[FF Request] Hostility Part I


request-poster-heena-park-hostility

Title : Hostility

Author : Heena Park [@arumnarundana]

Lenght : Twoshoot

Ratting : PG

Genre : Action,Romance

Poster : icaqueart

Cast :

-EXO Baekyun [Bernard]

-Jung Je In

Notes : Hai…Ini adalah FF Request-an dari junginion,hehe sebenarnya mau aku jadiin oneshoot tapi kok kayaknya kepanjangan,jadi aku mutusin buat dijadiin twoshoot ajadeh,semoga suka ya~

Recommended Song :

-Painkiller [SPICA]

-Between The Lips [IU]

 © Hostility ©

 

 

“Kasus ini tidak bisa dibiarkan terus menerus”

“Dia orang yang hebat”

“Aku tidak perduli!”

“Kita sudah berkali-kali mencoba menangkapnya,tapi tak berhasil”

“Panggil agen dari negara lain!”

“Tapi..”

“Jangan melawan!”

Gertakkan pria bergeraham besar dan ber-jas hitam menggema di seluruh ruangan,sentak tiga orang pria lain yang berada di sana hanya terdiam dengan tampang kosong.Beberapa menit kemudian para pria dewasa itu saling berhadapan,mencoba mencerna perkataan atasan mereka barusan.

Tidak lama,seorang wanita bertubuh tinggi masuk ke dalam ruangan dan menyerahkan sebuah map tebal berisi data agen rahasia yang berasal dari luar Amerika.Pria bernama Albert tadi meraih map tersebut dan membuka beberapa lembar.Matanya mengarah tajam pada setiap nama yang tertera di dalamnya,sampai akhirnya ia berhenti lama pada sebuah data diri seorang pria yang berasal dari Korea Selatan—Albert tersenyum puas,ia mengangkat data diri pria Korea Selatan tersebut dan menunjukkannya pada anak buahnya

baekhyunfbi

“Panggil dia ke sini”

 

© Hostility ©

 

Byun Baekhyun—21 tahun—Golongan darah O—Tinggi 178cm—Pria itu sedang duduk di kursi pesawat sambil menyandarkan kepalanya,ia menatap sekumpulan awan di bawah pesawatnya sambil sesekali menguap,Amerika bukanlah negara yang dekat,untuk kesana butuh waktu berjam-jam dan Baekhyun membenci perjalanan panjang.Tapi mau bagaimana lagi,ini adalah tuntutan pekerjaan,atau dia tidak akan dapat gaji sama sekali.

Ia tidak tahu pasti berapa lama berada dalam pesawat,yang pasti sekarang ia sudah berada di JFK International Airport,New York

Matanya mengamati seluruh tempat di bandara ini,beberapa kali keningnya mengkerut mencoba mencari tahu dimanakah jemputannya.Hingga akhirnya mata kecilnya menangkap bayangan dua orang pria berjas hitam,tinggi,besar sedang berdiri di dekat sebuah mobil sedan.Tidak salah lagi,kedua pria itulah yang ia cari.

“Permisi” Ujar Baekhyun datar

Kedua pria itu bersamaan menatap Baekhyun dan mengamatinya secara seksama lalu mempersilahkan Baekhyun untuk masuk ke dalam mobil.Ini bukanlah hal yang mudah,Baekhyun belum pernah ke Amerika,ya walaupun bahasa Inggrisnya cukup bagus,namun tetap saja ia terlihat seperti orang bodoh.

Ia tidak pernah berfikir atau membayangkan bahwa akan ditugaskan di Negara ini,ia bahkan tidak tahu seluk beluk Amerika,jalan-jalannya,warganya,ia tidak tahu sama sekali.Namun ya sudahlah,ia akan berusaha untuk beradaptasi secepat mungkin.

Mobil sedan itu berhenti di sebuah gedung besar di daerah New York,tepat,mereka berada di Markas Besar FBI.Begitu ia masuk ke dalam gedung tersebut,beberapa orang mengamatinya seperti sudah menunggu kedatangannya.Ia naik ke lantai 10 dan masuk ke dalam sebuah ruangan besar di pojok.

