The Sacrifice Blood Part III


thesacrificeblood1

Title : The Sacfrifice Blood

Author : Heena Park

Ratting : PG

Length : Multichapter

Genre : Romance,Horor,Fantasy,Action

Poster : QuinAegyoMin || Art Factory

 

Main Cast :                

-Xi Luhan

-Heo Gayoon

-Wu Yi Fan / Wu Fan

Kim Hyuna

-Other

 

Backsong :

-Volume Up *4Minute*

-Jar of Heart *Christina Perri*

-Baby Don’t Cry *EXO-M*

-Can You Hear Me *Taeyeon*

 

Cuap-Cuap Author : Annyeong haseyo para readers kece se-Dunia *tebar paku* . Saya miss Heena Park yang sarap membahana meong (?) kembali hadir dengan membawa sebuah FF GaJe yang entah berasal dari mana,yang pasti bukan berasal dari Cinta Kita berdua *Watdepak*.Rencananya FF ini mau saya share pas tanggal 10 Januari,tapi rasanya kelamaan-__-“ Jadinya sekarang deh nge-postnya kekek~. Oh ya,masih inget sama Two Moons kan ? Setelah bikin ntuh FF saya jadi ketagihan bikin FF Fantasy._. Bedanya,kali ini ada horror-horonya dikit.Padahal sih kagak serem *watdepak* . Sudahlah,daripada mendengar ocehan saya yang kagak jelas.Mending langsung capcus deh ke FF’nya .

 

Disclaimer : FF ini adalah milik saya.Semua Main Cast di FF ini adalah milik Tuhan dan Orang Tua masing-masing.Terkecuali Luhan dan Wu Fan,dia adalah milik saya *jledak._. .Jangan lupa tinggalkan jejak setelah baca,DON’T BE A SILENT READERS !! dan jangan pernah mem-plagiat FF ini ! Yang Plagiat nanti akan saya bakar*dorrrr* make api’nya bang Wu Fan sama Bang Yeol-_-“

Previous ==>

Luhan menggerakkan kakinya mundur selangkah,ia berencana untuk berlari sebelum gadis itu menyakitinya.Namun terlambat,dengan cepat gadis itu mendekatinya dan membunuhnya seperti apa yang telah gadis itu lakukan pada hewan peliharannya.

Namun terlambat,belum sempat ia berbalik.Gayoon telah menghadangnya dan mendorongnya sampai terjatuh ke lantai.Luhan mencoba berdiri,tapi ia tak bisa.

Gayoon menaikkan matanya melihat ekspresi lelaki itu,ia semakin mendekat,lebih dekat,dan sangat dekat.Ia mengeluarkan taringnya kembali dan berkata “Aku adalah VAMPIRE”

Next ==>

“Yakkk menjauhlah dariku kau vampire !” Luhan berteriak tak jelas,ia berlari ke arah dapur dan membawa bawang putih lalu melemparkannya pada Gayoon.Gadis itu tertawa kecil “Kau fikir aku vampire jaman dulu eoh?”

“Mwo? “

Gayoon menaikkan alisnya,dia berjalan mendekati Luhan dan menahan lelaki itu dengan kedua lengannya.Ia menatap kedua mata Luhan lama,lelaki itu hanya meringis ketakutan mendapati Gayoon menatapnya.

Apakah ia ingin memangsa Luhan ? Oh tidak , ku harap itu tidak benar.

Gadis itu menghela napas panjang,ia bergerak mundur menjauh dari Luhan dan kembali terduduk di lantai.Perlahan butiran bening keluar dari matanya—Dia menangis.

Ke-dua telapak tangan menutupi wajahnya.Hei,kenapa vampire ini aneh sekali ? Luhan mendekatkan wajahnya dan mengamati vampire yang sedang menangis di depannya itu.Bagaimana mungkin seorang vampire yang selalu terlihat kuat.Ya,menurut beberapa film seperti itu—Sekarang malah menangis di depan seorang manusia biasa.Bukankah ini sangat mengherankan ?

“Mwo ? Kau masih takut padaku ? Kau tahu ? Aku bahkan tidak memiliki nafsu untuk memangsamu sama sekali !” Gayoon berteriak sehingga Luhan mundur kembali.

“Eh ?”

Gadis itu menangis lebih keras lagi, ia seperti seorang anak kecil yang kehilangan mainannya.Bodoh—Mengapa vampire bisa bertingkah seperti itu ?

Tak ingin tetangganya mendengar suara Gayoon,akhirnya Luhan dengan sedikit keberanian mulai mendekati Gayoon.Ia ulurkan tangan kanannya dan memegang pundak gadis yang sedang menangis di depannya itu.

