WOLF Part II


wolf

Title :

WOLF

 

Author :

Heena Park

 

Ratting :

PG-17

 

Genre :

Fantasy,Action,Romance,Thriller

 

Lenght :

Multichapter

 

Main Cast :

·         Shin Heera

·         Kim Jong In

·         Kris Wu [Wu Yi Fan]

·         Lucy Kim

·         Oh Sehun

·         Han Sooji

·         And Other,You cand find on the story

 

Sunmary :

“Kami mungkin satu klan,tapi ketahuilah bahwa dia lebih berbahaya dan licik”

 

Recommended Song :

·         Jay Chou [Ye Qu and 夜的第七]

·         Spica [Painkiller]

 

Poster :

AudiaJulia @HSG

 

Author Notes:

Hwahahaha tak ku sangka bahwa part II-nya akan secepat ini dan malah The Time yang jadi molor, jujur aku lagi menyelesaikan bagian akhir dari FF itu sambil berfikir enaknya endingnya gimana ya? Makanya aku lama updatenya, mungkin sekitar hari Sabtu/Minggu The Time part 14 akan aku share, dan untuk WOLF Part II ini agak ada anunya/? Jadi harap berhati-hati wkwk..Last..Enjoy^^

 

 

WOLF ©2014

 

 

Malam yang dingin—Heera beberapa kali menggeliat di atas ranjang berukuran king size milik Kris. Entah bodoh atau bagaimana tapi dia merasa ingin tidur malam ini, dia berusaha melupakan masalahnya sejenak dan beristirahat sebentar saja agar besok bisa mempersiapkan diri untuk masalah-masalah yang lain.

Angin masuk melalui celah-celah dalam kamar tersebut dan sesekali terdengar suara kelepakkan gorden—Sepertinya angin besar sekali hingga malam ini terasa begitu sunyi,atau itu hanya hayalan semata karena Heera berada di rumah ini?

Pintu yang semula tertutup rapat kini perlahan terbuka, seorang pria berjubah tidur warna coklat semu merah dan beralaskan sandal rumah masuk ke dalam kamar Heera. Ia berjinjit berharap bahwa Heera tidak akan terbangun lalu melonjak dan menabrak sesuatu sehingga ia celaka.

Ia tahu Heera selalu tidur tanpa cahaya lampu, wanita itu menyukai kesunyian dan kedamaian,maka dari itu ia gampang merasa rapuh. Tubuhnya langsing, kulitnya putih bersih tanpa jerawat, bibirnya merah alami,dan percayalah bahwa sekarang ia sedang tidur menggunakan tank top bewarna hitam yang semakin membuatnya tampak menggoda

Pria berjubah tidur itu duduk di pinggir kasur dan membelai lembut setiap inci dari tubuh gadis yang di depannya. Ia tidak tahu mengapa bisa sangat menginginkan gadis ini, ia seakan segera ingin memilikinya dan membuat Heera bertekuk lutut jatuh cinta padanya.

Tepat ketika jarinya berhenti di bibir Heera, gadis itu terbangun dan terkejut akan apa yang telah terjadi padanya. Ia melompat menatap headboard dan melemparkan selimut pada pria di depannya

“Yifan, apa yang ingin kau lakukan?!” Gertaknya takut

Kris menaikkan seluruh tubuhnya ke ranjang dan menghimpir Heera di heardboard dengan kedua lengannya sehingga gadis itu tidak bisa berkutik lagi

“Kau tentu tahu apa yang ku inginkan bukan?”

“Tidak, ku mohon jangan..” Ia terisak, Heera seakan tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya.Segala perlakuan Kris padanya membuatnya semakin menggila dan semakin lemah, pria itu seolah menekannya untuk tunduk dan memberikan keperawanannya pada-nya dengan tangan terbuka

Seakan mengerti bahwa Heera semakin lemah, Kris mengulurkan kedua lengannya untuk menarik Heera duduk pada pangkuannya. Heera berusaha memberontak namun Kris jauh lebih kuat, ia bahkan lebih kuat dari manusia umumnya, ia bisa membunuh sepuluh orang sekaligus dengan tangannya kalau ia mau. Tapi sekarang yang ia hadapi adalah Heera, gadis yang sangat ia inginkan sepanjang hidupnya.