Terlihat seorang pria berdiri membelakanginya,namun ia yakin betul bahwa pria ini adalah pemimpin FBI dan benarkah pria ini telah memilihnya?

“Selamat datang Mr.Bernard” Ujar pria itu pada Baekhyun.Mendengar sapaan tadi,Baekhyun tidak mengerti,siapa Bernard? Bukankah hanya ada mereka berdua di dalam ruangan ini?

Pria itu berbalik dan tersenyum tipis sambil menghampiri Baekhyun “Jangan kaku seperti itu Mr.Bernard..” Ia menepuk keningnya “Baiklah-baiklah,aku lupa,perkenalkan namaku Albert Ackley,kau bisa memanggilku Albert Mr.Bernard” Lanjutnya sambil mengulurkan tangan

Baekhyun membalas uluran tangan Mr.Albert “Aku Byun Baekhyun,orang yang kau panggil tempo hari,ngomong-ngomong siapa Mr.Bernard?” Tanyanya tak mengerti

Mr.Albert menepuk pundak Baekhyun “Kau,siapa lagi kalau bukan kau? Dalam menjalankan tugas namamu adalah Mr.Bernard,kau bisa menambahkan marga nama aslimu di belakangnya,Bernard Byun mungkin”

Baekhyun baru mengerti,ia menganggukkan kepalanya dan Mr.Albert mempesilahkannya untuk sekedar duduk santai sambil membahas masalah yang akan ia hadapi

“Kau dan tim akan mencoba untuk menangkap kelompok pembunuh serta pencuri paling berbahaya di Amerika,kami sudah berkali-kali mencoba mendapatkannya namun sepertinya pimpinan mereka terlalu hebat” Jelas Mr.Albert “Aku tidak memanggilmu tanpa alasan,pimpinan kelompok pembunuh dan pencuri ‘Zorus’ memiliki ketua seorang pria Korea Selatan yang sering dipanggil Gerry,sampai sekarang kami belum tahu siapa nama persis orang itu,namun kami bisa memprediksi tempat-tempat yang akan mereka datangi,hanya saja mereka terlalu gesit dalam bertindak dan kami tidak pernah bisa menangkapnya” Lanjutnya

“Jadi,apa rencana anda selanjutnya?” Tanya Baekhyun

Mr.Albert berdiri sambil berkacak pinggang “Besok diprediksikan kelompok Zorus akan beraksi di salah satu café elit di New York,kau harus menyelidiki tentang hal ini,maksudku kau bisa bersembunyi di suatu tempat atau mungkin berpura-pura menjadi pembeli di sana dan mengumpulkan beberapa informasi,sedangkan saat kejadian aku dan tim akan datang”

Baekhyun mengangguk tanda mengerti “Aku mengerti,kau bisa mengandalkanku” Ujarnya tegas

Mr.Albert tersenyum puas mendengar jawaban Baekhyun,ia yakin benar bahwa pria itu adalah jawaban atas masalah selama ini,pria dengan wajah layaknya anak kecil dan polos,siapapun pasti tidak percaya bahwa ia adalah seorang agen FBI

 

© Hostility ©

Mewah,itulah kata yang keluar dari mulut Baekhyun ketika pertama kali sampai di café bergaya Prancis tersebut,ia bisa melihat sekumpulan remaja kaya sedang asik menikmati suasana malam di sini,itu jelas terlihat dari cara mereka berpakaian dan percayalah,semua mobil di parkiran café ini adalah mobil berharga milyaran rupiah,tidak aneh jika tempat ini akan menjadi sasaran dari kelompok Zorus.

