Black Symphony


Title : Black Symphony

Ratting : PG-13

Genre : Romance,Family,Brothership,Angst

Lenght : Oneshoot

Main Cast :

-Kim Jong In

-Han Yoora

-Yo Eun Hye

– Kim Jong Dae

-Other

Backsong :

-Utada Hikaru *Can You Keep a Secret?* *Instrumental*

-Yesung  *Don’t Say Goodbye*

-Super Junior *Someday*

Disclaimer : FF ini murni dari pemikiran saya.Bagi yang tidak suka biasnya saya jadikan cast,lebih baik tidak usah di baca.

NO BASHING!!

NO PLAGIARISM!!

Black Shymphony ==>

Yoora POV

Aku terduduk di depan piano.Ku lantunkan sebuah lagu sambil memainkannya.Malam ini,mereka semua melihatku,begitu pula Jong In oppa.Dia berada di salah satu meja bersama dengan ke-dua orang tuanya.Kim ahjussi dan istrinya menatapku gembira,sedangkan Jong In oppa? Dia sama sekali tidak menatapku,ia lebih sering menatap layar ponselnya.

Setelah sebuah lagu selesai ku lantunkan,aku berdiri dan tersenyum.Mereka semua ber-tepuk tangan,tapi Jong In? Dia hanya terdiam dan terdiam.Ku langkahkan kakiku turun dari panggung dan menghampiri keluarga Kim.

Kim ahjumma memelukku dan memuji permainanku “Yoora-ah…permainanmu sangat bagus..” Pujinya “Benar,sempurna chagiya..” Sahut Kim ahjussi.Aku tersenyum “Khamsahamnida” Jawabku.

“Hai Jong In..kau tidak mau memuji tunanganmu?” Tegur Kim ahjussi pada Jong In oppa.Ia tersentak dan menaruh ponselnya “Bukankah pujian amma dan appa saja sudah bisa mewakilinya?”

“Gwechanna ahjussi,oppa sudah terlalu sering memujiku” Dustaku pada mereka “Benarkah? Bagus kalau begitu” Jawab Kim ahjussi.

Jong In oppa bangkit “Aku ingin pulang”  Ujarnya tiba-tiba.Ia berbalik dan berjalan meninggalkan kami “Yoora-ah..aku akan mengantarkanmu pulang” Sambungnya sambil meraih tanganku dan menyeretku ke mobilnya.

Yoora POV END

Jong In POV

Ku ajak Yoora untuk pulang bersamaku,membosankan sekali terlalu lama di sana.Tadi adalah acara pembukaan restaurant baru milik orang tua-ku.dan Yoora,dia adalah tunanganku.Tunangan yang tidak ku cintai.

Dulu,tepatnya 3 tahun yang lalu.Ketika aku baru saja memasuki SMA,aku di paksa oleh kedua orang tuaku untuk bertunangan dengannya.Awalnya aku sangat shock dan tidak terima.Mana mungkin aku bertunangan dengan gadis yang tidak ku kenal,apalagi saat itu aku sudah memiliki seorang kekasih yang satu sekolah denganku.Ia bernama Yo Eun Hye.

Sampai sekarang aku juga masih menjalin hubungan dengannya,aku tidak perduli dengan ikatan pertunanganku dan Yoora.Aku tidak mencintainya,aku hanya mencintai Eun Hye.Sebenarnya Yoora adalah gadis yang baik,dia juga pintar.Dia sangat perhatian padaku,bahkan mungkin ia mulai mencintaiku tapi entahlah—

Yoora juga tau bahwa aku memiliki kekasih,dan dia tidak mempermasalahkannya ataupun mengadu pada orang tua-ku.Setidaknya dia benar-benar mengerti aku.

Mobilku berhenti tepat di depan rumahnya,ia buka pintu mobil dan berjalan ke dalam rumahnya.Aneh sekali,tidak biasanya ia pergi begitu saja.Mungkin ia lelah,tapi sudahlah itu bukan urusanku.

Jong In POV

*****

Author POV

Yoora menghempaskan tubuhnya ke kasur,ia mendesah berat,sangat berat.Ia hapus make up-nya menggunakan tissue yang berada dalam tas lengannya lalu menarik selimut dan tidur.Entah mengapa tiba-tiba gadis itu merasa kesal pada sikap Jong In.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jam menunjukkan pukul 07.15 Yoora terlihat sedang duduk di depan meja rias.Tak lama ia berdiri dan meraih tas lengan bewarna biru muda dan bertuliskan I Love NY itu.Ia turuni tangga rumahnya dan melihat kedua orang tuanya sedang sarapan.

“Morning…” Sapanya pada ke-dua orang tuanya sambil duduk menengahi mereka “Morning juga chagi..Mau sarapan apa? Roti atau sereal?” Tanya ibunya seraya mengangkat satu lembar roti di tangan kanan dan satu bungkus sereal di tangan kiri.Yoora menggeleng “Anio..aku sarapan di kampus saja,Jong In oppa sedang dalam perjalanan ke sini,aku tak mau dia menunggu terlalu lama”

“Mmm..kalau begitu minumlah susu ini”Sahut ayahnya sambil menyodorkan segelas susu pada Yoora.Gadis itu mengangguk lalu mengambilnya.

Brrmmmm terdengar suara mobil berhenti,Yoora segera menghabiskan susunya dan pamit pada kedua orang tuanya “Yoora berangkat dulu ne..Ujarnya pada sang ayah dan ibu.

Ia berdiri di ambang pintu,terlihat Jong In sedang menyandar pada mobilnya bersama dengan seseorang.Yoora mengerutkan keningnya dan mengamati orang tersebut.Sepertinya orang itu tidak asing baginya,bahkan mungkin mereka kenal baik.

