pergi? Bagaimana-pun beberapa pria di dunia ini tidak terlalu suka jika urusannya dicampuri bukan? Terlebih oleh orang asing yang baru saja ia kenal

Heera mendengus pelan lalu menaikkan kedua pundaknya dan mencoba untuk berhenti memikirkan Jongin atau bekas pukulan di bibirnya, lagipula ia bukan siapa-siapa dan apa haknya untuk tahu? Tidak ada sama sekali

Sudah baik Jongin mau mengajaknya berbicara, suatu hal langka yang mungkin hanya sekali seumur hidup ia dapatkan, ah tidak, ia terlalu berlebihan. Mungkin saja setelah ini Jongin akan mengajaknya mengobrol lagi, mungkin saja—

“Hai Mrs. Wu”

Suara itu lagi

Siapapun tolong musnahkan dia dari sini

Heera muak melihat, mendengar, dan bahkan mengingat tentangnya

“Apa lagi?”

“Aku bahkan tidak berlaku buruk padamu, kenapa kau bersikap seperti itu padaku?” Kris memicingkan matanya seolah-olah meminta penjelasan pada gadis di depannya, ya, sebenarnya tanpa perlu dijelaskan-pun Kris sudah mengerti dan paham mengapa Heera bersikap seperti itu kepadanya

“Pria sepertimu tidak pantas untuk dihormati, kau tahu itu?” Aku Heera “Hah, sudahlah tidak ada gunanya berbicara dengan pria sepertimu, hanya menghabiskan waktu saja” Ia berbalik, pria bernama Wu Yi Fan tersebut telah berhasil membuat moodnya berantakan pagi ini

Kris tersenyum samar mengamati punggung Heera yang telah menghilang di balik pintu, wanita itu semakin menarik saja, ia yakin suatu hari nanti bisa memiliki Heera, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja dan gadis itu akan bertekuk lutut padanya

 

 

*****

 

 

“Bodoh! Pria bodoh! Menjengkelkan!”

Heera menaruh kasar nampan yang ia bawa pada sebuah meja kecil di samping ranjang. Sooji yang sedang menyisir rambut-pun terkejut dan menatap Heera panik, ia bisa saja terkena serangan jantung jika Heera terus melakukan hal mengagetkan seperti tadi

“Kenapa lagi? Kris?” Sooji berani bertaruh, hanya Kris yang bisa membuat Heera kesal seperti itu

Tak dipungkiri olehnya, Heera mengangguk dan duduk pada pinggiran kasur, ia meraih piring berisi nasi yang baru saja ia ambil “Andai saja aku bisa menyingkirkannya”

Sooji terkikik, ia menyentuh pundak Heera. Mendengar Heera ingin menyingkirkan Kris, entah bagaimana dan apa yang akan ia lakukan, Sooji mendadak geli. Sebenarnya kalau di pikir-pikir, sesalah-salahnya Kris pada Heera dan sejahat-jahatnya pria itu, ia masih bisa melakukan kebaikkan. Dan Sooji rasa kebaikkan itu hanya Kris lakukan pada Heera, ia tidak tahu persis apakah yang ia maksud kebaikkan barusan memang nyata atau hanya sebuah perangkap belaka, tapi yang pasti Kris sudah memberikan Heera pekerjaan kembali

“Apa kau tidak berniat memaafkannya?” Mimik wajah Heera berubah begitu mendengar Sooji mengatakan hal barusan, takut salah kata, Sooji memperbaiki kata-katanya “Maksudku untuk menghilangkan rasa kebencianmu sedikit saja” Lanjut Sooji, ia membentuk ibu jari dan telunjuknya untuk menunjukkan seberapa kecil hal yang ia maksud

Memaafkan?

Heera sudah lama tidak mendengar kata tersebut, ia bahkan sampai merasa asing pada hal yang baru saja diucapkan oleh Sooji barusan. Sebenarnya ia bisa saja memaafkan Kris, tapi tentu saja hal itu susah untuk ia lakukan

“Lupakan saja, hahaha, lebih baik kita segera sarapan dan bersiap memulai syuting” Sooji yang kemudian mencoba untuk membuyarkan lamunan Heera itupun dengan ekspresi cengigisan meraih piring dan memasukkan sesendok nasi dalam mulutnya

 

 

*****

 

 