Baekhyun memilih duduk di pinggir,sedangkan temannya yang lain berpencar di seluruh bagian café untuk bersiap-siap.Matanya tak henti-hentinya memandang sebuah panggung kecil yang dimana seorang perempuan cantik sedang bernyanyi di atasnya.Perempuan berwajah Asia Timur dan sedang membawakan sebuah lagu dari Owl City-Vanilla Twilight

“The stars lean down to kiss you
And I lie awake and miss you
Pour me a heavy dose of atmosphere

‘Cause I’ll doze off safe and soundly
But I’ll miss your arms around me
I’d send a postcard to you, dear
‘Cause I wish you were here


I’ll watch the night turn light-blue
But it’s not the same without you
Because it takes two to whisper quietly

The silence isn’t so bad
‘Til I look at my hands and feel sad
‘Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly”

Dorr!

Belum selesai gadis tadi membawakan lagunya,bunyi pistol menggema di telinga,Baekhyun yang terkejut segera berdiri dan menengok ke kanan-ke kiri dan tiba-tiba saja satu persatu lampu di café tersebut mati,entah bagaimana ia bisa berlari menghampiri gadis di atas panggung itu dan menariknya untuk berlari dari dalam café

Baekhyun dengan bodohnya melupakan tugasnya malam ini untuk menyelidiki siapakah pria bernama Gerry itu sebenarnya,ia malah berlari ke belakang café dan bersembunyi di balik puluhan kardus yang menggunung dalam gelapnya malam

“Apa yang kau..”

“Ssstt..pelankan suaramu atau kita akan ketahuan” Bisik Baekhyun sambil menutupi mulut gadis yang berada di sampingnya.

Gadis itu menuruti kata Baekhyun dan diam,berkali-kali terdengar bunyi tembakkan dan jeritan orang-orang dari dalam café,entah berapa orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut,Baekhyun bahkan tidak tahu apakah temannya masih hidup atau sudah menjadi mayat di dalam sana.

Tiba-tiba sekumpulan penjahat keluar dari dalam café sambil tertawa puas dan membawa sekarung uang bahkan beberapa kunci mobil berada di tangan mereka,seorang pria tinggi yang dipanggil Gerry sedang berdiri di tengah jalanan café sambil mengelus pistolnya,Baekhyun tidak bisa melihat pria itu dengan seksasa,keadaan gelap membuatnya terlihat samar,namun setidaknya Baekhyun bisa mendengarkan suara pria itu dan dengan cepat ia mengeluarkan sebuah perekam suara,dan membiarkan setiap kata yang keluar dari mulut pria itu masuk ke dalam rekamannya.

Pria itu tidak berbicara banyak,mereka lebih memilih untuk segera pergi dan meninggalkan tempat ini sebelum polisi datang.Benar sekali tidak lama setelah itu terdengar sirine mobil polisi berbunyi,baiklah,mereka datang terlambat.Puluhan orang sudah tewas di dalam café tersebut.

“Lebih baik kita keluar sekarang” Ujar Baekhyun mengajak gadis di sampingnya.Mereka keluar dari tempat persembunyian dan Oh God,bau anyir menyeruak di dalam hidung mereka membuat gadis yang bersama Baekhyun hampir muntah.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Baekhyun

Gadis itu menggeleng “Entahlah,aku merasa pusing” Jawabnya

Baekhyun berfikir cepat,ia menjatuhkan sebuah kertas di tempat pria bernama Garry tadi berdiri dan mengambilnya secepat mungkin sebelum gadis itu merasa curiga kemudian menawari untuk mengantarnya pulang “Aku akan mengantarmu pulang”

Gadis itu menggelengkan kepalanya dan menolak tawaran Baekhyun dengan halus “Tidak,terima kasih,aku bisa pulang sendiri” Ujarnya ragu,jelas sekali di wajah gadis itu tersimpan ketakutan akan hal yang baru saja terjadi.Gadis itu berbalik dan mulai meninggalkan Baekhyun,namun baru beberapa langkah tiba-tiba saja Baekhyun berlari dan menepuk pundak gadis itu “Tunggu” Ujarnya yang membuat sang gadis terkejut

“Ya?”