Ia mengerjap dan berjalan menghampiri mereka,matanya menatap seseorang yang berdiri di dekat Jong In,lelaki itu menyunggingkan senyumnya “Lama tak jumpa,Han Yoora” Ujarnya sambil melambaikan tangan.Yoora mengangkat alisnya,kali ini ia benar-benar merasa mengenal lelaki itu.Cara bicaranya terasa tak asing bagi Yoora.

Lelaki itu menggigiti bibir bawahnya “Apakah sudah terlalu lama kita tidak bertemu? Aku tak menyangka kita bertemu di sini” Ujarnya lagi.Heera menggeleng “Mianhe,tapi..apa kita pernah kenal?” Tanyanya sambil melirik Jong In yang terlihat bosan karena percakapan dua orang itu.

“Baiklah,apa kau ingat dengan kakak kelasmu sewaktu SD? Orang yang sering mengganggumu tepatnya” Ia sedikit tertawa “Aku pernah menyembunyikan bukumu dan kau menangis saat itu Han Yoora” Sambungnya.

Yoora memutar otaknya dan “Kau..? Jong Dae oppa? Maksudku..”

“Ne..hahaha,sudah lama tidak bertemu..dan aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini,terlebih lagi ternyata kau adalah tunangan adikku sendiri..” Jawabnya seraya mengacak-acak rambut Yoora.

“Hei oppa..berhentilah melakukan ini,kau tetap tidak berubah” Omel Yoora “Hhh..kau juga,wajahmu tidak berubah dari dulu..hanya tinggimu saja yang sedikit berubah hahaha” Canda Jong Dae.

Kai berdehem dan berjalan masuk meninggalkan kakak lelaki dan tunangannya. “Hei,kita harus segera berangkat” Gumamnya kesal.

Author POV END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jong Dae POV

Hari terlihat semakin sore,matahari mulai tergelincir ke barat dan sebentar lagi akan tenggelam,ku lihat jam dan ku ambil kunci mobil.Sore ini aku harus menjemput Jong In dan Yoora karena tadi pagi setelah mereka sampai di kampus mobilnya ku gunakan.

Aku tak menyangka bahwa tadi pagi akan bertemu dengan Han Yoora.Ia adalah adik kelasku ketika SD dulu,aku sangat suka mengganggunya,bahkan ia pernah menangis karena kelakuanku.Ia adalah anak yang baik dan polos,ia tidak pernah membenciku ataupun temannya yang lain.Jujur sebenarnya dia adalah cinta pertamaku,tunggu..lebih tepatnya cinta monyet pertamaku.

Setelah aku lulus dari SD,aku pindah bersama paman dan bibi di Cina hingga saat ini.Sebenarnya aku kembali ke Korea bukan karena aku ingin menetap di sini,tetapi karena aku sedang liburan dan ya,ku rasa aku rindu pada keluargaku.

Sejak sampai di Korea,hal pertama yang membuatku penasaran adalah sosok dari tunangan adik lelakiku.Bukannya apa,tapi 3 tahun yang lalu aku tidak datang di hari pertunangannya dan itu membuatku merasa sangat bersalah padanya.

Setiap kali aku bertanya tentang tunangannya di telfon,ia selalu mengalihkan pembicaraan.Entahlah,tapi ku rasa ada yang tidak beres dengan pertunangan mereka,tapi ya sudahlah.Hingga tadi pagi aku memaksa Jong In untuk mengantarkannya ke kampus maksudku agar aku bisa tau siapa tunangannya karena amma bilang bahwa Jong In selalu berangkat dan pulang kampus bersama tunangannya.Awalnya Jong In menolakku untuk mengantarnya,hingga akhirnya ia menyerah juga karena sebelum ia ambil kunci mobil kesayangannya,aku sudah terlebih dulu mengamankannya.

Di perjalanan pun ia sama sekali tidak membicarakan tunangannya,itu membuatku semakin penasaran.Sampai akhirnya kami tiba di sebuah rumah,dan sesosok gadis keluar dari sana.Gadis itu memakai kaos garis-garis dengan jeans biru tua yang melekat pada tubuhnya.Awalnya dari kejauhan aku tidak mengenalinya,tapi ketika ia mulai mendekat dan berdiri tepat di depanku…Aku benar-benar tidak menyangka bahwa dia adalah Yoora..Jujur aku shock melihat Yoora lagi untuk pertama kalinya dalam 8 tahun ini.Aku tidak menyangka bahwa dia adalah tunangan Jong In,sangat tidak menyangka.Bagaimana bisa dia bertunangan dengan Jong In? Hashh..jujur sebenarnya aku sedikit cemburu,apalagi ketika melihatnya menatap Jong In tadi pagi.Itu membuatku merasa kesal.Tapi mau bagaimana lagi? Itu sudah terlanjur terjadi.

Jong Dae POV END

Author POV

Jong Dae memarkirkan mobilnya di samping gerbang kampus Jong In.Di lihatnya sosok Han Yoora sedang berdiri di antara beberapa orang yang sedang berlalu lalang ke luar dari kampus.Jong Dae mengangkat alisnya dan mengamati sebentar gadis itu.Ia lihat Yoora sendirian,lalu di mana Jong In?Aneh sekali—

Jong Dae membuka pintu mobil dan berjalan menghampiri Yoora.Ia lambaikan tangannya sambil menyapa Yoora dari kejauhan “HanYoora..!!”

Author POV END

Yoora POV

Hash..menyebalkan sekali lelaki itu! Ya,Jong In oppa..Sore ini dia sedang ada kencan dengan kekasih gelapnya yang bernama Yo Eun Hye itu.Dia bahkan tega meninggalkanku sendirian dan menyuruhku untuk pulang sendiri.Lelaki yang tidak punya perasaan!

