The Time Part V (The Start of Everything)


the-time2

Title :  The Time Part V (The Start of Everything)

Author : Heena Park

Length : Multichapter

Ratting : PG

Genre : Romance,Action,Fantasy,Family

Poster By Art Factory|| QuinAegyoMin

Main Cast :

-Shin Heera / Kim Heera

-Kim Jong In (Kai)

-Oh Sehun

-Seo Yu Na

Backsong :

-Christina Perri *A Thousang Years*

-Flightless Bird,American Mouth *Iron & Wine*

-EXO *Let Out The Beast*

-EXO *MAMA*

-EXO *Black Pearl*

Cuap-Cuap Author : Annyeong haseyo readers ^^ . Masih ingat dengan FF TWO MOONS ? . Kalau masih,semoga kalian berkenan membaca dan memberikan komentar untuk sequel dari FF tersebut ^^.Berbeda dengan sebelumnya,di FF ini saya akan membuat satu buah sudut pandang dalam satu part.Jadi tidak akan saya campur beberapa sudut pandang dari orang yang berbeda dalam satu bagian cerita atau part ^^– Enjoy This FanFiction and Don’t Forget to Comment ^^

Disclaimer : FF ini adalah milik ‘SAYA’.Semua Main Cast di FF ini adalah ciptaan Tuhan.Cerita ini hanya karangan belaka,jika ada kesamaan nama Tokoh dan kejadian,harap dimaklumi ^^. Selain itu , FF ini juga terinspirasi dari Film The Twilight Saga Breaking Dawn ^^.

Don’t BASH !

Don’t be a PLAGIATOR !

Don’t be a SILENT RIDERS !

= = = = >

 

 

 

( Author )

 

Drak !!

Seorang gadis yang berusia sekitar dua puluhan melempar Heera hingga mengenai kaca almari.Aliran darah mengalir dari pelipis perempuan itu dan terus turun melalui pipinya.Ia naikkan tangan kanannya dan mengusap darah yang terus mengalir itu.

“Tidak akan ku biarkan kau tetap hidup !” Teriak gadis yang tadi melemparnya.Gadis itu berlari ke arahnya sambil membawa sebuah pisau yang siap untuk ia tancapkan pada tubuh lemah Heera.

Brakk !!!

Seorang pria menghalau gadis itu dan melemparnya ke arah pintu.Dengan sigap pria itu langsung membantu Heera berdiri dan menyuruhnya untuk menyelamatkan diri “Heera-ya,pergilah gadis itu bisa membunuhmu” Ujarnya cemas.

Heera menggeleng mantap “Tidak,aku yang akan menghadapinya—Sebaiknya kau yang pergi,dia berbahaya untukmu”

“Kau fikir ? Aku akan membiarkanmu melawannya sendiri ? Jangan bermimpi !”

“Tapi kau … Sehun awas !!!”

Drakkk !!

Heera mendorong Sehun ke belakang karena ia tahu bahwa gadis tadi akan menyerang Sehun.Gadis itu tidak terima karena keinginannya membunuh Heera di halangi oleh Sehun.Namun sekarang,Heera-lah yang akan melindungi Sehun

Heera melompat ke depan gadis itu,ia gunakan kakinya untuk menendang namun sayangnya gadis itu berhasil menangkap kaki Heera dan sekali lagi ia melemparkan Heera.

Bruk !

Perempuan itu jatuh tepat mengenai Sehun,namun Sehun tak bergeming ataupun mengeluh,dengan sigap ia membantu Heera berdiri,menatap ke-dua mata bening Heera dan melihat secerca harapan di dalamnya.Ia tahu bahwa sebenarnya Heera telah lelah menghadapi gadis gila di depannya,namun ia masih berusaha karena ia yakin bahwa ini adalah jalan satu-satunya yang bisa ia perbuat.

Sehun memegang pundak Heera,sekarang ia yakin.Ia percaya bahwa ini jalan yang benar.Dengan mantab dan intonasi yang jelas , Sehun berucap “Kita berjuang bersama,demi Kai”

Heera terperangah,ia menaikkan wajahnya dan melihat Sehun.Ia bisa merasakan keyakinan yang ada dalam diri Sehun sekarang,inilah Sehun yang selama ini dia kenal.Sehun yang pantang menyerah.

