WOLF Part I


wolf

 

Title :

WOLF

 

Author :

Heena Park

 

Ratting :

PG-15

 

Genre :

Fantasy,Action,Romance,Thriller

 

Lenght :

Multichapter

 

Main Cast :

·         Shin Heera

·         Kim Jong In

·         Kris Wu [Wu Yi Fan]

·         Lucy Kim

·         Oh Sehun

·         And Other,You cand find on the story

 

Sunmary :

“Kami mungkin satu klan,tapi ketahuilah bahwa dia lebih berbahaya dan licik”

 

Recommended Song :

·         Jay Chou [Ye Qu and 夜的第七]

·         Spica [Painkiller]

 

Poster :

AudiaJulia @HSG

 

Author Notes:

Well,setelah dulu aku pernah share trailer berbentuk tulisan dan juga video,akhirnya part I FF ini dirilis juga.Sebenarnya FF ini adalah pengganti The Time yang akan segera tamat, dan satu lagi,berbeda dengan trailer Video beberapa waktu lalu,dimana ada Luhan dalam main cast-nya,di FF ini aku putuskan untuk menghapus Luhan dari list karena sampai sekarang aku belom nemuin karakter yang cocok buat dia..Last..Enjoy^^

 

 

WOLF ©2014

 

 

Monitor masih menunjukkan adanya detak jantung pada seorang pria setengah baya dan beruban hampir di seluruh rambutnya yang sedang terbaring lemah pada ranjang putih rumah sakit ternama di Seoul.

Shin Heera—Gadis itu seperti tak mengenal lelah ketika menemani sang ayah yang sedang berada dalam hidup dan mati.Telapak tangannya kasar,mungkin karena ia selama beberapa Minggu ini tidak terlalu merawat tubuhnya,pikirannya hanya terisi bagaimana caranya agar sang ayah lekas sembuh.Itu saja.

Knop pintu berputar,kali ini datang seorang wanita setengah baya namun garis wajahnya menunjukkan kecantikkan yang tak memudar.Memang terlihat beberapa garis keriput di sekitar dahi,pipi,dan matanya,namun itu semua seperti tak menghalangi kecantikkannya.Langkahnya gontai menghampiri Heera,sedangkan tangan kanannya membawa bungkusan nasi yang sengaja ia beli untuk anak semata wayangnya itu

“Makanlah,kesehatanmu juga penting” Shin Min Young memerintahkan,ia membuka bungkusan tersebut lalu duduk di samping Heera dan mengambilkan sesuap nasi untuk anaknya “Buka mulutmu” Lanjutnya

Heera tak menggubris,dia terlalu sibuk pada pikirannya sekarang.Entah bagaimana bisa terjadi,namun sekarang semua menjadi hancur,otaknya kacau balau,ia benar-benar tak menyangka hidupnya bisa seperti ini

“Mom,tabungan kita?” Heera mengalihkan pembicaraan,mengingat ayahnya yang telah dirawat selama hampir 3 Minggu—Dalam keadaan comma—Karena kecelakaan malam itu

Shin Min Young mendesah pelan,air mukanya berubah masam begitu mendengar kata tabungan.Tentu saja perawatan suaminya membutuhkan banyak uang dan itu benar-benar menguras tabungannya “Keuangan kita semakin menipis,mungkin kita harus menjual rumah,itu jalan satu-satunya”

Heera menggeleng tidak setuju,rumah mereka adalah hadiah pernikahan dari Shin Jae Woo—Ayahnya—Suami Shin Min Young,dan ia ingin menjual rumah itu begitu saja? Tidak akan pernah Heera biarkan hal tersebut terjadi.

Ia berdiri dan menatap tubuh ayahnya yang masih tergolek lemas sambil menahan rasa sakit yang mendera di dadanya,kemudian dengan terpaksa Heera meraih tas dan mengambil sebuah map biru di atas meja

“Aku akan mencari dana tambahan” Ujarnya pada sang ibu

Shin Min Young berdiri seakan tak percaya pada apa yang dikatakan Heera barusan,dalam hatinya bergejolak rasa takut “Jika kau bermain film lagi,lebih baik kau tidak usah bekerja!” Jawab Min Young dengan sedikit berteriak.Dia tidak pernah menyetujui Heera yang selama ini menjadi artis “Mom tidak ingin kejadian seperti malam itu terulang lagi”

Melihat ekspresi ibunya yang mulai naik pitam, Heera mengibas-kibaskan tangannya “Aku..aku tidak akan bermain film lagi,aku janji” Jawabnya sesingkat mungkin lalu keluar dari ruangan dan mengambil ponselnya,ia kemudian memencet angka 4 dan tersambunglah ia dengan Han Sooji,mantan managernya ketika menjadi artis

“Yoboseyo..Sooji-ssi?”

