No Other Part III (END)


No Other

 

Title : No Other
Author : Heena Park
Genre : Romance gado-gado *plakk*
Main Cast :

-Kim Heechul
-Choi Sooyoung
-Tiffany
-and Other

Plagiat di Larang Masuk..!!!

 

.

 

.

 

Previous ==>

 

“Kampus? Untuk apa kau ke sana?” Tanya Sooyoung heran “Sudahlah,ikuti saja kata-kataku” Paksa Heechul.Sooyoung mengangguk dan segera menyalakan mobilnya lalu pergi.

 

Next ==>

 

 

 

“Jadi sekarang apa?” Sooyoung berdiri di samping mobilnya,kedua lengannya ia silangkan untuk menghilangkan sedikit rasa dingin yang menderanya.Matanya mengamati Heechul yang terlihat termenung , ia seakan putus asa—Apa hal tadi yang membuatnya putus asa ?

“Kim Heechul,kau baik-baik saja ?” Kali ini Sooyoung dengan segala keberanianya akhirnya menempelkan telapak tangannya di kening Heechul,dan anehnya lelaki itu tak menepisnya.Lelaki itu masih terdiam,dan ia mulai menatap Sooyoung.

“Mianhae” Apa ? Apa tidak salah dengan apa yang dikatakan oleh lelaki itu ? Apa dia mulai gila ? Kenapa ia meminta maaf ?

“Untuk apa ?” Sooyoung menyipitkan matanya

“Untuk yang tadi,aku tidak menyangka bahwa dia akan menyalahkanmu”

Sooyoung tersenyum,ia memegang pundak Heechul “Tak apa” Sahutnya tulus “Ngomong-ngomong,orang tadi,maksudku siapa mereka ?” Sambungnya penasaran.

Heechul tersenyum pahit,sepertinya ia tidak terlalu suka membicarakan lelaki itu.Namun,akhirnya ia membuka mulutnya dan mulai berbicara “Dia..Dia anak angkat appaku..” Ia berhenti sejenak dan menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan “Appaku,ia terkena serangan jantung karena sikapku yang kurang ajar.Ya,aku tau—Aku memang kurang ajar”

“Lalu ? Kenapa hyungmu ? Tunggu..jadi,hyungmu marah padamu karena sikapmu membuat appamu terkena..”

“Benar!” Heechul memotong perkataan Sooyoung “dan ia mengira bahwa sikapku yang kurang ajar ini karena kau.Ia berfikir bahwa kau yang membuatku seperti ini—Padahal aku seperti ini karena appaku sendiri,ia tidak pernah perduli padaku..Ia lebih perduli pada Hee Won hyung,dan itu membuatku muak”

Sooyoung mengangguk-angguk,ia mengerti “Aku memang tidak pernah merasakannya,tapi aku harap kau bisa bersabar”

Lelaki itu berbalik,ia menatap Sooyoung “Lebih baik , kau segera pulang dan soal perjanjian kita waktu itu.Aku membatalkannya,kau tidak perlu melayaniku lagi.Aku tidak ingin kau terkena imbas dari masalahku” Ujarnya lemas,tatapan matanya seolah bersalah karena ia telah membawa Sooyoung ke dalam masalahnya

“Mwo ?” Ia menajamkan pandangannya “Tapi…”

“Sudahlah Choi Sooyoung,lagipula saat itu aku hanya bermain-main.Tapi kau menanggapinya serius dan mau menerima perjanjian bodoh itu” Heechul menghimpit (?) Sooyung dengan kedua lengannya di badan mobil “Aku hanya ingin melihat reaksimu saat itu,karena kau terlalu cuek dan tidak perduli pada dunia—dan itu membuatku tertarik padamu”

Deg !

Apa yang lelaki itu katakan ? Ia berkata bahwa selama ini ia tertarik pada Sooyoung ? Apa dia sedang mengigau ?

Sesaaat perasaan Sooyoung menjadi tak karuan,ia merasa pusing dan otaknya berputar dengan lambat.Apa dia mulai gila sekarang ? Namun dengan cepat Heechul menuntun Sooyoung masuk ke dalam mobilnya dan berkata “Berhentilah melamun dan segeralah pulang, oh ya..Cobalah becermin dank au pasti akan tertawa jika melihat ekspresimu sekarang” Ujarnya lalu menutup pintu mobil Sooyoung dan berjalan meninggalkannya.

*****

Sinar mentari masuk melalui celah-celah kecil jendela kamar Sooyoung,gadis itu telah terbangun dan sedang berdiri di depan cermin.Berkali-kali ia menepuk-nepuk pipinya seolah tak percaya akan apa yang terjadi padanya kemarin.