Kris kini telah memeluk pinggang Heera, mendekatkannya semakin ke tubuhnya dan berbisik di telinga kanan gadis itu “Apakah kau tidak bisa merasakan betapa aku menginginkanmu?”

Heera mengerjap, ia bisa merasakan kejantanan Kris yang mengeras dibalik jubah tidur coklat yang ia kenakan, sesuatu yang membuatnya tak bisa berkata-kata lagi. Ia tidak boleh lengah dan terangsang oleh godaan Kris, pria itu licik, ia harus selalu sadar

“Aku tahu kau menginginkannya…lady” Salah satu tangan Kris kini sudah membelai halus rambut belakang Heera dan bibirnya yang lembut mulai menelusuri setiap inci leher Heera dengan ciuman yang terasa seperti madu sambil sesekali menghisap,menjilat,dan menggigit kecil lehernya hingga meninggalkan bekas-bekas kissmark di leher putih Heera

“Yifan.. jangann…”

Kris semakin liar,tangannya mulai menelusup ke dalam tank top hitam yang ia kenakan dan mengelus punggungnya. Sial, dia tahu dimana titik kelehaman Heera!

“Katakan bahwa kau menginginkanku sayang, katakan”

Kali ini tangan yang semula hanya mengelus punggung itu mulai bergerak turun sedikit dan menemukan pengait bra, Kris menyeringai kecil dan melepas pengait bra tersebut dengan sedikit kasar. Bibirnya tak mau hanya di leher, ia mulai bergerak ke atas, mencium bibir Heera dan melumatnya kasar—Memaksa mulut Heera untuk terbuka dan membiarkan lidahnya berpetualang disana

Namun Heera terus bungkam, dia berusaha melawan Kris dengan sekuat tenaga, hingga tepat ketika pria itu ingin memegang buah dadanya, Heera mendorongnya hingga terjatuh dari ranjang dan tergeletak di lantai

Pria sialan! Tidak tahu malu!

Heera menatapnya frustasi dan segera menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya “Pergi kau! Aku bisa melaporkanmu ke polisi Wu Yi Fan! Bajingan kau!”

Kris yang masih berusaha berdiri dan membenarkan bajunya hanya mengepalkan tangan,kali ini ia harus bersabar. Suatu saat nanti, ia yakin Heera-lah yang akan datang padanya dan meminta ‘itu’ sambil memohon-mohon,ia yakin itu.

 

*****

 

Pagi sepertinya menyingsing dengan cepat—Heera menggeliat di kasur lalu tak beberapa lama terbangun dan bangkit dari ranjang menuju ke kaca besar tepat di sudut ruangan. Tangannya menyibak rambut panjang dan melihat bekas dari kelakuan Kris tadi malam, beberapa kissmark di leher yang terlihat sangat mencolok dan menyakitkan ketika di ingat

Tepat ketika ia ingin berjalan ke kamar mandi, seseorang mengetuk pintu. Dengan perasaan was-was Heera mengambil bantal dan bersiap memukulkannya ketika orang yang muncul dari balik pintu adalah Kris

Ternyata ia salah, begitu ia membukakan pintu ternyata sesosok wanita setengah baya dengan rambut yang disanggul kebelakang, siapa dia?

“Nona Shin Heera?” Tanyanya tak lupa menyunggingkan senyum ramah

Heera mengangguk “Ya?”

“Tuan Kris menyuruh saya untuk memberikan baju ini pada nona, apa nona ingin mandi? Biar saya siapkan airnya”

Heera mengerutkan keningnya “Yifan? Untuk apa? Maksudku, dimana dia?”