“Ya? Shin Heera?”

Heera mengangguk sambil tersenyum merespon balasan Sooji barusan,walaupun ia tahu betul bahwa Sooji tidak akan mengetahui hal itu

“Ya,aku Shin Heera..Bisa kita bertemu sebentar?”

Sooji diam sebentar,sepertinya dia sedang berpikir.Namun tidak lama kemudian terdengar deru nafas gadis itu kembali “Tentu saja,bagaimana kalau di Angel’s caffé?” Tawarnya pada Heera

Begitu menutup telfon Heera langsung berjalan ke tempat parkir dan menaiki mobil sport silver miliknya yang ia beli sekitar enam bulan lalu,tentu saja mobil ini adalah hasil dari jerih payahnya sebagai seorang artis…dulu..

Butuh sekitar 45 menit untuk sampai di Angel’s caffé,ia kemudian mencari apakah Sooji sudah datang atau belum.Matanya menerawang ke setiap sudut ruangan dan ia mendapatkannya,Sooji sedang duduk di meja nomor 15 sambil mendengarkan musik menggunakan headset,itu adalah salah satu hobby dari mantan managernya tersebut.

“Sudah lama?” Tanya Heera yang kemudian duduk di depan Sooji

Sooji melepas headsetnya dan mengulurkan tangan bermaksud untuk berjabat dengan Heera “Tidak,aku baru datang sepuluh menit yang lalu,bagaimana kabarmu?” Tanyanya balik sambil memandang wajah Heera yang lelah dan penuh rasa putus asa,ada apa dengan gadis ini sebenarnya?

“Aku tidak tahu persis bagaimana kabarku saat ini,aku bahkan tidak mengerti kenapa,semenjak Dad dituduh melakukan korupsi,ia dipecat dari pekerjaannya dan mengalami kecelakaan,sampai sekarang ia masih comma,sedangkan aku? Mom tidak memperbolehkanku untuk menjadi artis lagi..” Heera meraih tangan Sooji dan menggenggamnya “Sooji ku mohon bantulah aku,hanya kau orang yang dekat denganku,hanya kau..ku mohon”

“Tapi…aku tidak memiliki cukup uang untuk dipinjamkan padamu”

“Tidak,aku tidak butuh uang..”

“Lalu ?”

Heera menarik napasnya dalam-dalam,mencoba meyakinkan diri bahwa yang ia ambil adalah benar karena memang ini satu-satunya jalan “Aku…ingin kau kembali menjadi managerku,walaupun aku tak tahu berapa uang yang bisa ku berikan padamu nanti,tapi ku mohon untuk sekali ini saja” Mohon Heera pada Sooji,ia berharap bahwa Sooji memiliki hati yang cukup besar untuk mengatakan ‘iya’

Kening Sooji mengkerut,ia menggenggam balik tangan Heera dan mengangguk “Iya,aku mau,kita hadapi masa sulit ini bersama-sama Shin Heera,aku mau”

Jawaban Sooji barusan benar-benar diluar dugaan Heera,ia tidak menyangka bahwa Sooji akan mengatakan iya.Ia langsung memeluk Sooji,ya walaupun hanya sebatas leher,tapi setidaknya untuk saat ini,hanya hal itulah yang bisa ia lakukan untuk membalas kebaikkan Sooji

Dan sekarang untuk langkah selanjutnya,Heera memberikan map biru yang ia bawa kepada Sooji,berharap bahwa gadis itu tidak terkejut dan menyetujui keinginannya

Namun tenryata Sooji terkejut,ia membelalakkan matanya dan menatap Heera tak percaya sambil sekali lagi melihat nama di map tersebut