Bagaimana mungkin seorang Kim Heechul bisa tertarik padanya ? Apakah kemarin ia salah dengar ? Tapi tunggu,ia benar-benar mendengar perkataan lelaki itu dengan jelas,jadi mana mungkin ia salah dengar ?

Sooyoung memutar bola matanya dan menggeleng,ia merasa bingung namun sudahlah daripada ia memikirkan hal itu lebik baik ia segera berangkat ke kampus.

Ia bergerak menuju mobilnya dan menyalakan mesin kemudian berangkat menuju kampus.Tak butuh waktu lama ia sampai di sana.Segera ia keluar dan menatap sekitar.Seperti biasa,seorang Kim Heechul sekarang sedang bermain basket dengan keringat yang hamper memenuhi seluruh tubuhnya.

Ia benar-benar hebat dan mempesona , dan Sooyoung baru menyadarinya hari ini—Bodoh sekali.

“Sooyoung-ah!” Seorang gadis berlari menghampiri Sooyoung “Baru sampai?” Tanyanya.Sooyoung mengangguk dan meng-iyakan perkataan Tiffany.

“Tumben datangnya siang ? Ada masalah ?”

Sooyoung menggeleng “Tidak,ayo ke kelas” Jawabnya lalu menggandeng Tiffany menuju ke kelas.Sementara itu Heechul terlihat memegang bola basket sambil menghela napas panjang.

“Hei Kim Heechul , sampai kapan kau akant terdiam seperti itu !”

Heechul terkejut mendengar teriakkan temannya,dengan segera ia meminta maaf dan mulai bermain basket kembali.

 

*****

 

“Mwo ? Benarkah ?” Tiffany membelalakkan kedua matanya mendengar cerita Sooyoung.Ia tak menyangka bahwa kemarin Heechul telah di pukul oleh kakak tirinya sendiri

“Ne,aku juga tak habis fikir,tapi sudahlah..itu bukan masalahku”

“Lalu ? Kenapa dia menyuruhmu untuk berhenti menjadi asisten pribadinya ?”

“Aku tau kau sebenarnya ingin berkata pembantu,tapi sudahlah..Ia tak ingin aku terseret masuk ke dalam masalahnya lagi pula ia juga sudah mengatakan bahwa dia…”

“Heechul berkelahi dengan Lee Donghae !” Ujar seorang mahasiswa bernama Lee Sungmin.Sooyoung dan Tiffany berbalik laru berlari ke luar.Di lihatnya Heechul dan Donghae yang sedang memukul satu sama lain.Apa lelaki itu sudah gila ? Bodoh !

Beberapa siswa mulai melerai mereka , namun sepertinya kedua lelaki itu tidak ingin berhenti dan masih saja memaksa untuk bisa berkelahi.

Tak ingin diam saja,Sooyoung berlari kea rah mereka berdua dan berdiri di tengah-tengah Heechul dan Donghae dengan kedua tangan melindungi kepala.Sentak saja kedua lelaki itu berhenti dan menatap Sooyoung

“Apa yang kau lakukan ?Apa kau sudah gila ?” Donghae berteriak pada Sooyoung

“Hei ! Bisakah kau tidak berteriak padanya ? Sekali lagi kau berteriak seperti itu,aku akan membunuhmu!” Sahut Heechul,ia mengacungkan jari telunjuknya pada Donghae.

“Sudah ! Hentikan ! Kalian berdua yang sudah gila ! Apa kalian tidak punya malu ? Ini tempat umum,kenapa kalian malah berkelahi seperti preman ? Apa yang kalian lakukan bisa membuat nama baik kampus kita jatuh.Apa kalian tidak sadar itu ?” Ujar Sooyoung tegas.Ia menatap kedua lelaki itu bergantian

“Tapi dia yang memukulku terlebih dahulu” Donghae menuduh Heechul

“Kau yang memulai bodoh ! , Jika kau tidak berkata seperti itu ,aku pasti tak akan memukulmu !” Jawab Heechul tak mau kalah

“Sudah ! Kalian semua bersalah ! Heechul,aku ingin bicara padamu dan kau,lebih baik segera pergi” Ujar Sooyoung lalu menarik Heechul bersamanya.Ia mengajak lelaki itu di samping kampus.Mereka duduk di salah satu bangku dan Sooyoung mengobati wajah Heechul yang babak belur karena perkelahian tadi.

“Ah~ Kau ini,mengapa bodoh sekali” Sooyoung mengomel pada lelaki yang sedang duduk di sampingnya,entah sejak kapan ia merasa bahwa Heechul adalah tanggung jawabnya.Ia merasa harus melindungi Heechul,padahal seharusnya Heechul yang melindunginya

Heechul mengernyit kesakitan ketika Sooyoung mengobati lukanya “Sudah ku bilang,dia yang memulainya” Jawab Heechul

“Seharusnya kau tidak usah menggubrisnya”

“Aku hanya tak suka mendengar perkataannya”

“Memang apa yang ia katakan ?”

