Confession


confession_requestbyheenapark

 

Title : Confession

Author : Heena Park

Ratting : PG

Length : Oneshoot

Genre : Romance

Main Cast :

-Oh Sehun

-Nam Ahra

Backsong :

-Padi *Kasih Tak Sampai*

-Onew *In Your Eyes*

-Ailee *Ice Flower*

Poster : Ayri Café

OoOoO

 

Sudah jam 05.00 sore.Ku rasa sebentar lagi langit akan gelap,dan bodohnya aku masih berdiri di sini—Entah apa yang ada di pikiranku,tapi aku sangat yakin bahwa ia akan segera datang.

Hanya sebatas keyakinan.Aku tak tahu apakah dia benar-benar akan datang,tapi yasudahlah.Aku sudah terlanjur menunggu selama hampir satu setengah jam di sini.Aku tidak mungkin kembali,siapa tahu dia sekarang sedang ada di jalan.

Mataku menelusur di setiap sisi jalanan di dekatku,berharap bisa melihat batang hidungnya.Namun sepertinya ia benar-benar belum datang.Ah..sudahlah.Tiba-tiba ponselku bergetar,segera ku rogoh saku celana jeans biru-ku dan mendapati sebuah pesan masuk dari-nya.

Bersamaan dengan pesan itu datang ,jantungku terasa berdegup lebih cepat.Takut bahwa dia akan membatalkan pertemuan ini.

Ya,aku tahu mungkin baginya ini hanya pertemuan bodoh yang sengaja kuciptakan setelah hampir lima tahun aku berpamitan untuk pergi ke Jepang.Tapi apa salahnya ? Aku hanya ingin melihatnya setelah sekian lama pergi.

From : Nam Ahra

15 second ago

 

“Ah maaf,ternyata aku salah tempat.Aku berada di taman,dan kau berada di Namsan Tower.Baiklah,aku akan segera ke sana”

Fiuhh..ku kira—ternyata itu tak sesuai dengan apa yang ku pikirkan.Ku pikir ia akan membatalkan pertemuan kami,dan ternyata ia hanya salah tempat.Baguslah.

To : Nam Ahra

 

Tidak masalah.Aku berada tepat di selatan menara.Kau bisa menemukanku dengan kaos putih

Tulisku cepat.Segera aku menyandarkan tubuhku pada sebuah pagar besi sambil menunggu Ahra datang.Rasanya sedikit aneh memang.Sudah lima tahun kami tidak bertamu dan sekarang akan bertemu kembali.Hahaha.

Ahra adalah temanku semasa SMA.Matanya teduh dan damai,senyumnya menawan dan sedikit kekanakkan.Bisa dibilang semasa kecil aku seolah menjadi supermannya.Dia adalah gadis yang penakut dan cengeng,tapi ia juga sangat pintar dan menggemaskan.Sifatnya yang pantang menyerah membuat siapapun menjadi bangga kepadanya.Apalagi senyumnya yang menawan itu.Ia bisa membius setiap pria yang berada di dekatnya.

Hampir lima belas menit,dan tiba-tiba saja seorang wanita berteriak kepadaku.Ku tengokkan kepalaku ke kanan dan melihat seorang perempuan beratasan kemeja putih dan sebuah rok se-lutut juga high heels bewarna hitam.Rambutnya di gerai,sedangkan lengan kanannya sibuk membawa sebuah tas lengan bewarna abu-abu.

Dia benar-benar Nam Ahra..

Mataku mengerjap-ngerjap seolah tak percaya bahwa ia benar-benar berada di sini.Tidak ada yang berubah darinya,matanya,hidungnya,wajahnya.Ia benar-benar masih sama seperti dahulu.

Ahra berlari kepadaku dan mengukir senyum di wajahnya “Sehun-a.Maaf aku terlambat” Gumamnya padaku sambil mengulurkan tangannya.Ku sambut uluran tangannya sambil tersenyum “Tentu saja,aku sudah hafal kebiasaanmu” Gurauku

Ahra mengacau,ia memukul pelan lenganku dan tertawa “Ya,kau tahu bukan bahwa aku sekarang ini sangat sibuk.Lagipula aku tadi juga salah tempat” Cibirnya

“Ah,kau benar-benar payah.Bagaimana mungkin aku bisa berteman dengan perempuan payah sepertimu ? Sudah ku bilang di Namsan Tower,kau malah di taman” Sindirku kecil

Ahra memajukan bibirnya “Ya,aku tidak sempat memperhatikan pesanmu secara seksama.Ah lagipula sekarang aku sudah berada di sini”

Aku tahu,belakangan ini ia memang sangat sibuk.Bahkan saking sibuknya ia sampai tidak membaca pesan singkatku secara seksama.Jujur,sebenarnya ada rasa kecewa ketika mendengar ia tidak memperhatikan pesanku secara seksama.Tapi yasudahlah.Aku sudak cukup bahagia melihatnya.