“Heera,katakan padaku bahwa kau tidak serius..Kau sudah gila ya?” Sooji melempar map tersebut ke atas meja dan menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi

“Sooji,hanya ini satu-satunya jalan,hanya dia yang bisa menolongku,kau tau kan bahwa ibuku tidak menyetujui-ku menjadi artis,dan sekarang aku melanggarnya,bahkan kau mau membantuku.Lagipula honornya lumayan besar,aku membutuhkan uang itu untuk mengembalikkan ekonomi keluargaku” Heera memelas

“Tapi Shin Heera”

“Ku mohon” Gadis berambut hitam ikal ini berlutut di samping kaki Sooji sambil menundukkan kepalanya “Hanya sekali ini saja..ku mohon..Han Sooji”

Sooji tak kuat,ia menutup matanya sebentar dan memegang kedua bahu Heera lalu menyuruh gadis itu untuk berdiri,bagaimanapun apa yang dilakukan Heera barusan sama saja dengan merendahkan harga dirinya di depan umum

“Baiklah,aku akan membantumu,kita temui dia dan setujui tawaran ini”

Mereka menuju ke sebuah perusahaan film yang berada di daerah Seoul,tidak terlalu jauh dari pusat kota.Sebuah perusahaan film bernama Star Pictures,tempat dimana Heera ditawari bermain dalam sebuah film.

Mereka menemui resepsionis dan bertanya tentang film tersebut.Tentu saja sang resepsionis menyarankan agar Heera dan Sooji bertemu dengan sang produser,dan ini merupakan mimpi buruk bagi Heera.

Mereka di antar ke sebuah ruangan di lantai 10.Tempat dimana Heera akan kembali menemui bayangan yang selalu membuatnya bergidik dan frustasi.Kalau tidak terpaksa ia tidak akan mau melakukan hal ini,tidak akan pernah.

“Nona Shin Heera, Mr.Kris Wu menyuruh anda untuk masuk sendiri” Ujar sang resepsionis

“Benarkah?” Heera mengangkat salah satu alisnya dan memandang Sooji,ia seolah mengatakan bahwa jika terjadi sesuatu nantinya,ia berharap Sooji segera masuk dan menolongnya

Sooji mengangguk,ia mengerti kegelisahan yang mendalam pada diri Heera,namun ia buru-buru menepuk pundak gadis di depannya dan meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja,walau tanpa jaminan

Kris Wu bukanlah orang yang bisa melepaskan sesuatu dengan mudah,dan Sooji tahu bahwa ini sudah direncanakan oleh pria itu.Datang di saat yang tepat namun membahayakan,ia pria yang licik.

Perlahan pergelangan tangan Heera memutar knop pintu dan masuk ke ruangan tersebut.Entah mengapa hatinya bergejolak,ia seperti masuk ke kandang singa yang dulu pernah ia tinggalkan.Bukankah masuk untuk kedua kalinya sama saja dengan mencari mati secara lebih hebat lagi?

Ia melihat seorang pria sedang berdiri memandang langit atau apapun,intinya pria itu menghadap ke jendela.Punggunya yang tegap terlihat jelas dan semakin menarik dengan kemeja putihnya.Heera mengenal pria itu,sangat kenal

Ia berbalik,kini wajah tampan pria itu bisa terlihat jelas.Bukan hanya wajah,bahkan kaki,tangan,tubuh, Heera bisa melihatnya—Namun tetap saja,pria itu dikelilingi oleh aura gelap dan Heera membencinya,dia membenci orang bernama Kris Wu atau yang biasa ia panggil Yifan

Kris memasukkan kedua telapaknya ke dalam saku celana dan mendekati Heera lalu berhenti dengan jarak 20cm dari gadis tersebut.Ia tahu bahwa Heera sebenarnya tidak berniat untuk menerima tawaran itu,namun keadaan ekonomi yang memaksanya dan Kris Wu senang akan hal itu

“Aku tahu kau pasti datang sayang,aku tahu” Kris meraih dagu Heera dan menaikkan wajah gadis di depannya yang sedari tadi terus menundukkan kepalanya