Mereka berpegangan tangan dan membalikkan tubuhnya ke arah gadis tadi—Gadis itu kini sedang berlari ke arah Sehun dan Heera.Dengan mata berbinar-binar Sehun dan Heera mengangkat ke-dua tangannya dan mengarahkannya kepada gadis tadi.

Dan ketika gadis itu tepat berada sekitar sepuluh meter dari mereka, Heera menutup matanya dan berteriak.

“FIRE !”

Teriak Heera,membuat api keluar dari dalam tangannya dan membakar tubuh gadis di depannya,dan kini giliran Sehun untuk beraksi.Ia menutup matanya dan berteriak

“WIND!”

Seketika terjadilah putaran angin yang menjalar ke arah gadis yang sedang terbakar itu.Gadis itu merintih ke panasan,dan kini putaran angin yang begitu ganas menerpanya,membuatnya semakin lemah dan menjadi debu.

“Heera,kau baik-baik saja?”

Tiba-tiba terdengar suara Kai.Heera melihat sekitar dan tak menemukan lelaki itu,ia kebingungan,padahal ia mendengar suara Kai.Namun ia tak melihat wujudnya—“Kai,kau di mana ? Kai? Kai ?”

Heera membuka matanya dan terbangun dari tidurnya.Sial ! Jadi tadi hanya mimpi ? . Heera mengerjap-kerjapkan matanya dan mendapati Kai sedang duduk di pinggiran ranjang sambil menatapnya cemas.Ia terbangun dan melingkarkan ke-dua lengannya pada Kai.

“Sss… Kau kenapa Heera-ya ? Apa kau bermimpi sesuatu yang buruk?” Tanya Kai sambil membalas pelukkan Heera.Namun perempuan itu tak bergeming,ia masih sibuk tenggelam dalam pelukkannya dan Kai.Ia takut kehilangan Kai,sangat takut—

“Heera-ya” Ujar Kai lagi.Akhirnya Heera menyerah,ia melepaskan pelukkannya pada Kai dan menunduk di depan lelaki itu.Bibirnya gemetaran,entah kenapa ia bisa bermimpi seperti tadi.Ini membuatnya frustasi dan argh~ Dia tidak bisa berfikir,dia takut bahwa hal tadi akan benar-benar terjadi.

“Nyonya Kim,apa kau tak berniat menjawab pertanyaan suamimu ini?” Sambung Kai lagi.Tangan kananya bergerak memegang dagu Heera dan menaikkannya.Ia melihat tatapan takut pada mata Heera,aneh sekali.Namun,tak lama kemudian Heera mulai bergumam “Aku..mimpi buruk”

“Bersediakah kau menceritakannya?”

Heera menggeleng dan menaikkan pundaknya “Entahlah,ku rasa itu bukan hal yang bagus untuk di ceritakan”.Kai mendesah berat “Jadi,kau mau menyembunyikan sesuatu dari suamimu?” Protesnya pada Heera.Namun perempuan di depannya itu sama sekali tak menggubris dan malah berlari ke toilet sambil mual-mual—Mungkinkah?

“Heera-ya ? Kau baik-baik saja ?” Sekali lagi Kai bertanya cemas.Tangan kananya mengusap pundak Heera sedangkan tangan kirinya memegangi lengan Heera—Heera berbalik dan menyandarkan tubuhnya pada dinding sambil memegangi perutnya,ia mengeluh sakit kepala dan rasanya mual sekali.

“Lebih baik kita ke dokter” Kai menyarankan,tetapi Heera menolaknya.Ia sangat lemas untuk berjalan “Sudah berapa lama kau seperti ini ? Beberapa hari ini aku sering melihatmu berlari ke Toilet setiap pagi” Sambung Kai pada Heera.

“Entahlah,sepertinya beberapa hari setelah kita pindah ke rumah ini,rasanya mual sekali”

“Heera ?” Kai menaikkan alisnya “Hmm?” Respon Heera “Apa bulan ini kau sudah ..?”

“Datang bulan ? Tidak,aku belum datang bulan” Sergah Heera cepat.Kai melebarkan matanya dan ternganga “Jangan-jangan kau .. Kita harus ke dokter sekarang , cepat !”