Wanita tua itu memberikan tanda agar diberikan jalan untuk masuk ke kamar tersebut sehingga Heera minggir beberapa langkah dan berjalan mengikutinya

“Tuan Kris, dia sudah berangkat ke kantor. Oh ya nona, nanti jika ingin berangkat akan ada seseorang yang menjemput anda”

“Menjemputku? Siapa?”

Wanita itu menatap Heera lembut “Saya tidak tahu,saya hanya diberikan pesan seperti itu” Gumamnya lalu masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air untuk Heera.

Sementara wanita itu menyiapkan air, Heera berdiri sambil menyilangkan lengan dan menyandar pada dinding, ia masih tidak mengerti bagaimana wanita itu datang. Bukankah kemarin tidak ada siapapun di sini?

“Nona airnya sudah siap” Ujar wanita tadi, ia hampir saja mengagetkan Heera

“Ah? Iya” Heera tergugup, jarinya sibuk menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal

Tiba-tiba mata wanita itu memicing dan memperhatikan leher Heera, ia mendekat lalu memegang lehernya yang memerah “Tuan Kris yang melakukannya?” Tanya-nya pelan

Heera terkesiap, ia menutupi lehernya dengan rambut dan berdehem kecil berusaha menenangkan jantungnya yang sedang bergejolak

“Tuan Kris tidak pernah membawa wanita ke rumah ini sama sekali, saya sudah bekerja di keluarga ini selama dua puluh lima tahun, namun pengecualian untuk nona”

“Sebenarnya aku sudah pernah ke sini sebelumnya.. tapi ya… sesuatu membuatku pergi dan sepertinya Yifan marah akan hal itu”

“Ke sini? Beberapa bulan yang lalu? Saya tahu ketika Tuan Kris marah, ia bahkan membanting semua yang ada di depannya”

“Be.. benarkah?” Suara Heera semakin pelan

Wanita itu mengangguk “Saya yakin Tuan Kris sangat mencintai anda, dia tidak ingin kehilangan anda”

Cinta? Cinta tidak mungkin berlaku kasar dan menyakiti atau memaksa pasangannya! Ingat itu

“Keluarga Tuan Kris meninggal sepuluh tahun lalu dan sejak itu saya-lah yang mengurusnya, dahulu saya tinggal di sini dua puluh empat jam, namun tiga tahun terakhir ini saya hanya di sini sejak pukul 7 pagi sampai 4 sore.. Tuan Kris selalu kesepian sepanjang hidupnya, ia bahkan tidak memiliki teman di sekitar rumah ini, dia sangat tertutup” Ujar wanita itu menceritakan

“Lalu bibi..apakah Yifan juga berlaku ya..kasar pada bibi?”

Wanita itu menggeleng “Tuan Kris tidak pernah suka dipanggil Yifan, namun dia membiarkan nona untuk memanggilnya seperti itu, ini bukan kebetulan.. dan… sifat Tuan Kris memang keras, ah..lebih baik nona mandi dulu, saya akan menyiapkan sarapan” Kali ini ia mengakhiri pembicaraan dan berjalan ke arah pintu, namun sebelum ia benar-benar keluar, wanita itu berbalik dan menghembuskan nafas berat “Saya harap nona tidak membencinya walau seperti apapun kenyataan yang ada pada dirinya”

Setelah mengucapkan kalimat tersebut,wanita tua itu menutup pintu pelan dan Heera sudah tak melihatnya lagi. Baiklah, sekarang waktunya untuk mandi dan sejenak melupakan Kris yang sudah tidak waras itu.

Selesai mandi, Heera segera beranjak ke dapur dan melihat bibi tadi sudah tidak ada,dia meninggalkan pesan di kulkas

“Maaf saya harus pergi berbelanja,saya sudah menyiapkan sarapan untuk nona, setelah itu nona bisa berangkat. Begitu kata Tuan Kris pada saya

 

TTD

Jung Ra-Yeon”

 

Heera mendesah pelan ketika membaca surat tersebut, ia langsung menyambar roti panggang dan segelas susu yang sudah ada di depan matanya kemudian kembali ke kamar dan mengambil kopernya. Bukankah hari ini ia akan pergi bersama dengan para crew?