Heechul menghela napas “Dia berkata bahwa appaku adalah seorang koruptor,hingga akhirnya ia terkena serangan jantung” Ia menenduk lesu “Aku tau appaku,ia tidak akan seperti itu”

Wajah Sooyoung berubah setelah mendengar perkataan Heechul.Ia menepuk-nepukkan tangannya ke pundak Heechul “Ne,aku juga berfikir sepertimu” Jawabnya kalem.

Heechul menoleh padanya dan tersenyum manis,tiba-tiba ia merasa bahwa pipinya memerah bagaikan tomat yang telah masak.Ia merasa seperti ada sesuatu dalam hatinya.Apakah itu ?

Srettt !!!

Bukk !!!

Bukk !!!

Bukk !!!

Tiba-tiba seorang lelaki datang menghampiri Heechul dan menarik lelaki itu berdiri kemudian memukulnya berkali-kali.Benar,lelaki itu adalah Kim Hee Won—Kakak tiri Heechul.Wajah lelaki itu terlihat marah,matanya seolah berapi-api

“Belum puas kau melihat appa terbaring di Rumah Sakit ? Sekarang kau malah berkelahi ! Di mana otakmu Kim Heechul ?” Lelaki itu memegan kerah baju Heechul dan bersiap memukulnya sekali lagi sebelum

“Hentikan !!” Sooyoung berteriak dan menarik Heechul dalam pelukkannya,wajah lelaki itu hamper penuh dengan darah.Hidungnya,keningnya,dan mulutnya.Ini parah

“Kau lagi ? Ternyata benar ! Kau yang telah mempengaruhinya” Ujar Kim Hee Won

“Berhentilah menuduhnya !” Jawab Heechul terbata-bata

“Ya,Ini memang aku.Tapi aku tak pernah mempengaruhinya untuk berbuat buruk” Jawab Sooyoung tegas

“Cihh..gadis sepertimu mana bisa dipercaya,buktinya Heechul berubah menjadi kurang ajar seperti ini”

Sooyoung mendecakkan lidahnya “Apa anda tidak sadar ? Anda dan ayah anda yang telah membuat Heechul berubah ! Kesibukkan kalian dan rasa cinta ayahnya yang lebih besar pada andalah yang membuatnya menjadi seperti ini ! Apa anda tidak pernah berfikir ? Kenapa anda hanya bisa menyalahkan seseorang sedangkan anda tidak pernah mencoba untuk instropeksi diri ? Apa itu yang disebut keluarga ?”

“K..kau ?”

“Anda mau mengelak ? Bukankah itu memang benar ? Apa itu yang disebut dengan kakak ? Aku tahu kalian bukan saudara kandung , tapi seharusnya anda juga mencoba untuk mengerti perasaan Heechul ! Ingat ia juga manusia !”

Ingat ia juga manusia

Kata-kata itu bergema begitu saja di telinga Hee Won,ia benar-benar baru sadar bahwa selama ini,ia dan ayahnya memang lebih sering mengutamakan pekerjaan daripada urusan keluarga.Ia bahkan sering lupa bahwa ia memiliki seorang adik—

“Apa sekarang anda sudah tidak bisa menjawab ? Maaf jika saya terlalu lancang” Ia menatap Heechul “Lebih baik kita pergi,aku akan mengobatimu” Ujarnya lalu menggandeng Heechul pergi

Namun,belum sempat mereka pergi.Hee Won berteriak , ia mengatakan bahwa ayahnya dalam keadaan kritis,sehingga reflex Heechul berbalik dan berlari ke arah hyungnya.Ia takut terjadi apa-apa pada ayahnya.Ia menyayangi ayahnya.

 

*****

 

Mereka berjalan tergesa-gesa menuju ke kamar Kim Yonghee.Terlihat di depan pintu telah berdiri seorang suster.

“Mian,tapi pasien sedang dalam pemeriksaan” Ujar suster tersebut.Semua mengangguk tanda mengerti.

Tak lama kemudian dang dokter keluar,ia tersenyum kecil “Pasien ingin bertemu kalian” Ujarnya lalu member jalan untuk mereka bertiga.Dengan cepat,Heechul,Sooyoung dan Hee Won berjalan memasukki kamar rawat.

Di lihatnya seorang lelaki paruh baya sedang terbaring di ranjang,nafasnya tersenggal-senggal namun ia masih bisa tersenyum.Sungguh,apakah lelaki itu yang dikatakan tidak memiliki perasaan oleh Heechul ?