Sutradara Baek berdiri di tengah-tengah para artis dan krew film, ia terlihat sibuk menjelaskan ini-itu tentang pembuatan film, apalagi sebentar lagi mereka akan masuk ke dalam hutan, tentu saja dengan didampingi oleh penjaga villa

“Sudah siap untuk pergi?” Sutradara Baek menatap setiap ekspresi dari setiap orang yang kini berdiri melingkarinya. Ia menarik napas “Kalau begitu, mari kita berangkat”

Tidak perlu mengulur waktu lagi, mereka melangkah untuk masuk ke dalam hutan menuju tempat syuting. Sepanjang perjalanan terdengar suara tawa dari beberapa orang yang sedang bercanda, bahkan beberapa dari mereka sempat memotret pemandangan. Tidak salah, pemandangan di tempat ini memang sangat indah

Pohon pinus nampak tumbuh kokoh, suara cicitan burung yang terdengar sedang bernyanyi membuat suasana menjadi lebih tenang, bau khas hutan yang begitu segar membuat hidung bernafas lebih nyaman dan paru-paru mendapatkan udara yang lebih baik daripada di perkotaan

“Apa terdapat binatang buas di sini?” Suara sutradara Baek menanyakan tentang hewan buas samar-samar terdengar di telinga Heera, ia merasa tertarik dan berjalan lebih dekat dengan Sutradara Baek

Penjaga villa menarik nafas, helaannya kasar dan berat “Beberapa warga pernah melihat srigala dan mendengar aumannya” Ia berhenti dan menengok samar kepada sutradara Baek “Mereka bilang srigala-srigala tersebut banyak bersarang di hutan dalam, maka dari itu saya tidak memperbolehkan kalian berjalan ke hutan melewati sungai, besar kemungkinan kalian akan bertemu dengan srigala-srigala tersebut”

Srigala..

Kalau tidak salah ingat, kemarin yang Heera lihat adalah srigala. Ia tidak tahu pasti, yang ia ketahui adalah hewan besar,berbulu,memiliki ekor, dan suara erangan layaknya srigala, apakah benar….

Srekk

“Ahh”

Kaki Heera hampir saja terperosok dan jatuh terguling-guling ke jurang kecil disamping jalan yang ia lalui, untung saja tangan seseorang dengan cekatan menariknya dan menyelamatkan nyawanya yang hampir saja tercancam barusan

Heera terperanjat dan menutup matanya, berkali-kali ia mengucapkan syukur karena Tuhan masih berbaik hati mengirimkan seseorang untuk menyelamatkan hidupnya

“Aku tidak mengerti bagaimana mungkin kau bisa melamun di tempat seperti ini” Suara seorang pria menggema di telinga Heera. Ia segera membuka mata dan melihat Jongin sedang menumpu tubuhnya yang hampir oleng, semua orang menatap mereka khawatir, takut-takut jika nantinya Jongin menjadi tidak seimbang dan pada akhirnya mereka berdua terjatuh ke jurang

Heera yang menyadari jika tubuh Jongin tidak akan bisa lama memeganginya itupun segera berdiri dan bergeser sedikit jauh dari Jongin lalu berterima kasih, ia tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan selain ucapan itu

Sekarang suasana sudah menjadi lebih baik, mereka sudah bisa melanjutkan perjalanan. Sooji yang tidak ikut dalam perjalanan dan lebih memilih tinggal di villa karena alasan sakit perut itu-pun membuat Heera harus berjalan sendirian sehingga terjadilah hal tadi. Kalau saja Sooji ikut mungkin ia tidak akan melamun dan hampir terperosok seperti tadi

“Kau seperti daun kering yang akan terkena angin” Ujar seseorang

Heera menengok dan kembali menemukan Jongin sudah berjalan tepat di sampingnya. Entah apa yang difikirkan pria itu sehingga ia memilih untuk berjalan bersama..ah tidak..bukan berjalan bersama, melainkan secara kebetulan berjalan tepat di samping Heera, atau apapun itu. Terserah—

“Apa maksudmu?” Heera menaikkan alisnya, ia menatap Jongin sebentar, tapi sungguh, kali ini ia tidak akan kehilangan konsentrasi lagi

“Menengahlah” Jongin menarik lengan Heera dan kini mereka berbalik tempat. Heera berada di samping kanan dan Jongin berada di samping kiri “Aku tidak menyangka Sutradara Baek memilih artis seceroboh dirimu” Lanjutnya sambil memalingkan muka