“Siapa namamu?” Pertanyaan itu keluar begitu saja tanpa disadari oleh Baekhyun

Gadis di depannya terdiam dan menunduk sebentar kemudian kembali menatap kedua mata Baekhyun kalem “Je In,namaku Jung Je In” Jawabnya lalu kembali berbalik dan meninggalkan Baekhyun

“Hei,aku Baek..bukan..Maksudku Bernard,kau bisa memanggilku Bernard!” Teriak Baekhyun sambil memandangi punggung gadis yang sedang berjalan dengan cepat meninggalkannya,ia tidak tahu pasti apakah gadis bernama Je In itu mendengarkan perkataannya atau tidak,dan bodohnya,untuk apa ia memberi tahu namanya pada gadis itu,ia bahkan tidak bertanya siapa namanya.Lucu sekali—

 

© Hostility ©

Baekhyun berjalan santai ke ruangan Mr.Albert sambil memainkan tas lengan hitam di tangannya,di dalam tas tersebut terdapat beberapa bukti yang telah ia dapatkan tadi malam,tentu saja itu secara kebetulan.

Begitu membuka pintu,terlihat Mr.Albert telah berdiri di depan meja sambil menyilangkan kedua lengannya,ia menatap Baekhyun dan menyunggingkan senyum sambil berharap mendapatkan kabar gembira

“Apa yang kau dapatkan?” Tanyanya

Baekhyun menaruh tas lengannya di atas meja Mr.Albert dan memberikan dua buah kertas pada Mr.Albert “Aku mendapatkan cap tangan Garry,ia sempat mengambil barang yang terjatuh kemarin,dan ini aku tidak tahu apa gunanya namun aku juga mendapatkan cap sepatunya” Ujarnya sambil memberikan kedua barang tersebut pada Mr.Albert

Mr.Albert menganggukkan kepalanya beberapa kali dan menepuk-nepuk pundak Baekhyun “Bagus sekali Mr.Bernard” Ia menyimpan kertas tersebut dan menyimpannya lalu memberikan sebuah kunci pada Baekhyun “Aku akan memberikan ini pada Prof.Aiden untuk diselidiki dan kau,ini kunci mobil untukmu,ku fikir kau membutuhkan kendaraan untuk pekerjaan ini” Gumamnya

Baekhyun mengkerutkan keningnya dan senyum sumringahpun keluar dari mulutnya,ia meraih kunci dari Mr.Albert dan menggenggamnya senang “Benarkah? Aku tidak menyangka akan mendapatkan fasilitas ini,masksudku,ah..terima kasih Mr.Albert” Ia membungkuk tiga kali

“Tentu saja,namun imbangilah kerjamu dengan fasilitas yang ku berikan”

“Tentu saja,tentu”

“Kalau begitu kau bisa pergi,carilah informasi lain dan aku akan memberitahumu jika hasil dari penyelidikan sudah ketemu” Jelas Mr.Albert

Baekhyun mengangguk dan berbalik untuk keluar dari ruangan Mr.Albert.Ia buru-buru berjalan ke taman parkir dan melihat mobil mana yang sekarang menjadi miliknya.Ternyata sebuah Ferrari LaFerrari Maranello hitam metalik-lah yang diberikan padanya.Dan hanya kata ‘WOW’ lah yang pertama kali keluar dari mulutnya,mengingat betapa mahalnya harga mobil itu.

Ia mencoba mobilnya dan sepertinya berjalan-jalan keliling kota sebentar tidak terlalu buruk,tentu saja dengan peta digital yang telah melengkapi mobil mewahnya.Ia melajukan mobilnya pelan,melihat betapa ramainya New York.Tugas membuatnya sedikit lelah,sepertinya tidak salah jika ia masuk ke club malam,hanya sekedar menghibur diri.Namun tentu saja tidak sekarang,ini masih pukul 04.00 sore.