“Seperti yang ku bilang dahulu,pada akhirnya kau pasti membutuhkanku,dan sekarang semuanya benar-benar terwujud” Sambung Kris  lagi,ia menyusuri bibir merah muda Heera dengan ibu jarinya dan bermaksud untuk mempermainkan gadis itu sebentar saja

“Jangan macam-macam kau Wu Yi Fan,kalau aku tak terpaksa,aku juga tak akan menerima tawaran menjijikkanmu itu!”  Gertak Heera,ia melepaskan tangan Kris  dari bibirnya dan berbalik untuk keluar dari ruangan,namun Kris menarik lengan gadis itu,ia tidak ingin Heera pergi begitu saja

“Lepas! Lepaskan aku!” Perintah Heera sambil memberontak berusaha untuk melepaskan diri

“Berhentilah bersikap seperti anak kecil,hanya aku yang bisa menolongmu sekarang,tidak akan ada perusahaan film lain yang mau mengontrakmu setelah mereka tahu kau adalah anak dari koruptor!”

Plakk

Sebuah tamparan dari tangan kanan Heera mendarat dengan begitu mulus di pipi kiri Kris,ia meringis kesakitan dan mengelus pipinya.Gadis ini benar-benar..

“Jaga mulutmu Wu Yi Fan! Ayahku bukan seorang koruptor dan suatu hari nanti kau akan lihat itu! Bajingan kau!” Heera tak terima

“Oh..baik sekali..hahaha” Kris bertepuk tangan melihat Heera yang naik pitam “Kau berani berkata kasar pada bos-mu sendiri? Asal kau tahu,sutradara film ini awalnya tidak setuju jika kau bermain di dalamnya,tapi aku ! Aku yang tetap memaksanya untuk memasukkanmu dan kau dengan indahnya mengataiku? Hahaha”

Kris menarik Heera lebih mendekat padanya,ia mencengkeram pinggang gadis itu dan menatapnya tajam “Jika kau melakukan ini sekali lagi,aku tidak akan segan-segan membuat kehidupanmu semakin hancur Shin Heera,ingat itu”Ancamnya lalu mendorong gadis itu begitu saja dan kembali ke depan jendela membiarkan Heera berpikir sejenak namun tak membiarkannya untuk keluar dari ruangannya

“Ku beri kau waktu untuk berfikir,sepuluh menit dan tentukkan kau mau bergabung atau tidak dalam film ini”

 

*****

 

“Ah jadi dia manager artis yang dipilih langsung oleh Mr.Kris Wu?”

Sooji duduk termenung di depan ruangan Kris Wu,ia samar-samar mendengar beberapa staff yang sedang menggosipkan Heera

“Iya,memang sehebat apasih Shin Heera itu? Ku lihat dulu di tv juga dia tak begitu menonjol dalam akting,sepertinya Mr.Kris Wu sudah gila” Tambah staff lainnya

Sooji semakin tak tahan,ia menengok dan memelototkan matanya pada staff-staff tukang gosip itu,menyebalkan sekali

“Eh,managernya melihat kita,sudah kita bubar saja,daripada nanti kita di hajar olehnya” Seorang staff berambut pendek menyarankan.Apa dia fikir Sooji tidak mendengarnya? Andai gadis itu tidak memiliki kesabaran ekstra,pasti ia sudah melemparkan sepatunya pada wajah orang-orang itu

Ingin sekali Sooji bangkit dan menampar mulut mereka namun sepertinya keinginan itu harus ia pendam dalam-dalam begitu mengetahui bahwa Heera telah keluar dari ruangan Kris.Wajahnya murung,apa telah terjadi sesuatu?

Sooji mendekat pada Heera dan mengecek apakah ada yang terluka—Tangan,wajah,kaki semuanya baik-baik saja.Lalu kenapa ia murung?

“Kau baik-baik saja?” Sooji mulai menampakkan ekspresi khawatirnya,ia menyentuh kedua pipi Heera namun sepertinya Heera tidak terlalu menginginkannya,ia menurunkan tangan Sooji dan mengangkat secarik kertas lalu ditunjukkannya pada Sooji—Surat kontrak film

“Kau? Benar-benar bergabung dalam film ini?” Sooji hampir saja berteriak,untung saja ia masih bisa mengontrol emosinya

Heera mengangguk,ia menarik kertas itu lagi “Hanya ini satu-satunya jalan yang bisa ku ambil,walaupun nanti Mom pasti marah besar,aku harus tetap melakukannya”

“Dan?”