 

*****

“Hamil ? Aku hamil ?” Heera tak masih saja tak percaya ketika melihat hasil pemeriksaan.Ia membolak-balik kertas itu sambil menundukkan kepala di dalam mobil.Kai menyiku kecil lengan Heera “Apa kau tak bahagia mendengarnya ?” Tanyanya bingung.

Heera menggeleng “ Bukan,bukannya aku tidak bahagia—Hanya saja,aku merasa ada sesuatu di balik ini semua—Aku tak tahu apa”

“Sudahlah Heera, aku tak mengerti jalan pikiranmu.Lebih baik kita bicarakan hal lain saja,aku sedang tidak ingin berdebat”

“Tapi Kai..”

“Heera,sudah ku bilang,aku sedang tak ingin berdebat—Aku yakin itu hanya perasaanmu saja.Aku bahkan tak mengerti apa yang merasuki pikiranmu sehingga kau seolah tak mau menerima janin ini.Apa kau belum siap menjadi seorang ibu?”

Heera mendesah panjang dan memejamkan matanya,ia lalu menyandar ke kursi “Tidak,bukan begitu,tapi…Mungkin kau memang benar,lebih baik kita bicarakan hal lain saja.Oh ya,lebih baik kita beritahu orang tua kita serta yang lain soal ke-hamilanku ini”

Kai mengangguk dan segera melajukan mobilnya ke arah rumah orang tua Heera,sesungguhnya Kai sangat tidak sabar untuk memberitahukan kabar gembira ini pada mertuanya,orang tuanya,serta para hyung dan saengnya.

Semenjak pembicaraan tadi Kai dan Heera memilih untuk tutup mulut,entah apa yang sedang meracuni pikiran mereka.Heera merasa seolah ada yang salah pada dirinya,ia tak tahu itu apa.Seolah ada sesuatu yang ganjil.

Dakk !!

Tiba-tiba mobil yang dikendarai Kai menabrak seseorang.Mereka berdua membelalakkan matanya dan segera turun,mencoba melihat siapa yang mereka tabrak dan apakah orang itu baik-baik saja.Namun Nihil,mereka sama sekali tak melihat siapapun.Hanya ada pohon-pohon rindang di pinggir jalan.

Kai mencoba mengamati sekitar,seolah was-was bila terjadi sesuatu.Ini aneh,bagaimana mungkin tidak ada siapapun ? Padahal ia tadi jelas-jelas merasa bahwa telah menabrak seseorang.Ah tidak,mungkin saja ia menabrak hewan.Tapi sungguh,di sana tidak ada bangkai apapun.Ini ganjil.Ini tidak mungkin terjadi jika tidak ada sesuatu.

“Aa—“

Tiba-tiba Heera mengerang dan memegang perutnya.Ia kesakitan,sangat sakit.Dengan cepat Kai menghampiri Heera dan memegang lengan perempuan itu “Kenapa ?” Tanyanya khawatir.Heera menggigiti bibirnya sambil terus memegangi perutnya “Aku tidak tahu,ini sakit seka—Argh..”

“Kita kembali ke Rumah Sakit”

“Tidak Kai,bawa aku pulang saja” Cegah Heera pada Kai.Ia tidak ingin kembali ke Rumah Sakit,karena ia yakin ini tak ada hubungannya dengan kesehatannya.

“Tapi..”

“Kai..”

“Baiklah..” Kai menggendong Heera dan membawanya masuk ke dalam mobil,lalu ia menuju ke tempat duduknya dan mulai menyalakan mesin lalu berputar arah.Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.

Namun dalam perjalanan tiba-tiba Heera menemukan sesuatu di samping kakinya.Ia membungkuk dan mengambil sebuah kertas bewarna coklat tua dengan tinta bewarna merah yang sepertinya di tulis tangan.Terlihat beberapa huruf dalam kertas tersebut.

“Waktu akan membuatnya terlahir di dunia”

“Kai..” Heera memanggil Kai dan membuat pria itu menatapnya “Mwo ?” Tanyanya lalu kembali memalingkan wajah ke depan.Heera menggigiti bibir bawahnya lagi “Aku menemukan kertas ini,apa ini milikmu?”

Kai kembali menatap Heera,ia terkejut dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu menyahut kertas yang tengah di bawa Heera “Di mana kau menemukannya ?” Gumamnya yang masih memasang tampang tekejut.Heera menaikkan pundaknya “Aku menemukannya di bawah,itu milikmu?”