Jujur,sebenarnya aku merasa kesal dan muak pada sikap mereka terhadapku.Setiap hari mereka selalu tampak mesra di hadapanku dan mereka seperti tak menganggapku.Terlebih lagi Jong In oppa,dia sama sekali tidak mengahargai perasaanku sebagai tunangannya.Dia tidak pernah memperhatikanku,bahkan ketika aku sakitpun ia tak pernah tau…

Sedangkan kekasih gelapnya.Benar,Yo Eun Hye.Aku lebih suka menyebutnya sebagai kekasih gelap Jong In oppa.Mengapa? Karena mereka menjalin hubungan terlarang.Jong In oppa sudah bertunangan denganku,tapi gadis itu.Dia masih bertahan dan tetap memilih untuk bersama dengan Jong In oppa walaupun hanya menjadi kekasih gelapnya,dan selamanya akan tetap begitu.

Ku hentakkan kaki ku ke tanah karena kesal,seharusnya hari ini Jong In oppa mengantarku menemui amma di Rumah Sakit,tapi gara-gara kekasih gelapnya.Ia tidak jadi mengantarku dan lebih memilih untuk berkencan dengan perempuan tidak tau malu itu…Lalu? Bagaimana jika di Rumah Sakit nanti amma menanyakan tunanganku? Apakah aku harus berdusta lagi? Jujur,aku lelah jika harus terus-menerus berbohong pada mereka dan juga pada diriku sendiri.Aku tak mau seperti ini..Aku lelah!

“Han Yoora..!!” Ku dengar seseorang memanggilku.Aku menengok dan ku lihat Jong Dae oppa sedang berjalan sambil melambaikan tangannya padaku.Tidak..bagaimana jika dia menanyakan .. “Yoora-ah..di mana Jong In?” Ucapnya.

Bagaimana ini? Jong Dae oppa benar-benar menanyakan keberadaan laki-laki itu..Apa aku harus berdursta? Atau aku harus berkata jujur padanya? “Yoora-ah..kau baik-baik saja?” Tegur Jong Dae oppa padaku.Aku mengerjap “Ah..mwo ? Anio..aku baik-baik saja..dan tadi kalau tidak salah oppa menanyakan keberadaan Jong In oppa ne?..Dia..Dia masih ada kelas,ya benar masih ada kelas..Jadi dia menyuruhku pulang terlebih dahulu” Dustaku sambil menggaruk pelan kepalaku.

Jong Dae oppa mengangguk,sepertinya ia percaya pada perkataanku, “Wah..sayang sekali,padahal hari ini aku ingin mengajak kalian makan malam”.Aku mendengus mendengar perkataan Jong Dae oppa barusan.Jika hari ini Jong In oppa tidak pergi dengan gadis itu-pun,aku yakin bahwa Jong In oppa akan menolak ajakkan Jong Dae oppa.

“Yoora-ah..kau ada acara?” Tanyanya padaku.

“Hanya menjenguk helmoni di Rumah Sakit,wae?”

“Kalau begitu biar ku antar..Nanti jika Jong In sudah pulang aku akan menjemputnya..Ya maksudku sekalian kita mengobrol,sudah hampir 8 tahun kita tidak bertemu,bagaimana?” Suaranya terdengar sangat berharap bahwa aku akan menerima tawarannya,tapi jika aku menerima tawarannya ia pasti akan bertanya soal hubunganku dengan Jong In oppa,tapi jika aku menolaknya..Ah tidak,baiklah ku rasa tidak apa-apa jika aku menerima tawarannya.

Aku mengangguk dan tersenyum sambil berkata “Baiklah,sepertinya aku juga harus mengenalkan oppa pada amma” Kata-ku seraya mulai berjalan pelan menuju mobil bersama dengan Jong Dae oppa.

Yoora POV END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jong In POV

Menyenangkan sekali sore ini,sudah lama aku tidak berkencan dengan Eun Hye,dia terlihat begitu bahagia.Begitu pula denganku.Kami pergi ke taman,berbelanja,dan yang terakhir..Kami makan malam di salah satu cafe dekat sungai Han.Ku lihat matahari sudah mulai tenggelam dan digantikan oleh terangnya cahaya bintang serta bulan.Suasana romantis semakin membuatku dan Eun Hye larut di dalamnya,hingga akhirnya aku berdiri dan ku raih tangannya.Aku ingin mengajaknya berdansa.

Kami berdansa tepat di tengah lantai dansa,dan beberapa pasangan berdansa di sekeliling kami.Rasanya seperti seorang pangeran dan putri yang sedang berdansa di istana bersama dengan beberapa rakyatnya (?).Ia lingkarkan ke-dua tangannya di leherku,dan ia sandarkan kepalanya di dadaku.Ku pegang erat pinggangnya sambil bergerak mengikuti alunan musik yang indah.

Baru beberapa saat kami berdansa,suara ponselku sudah merusak romantisme antara aku dan Eun Hye,hashh..Menyebalkan sekali.Ku lepaskan tanganku dari pinggangnya dan ku rogoh saku celanaku.

“Jong In-ah..Yoora bersamaku sekarang,ku harap kau tidak marah..

Kami akan mengunjungi neneknya di Rumah Sakit,lalu pergi makan..”

 

From : Jong Dae Hyung

Monday,2012-06-04

Apa? Hyung bersama dengan Yoora? Bagaimana bisa? Bodoh,hari ini seharusnya aku menemani Yoora ke Rumah Sakit dan aku lupa sehingga hyung lah yang mengantarkannya.Hei..!! Apa ini tidak salah? Kenapa gadis itu menerima ajakkan hyung? Ah..menyebalkan sekali.

Entah mengapa sejak menerima pesan dari hyung,aku merasa kesal dan tiba-tiba saja moodku menjadi buruk,rasanya aku ingin pulang saja.Aku benar-benar merasa bosan.

