(Prolog) New FanFiction by Heena Park


Annyeong haseyo para readers kece 🙂 . Kali ini saya hadis dengan membawa sebuah Prolog FanFiction yang rencananya akan saya share Full FanFictionnya setelah Two Moons berakhir

Entah ada angin apa,saya kembali membawa FF dengan genre Fantasy dan saya tambahkan nilai Horor *Kalau bisa *plakk

Maka dari itu , tetap stay di blog saya 🙂 Prolog dari FF ini nantinya tidak hanya 1 saja,namun ada beberapa FF.Dan nantinya di setiap main cast akan saya buatkan Ekspression of Feelingnya ^^

 

coming-soon

 

 

Black-Rose-black-27294423-420-303

 

Semua berawal saat malam itu,ia terlambat pulang ke rumah—Sayup-sayup angin menusuk sampai ke tulang,apalagi saat itu musim dingin dan hujan baru saja usai.Tepat di pertigaan,lelaki itu melihat seorang perempuan berbaju hitam,berambut panjang terurai,serta berkulit pucat tergeletak tak berdaya di jalanan sepi nan gelap karena beberapa lampu telah mati akibat dari hujan serta angin tadi.

Haruskah ia membawa gadis ini ? Ia terlihat begitu lemas,wajahnya pucat,namun nafasnya masih mengalir.Ia masih hidup.

Sungguh tidak etis jika membiarkan gadis ini mati begitu saja di jalan.Ia mencoba menggendong gadis tadi,ia tidak akan membiarkan gadis ini kehilangan nyawanya—Tidak sampai ia benar-benar tidak bisa mengobati gadis ini.

*****

Gadis itu tersenyum,saat itu pula segala kenyataan tentang siapa gadis itu sebenanarnya menjadi seakan hanya omong kosong belaka.Ia tidak menyangka bahwa kenyataan begitu pahit,mengapa gadis yang bisa membuatnya jatuh cinta ternyata bukanlah manusia ? Mengapa ia harus VAMPIRE ?

Ia mengerti dan ia tau bahwa gadis itu bisa saja membunuhnya kapanpun ia mau,bukan hanya menghisap darahnya.Namun juga mencabik-cabik isi perutnya,memakan habis otaknya,merobek kulitnya dan hal-hal mengerikan yang lain.

*****

Langit biru tak berawan,Mereka berdua menghabiskan waktu di luar rumah.Berbeda dengan vampire yang biasanya akan Nampak berkilau bagaikan berlian jika terkena sinar matahari,ia sama sekali tak bersinar,dan tetap seperti manusia biasa.Namun satu hal,ia akan terlihat menerawang bila berjalan di bawah bulan purnama.Ia bagaikan hologram,hanya bayang-bayang belaka.

Mereka berjalan di sekitar Sungai Han,duduk di kursi panjang bewarna coklat,melihat orang-orang ramai berlalu lalang,dan menikmati arus sungai yang tenang.Setenang hati mereka saat ini—

Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama,seorang pria bertubuh tinggi,berbadan tegap,berahang tegas,serta berwajah garang itu muncul dari balik puluhan manusia yang sedang bersantai.Lelaki itu memasang senyum liciknya seolah ia telah bersiap untuk menerima kemenangan yang abadi.

*****

Untuk posternya sendiri akan saya share setelah Two Moons memasuki 2 kalau tidak 1 episode terakhir hehehe 🙂

Cukup dari saya,apabila ada salah-salah kata.Mohon di maafkan ne memberdeul …Annyeong ^^

Iklan

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s