“Gayoon-ssi gwechanna ?” Ujar Luhan kaku.Gayon mendongakkan kepalanya dengan wajah memelas,ia menggeleng pelan “Apakah vampire begitu menakutkan ? Sehingga kau ingin melenyapkanku?”

Luhan mengkerutkan keningnya,ia terkejut akan apa yang dikatakan oleh gadis itu.Ia bahkan berfikir.Benarkah Gayoon adalah seorang vampire ? Maksudku,bagaimana mungkin ada vampire se-polos dia ? Dia bahkan mengeluarkan pertanyaan sebodoh itu pada Luhan.

Luhan terdiam sejenak,ia sedang berfikir..

“Aku tidak takut padamu,kau hanya membuatku sedikit terkejut” Ujarnya pelan.Gayoon bangkit dari duduknya.Ia menarik kerah baju Luhan dan menyeretnya ke dinding.Matanya mulai memerah lagi,gigi taringnya yang panjang mulai keluar bersamaan dengan ringaian pendek dari mulutnya

“S..sudah..ku bilang..a..ku tidak..takut padamu” Luhan bergumam terbata.

Melihat gadis itu,fisiknya berubah menjadi sangat menyeramkan.Tapi matanya yang merah mengatakan bahwa ia tidak ingin memangsa Luhan.Sebenarnya,sungguh jauh di dalam hati Luhan ia merasa takut.Namun,ia percaya semakin ia mengeluarkan rasa takutnya.Semakin Gayoon akan merasa bersalah.

Dan sekarang,ia mencoba untuk berani.Jika memang hari ini ia harus menjadi makan malam Gayoon.Toh,itu adalah takdirnya.

Luhan merasa Gayoon semakin mendekat padanya,deru nafas gadis itu membuat bulu kuduk Luhan berdiri.Namun,perlahan taring Gayoon kembali masuk dalam mulutnya,dan berganti dengan sebuah senyuman indah di bibirnya yang manis.Matanya ? Mata gadis itu perlahan juga tidak terlalu merah,namun terlihat coklat.

Dia sangat cantik—

*****

“Jadi, kau pergi dari Istana ?” Tanya Luhan sekali lagi karena masih tak percaya pada apa yang dikatakan oleh Gayoon—Gadis itu mengangguk,wajahnya terlihat murung “Ada sesuatu yang membuatku pergi” Ucapnya sedih.

Luhan mengangguk “Lalu,kemarin malam bagaimana bisa kau terbaring lemah seperti itu?”

Mendengar pertanyaan Luhan,Gayoon membelalakkan matanya.Pikirannya seolah kembali mengingat kejadian kemarin.Ketika ia memilih untuk meninggalkan Dunia Vampire dan pergi ke dunia Manusia,ketika ia harus melepaskan orang yang ia cintai.Ketika ia benar-benar harus berkorban walaupun itu terasa sangat menyakitkan.

Luhan mengamati manik mata Gayoon yang berubah seratus depalan puluh derajat ketika ia menanyakan hal tadi.Entah merasa takut atahu tidak enak pada Gayoon akhirnya Luhan meminta maaf “Gayoon-ssi..mianhaeyo..Jika kau tidak ingin menjawab,aku juga tidak akan memaksamu” Ucapnya gemetar.

Gayoon menggeleng,dia menaikkan wajahnya dan menatap Luhan,lalu tersenyum kecil “Tidak,kau tidak salah Luhan-ssi” Gumamnya kecil.

Luhan menghela napas panjang lalu menghembuskannya,ia membuka mulutnya lagi dan kembali bertanya “Apa usiamu juga sama seperti seorang vampire di film-film ?” Bodoh . Pertanyaan apa itu ? Sepertinya Luhan terlalu banyak menonton film.

Gayoon tak bisa menahan tawanya.Sedangkan Luhan ? Pria itu hanya terpaku bingung karena tiba-tiba mendengar Gayoon tertawa.Apa ia salah berkata ? Atahu pertanyaannya terlalu bodoh ? Entahlah—

Namun Gayoon segera mengontrol dirinya dan kembali seperti biasa,ia berhenti tertawa dan menjawab pertanyaan konyol Luhan tadi,tidak—Sebenarnya pertanyaan itu tidak terlalu konyol,hanya saja sedikit menggelikan bagi Gayoon.

“Aku..adalah seorang Vampire baru,sebenarnya di dalam tubuhku masih mengalir sedikit darah manusia—Wu Fan bilang,darahku akan menghilang ketika terjadi gerhana matahari—Entahlah,aku sendiri tak mengerti kenapa seperti itu.Padahal vampire lain tidak memerlukan waktu lama untuk benar-benar menjadi vampire yang utuh”

“Wu Fan ? Vampire yang utuh ?” Luhan tak mengerti apa yang di katakan oleh Gayoon,karena ia memang bukan vampire.