Jong In POV END

Eun Hye POV

Raut wajah Jong In oppa berubah setelah menerima pesan yang entah dari siapa,aku pun tak tau.Ia seperti orang yang sedang kesal,dan saat itu juga ia mengajakku untuk pulang.Apa yang sebenarnya terjadi tunangannya yang menyebalkan itu mengirimkan pesan padanya? Perempuan itu selalu saja mengganggu! Dan Aku sangat membencinya.

Lihat saja nanti,pasti akan ku rebut Jong In oppa darinya.Aku lah yang seharusnya menjadi tunangan Jong In oppa,bukan dia..Jong In oppa tidak mencintainya,dia hanya mencintaiku..Hanya aku!

*****

“Oppa,kau baik-baik saja?” Tanyaku pada Jong In oppa,ia hanya tersenyum dan membelai lembut pipiku “Aku baik-baik saja,baiklah..sekarang masuklah,udara semakin dingin..” Gumamnya lalu mengecup keningku dan berjalan pergi.

Eun Hye POV END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Jong In berdiri di depan pintu,ia silangkan ke-dua tangannya sambil memberengut tak jelas.Entah apa yang memasukki fikirannya.Berkali-kali ia berjalan ke sana- ke mari seperti seorang ayah yang sedang khawatir menunggu anak gadisnya yang tak kunjung pulang.

Terlihat cahaya dari lampu mobil.Mobil itu berhenti,Jong In mengangkat alisnya lalu berjalan mendekati mobil itu.

Pintu mobil itu terbuka,Jong Dae keluar dan mendapati Jong In sudah berada di sampingnya “Dari mana saja?” Tegur Jong In sambil memasang muka kesal.Jong Dae memasukkan tangannya ke saku celana lalu berjalan memasuki rumah dan diikuti oleh Jong In di belakangnya “Bukankah aku sudah bilang tadi? Aku hanya dari Rumah Sakit dan makan malam sebentar dengannya”

“Benarkah? Hanya itu?” Tanya Jong In.Jong Dae berhenti dan berbalik menatap adiknya “Kau fikir? Tenanglah aku tidak mungkin merebutnya darimu,apalagi dia tunangan adikku sendiri” Jawab Jong Dae “Oh ya,kau tadi pulang dengan apa? Apa kau berjalan dari kampus hingga ke rumah?” Sambungnya

Jong In memiringkan kepalanya “Kampus?” Tanyanya tak mengerti “Iya..bukankah kau tadi di kampus? Yoora bilang kau masih ada kelas,jadi ia pulang sendirian” Jawab Jong Dae seraya mengambil se-kaleng soda dari dalam kulkas.

“Mmm? Iya benar juga..kalau begitu aku tidur dulu ne hyung..” Ujar Jong In lalu menuju kamarnya sambil menggaruk kepalanya karena sedikit bingung

Author POV END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jong In POV

Sinar matahari yang menyilaukan membangunkanku dari tidur sesaat ini.Aku bergegas mandi dan sarapan,lalu berangkat menjemput Yoora seperti biasa.

Ku lihat ada yang berbeda dari Yoora,ia tersenyum sepanjang perjalanan,berkali-kali ia juga terlihat sedang membalasa pesan seseorang,tapi aku tidak tau siapa orang itu.Namanya terlalu kecil,pandanganku tidak bisa mencapainya.

Aku berdehem kecil agar dia menyadari keberadaanku,rasanya sepi sekali karena ia tak mengajakku mengobrol “Kemarin..mianhae aku tidak mengantarmu” Ujarku mengawali pembicaraan.Yoora menatapku sebentar,ia mengibaskan tangannya “Gwechanna..kemarin Jong Dae oppa yang mengantarku” Jawabnya

“Oh..apa nenekmu  menanyakanku?”

“Awalnya begitu,tapi setelah ku kenalkan pada Jong Dae oppa,nenek tidak menanyakanmu lagi,Jong Dae oppa sangat baik pada nenek..Menyenangkan sekali melihat mereka berdua cepat akrab..Seperti seorang nenek mertua dan cucu menantunya”

“Seperti seorang nenek mertua dan cucu menantunya Apa maksud gadis ini? nenem mertua dan cucu menantunya? Apa dia sekarang menginginkan untuk bisa menikah dengan Jong Dae hyung? Hei! Siapa tunangannya di sini? Aku atau Jong Dae hyung? Tapi..tunggu bukankah itu malah lebih bagus? Jika dia mencintai hyung,aku-pun tidak harus di paksa untuk menikahinya nanti..tapi…ah sudahlah,memikirkan semua ini membuatku muak!”

Jong In POV

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Kelas telah usai,Jong In menyandar di mobilnya bersama dengan Eun Hye.Mereka mengobrol kecil sambil sesekali tertawa.Jam telah menunjukkan pukul 16.00 KST namun Yoora tak kunjung muncul.Biasanya Yoora lah yang pertama kali sampai di mobil dan menunggunya.

“Chagi..sepertinya aku harus mencari Yoora,kau tidak apa-apa kan?” Tanya Jong In.Eun Hye mendengus “Wae? Bukankah ini lebih baik? Oppa bisa mengantarku pulang”

Jong In memegang kepala Eun Hye dengan ke-dua tangannya “Chagi…kau mengertikan bahwa Yoora adalah tunanganku? Kemarin aku tidak mengantarkannya pulang dan jika sekarang aku melakukannya lagi,aku takut orang tua-ku dan orang tuanya curiga”

“Tapi oppa…”

“Ssstt..Ku mohon mengertilah..”

“Baiklah..Kalau begitu aku pulang dulu..Saranghae..” Ujar Eun Hye sambil melambaikan tangannya pada Jong In.Ia membalikkan badannya dan mulai menelusuri kampus untuk mencari sosok Yoora.Ia sudah mencari ke perpustakaan,ruang musik,kelas,dan tempat-tempat lain.Tiba-tiba ia menangkap sesosok perempuan sedang berdiri di pinggir jalan bersama dengan seorang laki-laki.Ia teringat pada Yoora,ya benar gadis itu seperti Yoora.Tapi siapa lelaki yang bersamanya? Jong In tidak bisa melihat wajahnya karena orang itu berdiri membelakanginya,hingga ia putuskan untuk menghampiri mereka berdua.