Aku baru teringat sesuatu,ah bodoh sekali aku ini.Segera ku tarik ranselku ke depan dan mengambil dua kaleng soda yang ku beli ketika masuk tadi.Ku serahkan satu kaleng untuk Ahra dan satu untukku

“Kau mau?” Ujarku padanya.Ahra mengangguk “Ah tunggu dulu,kau harus bisa mengambilnya dari tanganku” Godaku lalu menaikkan lenganku ke atas,mengingat bahwa Ahra memang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan denganku.

Ia mengerucutkan bibirnya dan melompat untuk mengambil kaleng tersebut,berkali-kali ia mencoba mencakar lenganku dan menarik-narik tubuhku untuk menurunkannya

“Yak Oh Sehun,kau ini kenapa suka sekali menggodaku?” Cibirnya.Aku tertawa kecil mendengarnya “Kau ingin tahu kenapa?” Tanyaku sok misterius.

Ahra menyilangkan kedua lengannya dan mengerutkan dahinya “Tentu saja”

Aku tertawa sebentar “Karena kau pendek” Ujarku cepat lalu berlari menuju ke arah lift di Namsan Tower.Begitu mendengar perkataanku tentangnya,Ahra langsung mengejarku dan bahkan sempat beberapa kali berteriak agar aku berhenti berlari.Kejadian ini sebenarnya sedikit kekanak-kanakkan,dan ku rasa beberapa orang memperhatikan kami.

Ah biarlah.Rasa bahagiaku lebih besar daripada rasa malu-ku sekarang.Ini sangat sempurna.Aku masih berlari sampai akhirnya berhenti tepat di depan lift.Aku hampir saja masuk ke dalam lift namun sepertinya lift sudah penuh.Ah terpaksa aku harus berhenti dan mungkin mendapatkan beberapa pukulan dari Ahra.

Dan benar saja,Ahra menatapku dengan tajam begitu ia sudah sampai di dekatku.Ia tersenyum sinis dan memasang wajah seperti ingin memakanku

“Ya, Nam Ahra.Apa yang ingin kau lakukan kepadaku ?” Gerutuku padanya “Ah,ini ambilah” Sambungku sambil menyodorkan sekaleng soda yang tadi.Ahra menggeleng “Tidak semudah itu Oh Sehun” Jawabnya.

Ia semakin mendekat padaku,tangannya di kepal-kepalkan seolah hendak ingin meninjuku.Oh God—Dan ahh..apa-apaan perempuan ini? Ia menggelitiki tubuhku.

“Ya Nam Ahra,hentikan..aahh..kau ini jangan gila..ini geli pabo”

Ahra masih saja menggelitiku dan bahkan ia semakin tertawa terbahak-bahak,sebahagia itukah ia bisa mengerjaiku.Menyebalkan sekali perempuan ini,aku akan membalasnya nanti ketika sudah berada di atas menara.

Pintu lift terbuka,membuat Ahra menghentikan kegiatannya.Ia tertawa manis lalu berdiri di sampingku—Segera kami membungkuk pada orang-orang yang akan keluar dari lift,namun mereka hanya tersenyum dan bahkan beberapa juga ada yang tertawa.

Ku garuk kepalaku cengengesan seperti anak kecil,lalu tiba-tiba seorang pria tua mendekati kami.Ia menepuk pelan pundak kami dan berdehem “Kalian membuat kakek iri anak muda” Gumamnya dan disabut tawa oleh orang-orang dibelakangnya.Ia sendiri juga ikut tertawa dan kemudian meninggalkan kami.

Apakah kami terlihat seperti pasangan ? Mungkin.Ah tidak,sebenarnya aku berharap kami memang bisa menjadi pasangan.Hanya mengharap.Tidak lebih.

“Hei ,Kau tidak apa-apa?” Ahra mengayun-ayunkan telapak tangannya di depan mataku.Segera aku mengerjap dan menggeleng “Tidak,tentu saja tidak apa-apa” Jawabku lalu meraih tangan Ahra “Jadi,ayo kita naik” Ajakku.