Kai menggeleng “Bukan,ini bukan milikku” Ia menurunkan kertas itu dan menatap Heera “Tidak mungkin,apa yang mereka inginkan ?”

Heera mengkerutkan keningnya “Mereka ? Mereka siapa ?Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti”

Ia mengulurkan tangannya lalu melingkarkannya pada tubuh Heera dan menariknya dalam pelukkan.Heera tak mengerti akan sikap Kai yang sangat aneh.Namun ia tak meronta,karena ia sangat suka ketika Kai sedang memeluknya “Kai..ada apa ?” Tuturnya lembut.

“Kita akan ke rumah hyung dan saengku sekarang” Jawab Kai lalu melepaskan pelukkannya dan kembali melajukan mobilnya

*****

“Darimana kau mendapatkannya ?” Gumam Kris pada Kai dan Heera yang diikuti dengan tatapan penuh pertanyaan dari yang lainnya.Heera membuka mulutnya “Aku yang menemukannya,itu terletak di dekat kakiku di dalam mobil” Jawabnya dengan suara serak.

“Ini aneh,aku yakin surat ini berasal dari EXO Planet,ini berasal dari Kerajaan.Tapi,aku tak tahu apa maksud dari ‘kelahiran’ . Maksudku,siapa yang akan lahir?” Sahut Lay yang tiba-tiba menengahi pembicaraan.

“Aku rasa itu memang untukku..Maksudku,aku sedang mengandung” Ucap Heera lirih yang di respon dengan tatapan kaget dari semua orang yang berada di ruangan itu.Tentunya kecuali Kai karena ia sudah tahu

“Kau hamil ?”

“Benarkah ?”

“Secepat itu ?”

“Ini benar-benar kejutan ?”

“Apa aku akan segera menjadi paman ?”

“Chukkae..”

Perkataan itu langsung mengalir selang beberapa detik setelah mereka terkejut.Namun,nampaknya Kai dan Heera sama sekali tak mendengar oh tidak,bukan tak mendengar namun sengaja untuk tidak memperdulikan perkataan itu.Karena sekarang yang ada di fikiran mereka adalah apa arti dari kertas itu.

OoOoO

EXO PLANET

“Apa-apaan ini ? Aku tidak akan membiarkannya terjadi !” Sehun memberonta,ia berjalan ke luar dari ruangan,namun ayahnya mencegahnya “Sehun-a..Tenanglah,ini sudah menjadi keputusan Kerajaan.Kita tidak bisa menolaknya” Gumam Chang Hun menenangkan.Sehun menaikkan alisnya “Tapi appa,mereka pikir mereka siapa ? Seenaknya membuat keputusan seperti itu—Aku tidak bisa menerimanya”

“Sehun-ah…Berfikirlah dengan bersih.Bukankah sejak dulu itu memang sudah di atur ?”

“Tapi appa ..”

“Tenanglah , kita akan mencari jalan keluarnya bersama-sama”

“Sungguh—Aku tidak ingin melihatnya sedih appa,kau tau kan seperti apa perasaanku padanya ? Sekarang aku sudah cukup bahagia karena ia juga bahagia”

“Appa tahu,maka dari itu kita akan mencari jalan keluarnya.Walaupun itu tidak mudah”

Sehun mengkerutkan keningnya “Bukankah lebih baik kita memberitahukan ini pada yang lainnya ?”.Chang Hun berpikir,Ia memutar otaknya lalu berucap “Ide bagus,tapi tidak untuk Heera.Ini bukanlah kabar yang bagus untuknya”

Sehun mengangguk “Lalu Kai ?”

“Kita harus memberitahunya,karena ini berhubungan dengannya” Chang Hun menatap mata Sehun lekat dan mengangguk dengan yakin. “Jadi,kita kembali ke Bumi sekarang ?” Sahut Sehun.Chang Hun mengangguk dan berbalik arah “Segera bersiap-siaplah,kita harus sampai di Bumi secepat mungkin”

OoOoO

BUMI

“Mwo ? Hamil ? Ahhh~ Chukkae chagiya…appa..appa..dengar itu,kita akan segera menjadi kakek dan nenek” Gumam ibu Heera di telepon.Entah ada angin apa,tiba-tiba saja ibu Heera menelpon dan menanyakan apa terjadi sesuatu pada Heera.