Berkeliling kota sepertinya cukup menghabiskan waktunya,entah bagaimana bisa sekarang ternyata sudah pukul 8 malam dan Baekhyun tidak menyadarinya jika ia tidak melihat jam di tangannya.Sebuah club malam elit di pinggir jalan raya menggoda Baekhyun,ia membelokkan mobilnya ke dalam club tersebut.

Liar dan Menyenangkan—Itulah yang pertama kali muncul dalam otaknya,sekumpulan remaja Amerika sedang asik di sana bahkan mungkin masih ada yang dibawah umur.Para perempuan seksi yang menggoda dan pengedar narkoba bebas di sana.Apakah ia harus bertindak sebagai agen FBI? Entahlah—

“Segelas bir tuan?”

Suara seorang bartender mengagetkan Baekhyun,ia menengok dan menggaruk kepalanya bingung “Ah ya? Boleh” Jawabnya tak jelas.Sang bartender dengan cepat mengambil sebotol bir dan menuangkannya sedikit ke gelas panjang lalu memberikannya pada Baekhyun,dengan senang hati Baekhyun menerimanya dan meneguknya—Aneh sekali rasa bir ini

“Orang baru tuan?” Tanya sang bartender lagi

Baekhyun mengangguk dan menaikkan kedua pundaknya “Ya,aku baru pindah beberapa hari” Jawabnya acuh tak acuh

“Tidak ingin mencoba para wanita itu? Mereka memasang tarif yang sepadan dengan apa yang nantinya tuan dapatkan” Tawarnya sambil menunjuk sekumpulan wanita seksi di pojok ruangan

Baekhyun menggeleng dan melambaikan tangannya “Ah tidak,aku tidak suka bermain wanita hahaha” Tawanya hambar.Ia menyandarkan tubuhnya pada meja bar dan memandang club malam ini.Kehidupan malam yang begitu liar dengan segala aktivitasnya membuat Baekhyun menjadi sedikit tak terkontrol.

Beberapa kali sekumpulan wanita sempat mendekatinya dan mengajaknya untuk melakukan dua buah kata yang disebut “Bersenang-senang” Namun sungguh sayang,Baekhyun sepertinya memang tak berniat melakukannya.Ia hanya berniat meminum bir dan kemudian pulang,namun ketika hendak membalikkan badan,suara seorang gadis membuatnya menghentikan langkah.Ia kembali berbalik dan betapa terkejutnya Baekhyun ketika mendapati gadis kemarin.Ya,Jung Je In  sedang berada di sana.

Gadis berwajah cantik itu mengenakan gaun sebatas lutut dan sedang bersiap untuk bermain piano,kali ini Baekhyun tidak akan melepaskan gadis tersebut.Ia kembali mengambil tempat dan mengeluarkan ponsel untuk sekedar merekan gadis itu bernyanyi serta bermain piano.

Jemari lentik gadis itu mulai menyentuh tuts-tuts piano dan menyanyikan lagu berjudul Impossible.Lagu yang indah seperti yang membawakannya—Hey,Bodoh,kenapa Baekhyun baru menyadarinya? Jung Je In.Apakah gadis itu berasal dari Korea?

Tanpa sadar Baekhyun asik merekan gadis itu,ia beberapa kali tersenyum dan memejamkan matanya merasakan setiap nada yang keluar bisa merasuki jiwanya,terasa tenang dan kehidupan liar di club ini setidaknya menjadi lebih baik sebentar.Namun hanya beberapa menit dan lagu itu berakhir,Jung Je In meninggalkan tempatnya

Merasa tak ingin kehilangan Je In,Baekhyun akhirnya memutuskan untuk menemui Je In dan sedikit berbincang dengannya.Namun apa yang dilihat Baekhyun? Ia dengan mata kepalanya menyaksikan bahwa Je In sedang ditarik paksa oleh dua orang lelaki di belakang panggung,dan itu membuat kepala Baekhyun menjadi memanas.Ia dengan sigap menghampiri kedua pria itu dan melayangkan pukulan pada wajah tampan mereka.Merasa belum puas,Baekhyun kembali menggunakan kakinya untuk menendang kedua pria tersebut

Wajah tidak terima begitu terlihat jelas di wajah kedua pria itu,namun Baekhyun dengan sigap mengeluarkan kartu dari dalam sakunya,entah ada angin apa,kedua pria itu terlihat kesal dan memilih untuk mundur.Benar saja,Baekhyun mengeluarkan kartunya sebagai anggota FBI.