Author POV END

Yoora POV

“Benarkah? Ternyata kita sama,hahaha” Aku mengangguk mendengar perkataan Jong Dae oppa.Jujur dia adalah orang yang sangat baik dan menyenangkan,berbeda dengan adiknya.Sangat menyebalkan dan tidak memiliki selera humor sama sekali.Tiba-tiba ku lihat seorang lelaki berdiri tepat di belakang Jong Dae oppa,lelaki itu terlihat kesal “Apa yang kalian lakukan?” Tanyanya padaku dan Jong Dae oppa.

“Jong In,ternyata kau? Ku fikir siapa..Tadi aku tidak sengaja lewat dan ku lihat Yoora sedang berdiri di pinggir jalan,lalu aku menghampirinya..dia bilang ia sedang menunggu bus,jadi ku fikir kau masih ada kelas dan aku baru saja akan mengantarnya pulang” Jawab Jong Dae oppa,aku hanya terdiam.Bukan karena aku kehabisan kata-kata,tapi ku rasa Jong In oppa sedang kesal jadi lebih baik aku diam.

Jong In oppa meraih tanganku,hashh kasar sekali dia.Aapakah tidak bisa lebih pelan sedikit? Coba saja kalau dengan kekasih gelapnya,ia pasti akan memperlakukan gadis itu seperti seorang princess.Menyebalkan sekali—

“Tidak,aku tidak ada kelas dan Yoora,dia akan pulang bersamaku,hyung tenang saja.Lebih baik hyung segera pergi.Bukankah hari ini hyung harus bertemu dengan teman-teman hyung?” Jawab Jong In oppa lalu menarikku pergi bersamanya.Ia membawaku ke parkiran mobil dan melepaskan genggamannya sambil menghentakkankku.

“Kau tau berapa lama aku menunggumu?” Aku menggeleng “Jadi kau tidak tau Han Yoora,baiklah akan ku beri tahu..Sudah 1 jam lebih aku menunggumu! Dan kau malah asik berdua-an dengan Jong Dae hyung! Apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian?”

“Mianhae..Aku tidak ada apa-apa dengannya” Aku membela diri.Jong In oppa mendekatkan wajahnya ke kepalaku.Tangan kanannya memukul kecil badan mobil hingga sedikit bengkok (?) “Sudahlah Han Yoora,Kau menyukai hyung kan? Benarkan? Jika tidak mana mungkin kau memujinya di depanku tadi? Aku ini tunanganmu!”

Apa? Apa dia bilang tadi? Tunangan? Sejak kapan dia menganggapku sebagai tunangannya? Apa dia sudah tidak punya malu lagi? Jika dia menganggapku sebagai tunangannya mana mungkin ia masih berselingkuh dengan gadis tidak tau malu itu? “Han Yoora jawab aku!” Ia berteriak di telingaku.

“Hei! Bisakah kau tidak usah berteriak? Aku tidak tuli Kim Jong In! Aku mendengar semua perkataannmu tadi..Baiklah,jadi kau ingin tau jawabanku? Ok,aku memang menyukai Jong Dae oppa.Mengapa? Apa tidak boleh? Kau keberatan hah?”

“Apa? Apa katamu tadi?”

“Iya,aku menyukai Jong Dae oppa,dia 1000 kali lebih baik darimu!”

“Beraninya kau berkata seperti itu? Kau ini adalah tunanganku!”

“Apa? Tunangan? Sejak kapan kau menganggapku sebagai tunanganmu? Hah? Jika kau menganggapku sebagai tunaganmu,mana mungkin kau menjalin hubungan dengan perempuan itu? Kau harusnya malu ! Kau bahkan sering meninggalkanku! Kau tidak tau kapan ulang tahunku! Kau tidak tau perasaanku! Kau tidak tau apa-apa tentangku! Berbeda dengan Jong Dae oppa,dia sangat baik,dia mengerti aku,dia bisa memahami perasaanku dan dia tidak egois sepertimu!”

“Kau…”

“Apa? Apa aku salah? Apa aku salah jika aku menyukai orang lain? Kau saja bisa menjalin hubungan dengan gadis itu,mengapa aku tidak bisa menyukai Jong Dae oppa? Bukankah jika aku menyukainya kau tidak perlu menikahiku nanti?”

“Kau benar-benar..arrgghh..!! Hentikan semua ini,aku tidak akan membiarkanmu menyukainya!”

“Apa hak mu? Kau tidak berhak mengatur hidup…”

“Jadi? Selama ini kalian tidak benar-benar bertunangan?” Ku dengar suara seseorang,aku dan Jong In oppa menengok.Tidak,lelaki itu adalah Jong Dae oppa..dan dia..dia mendengar percakapan kami tadi.

“Katakan padaku? Jadi selama ini kalian hanya bersandiwara? Dan Kau Jong In.Ternayata ini alsanmu? Setiap kali aku bertanya tentang siapa tunanganmu kau pasti mengalihkan pembicaraan,jadi semua itu karena kau memiliki kekasih lain!”

“Hyung..bukan begitu..maksud kami..”

“Sudahlah oppa,aku sudah lelah dengan semua ini! Benar,aku dan Jong In oppa memang hanya berbohong.Kami tidak seperti yang kalian fikirkan,dan kemarin…sebenarnya Jong In oppa sudah tidak ada kelas,kemarin dia berkencan dengan kekasihnya.dan sekarang! Aku akan mengakhiri semua ini,aku sudah lelah! Aku tidak ingin memiliki harapan palsu dan seakan semuanya baik-baik saja,aku tidak ingin berbohong lebih banyak lagi pada semua orang! Aku sudah cukup Muak!” Aku bingung,aku lelah,aku marah,aku sudah tak tau harus bagaimana lagi.Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku.Aku menghela nafas panjang dan mencoba mengatur nafasku yang terengah-engah,mereka ber-dua terdiam.dan disaat itu pula aku berlari,aku tidak perduli mereka memanggilku,aku tidak perduli.Perasanku sakit,sangat sakit.