Gayoon mendecakkan lidahnya “Wu Fan,dia adalah keka..eh bukan,dia adalah temanku di Kerajaan dan dia yang telah mengubahku menjadi vampire.Dia mengubahku sekitar tiga tahun lalu—Aku tak tahu hal apa yang membuatku menjadi seperti ini,aku lupa pada masa laluku.Dan yang ku maksud vampire utuh,adalah Vampire yang sudah tak memiliki darah manusia di dalamnya”

Luhan mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.Lagi-lagi mulutnya kembali bergerak “Memang apa yang membedakan vampire sepertimu dan vampire utuh ?”

“Sebenarnya tidak terlalu berbeda,hanya saja vampire baru sepertiku lebih agresif daripada vampire utuh,dan seharusnya vampire baru sepertiku memiliki selera makan yang tinggi pada darah manusia..Tapi..Tidak untukku,aku sama sekali tak tertarik pada manusia—Aku juga tak mengerti pada diriku sendiri..Ini terlalu aneh”

Gayoon kembali menunduk,mengamati tubuhnya sekarang.Ia masih menggunakan sweater milik Luhan yang berlumuran darah akibat kelakuannya tadi.Kemudian ia mengarahkan pandangannya ke lantai dan sekali lagi ia melihat banyak bercak darah di sana.

Gadis itu merasa sangat bersalah pada Luhan,apalagi ia telah membunuh dan memakan peliharaan Luhan serta peliharaan orang lain yang entah itu milik siapa.Gadis itu menghela napas dan menatap Luhan “Luhan-ssi..Maafkan kelakuanku tadi,aku akan membereskan kekacauan ini..Sungguh” Janjinya pada Luhan.

Luhan terkekeh mendengar perkataan Gayoon,namun belum sempat ia menjawab ternyata bel apartemennya berbunyi.Dengan cepat Luhan menyuruh Gayoon untuk masuk ke dalam kamarnya,sebelum seseorang mengetahui tentang keberadaan Gayoon.

“Gayoon-ssi..Masuklah ke kamarku dan bersihkan dirimu,kau boleh gunakan semua bajuku—Jangan keluar sampai aku memanggilmu” Ujar Luhan kemudian beranjak menuju ke pintu.

Dalam satu putaran Luhan telah berhasil membuka pintu apartemennya.Seorang pria bertubuh tegap berdiri sambil melihat ke kanan dan ke kiri—Luhan mengikuti arah pandangan pria itu.Namun nihil,tidak ada apapun.Jadi apa yang sedang ia cari ?

“Yak..Luhan-ssi..Kau membuatku kaget saja eoh” Ujar pria bernama Kim Donghyun itu.Luhan meringis kecil “Ada apa hyung ke sini ?” Tanyanya

Donghyun menghembuskan napas berat dan bertanya “Kau tahu bukan bahwa aku memiliki anjing bernama Donghan ? Sudah seharian ini aku mencarinya,namun sama sekali tak ketemu..Aku khawatir terjadi sesuatu padanya”

Deg !

Seketika Luhan mengerjapkan matanya dan menelan ludahnya dengan susah payah.Tadi Donghyun bilang anjing ? Apa jangan-jangan anjing yang di maksud Donghyun adalah anjing yang tadi telah di mangsa oleh Gayoon ? Oh God..

“Luhan-ssi ? Kau baik-baik saja ?” Ujar Donghyun cemas begitu melihat Luhan memasang ekspresi yang aneh.Ia sama sekali belum pernah melihat Luhan seperti itu.Apakah terjadi sesuatu pada Luhan ? Atahu mungkin pria itu sedang sakit ? Mungkin itulah yang sedang ada dalam pikiran Donghyun sekarang.

Luhan menggeleng begitu mendengar ucapan Donghyun barusan.Ia berusaha bersikap sewajar mungkin,ia tak mau membuat Donghyun curiga walaupun ia merasa bersalah karena harus berbohong.

“Ah ne~ Gwechanna..aku baik-baik saja” Ujar Luhan dengan sedikit penekanan pada setiap kata-katanya.

Donghyun mengangguk-angguk “Baiklah,kalau begitu aku pergi dulu..Oh ya,jika kau menemukan anjingku,ku harap kau tidak keberatan untuk memberitahuku”

Luhan mengangguk tanda mengerti,walaupun sebenarnya itu tidak mungkin terjadi.Karena bagaimanapun anjing Donghyun telah di mangsa oleh Gayoon—Anjing itu tidak akan pernah hidup lagi,kecuali jika hewan tersebut menjadi Vampire.