Ia menarik kopernya dengan semangat,mau bagaimana lagi? Inilah yang dia inginkan, segera keluar dari rumah Kris dan bebas. Ah tidak,bukan bebas.Bukankah Kris adalah produser dari filmnya? Itu berarti ia akan terus berjumpa dengan Kris, sang mimpi buruknya.

Heera berdiri di depan pintu, tadi bibi bilang akan ada seseorang yang menjemputnya dan ternyata memang benar. Samar-samar Heera melihat mobil masuk ke halaman rumah Kris dan begitu tahu siapa yang datang Heera langsung melonjak dan menghampiri mobil tersebut

“Han Sooji!” Teriaknya senang

Sooji membuka pintu mobil kemudian memeluk Heera erat “Shin Heera..Kenapa kau tidak bilang bahwa berada di sini? Aku hampir mati mencarimu seharian sampai akhirnya suruhan Kris datang padaku dan menyuruhku menjemputmu pagi ini! Aku bahkan sepanjang jalan sempat berpikir seperti apa kau sekarang? Aku sempat berpikir bahwa kau sudah habis di tangan Kris, kau tahu aku sangat takut” Sooji semakin mempererat pelukkannya pada Heera. Ia benar-benar khawatir padanya sejak kemarin, ia bahkan memutari kota Seoul hanya untuk mencari Heera. Ia benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi pada Heera, hanya itu saja.

Heera lantas melepaskan pelukkannya pada Sooji dan kembali memegang kopernya “Akan ku ceritakan di jalan, sebaiknya kita segera ke Star Pictures sebelum aku dimarahi oleh yang lainnya” Sarannya yang dibalas anggukkan oleh Sooji

Setelah memasukkan koper ke bagasi mobil, Heera dan Sooji segera bergegas menuju gedung Star Pictures.

Seperti yang di duga, mereka terlambat. Semua crew tampak kesal dan sutradara langsung menghampiri Heera kemudian memarahinya habis-habisan, ia benar-benar tidak habis pikir seorang artis yang belum lama berada di dunia hiburan bisa bertindak semaunya sendiri

“Kau telah membuat kita terlambat untuk pergi ke lokasi syuting, kau tau kan bahwa kita tidak akan melakukan syuting di sini?”

Heera menunduk takut akan tatapan tajam yang dilemparkan oleh Sutradara Baek Seung Jo, namun di sisi lain ia menyadari bahwa Kris sedang mengamatinya dari kejauhan. Pria itu nampak dingin seperti biasa, hanya saja tatapannya selalu berhasil membuat siapapun menjadi bergetar

“Shin Heera, kau mendengarkanku atau tidak?” Gertak sutradara Baek Seung Jo yang berhasil membuyarkan lamunan sesaat Heera

Ia segera mengangguk dengan bingung dan menjawab “Apa? Ah iya, aku mendengarkannya, maafkan aku” Ia meminta maaf sambil membungkuk sebanyak tiga kali

“Ah baiklah-baiklah sekarang cepatlah masuk ke dalam bus dan kita akan segera berangkat” Gumam Sutradara Baek Seung Jo yang langsung dibalas anggukkan oleh Heera

Ia tidak menunggu lama dan langsung menarik Sooji untuk naik ke dalam bus, begitu sampai di sana pandangannya langsung mengarah pada seorang pria yang duduk di bangku paling belakang dan sepertinya ia sedang sibuk pada laptop yang terpangku oleh kakinya

“Sooji-ssi bukankah dia Kim Jong In?” Heera berbisik pada Sooji, lirikkan matanya mengarah pada pria itu

Sooji yang mendengar perkataan Heera refleks menengok dan menatap pria yang dimaksud oleh Heera barusan. Seorang pria berkemeja biru tua dan jeans hitam yang telrihat kasual “Ya” Ia mengkerutkan keningnya “Memang kenapa?” Tanyanya balik