“Aku harus kembali ke Rumah Sakit,berbohong pada Mom bahwa pekerjaanku mengharuskanku keluar kota lalu pulang dan mengambil beberapa baju dan besok kembali ke sini, akan ada pembacaan naskah pertama beserta pengenalan para pemain dan crew lainnya” Jelas Heera pada Sooji

“Kau menginap di apartemenku saja,aku tidak masalah” Tawar Sooji.Heera menaikkan kedua pundaknya,tidak tahu harus menjawab apa.Sooji terlalu baik padanya.

 

*****

 

Heera memandang tubuh ayahnya,tidak ada perkembangan,masih tertidur lelap dan entah apa yang sedang ia alami.Di sampingnya terdapat koper hitam besar yang akan ia bawa.Sebenarnya kemarin Kris Wu bahwa syutting film ini akan memakan waktu yang cukup lama dan berada di luar Seoul,maka dari itu Heera perlu mempersiapkan segalanya

Shin Min Young menyandar pada dinding,ia merasa berat jika harus melepaskan Heera sendirian di luar sana “Apa tidak bisa dibatalkan saja?” Suara serak Shin Min Young menyadarkan Heera dari lamunannya

“Ya?”

“Apa tidak bisa dibatalkan? Cari pekerjaan lain saja” Ulang Shin Min Young

Heera merangkul ibunya “Mom,aku tidak bisa.Gaji pekerjaanku kali ini cukup bahkan lebih dari cukup untuk biaya kita sehari-hari beserta untuk pembayaran pengobatan  dad,nantinya setiap Minggu aku akan men-transfer uang ke ATM mommy,dan untuk sementara mommy pake uang yang ada di dalam laci dulu,ini sisa tabunganku”

Min Young membelai rambut putrinya “Jika sudah selesai cepatlah pulang,mommy akan merindukanmu” Ia kemudian mencium kening Heera dan berusaha untuk merelakan anak gadisnya pergi,ia harus rela,ia percaya pada Heera.

Rencana pertama telah berhasil.Heera berhasil membohongi ibunya,ya,walaupun jauh di dalam hatinya ia benar-benar merasa bersalah.Ia tidak bisa membayangkan ketika ibunya tahu bahwa ia sedang berbohong,ia tidak sanggup

Kakinya berhenti di depan Rumah Sakit,ia sengaja tidak menggunakan mobil karena mungkin ibunya memerlukan itu.Rencananya hari ini ia akan pergi ke gedung Star Pictures bersama dengan Sooji

Namun sudah 30 menit Heera menunggu dan Sooji tidak kunjung datang,apa dia kesiangan? Heera bahkan sudah mencoba menghubungi Sooji sebanyak 10 kali namun tetap saja gadis itu tidak menggubrisnya

Mungkin sebaiknya Heera pergi ke sana menggunakan kendaraan umum saja daripada ia harus terlambat dan di marahi oleh Kris.Pria itu sangat keras,siapa yang melawannya pasti akan menyesal,dan Heera tidak mau menyesal.

Baru saja kakinya melangkah 4 kali dan sebuah mobil sedan mendekatinya.Mobil tersebut berhenti tepat di depannya—Kaca terbuka perlahan lalu mata Heera membelalak,seorang Kris Wu datang ke Rumah Sakit tempat ayahnya dirawat,ada apa dengan pria itu? Semua menjadi semakin aneh.

Kris  membuka pintu mobilnya dan masih dengan ekspresi dingin dia berkata “Masuklah,aku tidak ingin sampai kita terlambat”

Heera menolak “Tidak perlu,aku akan berangkat bersama Sooji saja”

“Sooji sudah berada di sana,sekarang cepat naik atau kau akan..”

“Ok,baiklah-baiklah,aku naik” Heera menyerah,ia naik ke dalam mobil Kris dan duduk di samping pria itu.Sekali lagi ia merasa bahwa aura gelap Kris Wu masih terasa.Kenapa sebenarnya dengan pria ini? Apa ada sesuatu yang salah padanya?