Yoora POV END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jong In POV

Kepalaku pusing,perasaanku bercampur aduk.Aku tidak percaya gadis sepolos Yoora bisa mengatakan semua ini.Jong Dae hyung sempat akan memukulku ketika ia tau bahwa aku seperti ini,tapi ia putuskan untuk tidak melakukannya dan lebih memilih untuk mengejar Yoora.

Aku terbelantung di jalanan,aku bingung.Mungkin lebih baik aku menemui Eun Hye,ku rasa dia bisa menghiburku.Ku arahkan mobilku menuju rumah Eun Hye,dan betapa terkejutnya aku ketika mendapati rumahnya begitu ramai.

Ku dengar suara orang tertawa dan suara alunan music yang lumayan keras.Sepertinya sedang ada pesta di dalam,tapi entahlah.Ku ketuk pintu rumah Eun Hye dan sama sekali tidak ada balasan,yang terdengar hanya suara orang-orang yang sedang tertawa,suaranya seperti orang yang sedang mabuk.

Muncul rasa penasaran di benakku,ku tempelkan (?) mataku ke kaca jendela dan terlihat bayangan orang-orang sedang berpesta.Ku lihat mereka seperti sedang memegang botol,dan beberapa orang lain terlihat sedang duduk di kursi.

“Tidak..tidak mungkin..” Aku mencoba mendobrak pintu dan betapa terkejutnya aku,semua orang itu sedang mabuk,aku berharap bahwa ini semua tidak benar tapi..Eun Hye,dia duduk bersama dengan seorang laki-laki lain,Eun Hye memegang botol minuman keras,ia bahkan beberapa kali terlihat sedang memeluk lelaki itu.Apa-apaan ini? Gadis biadab! Jadi diam-diam ini yang dia lakukan?

Ku tarik Eun Hye dari pelukkan lelaki itu,tapi ia meronta,ia kembali duduk bersama dengan lelaki itu “Eun Hye,apa yang kau lakukan?” Aku marah padanya.Ia berdiri dan memukul dadaku “Kau..? Kim Jong In..? Kekasihku?..Ahh..bodoh,kau bukan kekasihku…dia kekasihku..haha” Jawab Eun Hye yang mabuk,ia menunjuk-nunjuk lelaki berambut gondrong itu sebagai kekasihnya”

“Yo Eun Hye sadarlah..” Gumamku seraya menggoyang-goyangkan badannya.Ia mendorongku dan lelaki itu tiba-tiba bangkit.Ia pukul perutku,wajahku,pundakku,tiba-tiba teman-temannya datang dan mengeroyokku “Hentikan…hhheii..”

Jong In POV END

Author POV

Lelaki tadi membawa Jong In ke jalanan,ia melemparkan Jong In begitu saja dengan keadaan terluka parah “Ahhh..” Rintihnya kesakitan,Jong In mencoba bangkit dengan kekuatannya yang tinggal sedikit itu.Ia tak ingin mati di jalanan.Ia harus sangup,ia harus bisa sampai di rumah walaupun itu menghabiskan waktu yang lama karena keadaannya seperti ini.

Ia berjalan,mobilnya tertinggal di rumah Eun Hye,ia tak mungkin mengambil mobilnya.Ia harus berjalan..bertahan..bertahan…Jangan menyerah di sini Jong In..jangan..

Author POV END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yoora POV
“Maafkan saya ahjumma..ahjussi..amma..apa..” Mereka terlihat shock mendengar ucapanku,aku tau mereka pasti tidak menyangka bahwa aku akan memutuskan ikatan pertunanganku dengan Jong In.Tapi apa yang bisa ku lakukan? Aku sudah terlanjur sakit hati.Tiga tahun aku bersabar dan terus menanti sambil berharap bahwa suatu hari nanti Jong In oppa akan mencintaiku,tapi apa? Ini hanya ilusi semata,ia tidak pernah membukakan hatinya untukku.

“Brakkk!!” Tiba-tiba pintu rumah Kim ahjumma dan Kim ahjussi terbuka,Jong In oppa..Tidak..tubuhnya terlihat babak belur,apa yang telah terjadi padanya?

“Jong In” Ujar Kim ahjumma sambil memegang lengan Jong In oppa,ia tertatih “Jangan…jangan putuskan pertunangan kita Yoora..jangan..” Brukkk!! Jong In oppa terjatuh dan tak sadarkan diri setelah mengucapkan kata-kata tadi.Ia terbaring di lantai dan beberapa orang segera menggotongnya menuju ke dalam mobil untuk di bawa ke Rumah Sakit.

*****

Aku duduk di samping Jong In oppa sambil menggenggam erat tangannya.Tubuhnya di penuhi dengan perban dan sebuah selang oksigen di hidungnya.Tangannya terasa dingin,ia tak bergerak sama sekali.Aku takut..aku sangat takut jika ia pergi..Aku takut…

“Yoora-ah..bisa kita bicara sebentar?” Jong Dae oppa menepuk punggungku “Ne oppa..” Jawabku seraya menengok ke arahnya

“Kita bicara di luar saja”

Aku mengangguk dan mengikutinya ke luar ruangan. “Sebenarnya…mungkin ini bukan saat yang tepat..tapi..soal perkataanmu tadi siang..Apa benar kau menyukaiku?”

Deg…jantungku terasa berhenti,aku tidak menyangka bahwa dia akan menanyakan soal hal itu padaku.Aku tak tau harus menjawab apa tapi…bagaimana ini?