Heera hendak membuka mulutnya untuk mengelak, ia bukanlah seorang gadis yang ceroboh. Ia hanya sedang kehilangan konsentrasinya, tapi sepertinya penjelasan-pun tidak akan bisa merubah pemikiran Jongin barusan, dan sepertinya Jongin juga tidak ingin tahu, jadi hal itu tidak akan ada gunanya

Sekitar 15 menit perjalanan dan mereka pada akhirnya telah sampai di sebuah tempat, sebuah danau besar dengan pasir bewarna putih yang indah kini telah memanjakan mata mereka. Ini sempurna

“Kita hanya akan syuting sekali di sini, tentu saja jika kalian bisa ku ajak bekerja sama dan berakting dengan sebaik-baiknya” Ujar Sutradara Baek

Semua krew mengangguk dan mulai memasang peralatan. Sebenarnya jalan tadi bisa di lalui dengan menggunakan mobil jeep, namun sayang sekali, mereka pergi ke desa menggunakan bus dan tidak mungkin buss itu bisa masuk ke sini

Kris yang sejak dalam perjalanan tadi tidak terlihat kinipun sudah menunjukkan wujudnya. Heera sempat berpikir bahwa Kris tidak ikut dalam perjalanan, namun ia salah, ternyata Kris berada pada barisan paling belakang. Pria itu berjalan mendekati Heera dan berhenti di sampingnya

“Sepertinya tadi aku melihat sebuah pertunjukkan superhero” Kris tertawa sinis, matanya mengarah pada Heera dan sesaat kemudian menatap Jongin yang sedang berbicara dengan Sutradara Baek

Heera tahu siapa yang dimaksud oleh Kris, ia berbalik dan menggeleng “Itu bukan pertunjukkan, dia menyelamatkanku”

“Apa bedannya? Yang penting kalian berdua saling menempel satu sama lain dan berlaku layaknya seorang pangeran sedang menyelamatkan sang putri?”

Heera menggeleng, mulutnya hampir terbuka untuk mengelak namun ia putuskan untuk diam daripada nantinya harus terkena masalah lagi

“Aku tidak suka kau dekat dengannya” Suara Kris lantang

“Kau tidak berhak mengaturku”

“Aku berhak”

“Siapa kau?”

“Kekasihmu”

“Sejak kapan?”

“Sudah lama”

“Kau!”

“Berhenti mengelak Shin Heera” Kris menarik Heera dan menyeret gadis itu pada kerumunan orang-orang yang sedang sibuk menyiapkan syuting. Tanpa melihat Heera yang kesusahan mengatur langkahnya. Ini seperti pemaksaan dan Heera bisa melaporkannya. Tidak. Itu terlalu berlebihna

Kris berhenti di tengah-tengah dan merangkul Heera tanpa permisi. Terlihat raut terkejut di wajah gadis itu. Ia berusaha melepas rangkulan Kris, namun apa mau dikata, lengan Kris begitu kuat layaknya batu. Sebenarnya terbuat dari apa pria ini?

“Apa yang akan kau lakukan hah?” Heera masih berusaha melepaskan tubuhnya, namun Kris hanya tersenyum dan kembali menatap ke depan

“Pengumuman!” Ia berteriak dengan lantang. Semua orang yang sedang sibuk menata di sana-sini berhenti dan berbalik menatap Kris heran seolah bertanya apa yang sedang terjadi

Begitu yakin bahwa semua mata telah tertuju padanya, Kris semakin mempererat rangkulannya pada tubuh Heera dan memulai perkataannya “Mulai sekarang, dia, Shin Heera adalah kekasihku, siapapun yang berani mengganggunya akan aku keluarkan dari proyek film ini dan aku jamin tidak akan ada perusahaan yang menerima kalian!”

Semua orang bergejolak, terlihat raut wajah takut dan was-was mendatangi mereka. Jika seorang Kris Wu sudah berkata maka siapapun tak bisa mengelak atau hidup mereka akan hancur

“Kalian dengar?” Teriak Kris lagi

Mereka mengangguk, bahkan sutradara Baek-pun terlihat patuh pada perkataan Kris. Ia tidak akan pernah membiarkan hidupnya hancur hanya karena berlaku tidak baik pada Heera, keluarganya masih membutuhkan uang untuk hidup

Kris tersenyum puas, ia kembali menarik Heera menjauh, samar-sama terdengar suara beberapa orang yang mengelu-elukan atas perkataan Kris barusan. Namun itu tidak membuat Kris goyah, ia tetap pada pilihannya dan menganggap Heera miliknya tanpa perduli apa respon gadis disampingnya tersebut