Heera meringis,ia menatap Kai yang berdiri di sampingnya,juga Kris beserta yang lainnya yang sedang duduk di sofa sambil menatap Heera tegang.Heera menutupi ponselnya dengan tangan dan berucap kecil “Apakah aku harus memberitahu amma soal kertas tadi ?”

Semua saling menatap,lalu Suho berdiri “Sebaiknya tidak” Ujarnya pelan dan di sambut anggukkan oleh yang lainnya.Heera menatap Kai dan lelaki itu hanya menganggukkan kepala,sepertinya ia setuju dengan perkataan Suho.Akhirnya Heera menyerah,ia menarik tangannya dan mendekatkan ponselnya “Amma,sudah dulu ne,tiga hari lagi Heera akan ke sana” Ucapnya lalu memutus sambungan telepon.

Ia mendesah pelan “Lalu sekarang bagaimana ?” Tanyanya.Kai kembali menarik Heera dalam pelukkannya namun ia tak berkata apapun.Hanya memeluk Heera,itu saja—

Krek ..

Terdengar suara pintu terbuka,mereka semua berbalik dan melihat siapa yang datang.Dua orang pria berjalan ke arah mereka.Seorang pria berusia sekitar setengah baya,sedangkan seorang lagi terlihat masih muda dan tampan pastinya.

“Sehun..” Heera membuka mulutnya dan menyebut nama ‘itu’.Seketika Sehun menyunggingkan senyum di bibirnya dan berucap “Lama tidak bertemu,Nyona Kim” Ucapnya getir.Heera menatap Kai,ia seolah mengatakan “Bolehkah aku menghampirinya ?” Tatapannya memelas dan sangat memohon.

Mengerti apa yang di inginkan Heera,Kai-pun mengangguk.Tak ingin membuang waktu Heera segera berjalan dengan cepat ke arah Sehun lalu melingkarkan ke-dua lengannya di leher Sehun membuat seisi rumah terkejut,apalagi Sehun.Ia tak menyangka bahwa Heera akan memeluknya.Namun,entah mengapa ia langsung membalas pelukkan Heera dan tiba-tiba ia merasa begitu nyaman.Ini adalah efek dari Black Pearl,itu sudah pasti—

“Ke mana saja kau hah ? Aku merindukanmu” Ucap Heera terbata,ia merasa bahwa butiran bening mulai meluncur dari matanya dan jatuh mengenai pipinya.Sehun melonggarkan pelukkannya “Aku sedang berada di EXO Planet nyona Kim,eh,kenapa kau menangis ? Bukankah kau sudah berjanji padaku bahwa kau tidak akan menangis ?”

Heera memukul kecil lengan Sehun “Yak,Oh Sehun.Aku menangis bahagia,kenapa kau tak mengerti ? Oh ya,kau cukup memanggilku Heera seperti biasa—Kau membuatku gugup jika kau memanggilku dengan sebutan Nyonya Kim”

“Hei Kai hyung,lihatlah dia tidak mau mengakuimu” Teriak Sehun pada Kai lalu tertawa.Heera memukul lengan Sehun sekali lagi “Yak,kenapa kau semakin menyebalkan hah ?” Gumamnya lalu tertawa lagi.

“Black Pearl girl,bagaimana kabarmu ?” Tiba-tiba Chang Hun melontarkan pertanyaan.Heera menatap lelaki di samping Sehun lalu membungkuk “Baik,ahjussi ?”

Chang Hun tersenyum kecil “Baik,lama tak bertemu denganmu” Chang Hun menatap Kai sejenak lalu ia menatap Sehun dan mendekatkan bibirnya pada Sehun—Tak lama kemudian Sehun mengangguk lalu Chang Hun berjalan menghampiri Kai.

Heera melihat gerak-gerik Chang Hun yang aneh,namun Sehun sepertinya berusaha mengalihkan perhatiannya “Heera-ya,bagaimana kalau kita mengobrol lagi ?” Gumam Sehun.Heera membalikkan kepalanya dan mengangguk.

Sehun mengajak Heera ke luar dari rumah dan duduk di akar pepohonan yang besar.Ia mulai membuka pembicaraan “Jadi ?”