“Kalau begitu aku pergi dulu ne..Aku ingin bertanya pada tetangga sebelah..Annyeong” Sambung Donghyun.Luhan tersenyum pahit dan membalas ucapan Donghyun “Annyeong” Jawabnya sedikit gemetar.

Begitu Donghyun menghilang dari pandangannya,Luhan langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya rapat-rapat.Ia kemudian berlari menuju kamarnya dan melihat seorang gadis cantik menggunakan terusan bewarna putih sepanjang lutut.Tidak,sebenarnya itu berada di atas lutut

Gadis itu sedang duduk di depan cermin sambil menyisir rambut panjangnya yang hitam.Wajahnya terlihat segar dan begitu mempesona sampai Luhan merasa terbius akan kecantikkannya.

Sesekali gadis itu memejamkan matanya dan menghela napas panjang,seolah berusaha melepaskan kenangan yang menghantuinya selama ini.

Tiba-tiba gadis itu berbalik,ia berdiri dan berjalan menghampiri Luhan.Namun pria itu masih tak bergeming,ia terlalu terpesona pada gadis di depannya.Gadis impian yang sudah sangat ia nantikan selama ini.

Gadis itu menatap mata Luhan dalam-dalam seolah sedang mencari sesuatu di balik mata bening itu.Namun,tak lama kemudian gadis itu membuka mulutnya “Aku menemukan ini di dalam lemari-mu..Apa ini milik kekasihmu ?” Tanya Gayoon.

Luhan langsung tersadar dari lamunannya.Ia mengamati baju yang dikenakan Gayoon lalu mengingat-ingat siapa pemilik baju tersebut.

Lama ia berfikir,sampai akhirnya ia teringat sesuatu “Baju itu..Milik nuna-ku..Dulu dia sering menginap di apartemenku,tapi semenjak satu tahun yang lalu ia jarang sekali ke sini..Dan ku fikir baju itu tertinggal ketika terakhir kali ia berkunjung—Aku bahkan tidak ingat telah mencucinya” Jelas Luhan panjang lebar.

Luhan kembali mengamati Gayoon lalu bertanya “Apakah masih ada pakaian selain itu ?” Tanyanya.Gayoon menaikkan bahunya dan menggeleng.

“Kalau begitu aku akan keluar dan mencarikan baju untukmu..Soal underwear,kau bisa membelinya nanti setelah makan malam,aku akan mengantarmu dan..ku harap kau tidak ke luar rumah”

*****

“Kau menyukainya ?” Tanya Luhan pada Gayoon.Gadis itu terlihat sibuk melihat-lihat pakaian yang telah Luhan belikan untuknya.Beberapa stel baju tidur,kaos,celana,rok,dan syal.Gayoon menatap pakaian itu satu persatu lalu berkomenar “Kau bercanda ? Ini semua sangat bagus Luhan-ssi” Ujarnya takjub “Tapi Luhan-ssi..Apa kau benar-benar mengijikanku tinggal di sini ? Maksudku..Aku bukan manusia” Ujar Gayoon sambil mengecilkan volume suaranya.

Luhan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal “Aku percaya padamu Gayoon-ssi…” Jawabnya pendek “Baiklah,sudah cukup lihat-lihatnya,sekarang pakailah pakaian yang kau inginkan dan aku akan makan malam,lalu aku akan mengajakmu untuk membeli ya..barang pribadimu mungkin” Sambung Luhan.

Ia berdiri dan pergi menuju ke meja makan.Selama Luhan berjalan,Gayoon menatap punggung lelaki itu.Ia seolah bisa merasakan lelah yang menghampiri Luhan.Namun,ia juga tahu bahwa Luhan berusaha menutupinya

Waktu berlalu dengan cepat.Gayoon dan Luhan telah berdiri di antara toko-toko pakaian yang berada di pinggir jalan.Mereka memasuki sebuah toko dan mulai memilih.

“Pilihlah yang kau butuhkan,aku akan menunggumu di luar” Luhan kemudian memberikan beberapa lembar uang “Ini untuk membayar” Ujarnya sambil menyodorkan uang tersebut pada Gayoon.

Kini,Luhan sedang berdiri di dekat jendela kaca bertuliskan nama toko tersebut.Ia mengeluarkan sebuah kertas undangan dari dalam sakunya dan kembali mencermati undangan tersebut.

Ia merasa sangat bodoh sekarang,bagaimana mungkin ia merindukan seseorang yang tak seharusnya ia rindukan ?