Kris mengamati gadis disampingnya dengan seksama,jantungnya berdebar kencang,ia bisa merasakan rasa takut gadis itu bersamanya.Senyumnya melebar,bibir yang semula diam itu mulai berbisik di samping telinga Heera

“Jika kau ingin tetap hidup maka jangan menjauh dariku”

Tubuh Heera menegang,apa yang dimaksud pria ini? Apa ia akan mati?. Namun Heera sepertinya terlalu takut untuk bertanya lagipula mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di gedung Star Pictures yang berarti sekarang ia harus segera turun dan menemukan Sooji,ia bisa mati berdiri jika terlalu lama bersama dengan Kris

Mereka masuk ke sebuah ruangan besar,orang-orang sudah menunggu di sana dan Heera melihat Sooji sedang duduk di tengah yang mana bangku disampingnya kosong.Ia bisa melihat Sooji saling memegang tangannya dan sesekali bibirnya ia gigit,Heera segera menghambur ke arah Sooji namun Kris menariknya

“Aku sudah memperingatkanmu”

Heera tak menggubris perkataan Kris barusan,yang ia pikirkan adalah segera bertemu Sooji dan berkata bahwa ia baik-baik saja,serta semua barangnya berada pada mobil Kris  yang nanti harus segera ia ambil bagaimanapun caranya.

“Sooji”

Sambil duduk di samping Sooji ia menepuk tangan managernya tersebut hingga membuat Sooji hampir saja melompat karena kaget,untung saja dia cepat sadar bahwa Heera-lah yang tadi menepuk tangannya

“Heera kau baik-baik saja? Kris melarangku untuk menjemputmu” Sooji langsung memeluk Heera karena sedari tadi khawatir jika Heera akan diapa-apakan oleh Kris ,bagaimanapun Kris dulunya sangat menginginkan Heera untuk menjadi miliknya namun karena sebuah kejadian dia marah besar dan Heera hampir saja dibunuh Kris dengan tangannya sendiri

Heera mengangguk mencoba menenangkan Sooji yang begitu khawatir,belum sempat ia menjawab suara seorang pria sudah menggema di telinganya.Mereka berdua menengok dan mendapati Kim Hwang Jun,seorang CEO dari Star Pictures,sepertinya pembacaan naskah beserta pengenalan crew akan segera dilaksanakan.

Semua menjadi serius,Kim Hwang Jun mulai mengenalkan Kris Wu,ia adalah produser dari film ini—Kemudian Baek Seung Jo yang merupakan sutradara—dan seorang pria bertopi serta kemeja merah-hitam yang sedang menunduk

“Dia Kim Jong In,penulis novel yang akan kita jadikan film..” Ucap Kim Hwang Jun sambil bertepuk tangan meriah,namun Jongin tetap tidak berekspresi,wajahnya masih menunduk sehingga semua orang tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas kecuali mereka yang berada di bangku depan.Di sisi lain Kris terlihat tidak senang,wajahnya memerah padam dan tak lama kemudian senyuman liciknya kembali muncul—Sebenarnya apa yang sedang ia rencanakan? Dasar pria gila

Kris mengambil alih,dia mengatakan bahwa syuting film ini tidak di sini,mereka akan keluar kota,ke sebuah desa yang bisa dibilang sedikit memiliki aura mistik dan ya memang seperti itulah cerita dalam novel tersebut,dan sekali lagi Heera merasa takut,dia akan bersama dengan Kris pagi,siang,sore dan bahkan malam.Ini mimpi buruk

Heera mendecak sebelum akhirnya berdiri dan keluar dari ruangan bersama Sooji,benar saja pembacaan naskah sudah selesai dan ia harus segera mengambil kopernya sebelum Kris kembali lalu menghalangi mereka

“Kau yakin bahwa mobil Kris berada di taman parkir?” Sooji berusaha mencairkan suasana

Mendengar pertanyaan Sooji semangat Heera langsung menghilang,dia baru ingat bahwa Kris bukanlah tipe orang yang mau mencampur adukkan barang miliknya dengan barang milik orang lain

“Lalu sekarang bagaimana?” Heera menekan pelipisnya karena merasakan pusing yang datang tiba-tiba “Kita berpencar saja,kau ke taman parkir dan aku akan berkeliling di sekitar sini,siapa tahu ia memarkirkan mobilnya di samping atau dimana”

“Kau yakin?”