“Aku hamil..” Ucap Heera lirih.Sehun membelalakkan matanya,ia seolah tak percaya pada apa yang ia dengar sekarang.Shin Heera ? Hamil ? Anak Kai ? Apakah ini benar-benar terjadi ?

“Awalnya aku merasa bodoh,ketika membaca surat dokter bahwa aku hamil,ini terasa seperti mimpi—Aku tak yakin dan aku merasa ada sesuatu yang ganjil dalam diriku” Heera menghela napas panjang lalu melanjutkan ceritanya “Aku tahu ini aneh,tapi…aku benar-benar merasa bahwa ada sesuatu yang ganjil dalam diriku”

Sehun menutup matanya,ia seolah sedang berpikir.Entah apa yang sedang ia pikirkan,namun tak lama kemudian ia membuka kelopak matanya dan menatap lekat-lekat ke arah Heera “Boleh aku memegang perutmu sebentar?”

Heera mengkerutkan keningnya,permintaan Sehun yang ini—Apa dia tidak salah ? Kenapa aneh sekali ? Apa Sehun sedang sakit ?

“Aku merasakan sesuatu,sungguh” Ucapnya untuk meyakinkan Heera.Akhirnya perempuan itu mendekat pada Sehun dan membiarkan Sehun memegang perutnya yang memang masih kecil itu.

Perlahan namun pasti,Sehun mengerakkan tangannya dan memegang perut Heera.Ia membelai pelan perut Heera dan kembali memejamkan matanya.Ia merasakan sebuah getaran yang aneh dalam dirinya.Sebuah getaran yang datang menyeruak dalam tubuhnya dan menjalar bagaikan listrik.

“Fantastic” Ujar Sehun begitu membuka matanya.

*****

Kai memukul tembok dengan sangat keras,ia merasa sangat marah ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Chang Hun.Ia tidak terima pada apa yang menerpanya sekarang.Ia merasa seperti boneka yang dipermainkan.

“Kai,lebih baik kau bertanya pada orang tua angkatmu” Ucap Chang Hun.Kai berbalik dan menatap pria setengah baya itu “Tapi itu percuma ahjussi,tidak akan ada gunanya” Ucap Kai yang merasa terpuruk.

“Appa dan eomma sudah keterlaluan !” Ujar Baekhyun tiba-tiba.Ia juga merasa marah atas apa yang telah di lakukan orang tuanya.

“Aku yakin,orang tuamu pasti tak akan menyangka kalau kejadiannya seperti ini,dia tak akan menyangka kalau kau akan menikah dengan Heera”  Ucap Xiumin.

“Lalu sekarang bagaimana ?” Kai balik bertanya “Aku tidak ingin meninggalkannya” Sambungnya lalu terduduk di lantai,ia merasa rapuh sekarang.Sangat rapuh.

Suho mendekat pada Kai dan menepuk pundak saengnya “Kita akan mencari jalan keluarnya bersama-sama” Ucapnya “Baekhyun-a..Besok katakan pada orang tuamu bahwa kita ingin menemuinya” Sambung Suho.

Baekhyun mengangguk tanda mengerti “Baiklah,kita harus segera membicarakan ini sebelum semuanya terlambat” Lontarnya.

TO BE CONTINUED

Iklan

20 pemikiran pada “The Time Part V (The Start of Everything)

  1. kok kai mw ninggalin heera tp disuruh ortu baekyhun ?
    terus kenapa wktu sehun megang perut heera ada getaran listrik.a ?
    fighting ya thor

  2. Yah kai nya kenapa kok mau ninggalin? ): sorry ya thor ga bisa komen di part 3&4 aku udh coba 3x tapi error huhuhu ): part 3&4 nya bagus bgt. Ini juga bgus, keep writing yaa ! 🙂

  3. heera hamil tapi heeranya gk senang ?? knp??
    kai,. apa yg akn terjadi?? apa ada hubungannya sama mimpinya heera??
    kok sehun bisa merasakan sesuatu sama kehamilnnya heera.,.??
    penuh tanda tanya,., penasarannnnn

  4. Udh hamil ajj Heeranya aduhhhhh aq blm mnta pw nya hahahahh bis lg seru2ny baca sihhhh mkin seru ajj crtnya aq sukaaaaaaaaaa

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s