Everything’s Gonna Be Okay


kaira story

Title : Everything’s Gonna Be Okay

Author : Heena Park

Lenght : Drabble

Ratting : PG

Genre : Romance

Cast:

-EXO-K Kai

-Shin Heera

Notes : FF ini adalah FF yang tidak jelas dikarenakan saat nulis author sedang iseng dan gak tau mau ngapain,terus ini adalah salah satu scene yang ada pada FF The Time namun hanya selingan/?.Oh iya,untuk FF Request dari Junginion udah mencapai tahap penyempurnaan/? Dan entar lagi bakal selesai kok hehe

©Everything’s Gonna Be Okay©

Heera membuka selimut tebal yang menutupi sebagian tubuhnya,ia menengok ke kanan dan melihat Aleyna sedang tertidur pulas dalam pelukkan Kai.Jemarinya bergerak lembut membelai rambut putrinya dan mengecupnya pelan takut Aleyna akan terbangun.

Merasa tak bisa tidur, Heera memutuskan untuk beranjak keluar kamar,sepertinya ia membutuhkan segelas air putih atau susu atau apapun yang bisa membuatnya kembali mengantuk.Entah kenapa sedari tadi rasa gelisah menghantuin perasaannya,ia merasa takut jika suatu hari nanti akan kehilangan keluargannya.

Heera berjalan ke dapur dan mengambil air dingin dari dalam kulkas lalu menuangkannya ke gelas,tidak buruk,ia merasa sedikit lega sekarang.Tapi baiklah,apakah sekarang ia harus meminum segelas susu agar mengantuk? Beberapa orang berkata bahwa meminum susu sebelum tidur akan membuatmu mengantuk.

Namun percuma,ia sama sekali tidak memiliki nafsu dan semangat untuk sekedar mengaduk sendok di dalam gelas,perasaannya terlalu gelisah saat ini

Matanya yang sayu menerawang sendu,nafas yang keluar dari hidungnya terdengar kasar dan  beberapa kali Heera sempat menggigiti bibir bawahnya.Ia menatap jam dinding dan itu membuatnya semakin terlihat buruk,bagaimana mungkin ia bisa terbangun tepat pada pukul 12 malam?

Akhirnya ia memilih untuk duduk di meja makan sambil berusaha menenangkan hatinya yang sedang diselimuti oleh rasa gelisah—Sebenarnya tadi ia sempat bermimpi bahwa Yuna akan membunuh Aleyna dan juga Kai sedangkan ia hanya menonton hal tersebut dengan tangan yang diikat oleh rotan,ia bahkan menyaksikan tubuh Kai yang dipotong-potong menjadi enam bagian lalu dibuang begitu saja pada kolam di sekeliling istana raja Seo.

Heera termenung memandang meja dan menundukkan kepalanya di atas kedua lengannya sambil menggelembungkan pipinya,itu adalah salah satu hal yang akan Heera lakukan ketika hatinya merasa tidak tenang—Namun tiba-tiba sentuhan seseorang membuatnya kembali tegak dan hampir saja melompat karena kaget

Ah..ternyata Kai..

“Kai..” Heera menatap nanar Kai yang sudah berdiri di sampingnya,namun tidak lama kemudian pria itu duduk dan mengacak-acak pelan rambut Heera  sambil bertanya “Apa yang sedang kau lakukan hm?” Tanyanya lembut

Heera menggeleng,di bibirnya nampak senyuman tipis dan hambar yang tergambar “Tak apa,hanya sedikit tidak tenang” Ia menghembuskan nafas berat dan memegang gelas kosong yang airnya telah ia minum “Hanya takut kehilangan segalanya,seperti gelas kosong ini,tidak berisi”

“Apa maksudmu” Kai mengerutkan keningnya,wajahnya mendekat pada Heera serta mengharap penjelasan dari mulut istrinya

“Bagaimana jika suatu hari nanti kita akan berpisah kembali,maksudku berpisah yang tak akan bisa bertemu lagi,ah tidak..tapi berpisah yang benar-benar berpisah..kau tahu bukan maksudku Kai?”

Kai menggeleng,otaknya benar-benar tidak bisa mencerna apa yang dikatakan oleh Heera barusan “Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan,apa terjadi sesuatu?” Suara Kai berubah cemas

Heera hanya menunduk,ia tahu benar bahwa Kai begitu peduli padanya dan pria itu akan melakukan apapun demi keselamatannya.Rasanya sedih jika melihat Kai khawatir, Heera selalu berusaha untuk tampak baik-baik saja di depan Kai,tapi saat ini ia benar-benar ingin bercerita.

“Seperti..meninggal mungkin?” Kata-kata itu meluncur keluar begitu saja dari mulut Heera dan membuat Kai membelalakkan matanya tak percaya akan apa yang baru saja ia dengar.Kai tahu betul bahwa setiap manusia pasti akan meninggal,namun bisakah Heera tidak membicarakan itu sekarang?

“Apa ada yang tidak beres? Heera,ku mohon jangan berkata yang tidak-tidak” Pinta Kai lalu menarik Heera tenggelam dalam pelukkannya,ia benar-benar takut kehilangan Heera,wanita ini membuatnya menjadi gila dan tak bisa berjauhan darinya

“Aku tidak berkata dengan bodoh Kai,bagaimana jika tiba-tiba pasukkan raja Seo menyerang?”

“Kita akan melawannya” Kai menyelingi

“Aku dan kau tidak cukup kuat Kai”

“Cinta kita yang akan menguatkan”

“Jika kita kalah?”

“Kita akan mati bersama-sama”

“Jangan bodoh”

“Siapa yang bodoh sekarang?”

“Maafkan aku” Heera menyesali perkataannya,ia tahu betul bahwa Kai berada dalam posisi menahan amarah dan khawatir,ia bisa melihat ekspresi takut Kai dengan jelas

Kai memejamkan matanya sebentar lalu membelai pipi mulus Heera dan memegangnya dengan kedua telapak tangan “Jika hidup adalah roda,maka tidak ada salahnya ketika suatu saat kita berada di bawah,seperti saat ini,kita dipenuhi rasa takut akan setiap masalah yang mungkin akan datang secara tiba-tiba dan bahkan bisa melayangkan nyawa,tapi percayalah pada takdir.Kalau memang ajal harus menjemput salah satu dari kita terlebih dahulu maka kita harus berjanji akan terus berusaha walaupun hanya sendiri,bahkan jadilah lebih kuat” Kai memeluk Heera erat

Ia mendongakkan kepala Heera dan mencium keningnya “Jika Raja Seo menyerang dan berusaha membunuh kita,maka saat itulah kekuatan cinta kita diuji,bersatu dan saling membantu akan membuat kita menjadi lebih kuat” Ia berhenti sebentar dan menggenggam tangan Heera kemudian ia letakkan pada dada kirinya “Berjanjilah padaku bahwa selama jantung ini masih berdetak,selama itulah kita akan selalu berusaha bersama dan kau juga bisa pegang janjiku,selama tanganmu masih menggenggam erat tanganku..selama itulah,semua akan baik-baik saja”

Kai mencium telapak tangan Heera dan kembali memeluk istrinya,setidaknya kata-katanya barusan bisa sedikit menenangkan kegelisahan di hati Heera.Namun ia bersungguh-sungguh dalam ucapannya,ia rela melakukan apapun agar selalu bisa membuat Heera tersenyum tanpa beban sama sekali,lalu disaat itulah ia akan berkata sambil memeluk Heera “Semua akan baik-baik saja”

THE END

//

Iklan

26 pemikiran pada “Everything’s Gonna Be Okay

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s