“Kau sudah gila ya?” Heera membanting pegangan Kris, lalu sebuah tamparan mendarat halus ke pipi pucat Kris, warna merah bekas tangan Heera-pun terlihat begitu jelas

“Aku tidak perduli lagi apa yang kau katakan, mulai sekarang kau milikku Shin Heera” Ujar Kris yang masih mengelus pipinya

“Bodoh, percuma berbicara dengan orang bodoh!” Ia mengumpat dan meninggalkan Kris. Ini lebih baik daripada ia harus berlama-lama dengan manusia gila itu. Ia bisa saja ikut gila jika terlalu lama bersamanya, sungguh ia sangat menyesal karena saat itu sudah menerima tawaran Kris untuk bergabung bersamanya. Ia bisa mati berdiri jika terus-terusan seperti ini

Kebetulan sekali begitu ia sampai di tengah para krew ternyata lokasi telah siap untuk digunakan, terlihat asisten sutradara sedang mencari-carinya dan memberikan naskah

“Kau muncul pertama, nona Shin Heera” Ujar asisten sutradara yang diketahui bernama Im Ah Yoong

Heera mengibaskan tangannya, ia tidak nyaman jika dipanggil nona atau apalah itu yang terdengar resmi “Panggil aku Heera saja” Balasnya halus

“Baiklah, Heera” Ia berhenti sebentar “kau bisa segera di make-up sekarang” Lanjutnya yang ditanggapi sebuah anggukkan oleh Heera

 

 

*****

 

 

Indah rasanya ketika mengetahui syuting hari ini berakhir. Sepanjang perjalanan kembali ke villa mereka saling bercanda tawa, untuk saat ini Heera beruntung karena ia bisa jauh dari Kris. Pria itu sepertinya telah kembali ke villa lebih awal

Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya dan hampir saja membuatnya melompat. Namun untunglah ia bisa mengendalikan rasa terkejutnya dan segera sadar bahwa orang tersebut adalah Sehun

“Hai Mrs.Wu” Ujar Sehun sembali melambaikan tangannya di depan muka Heera

“Apa?” Ujar Heera seolah tidak mendengar apa yang dikatakan Sehun barusan

“Ayolah berhenti berpura-pura. Sejak kapan kau berpacaran dengannya? Hahaha aku baru saja berpikir akan mendekatimu kau tahu? Dan ternyata kau adalah milik produser” Kata-nya diselingi tawa

“Mulut pria itu, jangan percaya padanya” Balas Heera

Well, aku bisa saja tidak percaya padanya, tapi, ah aku tidak ingin hidupku hancur” Begitu mengucapkan kalimat tersebut tawa Sehun meledak sehingga membuat gadis disampingnya ikut tertawa. Pria ini, ternyata asik juga

Perbincangan ringan antara Heera dan Sehun membuat mereka seakan tidak menyadari jika sekarang telah sampai di villa, perjalanan tadi seolah tidak terasa oleh keduanya

Heera berniat untuk segera pergi ke kamar dan melihat keadaan Sooji, namun tiba-tiba Sehun mencegahnya dan mengajak wanita itu untuk pergi ke suatu tempat

“Kemarin malam, aku menemukan sebuah ruang bawah tanah di villa ini, kau mau ikut aku melihatnya?”

Heera mengerjap. Ruang bawah tanah? Benarkah?

“Bagaimana, kau mau ikut atau tidak?” Tawar Sehun lagi

Mendengar pertanyaan Sehun dua kali, Heera berpikir sebentar dan mengangguk. Tidak ada salahnya ia ikut dan melihat seperti apa tempat itu

“Ya, aku ikut” Jawabnya sambil menganggukkan kepala

Sehun bersorak pelan, ia meraih tangan Heera dan mengajak gadis itu berlari kecil menuruni sebuah tangga dibalik pintu pada ujung dinding ruang makan. Mereka berhenti di depan pintu besar yang terkunci.