Heera mengibas-kibaskan lengannya sambil berbisik “Tidak, aku hanya berpikir bahwa dia sangat tertutup dan bahkan dia tidak bergabung dengan yang lainnya”

Sooji mengangguk setuju, ia juga merasa bahwa penulis bernama ‘Kim Jong In’ yang novelnya dijadikan film itu sama sekali tidak berinteraksi dengan artis atau crew yang akan membuat filmnya, dia benar-benar aneh dan dingin

Heera masih saja sesekali melirik ke arah Jong In dan segera berbalik ketika pria itu menatap ke arahnya, bahkan di saat Sooji pamit untuk ke belakang ia masih saja terus memandangi pria itu sampai akhirnya seseorang mengagetkannya

“Hai!” Sapa seseorang

Heera mendongak dan melihat seorang pria berwajah tampan—Ya, sebenarnya ia lebih cocok jika dibilang cantik—Pria itu melambaikan tangan pada Heera sambil memasang senyumnya yang lebar

“Bolehkah aku duduk di sini?” Tanya-nya

Heera baru saja akan membuka mulutnya, namun pria itu sudah memotongnya terlebih dahulu

“Ah, seharusnya aku tidak perlu bertanya” Ia duduk di samping Heera “Kau tidak keberatankan? Oh ya, perkenalkan namaku Oh Sehun, kau bisa memanggilku Sehun, aku akan berperan sebagai pemain utama di film ini dan kau?” Pria itu memberi penjelasan yang bahkan tidak di inginkan oleh Heera

“Aku ? Sepertinya kita sama” Jawabnya uring-uringan

“Baiklah” Sehun memandang Heera sejenak dan mengulurkan tangannya “Kau bahkan tidak membalas perkenalan namaku?” Protesnya

Heera mendesah pelan, ia menyambut uluran tangan Sehun dan meremasnya “Aku Shin Heera, kau bisa memanggilku Heera atau apalah terserahmu yang penting jangan panggil aku dengan kata ‘Heh’ atau sebagainya”

Sehun tertawa, ia menepuk-nepuk pundak Heera pelan “Hahaha, aku tidak menyangka jika kau bisa membuat lelucon nona….. Shin Heera” Ujarnya sambil masih terus tertawa

Heera hanya menaikkan pundaknya, ia mencoba memasang seulas senyum dari bibirnya yang lebih terlihat seperti orang idiot

“Hei,sepertinya ini tempatku” Ujar seseorang yang tiba-tiba datang dan menepuk pundak Sehun

Ia menoleh dan melihat seorang gadis berkaca mata sedang memicingkan mata, Sehun langsung mengangkat kedua lengannya “Ah.. maafkan aku nona” Ia berdiri dan membiarkan gadis itu duduk di samping Heera

Sebelum ia pergi, Sehun sekali memasang seulas senyum “Senang berkenalan denganmu Shin Heera” Ujarnya lalu mengedipkan sebelah matanya dan beranjak pergi

Heera hanya melongo sambil membuka mulutnya bodoh, namun Sooji buru-buru terkekeh akan apa yang dilihatnya barusan, pria itu sepertinya tertarik pada Heera

“Seorang pria baru di tempat yang baru” Sindir Sooji sambil melirik Sehun yang sekarang sudah duduk di bangku ke-tiga dari bangku mereka

Heera mendengus kesal “Apa? Tidak ada yang baru di sini, mungkin pria itu sudah gila, sama seperti Yifan” Balasnya jutek

Sooji menyikut Heera dan menaikkan alisnya “Tidak ada salahnya jika kau mendekatinya, lagipula ia juga tampan” Tambah Sooji yang sepertinya terpesona oleh pria barusan

Heera hanya menggeleng mendapati sikap Sooji yang menggodanya barusan, ia sungguh-sungguh tidak ingin berfikir soal cinta atau tetek bengek lainnya yang berhubungan dengan perasaan dan getaran-getaran aneh saat ini, ia hanya ingin mendapat uang yang banyak untuk pengobatan ayahnya

Tiba-tiba Sooji kembali memandangnya, namun kali ini air mukanya berubah drastis “Shin Heera” Panggilnya parau

Heera terkesiap “Ya?”