Ahra hanya terdiam,ia melihat tautan tangan kami berdua.Entah,apa yang ku lakukan ini salah ?.Seharusnya ia tidak menatap tautan tangan kami seperti itu.Bukankah dulu kami sering melakukannya ? Bergandengan tangan di mana-pun tanpa ada rasa canggung selayaknya sahabat dekat.

Tapi kenapa sekarang berbeda ?

“Sehun-a..”

Buru-buru ku tempelkan jari telunjukku di bibirnya,memberi tanda agar ia tak berkata apapun.Walau hanya sepatah kata “Hanya untuk hari ini” Perjelasku lalu mengajaknya masuk ke dalam lift.

Entah suatu kebetulan atau memang sudah takdir.Sungguh sial—Kami hanya berdua di dalam lift ini.Dalam keadaan canggung dan sibuk pada pikiran masing-masing.Ahra sama sekali tak menengok padaku,dan aku-pun juga hanya menatap lurus ke arah depan walau sesekali meliriknya.

Tangannya terasa dingin dalam genggamanku.Ia bahkan tak membalas pegangan tanganku.Ia hanya mengepalkan tangannya,mungkin aku harus melepaskannya.Tapi itu sulit—Menggenggam tangannya terasa tepat bagiku.Walau ia sama sekali tak membalasnya,walau mungkin ia tersiksa.Tapi selama ia tidak menarik tangannya,ku fikir ini tidak salah.

‘Ting’

Sampai akhirnya lift berdenting.Perlahan tapi pasti,kedua pintu lift bergeser.Membuatku bisa melihat alam sekitar dan melihat langit yang sudah mulai gelap.Aku menatap Ahra sejenak lalu berucap “Maafkan aku” Sesalku.

Seharusnya tadi aku memang tidak meraih tangannya,bodoh kau Oh Sehun ! Bodoh !

Namun,Ahra tiba-tiba meraih pundakku dan menggeleng “Tidak,kau tidak bersalah.Ayo jalan,kau bilang ingin melihat matahari terbenam.Jangan sampai melewatkannya” Hiburnya riang.Dan yang tidak ku sangka adalah Ahra tiba-tiba meraih lenganku.Menggenggamnya erat dan mengajakku berdiri tepat ke arah barat.Ia menyandarkan tubuh depannya pada pagar menara dan mengangkat lengannya ke atas.

Ahra tertawa sejenak,menatap matahari yang mulai terbenam.Dan aku hanya bisa terdiam sambil berharap ia selalu bahagia seperti itu.

Ia kemudian meletakkan kedua telapak tangannya di samping bibirnya dan berteriak “Oh Sehun , AKU MERINDUKANMU !”

Deg !

Yang ia katakan.Oh Tuhan.Telingaku ? Apa telingaku berdengung ? Apa telingaku sudah rusak ? Ia merindukanku ?

Rasa ini membuatku bahagia,aku bahagia mendengar ia merindukanku.Lebih bahagia daripada siapapun.Tapi sekarang aku tersadar dan kembali pada arus kehidupan yang telah terjadi.Kerinduannya padaku jelas berbeda,dan bahkan mungkin tak bermakna.

Ahra tiba-tiba terjatuh di lantai,ia memukul-mukul lantai dan menangis.Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya,tapi aku merasa sesak.Nafasku seolah tercekat melihatnya seperti itu.Aku tidak sanggup

“Ahra-ya.Kau kenapa ?” Ujarku sambil memeluknya.

Ia masih menangis,ku coba untuk mengajakknya berdiri.Namun ia malah memukul-mukul dadaku seolah telah menahan segala rasa amarah begitu lama.Ya Tuhan,apa salahku ?

“Kau,kenapa kau baru datang sekarang ? Kau tidak tahu betapa aku tersiksa.Kenapa ? Kenapa?” Ahra menangis,aku tahu bahwa ia sangat marah.Dan aku tahu bahwa aku hanyalah seorang pengecut yang bersembunyi di balik topeng.

Aku hanya pria bodoh dengan segala keinginan tanpa pernah mewujudkannya.

“Maaf..Maafkan aku”

Ahra berdiri.Matanya yang sendu menatapku dengan segala kesedihannya “Aku tidak masalah untuk menunggumu,aku tidak masalah.Tapi kenapa kau baru datang sekarang ? Kenapa kau datang di saat yang tidak tepat ? Kenapa Oh Sehun ? Katakan!”

Aku berdiri mencoba memeluknya,namun ia menolak.Ia lebih memilih memukulku dan berusaha melepaskan diri dariku.Aku tahu ini salahku.Aku tahu !