Beberapa detik mereka saling berhadapan dan tatapan Sehun-pun beralih pada sebuah tongkat besi yang berada di samping pintu. Ia mengambil tongkat besi tersebut dan memukulkannya berkali-kali ke gembok pintu agar bisa terbuka

Dengan sekuat tenaga Sehun berusaha melakukannya, namun nihil gembok tersebut tetap tidak patah. Akhirnya Heera bergerak, ia mengambil alih tongkat tersebut dan memukulnya begitu keras

Ini aneh, gembok tersebut langsung terlepas dan pintu terbuka dengan sendirinya. Sebuah ruang gelap dengan bauk apek langsung menyeruak ke dalam hidung mereka berdua.Tidak ada cahaya sedikit-pun di sana, benar-benar gelap gulita

Tiba-tiba tanah terasa bergetar, Heera dan Sehun saling berpegangan dan berharap agar tidak terjatuh. Namun sesuatu yang sangat keras menabrak badan Heera hingga gadis itu terlempar menabrak dinding dan terluka

Belum selesai dengan kejadian Heera, kini Sehun yang terlempar ke arah berlawanan. Kepalanya menatap dinding dan membuat pria itu kesakitan. Heera segera terbangun dan berjalan ke arah Sehun, berusaha untuk membantu pria itu berdiri dan segera keluar dari tempat ini

Ia berusaha menuntun Sehun ke atas dan betapa terkejutnya mereka begitu mengetahui bahwa orang-orang di villa sudah berlarian kesana-kemari tidak jelas. Penjaga villa yang tiba-tiba menggebrak pintu dari luar itu-pun langsung berlari ke arah Heera dan Sehun

“Apa yang terjadi?” Tanya-nya panik

Heera menggeleng “Aku tidak tahu, tadi aku dan Sehun hanya turun dan melihat ruang bawah tanah”

“Apa katamu?” Penjaga villa terkejut, ia bergegas berlari menuruni tangga. Heera yang penasaran akan apa yang terjadi segera menidurkan Sehun pada sofa begitu guncangan mereda. Ia kemudian mengikuti penjaga villa ke bawah dan menemukannya sedang memegang gembok

“Kau membuka pintu ini?”

“Ma..maafkan aku, kami hanya penasaran” Jawab Heera gelagapan

“Tidak tahukah kau bahwa yang kau lakukan ini bisa membahayakan teman-temanmu?” Sentak penjaga villa, ia membanting gembok tersebut

“Apa maksudmu?”

“Kau telah membebaskan dia dari penjara, kalahkan dia, atau kalian semua akan mati” Ujar sang penjaga villa misterius

“Dia, dia siapa maksudmu?”

Arghhhh!

Belum sempat sang penjaga villa menjawab, suara teriakkan Kris menggema dan membuat mereka terkejut. Keduanya segera naik dan melihat apa yang terjadi pada Kris. Orang-orang berkerumun di depan kamar Kris yang terkunci

Teriakkan itu semakin menjadi-jadi, namun mereka tidak bisa apa-apa. Pintunya terkunci dan sudah dicoba oleh beberapa orang pria untuk menjebolnya-pun tetap tidak mau terbuka. Apa ini? Mengapa semua menjadi seperti ini?

 

 

To Be Continued

Iklan

92 pemikiran pada “WOLF Part III

  1. huwaaa…seru bangettt….
    ceritanya ngalir gitu aja,,,
    ini salah satu ff yang aku tunggu,,,hehehe…
    lanjut ya thor,,ditunggu penggemar nih,,hehehe 🙂

  2. Bagus. Feel-nya dapet.
    Srsly udah nunggu chapter 3 dari kemarin2 baru dipublish sekarang. Next chapter cepat2 dipublish ya

  3. ,,woahhh makin serrrruuuu aja ,, pnasaran bnget thor ,, sypa yg harus di kalah kan oleh mreka itu ,, fighting yah ujiannya ..

  4. kris kenapa? penasaran akut duh
    si jongin juga agak misterius. curiga.

    suka banget scene heera-jongin >.<
    ini bener deh daebak (y)
    feel nya dapet, ngena bgt
    fighting ya thor ujian nya 🙂

  5. haaaaaa seruuuu dan sangat penasaran makhluk nya apa
    ayooo thor di tunggu kelanjutan nya
    mengerti koq arthor sibuk karena kan udah kelas 3 kalau mau di lanjuta yah nanti aja pas udah selesai uas dehhh
    tapiii sangat di tunggu kelanjutan nya

  6. Nah apa yg keluar? Knapa si Kris?
    Jangan“ yg dibebasin Heera itu ada hubungannya sama Kris?
    Keren author~
    Feel nya kerasa bgt~
    Nice chapter 🙂
    Next chapter ditunggu 😉