Mata Sooji semakin memicing, bibirnya bergetar dan tangannya bergerak ke arah leher Heera “Kau, memiliki kissmark di lehermu?”

Heera terkejut, ia baru teringat soal kissmark yang dibuat oleh Kris tadi malam, dan seketika perasaan marah Heera kembali bergejolak, ia benci pria bernama Kris Wu atau Wu Yi Fan itu dan bahkan ia bersumpah akan membunuhnya jika ia berani berbuat macam-macam lagi, ia bersumpah

 

*****

 

Butuh sekitar 4 jam untuk sampai di tempat yang mereka tuju. Sebuah desa kecil dengan pepohonan yang berada di sana-sini, namun percayalah bahwa desa ini bisa dibilang modern.

Tentu saja dibalik ke-modern-an itu ada beberapa rumah-rumah tradisional Korea yang masih terlihat di sana-sini, rombongan tersebut berjalan ke sebuah villa yang berada tidak jauh dari rumah warga

Beberapa warga tampak memandang rombongan tersebut, karena sesungguhnya jarang sekali ada artis yang datang ke tempat ini untuk membuat film.Tepat di depan villa terlihat seorang pria berjenggot putih sudah berdiri menunggu kedatangan mereka

“Selamat datang di desa kami” Ujar pria tua itu, Kris selaku produser maju terlebih dahulu, ia menyalami pria tua itu dan meminta izin untuk tinggal beberapa saat di sini. Tentu saja pria itu mengijinkannya, namun dengan satu syarat ‘Jangan pernah berjalan ke hutan melewati sungai kecil ketika malam hari’

Tentu itu syarat yang wajar-wajar saja,lagipula siapa yang mau masuk ke hutan malam-malam begitu? Selain berbahaya, pasti banyak binatang buas di sana.

Begitu mendapat izin mereka langsung masuk ke dalam villa dan terdengar teriakkan Sutradara Baek “Kita mulai syuting besok pagi, hari ini kalian bisa berjalan-jalan di desa ini, namun ingat, jangan berjalan terlalu jauh” Pesannya

Heera hanya mendengus, ia menarik kopernya menjauh, ia sama sekali tidak tertarik untuk berjalan-jalan karena yang ia butuhkan sekarang adalah segera istirahat dan membiarkan tubuhnya santai sedikit, ia sudah terlalu gugup sejak kemarin

Tidak jauh dari-nya terlihat artis Lucy Kim sedang berusaha mendekati Sehun, ya lucu sekali. Sehun bahkan tidak merespon Lucy Kim, ia malah menoleh pada Heera dan melambaikan tangannya pada gadis itu namun Heera hanya menarik kedua bibirnya untuk tersenyum, ia terlalu malas untuk membalas lambaian tangan Sehun

“Jangan dingin padanya seperti itu” Ujar Sooji tiba-tiba yang terdengar seperti godaan. Heera menghadap Sooji dan hendak berbicara namun buru-buru ia batalkan. Sepertinya diam lebih baik

Heera dan Sooji tinggal dalam satu kamar, begitu melihat kasur Heera langsung menghempaskan tubuhnhya dan tertidur, ia sangat lelah sekarang

 

*****

 

Ponsel Heera berbunyi, tangannya segera meraba kesana-kemari mencari ponsel itu berada. Matanya masih tertutup karena kantuk yang begitu dahsyat, namun ia harus segera menemukan ponselnya

Ah.. dapat, ternyata di balik bantalnya. Ia duduk di ranjang sambil sesekali mengucek-kucek matanya agar bisa terbuka seluruhnya, begitu sudah sadar ia segera membaca tulisan yang ada dalam layar ponselnya tersebut

15 missed call from Mom

Heera langsung terperanjat begitu mengetahui ibunya yang menelfon, ia buru-buru berdiri dan memanggil ulang ibu-nya, namun sial tidaka ada sinyal di dalam sini.