Heera mengangguk “Hmm dan mobil Yifan masih sama seperti dulu” Setelah berkata demikian,Heera beranjak untuk berjalan ke arah yang berlawanan dengan Sooji sambil berharap bahwa dengan mudah ia bisa menemukan mobil Kris

Kakinya melangkah dengan cepat namun mata mudanya sibuk melihat kesana-kemari sampai akhirnya ia bisa menemukan mobil Kris.Tepat sekali apa yang ia pikirkan tadi,mobil Kris diparkir dibawah sebuah pohon rindang yang berada di belakang kantor,sebenarnya tempat ini masuk area taman kantor dan seharusnya Kris tidak seenaknya sendiri memarkirkan mobilnya di sini.

Ie segera menuju kesana tapi betapa bodohnya dia,mobil terkunci dan jika ia melakukan sesuatu yang mencurigakan pasti orang-orang yang lewat akan mengiranya sebagai pencuri walaupun sebenarnya tempat ini cukup sepi

Lalu sekarang bagaimana? Apa ia harus memecahkan kaca mobil dengan batu? Tunggu,sepertinya itu ide bagus.Heera mulai mencari-cari batu yang berada di sekitar tempatnya berdiri,ia mengambil sebuah batu yang cukup besar dan bersiap-siap untuk melemparkan batu tersebut ke kaca mobil Kris lalu membuka pintu dan mengambil kopernya

Satu…Dua..Ti..

Srett!

Seseorang menarik Heera dan mengambil batu besar itu dari tangannya, Heera menoleh dan mendapati Kris sedang berdiri marah di sampingnya,dagu pria itu menegang tanda bahwa ia tak suka akan apa yang dilakukan Heera barusan

“Kau berusaha mengambil kopermu?” Kris meraih tangan Heera dan membuka pintu mobilnya lalu mendorongnya masuk ke dalam “Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkannya semudah itu Shin Heera!” Gertaknya pada Heera lalu menutup pintu dengan satu hentakkan keras dan membuat Heera semakin bergidik takut

Kris masuk ke mobilnya,ia mengemudikan mobil tersebut dengan kencang dan sesekali melirik Heera yang duduk sambil menyilangkan lengannya ketakutan.Kris tersenyum simpul dan berbelok pada pertigaan di dekat sebuah toko sepatu

Mereka terus melaju sampai akhirnya Kris menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah besar dengan halaman yang mencapai puluhan meter tersebut.Kris  membukakan pintu untuk Heera dan menarik lengannya lalu mengambil koper milik gadis itu dan menyuruhnya untuk masuk ke rumah tersebut

Heera hanya bisa mengikuti keinginan Kris,dia tidak mau mati sia-sia di sini,dan mungkin nanti ia bisa memikirkan cara untuk kabur dari sini.

Pertama kali memasukki ruang tamu,memori tentang masa lalu gadis itu mulai membayangi,ia ingat kapan terakhir kali masuk ke rumah ini dan membuat Kris marah lalu sejak itu ia benar-benar menjauhi Kris dan segala tentangnya,namun sekarang? Ia bahkan sudah berada di dalam tempat ini,ia mencari masalah untuk yang ke-dua kalinya

“Aku tidak perlu menunjukkan dimana kau harus tidur bukan? Aku yakin kau sudah mengetahuinya” Ujar Kris yang kini sudah duduk pada sofa besar sambil memandangi Heera

“Dan jika kau mencoba untuk kabur malam ini,maka bisa ku pastikan bahwa keuangan keluargamu tidak akan pernah tertolong kembali,camkan itu My Heera” Lanjutnya lalu berdiri dan meninggalkan Heera sendirian di ruangan yang besar ini.

Ia menarik kopernya ke dalam sebuah kamar yang sudah tak asing lagi baginya,beberapa bulan lalu ia sempat menginap di kamar ini karena sesuatu dan sekarang ia menyesal,ia merasa seperti gadis dungu jika mengingat hal itu.Namun apa mau dikata? Sekarang sekali lagi ia harus berada di tempat ini bersama dengan pangeran ber-aura gelap dan kejam seperti Kris

Setelah menaruh kopernya di atas ranjang dan mengambil pakaian,Heera berniat untuk mandi dan mencoba menenangkan diri.Ia masuk e dalam bathub yang sebelumnya telah ia isi dengan air hangat beserta wewangian lavender,ia menyukai lavender yang selalu bisa membuatnya menjadi lebih tenang.