“Ahra-ya..kumohon dengarkan aku..”

Aku harus mencoba menjelaskan semuanya.Tidak perduli bahwa ia akan membunuhku,tidak perduli bahwa ia akan benci padaku.Ia hampir saja meninggalkanku,tubuhnya berbalik dan berjalan menuju ke lift.Tidak Oh Sehun,kau tidak boleh membiarkan itu

“Aku menyukaimu Nam Ahra , Aku menyukaimu !”

Kekuatan seperti apa yang merasukiku sehingga aku berkata seperti itu ? Bodoh.

“Aku benar-benar menyukaimu Nam Ahra,sungguh” Jelasku lagi.Tubuhku bergetar dan rasanya aku ingin menangis.Kepedihan ini sudah terlanjur berada di ujung tanduk.Ku coba menggerakkan kakiku untuk mendekat padanya.Mendekat pada Ahra yang sedang berdiri kaku di depan lift.

Ia menunduk dan aku tahu bahwa ia sedang menangis.Ku lingkarkan kedua lenganku untuk mendekap tubuhnya.Rasanya hatiku seperti terpotong-potong dan semua terasa hampa.Ahra terdiam,ia tak berkata apapun.Hanya terisak begitu saja.

Isakkannya membuatku semakin hancur,membuatku semakin menyesal karena dulu telah pasrah pada keadaan.Andai saja aku tak terlambat,mungkin aku sudah bersamanya.

“Maafkan aku.Aku memang hanyalah seorang pengecut.Aku memang sudah terlambat.Maafkan aku” Gumamku.Tubuhku masih memeluknya,kenapa memeluknya terasa benar bagiku? Aku takut setelah ini tidak akan pernah bisa melepaskannya.Aku takut

“Kalau saja aku tidak seperti ini—Kalau saja aku berani—Dan kalau saja waktu mengijinkan.Aku pasti sudah memelukmu erat sejak dahulu.Pasti”

“Apa gunanya kata ‘kalau saja’ ? Kata itu hanya untuk orang putus asa.Dan kenapa itu harus kau?”

Ahra berbalik menatapku,matanya sembab.Ia masih terisak,tangannya mengambil sesuatu dari tas lengannya.Sebuah kotak kecil bewarna merah.Ia membuka kotak itu dan terlihat sebuah kelopak bunga mawar yang telah layu bahkan mongering.

“Kau tidak tahu betapa lama aku menyimpan bunga ini,bunga darimu 5 tahun lalu—Setiap hari aku selalu berharap bahwa kau akan datang dan membawakanku setangkai bunga yang baru.Tapi apa? Itu tak terjadi”

Aku sudah tak kuat lagi.Dalam satu hentakkan ku tarik Ahra masuk dalam pelukkankku dan membiarkan rasa ini mengalir begitu saja.Biarkanlah sejenak aku melupakan kenyataan,biarkanlah sejenak aku menjadi orang bodoh yang tidak tahu malu.Aku tidak perduli apa yang akan orang katakan tentangku saat ini.Aku hanya ingin bersama Ahra,hanya itu.

Jariku bergerak begitu saja untuk menyibakkan rambutnya agar tidak menutupi telinga kanannya.Ku dekatkan mulutku,berusaha mengumpulkan segala kekuatan yang ada sambil berkata “Aku tidak menyukaimu..Aku hanya mencintaimu,lebih dari yang kau tahu”

Kedua telapak tanganku bergerak lagi.Ku naikkan wajah Ahra agar ia bisa menatapku.Lalu tanpa permisi,tanpa rasa getir ataupun keterpaksaan.Bibirku menempel begitu saja pada bibirnya yang dingin.Merasakan betapa besar kerinduanku padanya.Membiarkan perasaan ini berakhir sampai di sini,walau mungkin itu mustahil terjadi.Tapi aku sungguh-sungguh mencintainya.Lebih dari yang ia tau.

OoOoO

Hampir dua jam berlalu,kami hanya berdiri menatap sinar bulan yang sepertinya enggan menyapa.Namun tak masalah,karena bintang masih bersinar layaknya sedang bahagia.Ahra menyandarkan kepalanya pada pundakku.Suatu hal yang membuatku bahagia—

“Sehun-a..” Ahra memanggilku

“Mmm?”

“Apa bintang itu sedang menjadi saksi antara kita berdua ?”