Ia meraih mantel coklat milik Sooji dan berjalan keluar, semoga saja sinyal di luar lebih bagus daripada di dalam. Rasanya sepi sekali, benar saja sekarang sudah pukul 11 malam dan ia baru terbangun dari tidurnya sejak tadi siang, se-pemalas itukah dia?

Heera berjalan pelan, kakinya sudah menginjak tanah luar villa dan hawa dingin langsung menerpanya begitu saja, ia bisa mendengar suara-suara hewan malam seperti jangkrik, burung hantu bahkan suara lolongan anjing yang sedikit membuat bulu kuduk berdiri

Namun ia tidak boleh mundur, Heera tetap berjalan mencari sinyal karena ia harus tahu bagaimana kabar ibunya. Seingatnya setelah berpamitan pada sang ibu ia belum menghubungi ibunya sama sekali dan itu pasti telah membuat khawatir ibunya atau mungkin ayahnya…

Heera buru-buru menggelengkan kepalanya untuk membuang segala pikiran negatifnya tentang sang ayah, ia percaya bahwa sang ayah pasti bertahan sampai ia kembali. Ia percaya itu

Kakinya terhenti dibalik dinding karena mendengar suara erangan hewan yang entah itu apa. Jantung Heera tiba-tiba saja berdegup kencang, rasa takut timbul dalam dirinya. Mencoba mengumpulkan kebernaian, Heera dengan pelan mengintip dari balik dinding

Sebuah bayangan hewan yang begitu besar dengan mulut memanjang ke depan terlihat di sana, Ya Tuhan! Hewan apa itu?

Tubuh Heera seakan melemas, ia ingin lari tapi kakinya terasa berat. Ia bisa mati jika hewan itu mengetahui kehadirannya. Ia mendengar hewan besar itu beberapa kali mengerang dengan seram dan membuat Heera mengeluarkan keringat dingin

Namun tiba-tiba matanya menangkap bayangan seorang pria yang berdiri di samping hewan tersebut, siapa dia? Apa maksudnya datang bersama dengan hewan buas itu? Apakah ia ingin membunuh semua yang ada di villa? Tidak, Heera tidak bisa membiarkannya

“Shin Heera!”

Suara seseorang terdengar nyaring di telinganya, Heera segera menoleh ke belakang dan kembali melihat ke arah hewan buas tadi, namun nihil. Hewan itu sudah tidak ada, dimana dia? Bagaimana mungkin ia bisa menghilang hanya dengan sekejam mata? Ini mustahil

“Shin Heera!”

Suara itu kembali terdengar dan untuk kedua kalinya Heera menoleh ke belakang lalu mendapati Kris sedang berlari ke arahnya dengan wajah yang memerah padam. Ia menarik tangan Heera begitu saja dan mengajaknya untuk masuk ke dalam villa, Heera tidak menolak karena untuk kali ini ia bersyukur akan kehadiran Kris sehingga ia tidak perlu merasa ketakutan seperti tadi

Kris berhenti setelah menutup pintu villa dan menghembuskan nafasnya berat, ia menekan pelipisnya “Bukankah tadi penjaga villa sudah bilang agar jangan pergi jauh-jauh di malam hari?” Kris menginterogasi

Heera menggeleng “Dia tidak bilang begitu, dia hanya bilang bahwa kita tidak boleh masuk ke hutan dan melewati sungai ketika malam hari, itu saja” Bantahnya

Kris memegang kedua pundak Heera “Baiklah, Shin Heera, berhentilah melawan, kau tidak tahu bahaya apa yang mengincarmu!” Gertak Kris panik

Heera memicingkan matanya “Memang bahaya apa yang mengincarku? Apa aku akan mati?”