Baekhyun berbalik dan menghampiri Je In yang sedang ketakutan,wajahnya memucat dan tubuhnya dingin,Baekhyun memegang pundak gadis itu dan berkata “Kau sudah aman,jangan takut Jung Je In” Ujarnya menenangkan.

Je In memandang wajah Baekhyun sebentar,tiba-tiba saja gadis itu membuka kedua lengannya dan menangis dalam pelukkan Baekhyun yang cukup membuat Baekhyun tercengang “Terima kasih Mr.Bernard..terima kasih” Ujar Je In yang masih menangis

Baekhyun membalas pelukkan Je In “Tak apa” Ia melepaskan Je In dari pelukkannya “Dan ternyata kau masih mengingat namaku?” Spontan pertanyaan itu keluar dari mulutnya

Je In tersipu,ia tidak tahu kenapa nama Bernard bisa teringat dalam kepalanya,padahal ia tidak terlalu mendengarkan omongan pria itu kemarin,ia bahkan tidak perduli pada pertemuan pertama mereka.Namun setelah saat ini,mungkin Bernard akan menjadi pria yang sangat berjasa baginya.Ia tidak tahu jika tadi tidak ada pria ini,mungkin ia sudah menjadi santapan kedua pria hidung belang tadi.

“Baiklah,lupakan saja pertanyaanku tadi.Ngomong-ngomong bagaimana kabarmu?” Tanya Baekhyun lagi untuk mengalihkan pembicaraan

 

© Hostility ©

Baekhyun masih menggeliat di atas ranjang apartemennya yang nyaman,tubuhnya terasa remuk setelah tadi malam sempat melakukan pengejaran pada kelompok Zorus yang nyatanya tidak menghasilkan apapun selain kekecewaan,sekali lagi berandalan New York itu berhasil lolos dengan barang mewah yang mereka bawa.

Namun jauh dalam benaknya masih terngiang ingatan ketika ia sempat berbincang dengan Je In tiga hari lalu,dan tentu saja ia berhasil mendapatkan nomor gadis itu walaupun sampai sekarang ia belum pernah mengirimkan pesan padanya.Bukannya Baekhyun terlalu sibuk atau apa,tapi sepertinya ia tidak memiliki nyali yang cukup besar untuk melakukannya.

Tapi baiklah,sepertinya tidak ada salahnya untuk mencoba.Baekhyun menggerakkan lengannya meraih ponsel di meja kecil yang terletak di samping ranjangnya.Matanya sibuk mencari nama Je In dan begitu ketemu ia langsung menuliskan pesan singkat untuk gadis itu

“Hi,Good Morning…Masih ingat? Aku Bernard”

Tulisnya.Keningngnya berkerut sambil menunggu balasan dari Je In,dan ternyata tak lama kemudian ponselnya berbunyi,benar.Pesan dari Je In

From : Jung Je In

“Mr.Bernard? Tentu saja aku masih ingat.Ngomong-ngomong aku ingin minta maaf karena malam itu memelukmu tanpa minta persetujuan,aku sangat terguncang saat itu hehe”

Baekhyun mengangkat alisnya dan tertawa kecil meningat Je In memeluknya saat itu.Ia merasa sedikit terbang,tidak.Tapi tersipu—Rasanya lucu sekali Je In yang awalnya tidak perduli bisa tiba-tiba memeluknya.

“Tidak apa,aku mengerti.Oh ya,Nice Day!”