Aku mengangguk “Tentu saja.Dan walaupun kisah ini tidak berakhir bahagia.Tapi aku sangat puas dan lega.Aku..bahagia”

“Terima kasih..Terima kasih karena kau telah jujur padaku” Ujarnya lalu kembali memelukku.Dengan ringan ku balas pelukkannya.Pelukkan yang salah—

Tidak lama setelah itu ponsel Ahra berbunyi,ia mendapat sebuah pesan dan wajahnya berubah masam “Sepertinya aku harus segera pulang,apa kau akan mengantarku untuk turun?” Tanyanya.

Otakku berpikir cepat,lalu dengan sedikit berat aku mengangguk.Akhirnya kami masuk ke dalam lift dan berdiri tanpa tautan tangan seperti tadi.Aku takut jika sudah menggenggam tangannya maka tak akan bisa melepaskannya.Aku takut.

Lift berhenti tepat di lantai dasar,pintu itu dengan cepat terbuka dan sekarang aku benar-benar merasa berat untuk melangkah.Ahra menengok padaku lalu tersenyum.Ia menggunakan kepalanya sebagai isyarat agar kami segera keluar dari lift ini.

Walau berat rasanya,tapi tak apalah.Ini memang yang seharusnya terjadi.Kami berjalan menuju ke sebuah mobil yang ter-parkir tak jauh dari sini.Terlihat seorang pria berkaos biru sedang berdiri di samping mobil sambil menggendong seorang anak kecil berusia sekitar dua tahun.

Mereka..

Suami dan anak Ahra..

Kami mendekat padanya dan dengan ringan pria itu melemparkan senyum padaku “Sehun-a,sudah lama tidak bertemu” Ujarnya padaku.Aku hanya tersenyum tipis dan menatap anak mereka.Rasanya sakit sekali,dadaku terasa dihujat oleh ratusan pisau yang bisa saja membunuhku.

Ahra yang tadi berdiri di sampingku kini berpindah ke dekat Chanyeol hyung.Perempuan itu juga tidak mengatakan apapun,ia hanya menjulurkan lengannya untuk mengambil anaknya agar berada dalam pelukkannya.

“Ahra bilang kalian datang bersama dengan teman-teman kalian lainnya?” Ujar Chanyeol hyung padaku.Ku kerutkan keningku,aku tahu itu hanya alasan Ahra saja yang sedang berusaha menjaga perasaan Chanyeol hyung.Lalu dengan cepat aku berinisiatif “Tentu saja,mereka sudah pulang.Dan ku lihat Ahra belum kau jemput,jadi aku berinisatif untuk menemaninya” Dustaku pada Chanyeol hyung

Ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya lalu menepuk pundakku “Terima kasih sudah menjaganya” Gumamnya.Tentu-tentu saja aku tidak akan pernah keberatan jika harus menjaganya.Bahkan sampai ujung usiaku.

“Kalau begitu kami pulang dahulu,apa kau mau ku antar?” Sambung Chanyeol hyung.Aku hanya menggeleng dan mengucapkan terima kasih.Ia kemudian masuk ke mobil dan segera di susul oleh Ahra,namun sebelum Ahra sempat masuk ke mobil,ia menoleh padaku dan berbisik “Suatu hari nanti,kau pasti akan bertemu dengan jodohmu” Ucapnya.

Aku mengangguk “Pasti,dan ku harap kau selalu bahagia bersamanya” Sahutku cepat.Ahra melemparkan senyum lagi padaku lalu masuk ke dalam mobil.Dan setelah itu ia pergi meninggalkanku sendiri.

Aku tidak tahu apakah ini adalah pertemuan terakhir kami,tapi ku harap setelah hari ini sudah tidak akan ada lagi kebohongan antara kami.Biarlah hal tadi menjadi kenangan di dalam kesempitan.Dan ku harap ia selalu bahagia dengan pasangannya.Selamanya—

END

Iklan

20 pemikiran pada “Confession

  1. Aaaa melas banget Sehunnya tenang aja Hun jodoh gak akan kemana kok. Galiat nih jodoh kamu udah ada di sini /nunjuk diri sendiri/

    Tapi aku masih bingung Ahra sebenernya masih punya perasaan sama Sehun gak nih? Huhuhu siapa tahu aja kan ya. Tapi keliatannya si Ahra juga bahagia ama Chanyeol, tuh liat aja buktinya mereka udah punya anak /apa maksudnya ini/

    Yah pokoknya overall ffnya keren aku suka. Hohoho gak nyesel ngobrak ngabrik blog kakak, abis isi ffnya juga menarik ;3 Anyway keep writing and writing kak ❤

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s