Lelaki itu menatap hangat , dan membuka mulutnya “Kalian sudah datang ?”

“Ada yang ingin aku katakana pada kalian” Kim Yonghee terdiam sejenak “Hee Woon”

Sentak lelaki bernama Hee Woon itu berjalan menuju kea rah ayahnya “Ne appa”

“Appa sudah tidak kuat lagi,berjanjilah pada appa kau akan memimpin perusahaan dengan baik” Ujarnya sembari tersenyum.Hee Won mengangguk,ia mengerti dan ia pasti akan melakukannya.

“Heechul..majulah..mendekatlah pada appa”

Heechul menatap Sooyoung,ia seperti berkata “Apakah aku harus ke sana?”.Seolah mengerti Sooyoung tersneyum dan mengangguk.Akhirnya Heechul menyerah dan maju

Kali ini tatapan mata Kim Yonghee mendadak sayu,matanya berair,ia merasa bersalah—Sangat bersalah.Ia meraih tangan kanan Heechul dan menggenggamnya erat.

“Maafkan appa….Maafkan appa yang egois—Appa tau bahwa appa bersalah,selama ini appa tidak pernah perduli padamu.Bahkan appa tidak pernah mengajarimu sopan santun.Maafkan appa”

Heechul terdiam,ia bingung

“Appa tau umur apa tinggal sedikit.Appa ingin memperbaiki segala kesalahan appa.Namun appa tau itu tak akan bisa..Heechul,biarkan appa memelukmu.Sekali ini saja..Appa ingin memperbaiki kesalahan appa,walaupun hanya sedikit.Appa sadar,apa tidak pernah memelukmu—Dan sekarang , biarkan appa memelukmu sebelum ajal itu datang”

Saat itulah kendali Heechul telah patah,ia merasa luluh mendengar perkataan tulus appanya,ia merasa seperti anak yang kurang ajar.Ia merasa bersalah.

Saat itu pula Heechul melingkarkan kedua lengannya ke tubuh rapuh appanya.Ia menangis,dan ini adalah pertama kalinya ia menangis seperti ini.Ia merasa  begitu bahagia dan rapuh.

Suasana menjadi hening,Sooyoung bahkan meneterkan air matanya.Ia tak menyangka bahwa Heechul bisa seperti ini.

Sesaat setelah itu,Yonghee kembali membuka mulutnya,dan kali ini ia sepertinya memanggil Sooyoung.

“Majulah anak muda” Ujarnya pelan.

Sooyoung berjalan dengan ragu.

“Terima kasih,terima kasih karena kau mau menjadi teman Heechul.Terima kasih karena kau sudah tahan akan sikapnya yang ke-kanak-kanakkan..Jadi,bisakah paman meminta satu hal padamu ?”

Sooyoung memiringkan kepalanya “Mwo ahjussi?”

Lelaki setengah baya itu tersenyum “Paman titip Heechul padamu.Paman percaya kau yang terbaik untuknya..Jadilah pendampingnya”

Drrrrrrrrrrrrrrrrtttttttttttttttttttttttttt……………

Sesaat setelah itu,garis yang berada dalam monitor itu berubah lurus.Tangisanpun pecah,tak terkecuali Sooyoung.Ia menangis.Ia melihat Heechul begitu rapuh saat ini.Bahkan Hee Won-pun juga terlihat rapuh.Mereka sangat kehilangan—Selamat jalan appa..semoga kau tenang di alam sana.

 

*****

 

Four Years Later

 

“Sooyoung-ah cepatlah !” Teriak Heechul dari lantai bawah

Seorang perempuan berjalan menuruni tangga sembari memegangi perutnya yang terlihat mulai membesar.Dengan sigap Heechul menghampiri perempuan itu dan membantunya berjalan “Berhati-hatilah” Ujarnya

Sooyoung menyipitkan matanya “Tadi kau berkata bahwa aku harus cepat , tapi kenapa sekarang kau menyuruhku berhati-hati?”

Heechul tertawa kecil “Mwo ? Aku tidak bicara seperti itu—Sudahlah,lebih baik kita segera ke dokter . Suamimu ini sangat penasaran dengan perkembangan si kecil”

Perempuan itu mengangguk,ia menyelipkan tangannya di antara badan dan lengan Heechul.lalu berkata “Ne..Aku juga ingin melihat jagoan kecil kita”

Heechul berhenti sejenak,ia mencondongkan wajahnya ke Sooyoung dan mencium istrinya sebentar lalu membantunya naik ke mobil dan berangkat ke dokter untuk melakukan USG anak pertama mereka.

 

 

THE END

Iklan

3 pemikiran pada “No Other Part III (END)

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s