  7. weehh makin seruu aja thorr…daebak lah..
    eh si kriss seenaknya aja ngaku2 jadi Namjanya Heera..etciee kai udahh bicaraa.*masih penasaran hub. kai sama kriss.
    yang keluar dari ruang bawah tanah dan yang nyerang kriss itu apa???Wolf kah

  8. Siapa yg dibebaskan? Serigala? Terus apa yg terjadi dengan kris?

    Pas kris ngumumin kalo heera itu kekasihnya sumveh gue mau ketawa… Itu kek Gu Jun Pyo bilang Jan Di itu itu ceweknya dengan sok angkuh gitu.. *udah kris maen drama aja*

    Pokoknya hwaiting deh yhor buat next chap ^.^

  9. heena, kok aku suka sih sama ff ini :33
    aku ngebut bacanya dari part 1 .
    asli keren banget :33
    maaf ya aku komennya langsung di part 3, aku nitip like aja buat part sebelumnya 😀
    Kai genit weeh, pengen nyubit :33
    lanjut ih cepetan, aku penasaran sama apa yg di bebaskan heera .
    semoga ada adegan berdarah*nya ya 😀
    di tunggu lanjutannya ^^

  10. wahh.. keren banget thor, aku suka banget sama ffnya! Demi apapun aki penasaran banget sekarang dama kelanjutannya! jangan lama lama ya dilanjutinnya, udah penasaran banget nih soalnya hehe.. Daebakk Thor!!! 😀

  11. Akhirnyaaaa update setelah lama ditunggu kekekeke
    ak suka alur ceritanya
    nggak kecepetan jadinya berasa enjoy bacanya
    dilanjut ya thor ^^

  12. Woaa daebak thor.. si kris gigih amat dahh.. maksa lagi. Curiga nih sama sehun. Kok dia gk bisa buka sedangkan heera bisa? Jangan-jangan… ehehe ditunggu ya thor, lanjutannya.. fighting!!

  13. Siapa yg sdh dibebaskan oleh heera dan apa yg terjadi pd kris , siapa sebenarnya heera di masa lalu. Kris benar2 nekat dan ancamannya luar biasa

  14. Wah wah apa yang terjadi sama kris??
    Aku rasa yah thor sehun itu sengaja ngajak heera biar ke ruang bawah tanah itu dan heera yg buka pintunya.. Dan si ‘dia’ bebas dari ruangan itu..

  15. ternyta kai yang dipukul kris yaa …kasian 😥 (sini bang, aku obatin lukanya ) *plak*

    suka deh pas adegan kai nolong heera :3

    heera-ssi, jangan benci2 amat lah sama kris, ntar malah suka lhooo…kkkekke

    waduh, itu yg ‘bebas’ apaan thor? ngeri banget deh village yg dipilih jadi setting film yg dibikin kris 😦
    kasian heera dong yg nggak tau apa2 😦

  16. author makasih pwnya 🙂

    Kris posesif ya –” Heera beruntung karna Kai mau ngomong sama dia.
    Kris seenaknya aja deh dia bialng Heera pacarnya jelas jelas Heera benci banget sama Kris.

    Makhluk apa yang di bebasin Heera sama Sehun? Terus kenapa Kris teriak?
    Lagian Sehun dan Heera kepo jadi dapat masalah kan.

    Jadi orang yang dipukul Kris dan bawa hewan itu si Kai toh.

    Keep writing author 🙂

  17. kris tuh gmn sihh sikapnya anehhhh dehhh q gk suka ,,,se enak udelnya ajj gtu??? jd sebenrnya kris tuh baik apa engga??? dn kai??? dy tuhhh tulus gk yh sma heera??? akhhhh ini mahhh klo d tunggu2 bisa gk bsa tdur ahhahaha wajib d nanti,,,d tunggu dehh klnjutnya hehehhe

  18. demi apa……..jadi demen lg sama kai grgr heena:((.g
    itu sumpah langsung kebayang bayang si kai ngedipin mata,,,,aduhaiii matanya kelilipan kali ah .g

    bingung sm kris kai/?ada urusan apa atulah,,,berarti yg dipukulin itu kai kan ya yg dipart 2 kemarin u,u
    atulah itu yg dibebasin dr penjaranya siapa/?
    Sungguh mati aku jadi penasaran .gg

  19. Wahhh brarti heera seneng donk ya kris knapa2 diakan benci banged sama kris
    Wkwkwkw

    Ini ini penasaran membawa petaka 😀
    Curious kill the cat 😀

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s