Balas Baekhyun kemudian bersiap untuk menemui Mr.Albert.Pria itu bilang bahwa ia mendapatkan petunjuk tentang Garry dan kelompoknya,sepertinya Baekhyun akan mendapat misi baru lagi dan ia harap kali ini tidak sia-sia.

Tidak perlu waktu lama bagi Baekhyun untuk membersihkan diri,sehingga sekarang ia telah berada dalam mobil dan sedang melajukan mobilnya menuju markas FBI.Sekitar 15 menit perjalanan yang ia perlukan untuk sampai ke sana dari apartemennya.

Begitu sampai di depan ruangan Mr.Albert,pintu terbuka secara otomatis dan benar saja Mr.Albert telah menunggu kedatangannya.Ia mengangkat sebuah pistol dan menyerahkan itu pada Baekhyun

“Zorus akan beraksi di sebuah Bank,kita akan menyerbu mereka,ku harap kau bersedia ke sana terlebih dahulu” Perintah Mr.Albert

Baekhyun meraih pistol dari Mr.Albert dan memasukkan benda tersebut ke dalam saku jas-nya “Tentu saja” Jawabnya pendek “Beritahu aku dimana tempatnya?” Sambungnya sambil menatap Mr.Albert serius

Begitu mendengar penjelasan Mr.Albert, Baekhyun segera bergegas menyiapkan beberapa peralatan,ia tidak bisa datang ke sana hanya dengan pistol dan mobil.Ia membutuhkan penyamaran,sepertinya kumis dan wig akan mengubah penampilannya.

Cukup lama bagi Baekhyun duduk di sebuah kedai kopi yang tak jauh dari Bank.Sejauh pengamatannya belum ada tanda-tanda kehadiran Zorus.Wig baru-nya membuat penglihatannya sedikit susah karena tertutup oleh poni yang panjang.Beberapa kali Baekhyun menatap jam tangan di tangannya,dan ya benar saja Zorus hanya beraksi di malam hari,dan ini jelas saja masih pukul 5 sore.

Ia berfikir sejenak dan memutuskan untuk mengirim pesan pada Je In,tentu saja jika Je In mau membalas pesannya

“Sore yang cerah,sepertinya waktu yang bagus untuk berjalan-jalan”

Tulis Baekhyun kemudian menekan tombol send.Tidak lama ponselnya berbunyi

From : Jung Je In

“Tentu saja,sayangnya pekerjaan membuatku tidak bisa menikmati sore ini hahaha

Saling mengirim pesan dengan Je In membuat Baekhyun lupa waktu,secara tidak sadar ia memesan kopi yang sama sebanyak dua kali dan tetap duduk manis sambil memandangi ponsel yang kini berada di tangan kirinya,beberapa kali Baekyun tersenyum tipis bahkan sampai tertawa terbahak-bahak.Ia tidak menyadari bahwa jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 7 malam,bukankah sebentar lagi Zorus akan segera beraksi?

Dorr!

Bunyi pistol mengagetkan Baekhyun  dan membuat pria itu berhenti memainkan ponselnya,segera otaknya berpikir dan bodoh! Ia baru ingat bahwa Zorus telah datang.Tanpa pikir panjang Baekhyun langsung berlari ke arah Bank dan menerobos masuk.

Orang-orang berlarian sambil memasang wajah ketakutan dan itu semakin menyulitkan Baekhyun,ia seperti tidak diberi ruang untuk masuk ke dalam Bank.Bahkan teriakkan para nasabah dan pegawai terdengar menggema pada telinganya,masyarakat yang awalnya berada di dekat sana berlari menjauhi takut jika terkena tembakkan dari para berandalan jahat itu.

Terdengar beberapa kali bunyi tembakkan dan suara jeritan juga tangisan,entah berapa banyak nyawa yang melayang kali ini,namun untung saja ketika Baekhyun berhasil menerobos para manusia itu,beberapa temannya beserta polisi telah datang.Mereka secara bersama-sama mengejar Zorus dan dengan terpaksa menembak anggotanya.