Kris menahan nafas “Sudahlah, tidak ada gunanya berkata pada gadis sepertimu” Ujarnya lelah. Heera benar-benar tidak tahu akan apa yang dikatakan Kris barusan, apa sebenanarnya yang terjadi? Apa ada yang salah di villa ini, lagipula sejak kapan Kris menjadi perduli padanya?

Suasana menjadi hening, mereka sibuk pada pikiran masing-masin hingga Jongin tiba-tiba lewat dibelakang Kris. Heera yang tidak sengaja melihatnya langsung menatap tajam Jongin yang lewat begitu saja. Tangan kanannya terlihat membawa sesuatu yang tidak diketahui oleh Heera.

Hey, dari mana pria itu?

Kris akhirnya berdehem, dia berusaha mencairkan suasana “Lebih baik kau tidur sekarang” Ia berhenti sebentar dan menatap leher Heera, lalu maju beberapa langkah dan membelai leher gadis itu “Ternyata bekasnya masih ada” Gumamnya senang

Heera langsung menampik tangan Kris dan mendorong pria itu menjauh padanya “Jangan berani macam-macam kau Wu Yi Fan!” Ancamnya lalu berbalik dan meninggalkan Kris sendiri

 

*****

 

Kris mengetuk pintu kamar seseorang, salah satu tangannya berada di dalam saku celana. Tidak seberapa lama pintu terbuka dan Kris langsung masuk ke sana, ia memandang seorang pria yang sedang menyandar pada dinding

Kris langsung melayangkan sebuah pukulan keras tepat pada muka pria itu “Kau sudah berjanji bahwa tidak akan membawa hewan-hewan itu!” Gumam Kris penuh emosi

Pria yang tadinya dipukul Kris itu masih sibuk mengelus bibirnya yang mengeluarkan darah “Mereka berbeda, mereka berasal dari sini” Jawabnya sambil tertatih

Kris semakin emosi,ia kembali melayangkan sebuah pukulan hingga pria itu terpental jatuh ke lantai dah bahkan menabrak almari dengan keras hingga berbunyi ‘Dakk’

“Jika kau sekali lagi mengundang mereka kesini, aku tidak akan segan-segan membunuhmu” Ancam Kris sambil menunjuk wajah pria yang masih berbaring di lantai tersebut, ia segera berbalik dan meninggalkannya sendirian di kamar sambil menutup pintu dengan keras

Cih, dasar orang yang tidak bisa dipercaya

 

 

TO BE CONTINUED

//

Iklan

93 pemikiran pada “WOLF Part II

  1. Woah…sebenernya what happen sih/?
    Itu tdi yg dipukul kris kai kah??trus hubungannya sama hewan2 tadi apaan??penasaran penasaran :v

  2. ishhhhh,,,,,,itu krisss jahat bngetttt qo gtu sehhh kelakuannya??? jd sebenrnya kris itu jahat ap enga yh??? trusss jong in itu baik ap enga??? akhhhh seruuuu nyaaa alur crtnya jd nangihh nunggu chap lnjutan nya,,kpan publis

  3. ini main cast nya kris apa kai……..huhufffff bkin greget bcanya, itu yg dipukul kris spa? kai? hoaaa saya alay ini makin keren….:D

  4. deminya…..sehun kek jjkp .ggg
    kebayangnya yg sehun di mama 2014 kemarin masa wkwk belah tengah…..

    Kai ya yg dipukulin/? Kai pasti kan,,iya nih kai/?.g
    atulahh kitati sm kamu ahh luhan dongg luhannn 😦 wkwk

  5. Dan lagi lagi cerita ini dipenuhi misteri baru
    Wah wah wah TOP lah

    Aduh lagi heera nyari sinyal ampk masuk hutan gtu, eh tpi gw jga pernah loh ahahaha d dlam hutan malah ada sinyal dripda d dlem ruangan 😀

    Kris mukul sapa lagi, jangan2 jongin???
    Omgehhhh penasaran akutt

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s