Begitu membenamkan tubuhnya ke dalam air, kepulan dari uap air hangat bercampur lavender langsung menyeruak dalam hidungnya,ia bisa merasakan jantungnya yang semakin tenang dan pikirannya yang lebih jernih sekarang.

Namun tiba-tiba telinganya mendengar suara seseorang masuk ke dalam kamarnya,tidak lama kemudian bayangan tinggi dan tegap sudah berada di balik selambu kamar mandi yang jika terbuka maka Heera akan terlihat dengan tubuhnya yang kini tidak memakai alas sedikitpun

Srekk

Kris membuka selambu  tersebut dan menyeringai menatap Heera yang sedang berada dalam bathub penuh air sabun berbau lavender,ia mendekati Heera dan duduk di pinggiran bathub sehingga Heera langsung merespon,ia berusaha menutupi beberapa bagian tubuhnya yang bisa saja membuat birahi Kris meningkat.Bagaimanapun Kris adalah seorang pria normal yang bisa melakukan tindakkan asusila,apalagi sekarang mereka hanyalah berdua

“Apa lagi yang kau inginkan?” Suara Heera bergetar,ia bisa meraskan deru nafas Kris dan seringaian licik dari pria itu

Kris membelai rambut Heera kemudian turun dan mengelus pipinya sehingga membuat Heera terpaksa menutup matanya dan tidak memandang pria itu.Kris semakin liar,ia turun pada leher gadis di hadapannya dan mengelus leher yang licin karena sabun

“Bagaimana kalau kita bersenang-senang malam ini hmm?”

Apa? Terkutuk Kau Wu Yi Fan!

Heera melemparkan pegangan Kris dari lehernya dan mendorong pria itu untuk turun “Demi apapun aku tidak akan pernah memberikan tubuhku untuk pria sepertimu,sialan kau!”

Kris tertawa lebar dan menyilangkan kedua lengannya,kemudian ia berbalik dan berniat untuk keluar, selangkah sebelum ia benar-benar meninggalkan Heera di dalam kamar mandi tersebut sendiri,ia berhenti sebentar dan menengok ke samping dengan lirikkan ke belakang “Kita lihat saja nanti Shin Heera” Ia kembali menghadap ke depan “Dan persiapkan dirimu,kita pergi ke tempat syuting besok pagi”

Begitu mengucapkan kalimat barusan,Kris langsung memasukkan kedua lengannya ke saku dan benar-benar meninggalkan Heera di dalam kamar mandi,walaupun Heera tahu pasti Kris tidak pernah melepaskan pengawasannya pada gadis itu,sedikitpun.

 

 

To Be Continued

 

 

 

Iklan

86 pemikiran pada “WOLF Part I

  1. penasaran sm kai wkwk
    demi apapun kenapa dpt bgt feelnya kalo kris licik kaya gitu yakk.yahh luhannya kenapa diapus 😦 cedih nie akuu 😦 heera tidur dirumah itu terus sooji tidur dimanaaaaa?????

    Dari tadi keinget masa lalu mulu/?jadi kepo kan emg dulu heera sm kris ada masalah apa kok heera keinget yg kris marah bgt sm heera u,u

  2. Part satunya bener2 penuh misteri, mw gak mw gw harus lanjut biar tw ada hubungan apa antara kris sama heera
    Keren, ngebuat pembaca penasaran itu tugas penulis 😀

    Dan kai adalah penulis bukunya?? Ahahahahah 😀 gak kebayang bad guy look a like gtu nulis buku :’D

  3. Kris jd terobsesi sm heera knp/?
    Trs kai misterius bgt wkwkw
    Ada kejadian apa sampe heera mau dibunuh sm kris/?
    >< next chap

  4. Kris jd terobsesi sm heera knp/?
    Trs kai misterius bgt wkwkw
    Ada kejadian apa sampe heera mau dibunuh sm kris/?
    >< next chap (y)

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s