“Han Yoora..katakan padaku?” Tegurnya sekali lagi.Aku menghela nafas panjang dan mulai membuka mulutku “Sebenarnya…………..”

Yoora POV END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jong In POV

Putih..itulah hal pertama yang ku lihat ketika ku buka mataku.Apa ini surga? Entahlah..atau sebaliknya? Apa ini neraka? Aku juga tak tau.. “Kau sudah sadar?” Suara seorang perempuan mengagetkanku.Aku menengok dan ku lihat ammaku sedang duduk di sampingku “Amma..Apa yang terjadi? Mengapa aku di sini?”

“Tunggu sebentar,lebih baik amma panggilkan dokter dulu ne..” Ujar amma yang belum menjawab pertanyaanku.Aku mengerjap,ku rasakan rasa sakit yang begitu dahsyat di sekitar punggungku..ahh rasanya aku ingin mati.Oh ya,di mana Yoora? Mengapa aku tidak melihatnya?

*****

1 minggu berlalu sejak kejadian waktu itu.Hari ini aku telah berada di rumah,aku berbaring di sofa sambil me-releks kan tubuhku yang terasa kaku.Ku ambil ponselku dan berharap dia menghubungiku.

Dia? Dia siapa? Dia yang aku maksud adalah Han Yoora,ya mantan tunanganku..Sudah satu minggu aku tidak melihatnya,ya aku tau mungkin ia marah padaku tapi setidaknya bukankah dia juga khawatir padaku?.Ku lihat ponselku dan apa-apaan ini? 30 panggilan masuk dan semua itu berasal dari perempuan tak tau malu yang bernama Yo Eun Hye itu.Aku sudah muak dengannya! Bodoh sekali aku telah tertipu dan masuk ke dalam jebakkannya selama 3 tahun.Bodoh Kau Kim Jong In

*****

3 hari berlalu,seperti biasa aku mengecek ponselku dan berharap bahwa Yoora akan menghubungiku tapi hasilnya nihil.Tak apa..hari ini aku akan masuk kuliah,dan aku pasti akan bertemu dengannya.

Ku tancap gas mobil dan ku lajukan mobilku menuju kampus,sudah hampir 2 minggu aku absen dari kampus dan itu membuatku sangat rindu pada suasana kampus.Terlihat beberapa orang sedang berdiri di dekat gerbang kampus dan itu mengingatkanku pada sosok Han Yoora,dia sering sekali berdiri di dekat gerbang kampus sambil menunggu bus.

Ku parkirkan mobilku di tempat biasa dan mulailah aku berjalan menelusuri lorong-lorong kampus.Tiba-tiba terfikir di otakku untuk pergi ke perpustakaan,entah mengapa tapi aku sangat ingin ke sana.

Deretan rak buku terlihat begitu banyak di perpustakaan.Ku langkahkan kakiku masuk ke sana dan ku coba untuk melihat-lihat buku di sana.Mataku tertarik pada sebuah buku di rak atas,ku jinjitkan kakiku dan ku coba meraih buku tersebut hingga tiba-tiba seseorang menabrakku.

Buku gadis itu tercecer di lantai,dan ku putuskan untuk membantunya “Mianhae..” Ujar gadis itu.Tunggu,suara itu? Rasanya aku mengenal suara itu.Gadis itu mendongakkan wajahnya “Han Yoora?” Ujarku kaget,ini berbeda.Ia tidak seperti Yoora yang biasanya,penampilannya berbeda jauh dari 1 minggu lalu.Sebenarnya hanya rambutnya yang ia potong pendek tapi..dia terlihat sangat berbeda..Jauh lebih cantik dari biasanya..Apa ini karena aku terlalu rindu padanya?

“Jong In…oh..mianhe aku harus pergi” Jong In? Tumben sekali ia tidak memanggilku dengan sebutan oppa? “Hei Yoora..tunggu..Kita harus bicara” Ujarku padanya sambil mengerjarnya.

“Mwo? Bukankah sudah tidak ada lagi yang bisa kita bicarakan?” Katanya “Tidak Yoora,kita masih harus bicara..maksudku soal kejadian 10 hari yang lalu..Kau? Apa kau benar-benar memutuskan untuk..”

“Hentikan! Maafkan aku,tapi itu sudah menjadi keputusanku” Jawab Heera,ia berbalik dan berjalan meninggalkanku.Ku tarik nafasku dalam-dalam dan ku hembuskan perlahan “Tapi aku mencintaimu Han Yoora!”

 Jong In POV END

Author POV

“Tapi aku mencintaimu Han Yoora!” Yoora menghentikan langkahnya.Ia terpaku mendengar ucapan Jong In. “Yoora ku mohon..aku mencintaimu” Ujar Jong In lagi,lelaki itu menggenggam erat tangan Yoora.

“Mianhae..aku tidak bisa..mianhae”

“Yoora..Yoora..!!” Jong In memukul tembok,ia kesal dan kecewa.Gadis itu pergi meninggalkannya.Mengapa? Mengapa baru sekarang ia menyadari bahwa gadis itu begitu berarti baginya? Mengapa?

*****

Jong In berdiri di samping jendela,tangan kanannya memegang secangkir kopi.Sesekali ia menyesap kopinya dan mendengus.

“Jong In-ah..aku ingin bicara denganmu”  Suara Jong Dae membuyarkan lamunan Jong In.Ia berbalik dan menatap Jong Dae “Mwo hyung?”

Jong Dae mengangkat sebuah tiket di tangan kanannya “Besok,aku akan kembali ke Cina..kau mau mengantarku kan?” Pinta Jong Dae.Jong In mengangguk “Baiklah”

“Bagus,kalau begitu..aku harus bersiap-siap dahulu”

“Tapi hyung,bukankah waktu liburan hyung masih panjang?”