Ini hal yang salah

Ini tidak boleh terus berlangsung.

Namun,gadis bernama Kim Dae Ra itu benar-benar membuatnya hancur sekarang.Ia seperti di tusuk oleh sembilu tepat di jantungnya.Ia seakan sangat rapuh dan sebentar lagi akan hancur menjadi serpihan-serpihan debu yang sama sekali tak ada gunanya.

Andai saja dulu ia tak melepaskan Dae Ra…

Andai saja dulu dia tidak bertindak gegabah..

Semua ini pasti tak akan pernah terjadi—Namun sekarang ? Ia benar-benar telah menyesali perbuatannya..

Perbuatan yang tak akan pernah ia lupakan sepanjang masa..

Dan ia harus mulai bersiap sekarang.Ia harus menerima kenyataan bahwa sebentar lagi Kim Dae Ra akan menikah dengan pilihannya.Mereka akan hidup bahagia,atau mungkin sangat bahagia.

“Kau baik-baik saja Luhan-ssi ?”

Tiba-tiba terdengar suara seseorang.Dengan reflex Luhan kembali memasukkan undangan tersebut ke dalam saku mantelnya.Ia menengok dan melihat Gayoon telah membawa beberapa kantong plastik yang sepertinya adalah hasil dari belanjaannya.

“Gayoon-ssi..Kau sudah selesai ?” Luhan bertanya balik

“Tentu saja” Jawab Gayoon datar “Jadi,apa kau baik-baik saja Luhan-ssi ?” Sambungnya.

Luhan menggeleng “Aku baik-baik saja..Ngomong-ngomong,kau tidak perlu memanggilku Luhan-ssi..Cukup panggil aku Luhan saja”

“Kalau begitu kau juga boleh memanggilku Gayoon..” Sahut Gayoon cepat.

Luhan tersenyum kecil,setidaknya ia bisa sedikit melupakan gadis bernama Kim Dae Ra itu.Waktu menunjukkan bahwa hari mulai larut malam,akhirnya mereka memutuskan untuk segera kembali ke apartemen.

Karena sudah lumayan larut,mereka kembali menggunakan taksi.Sepanjang perjalanan,Gayoon terus melihat ke luar.Entah apa yang sedang difikirkan gadis itu,tapi sepertinya ia sedang rindu akan sesuatu..Namun,entahlah—

Tiga puluh menit berlalu,mereka telah sampai di depan apartement milik Luhan.Mereka berjalan dengan pelan,namun tiba-tiba bayangan seseorang terlihat sedang menghampiri mereka.

“Luhan-ssi , kau kah itu ?”

Ujar seseorang yang tiba-tiba saja menepuk pundak Luhan.Mereka berbalik dan melihat Donghyun sedang berdiri dengan bingung “Kau ..?” Donghyun menatap perempuan yang berdiri di samping Gayoon “Dia kekasihmu ?”

Luhan menggeleng dengan cepat,ia memutar otaknya berusaha mencari alasan “Eh,aniya..dia..dia sepupuku..maksudku dia akan menginap di sini sementara waktu..eh,ya benar begitu”

“Sepupu ?” Donghyun mengulangi ucapan Luhan.

“Ne..Tanyakan saja padanya”

“Annyeong haseyo..Heo Gayoon imnida..saya adalah sepupu Luhan,senang berkenalan dengan anda” Ujar Gayoon begitu menangkap sinyal dari Luhan—Pria itu mengelus dadanya karena Gayoon ternyata mau mengaku menjadi sepupunya.Jika tidak,maksudku jika Gayoon mengaku vampire.Luhan tak tau apa yang akan terjadi.

Donghyun menatap Gayoon dari atas ke bawah “Oh ne..Kim Donghyun imnida,senang berkenalan dengan nona..”

“Baiklah,sepertinya kami harus masuk dulu..hyung tau ? Gayoon harus segera menelepon ibunya sebelum ibunya kelabakan,benar kan Gayoon?” Ujar Luhan sambil meringis pada Gayoon

Gagis itu mengangguk,lalu tiba-tiba saja tangannya telah di genggam oleh Luhan dan dalam sekejap pria itu menarik Gayoon untuk menjauh dari Donghyun sebelum semuanya terlambat.

TO BE CONTINUED

Iklan

13 pemikiran pada “The Sacrifice Blood Part III

  1. huahhh….. ngeri bgt tu si gayoon. Q jdi mikirin filn jepang yg q pnya itu jga makan anjing.
    Tpi… ap di sini kris blm muncul ap di chap slanjutnya ya????
    q tunggu klnajutannya ya…

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s