Mata Baekhyun tertuju pada seorang pria Korea yang baru saja melepas topengnya,ia yakin benar bahwa pria itu adalah Garry.Namun menyadari ia sedang diperhatikan oleh Baekhyun,Garry dengan cepat berlari melepaskan diri

Namun Baekhyun tak membiarkannya begitu saja,ia mengejar pria itu melewati gang-gang gelap yang kecil.Sepanjang pengejarannya, Baekhyun benar-benar harus kuat hati dan jiwa,pria gila itu beberapa kali menembak orang yang tidak sengaja melintas di dekatnya.Ingin sekali Baekhyun menolong orang-orang itu,namun jika ia berhenti maka Garry akan lepas dan ia tidak akan bisa mendapatkannya.

Baekhyun tersenyum licik begitu mengetahui bahwa Garry berlari ke jalan yang salah,ia masuk ke dalam jalan buntu.Bagus sekali,sekarang pria itu tidak akan bisa pergi ke mana-mana,namun sayang Garry langsung memakai topengnya kembali.Pria itu benar-benar tidak ingin jika identitasnya diketahui.

“Sekarang kau mau kemana?” Ujar Baekhyun dengan nada mengejek

“Kau tidak akan bisa menangkapku,ingat itu” Jawab Garry dengan suara beratnya dan logat khas orang Korea Selatan

“Kita berasal dari negara yang sama,kau hanya membuat dirimu tampak menyedihkan” Ujar Baekhyun

Garry tertawa “Siapa kau? Berani sekali menceramahiku,anak ingusan!”

“Kita lihat siapa yang anak ingusan” Ancam Baekhyun getir dan kemudian menyerang Garry,kedua pria itu sepertinya sama-sama menguasai bela diri secara baik,entah siapa yang akan menang.

Beberapa kali Garry mencoba memukul Baekhyun namun pria itu berhasil menangkisnya dan dalam sekejap mata Baekhyun berhasil memelintir tangan pria itu kebelakang hingga ia merasa kesakitan “Menyerah atau mati?” Tawar Baekhyun

“Tidak akan!”

Tiba-tiba Garry memberontak,tubuhnya berputar cepat hingga sesuatu jatuh dari dalam saku pria itu,ia mengambil pisau kecil dari saku celananya karena pistolnya telah kehabisan peluru,secepat mungkin ia mengarahkan pisau tersebut pada tangan Baekhyun dan menendangnya hingga terjatuh di tanah

Baekhyun mengambil pistol dari jas-nya dan hendak menembakkan pistol tersebut pada Garry,namun bodoh! Ternyat pistolnya tidak memiliki peluru sama sekali sehingga Garry berhasil lari, Baekhyun berusaha bertahan,ia mengambil ponsel dan memencet salah satu angka yang bahkan ia tidak tahu itu angka berapa,begitu mendengar suara hallo,ia langsung meminta tolong dan kemudian matanya mulai berkunang-kunang

Tangannya yang mulai melemah berusaha meraih barang yang tadi terjatuh dari saku Garry,berharpa jika nyawanya terselamatkan,ia bisa menjadikan itu sebagai petunjuk untuk penangkapan selanjutnya.Hanya itu—

 

 

TO BE CONTINUED

//

Iklan

20 pemikiran pada “[FF Request] Hostility Part I

  1. Menegangkan bgt, apalagi yg bagian Baek oppa mau nangkep Gerry, aku berharap Baek oppa bisa nyelesain misinya
    next chap jangan lama” eonn, udah penasaran bgt nih, fighting

  2. Wooww..
    Cerita yg menegangkan….
    Kayanya waktu di blog sebelah ga kebaca deh….hehehehehe….
    Aq suka sama cerita nya chingu…action tp thriller tp psikologi jg ada…makanya dikejar ke blog pribadinya…
    Gpp kan ya? Hehehehe…
    Lanjut ya chingu…
    Gomawoyo

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s