“Mwo? Ne..tapi ku rasa aku harus segera kembali ke Cina.Aku masih banyak urusan di sana..Sudahlah,aku ke kamar dulu ne”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Mwo?” Yoora tersentak kaget membaca sebuah pesan dari Kim Jong Dae,ia kelabakkan.Dengan cepat ia berganti baju dan ia raih tas lengan kecilnya yang menggantung di pintu “Ada apa dengannya? Mengapa pergi secara tiba-tiba?  Bodoh..lelaki bodoh” Gumamnya dalam hati.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Hei Jong In..jaga dirimu baik-baik..jaga juga amma dan appa ne..” Ujar Jong Dae sambil memukul pelan pundak Jong In.

“Ashh..ne..Kau juga,jaga dirimu di Cina”

“Pasti..Oh iya,jagalah juga gadis itu baik-baik..jangan kecewakan dia ne..Aku berangkat dulu..Annyeong” Jong Dae berjalan meninggalkan Jong In.

Gadis? Gadis siapa? Apa maksud Jong Dae tadi? Jong In mengerutkan keningnya.Ia belum sempat bertanya siapa yang di maksud oleh Jong Dae,tetapi lelaki itu lebih dulu berlari meninggalkannya.Aneh sekali—

Jong In berbalik,ia berjalan menuju ke luar bandara,tiba-tiba pandangannya mengarah pada seorang gadis yang sedang terduduk di lantai bandara sambil menangis.

“Bukankah dia..?”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OO00oo00OO~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yoora berlari memasukki bandara,sekarang yang berada di fikirannya adalah,ia ingin bertemu dengan lelaki itu untuk yang terakhir kalinya.Ia berlari mencari info jadwal penerbangan pesawat.

“Ini dia.!!” Gumamnya sambil menunjuk sebuah LCD.Yoora membaca dengan teliti setiap nama pesawat di sana. “Cina..jam 14.00 KST? Tidak…berarti sebentar lagi pesawat itu akan berangkat..” Yoora menghentakkan kakinya,ia berlari lagi..Ia mencari sosok lelaki itu.

Author POV END

Yoora POV

Aku berlari,aku tidak ingin dia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku.Aku sangat mencintainya…

Ku lihat jendela kaca..Tidakk..tidak..pesawat itu? Tidak mungkin…Pesawat itu sudah lepas landas…ia benar-benar pergi…Tuhan…

Aku terjatuh,aku teringkuk di lantai..aku menangis…Seharusnya aku mengatakan bahwa aku mencintainya..Seharusnya aku tidak membatalkan semuanya..Seharusnya aku tidak mengacuhkannya kemarin..Seharusnya aku…Aku bodoh..Aku sangat bodoh…!! Maafkan aku..Jong In Oppa

“Yoora?”

Yoora POV END

Jong In POV

“Yoora?” Ujarku pada gadis itu.Ia mendongak,ku lihat dia sedang menangis tapi sekarang? Ia bangkit dan tiba-tiba saja memelukku “Oppa..”

Aku memeluknya balik.Aku tidak tau apa yang sedang merasukinya tapi..aku merasa bahagia.

“Maafkan aku oppa..maafkan aku..Aku mencintaimu oppa”

Deg..Jantungku terasa berhenti.Apa yang tadi ia katakan ? Bisakah ia mengulanginya sekali lagi.Ku mohon.

“Aku mencintaimu Oppa..aku sangat mencintaimu” Gumamnya sekali lagi,seolah ia bisa mendengar suara hatiku.

“Yoora..kau..” Chuppp…ia mengecup bibirku sejenak. “Aku sangat mencintaimu..ku mohon jangan pergi oppa” Pintanya padaku.Ia masih memelukku dan sekarang semakin erat.

Ku belai rambutnya “Aku tidak akan meninggalkanmu bodoh” Jawabku.Ia mengangkat kedua alisnya “Tapi..bukankah kau akan ke Cina?”

“Cina?”

“Ne..Jong Dae oppa bilang bahwa kalian akan ke Cina..”

“Hyung berkata seperti itu?” Benarkah? Jadi..apa ini yang ia sebut sebagai gadis yang harus aku jaga?

“Ku mohon oppa..jangan pergi..aku sangat mencintaimu..aku tak apa jika harus seperti dulu,aku tak masalah jika kau berhubungan dengan perempuan itu..Tapi ku mohon jangan pergi”

Kini aku mengerti,aku sangat mengerti.Ku belai pipi Yoora “Tidak Yoora,aku tidak akan pergi..aku juga tak akan bersama dengan gadis itu…karena aku…aku mencintaimu Yoora..aku sangat mencintaimu” Aku mengecup lembut bibirnya sebentar “Aku sangat mencintaimu Yoora..sangat mencintaimu..Saranghae” Ucapku sekali lagi,rasanya aku ingin melayang..Aku ingin terbang bersama dengan Yoora.

Yoora tersenyum “Ne oppa..nado saranghae..aku sanga mencintaimu..”

Aku terduduk,ku keluarkan sesuatu dari dalam sakuku.Ya,sebuah cincin..cincin yang pernah kami kenakan tepatnya “Mau kah kau bercincin bewarna perak ini.Yoora mengangguk,segera ku pakaikan cincin ini di jari manisnya.Ku peluk tubuhnya begitu erat..sangat erat..Aku tak ingin tunangan lagi denganku?” Tanyaku sambil mengangkat kehilangannya lagi..Cinta sejatiku..Han Yoora.Terima kasih..Karena kau telah mencintaiku..terima kasih karena kau telah hadir dalam hidupku..terima kasih karena kau telah membangkitkanku..dan terima kasih..karena kau telah memberikan kesempatan kedua untukku..Saranghae Han Yoora,saranghae…

~END~

Iklan

2 pemikiran pada “Black Symphony

TINGGALKAN JEJAK YA^^ .. DON'T BE A SILENT READERS !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s